Wednesday, January 26, 2011

Mahfudzot

UMUR KECANTIKAN

Kehidupan paling sengsara bagi seorang wanita ialah yang ketika mudanya terkenal sangat cantik. Hal itu karena umur kecantikan sangat pendek.
Sementara itu, masa perbedaan antara wanita cantik dengan wanita yang tidak cantik hanyalah beberapa tahun.


EMPAT LARANGAN

Waspadalah terhadap empat macam keburukan : Sombong, dengki, marah (emosional) dan syahwat yang tidak terkendali.

* Angkuh dan sombong mencegah orang untuk mematuhi dan menaati perintah dan larangan syariat.
* Hasud (dengki) mencegah orang untuk menerima nasehat atau memberi nasehat.
* Marah (emosional) mencegah orang untuk berbuat adil.
* Mengikuti nafsu syahwat dapat mencegah orang menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allh SWT.



HAK YANG HARUS ANDA LAKSANAKAN

1. Hak Allah : Mengagungkan-Nya dan mensyukuri segala nikmat-Nya serta manjauhi syirik.
2. Hak Penguasa (Pemerintah) : Ketaatan dan kesetiaan anda.
3. Hak Diri : Giat dan semangat beribada, serta menjauhi perbutan dosa.
4. Hak Umat : Menjauhi gangguan dan perusakan, serta bergaul dengan baik.
5. Hak Suami-Istri : Menjaga dalam cinta dan kasih saying serta bergaul dengan ma`ruf.


TIGA MACAM KAWAN

1. Kawan yang selalu menerima kebaikan anda, sedangkan dia tidak member anda kebaikan.
2. Kawan yang selalu berhitung, yaitu dia berbuat baik kepada anda sesuai dengan kebaikan anda kepadanya.
3. Kawan yang senang berhubungan dengan anda tanpa pamrih.


HIDUP TAK TENTRAM

Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya :
1. Iri,
2. Dengki dan
3. Akhlak buruk.


BISIKAN-BISIKAN NAFSU BIRAHI, KEHENDAK, MAKSIAT DAN KEBIASAAN

Ukema` besar Ibnul Qayyim, berkata : “Pertahankanlah bisikan yang berdetak agar tetap dihatimu, kalau tidak hal itu akan berubah menjadi buah pikiran. Bila telah berubah, pertahankanlah semampumu agar ia tetap berada dalam pikiranmu. Dan kalau tidak mampu, ia akan menjadi nafsu birahi.
Kendalikan nafsu agar ia tertundukkan dan jika tidak akan lahir rencana buruk dalam bentuk kehendak. Jagalah kehendak itu karena kalau tidak sijaga niscaya akan menjadi perbuatan maksiat.
Kalau perbuatan maksiat tidak di cegah ia akan menjadi temanmu sebagai suatu kebiasaan dan adalah sulit bagi manusia meninggalkan suatu kebiasaan.”


DUA MACAM PENCURI

Seorang Ulama` besar Umar bin Ubaid melewatkan kerumunan orang-orang yang sedang berdiri.
Dia bertanya : “Apa maksud kerumunan orang-orang itu?”
Mereka menjawaab : “Sultan sedang melaksanakan hukukman potong tangan terehadap seoarang pencuri.”
Umar berkata lagi dengan suara lantang : “Laa Illaha Illallah. Pencuri terang-ternagan memotong tangan pencuri yang sembunyi-sembunyi.”


SEPULUH SIFAT KEBURUKAN

1. Penguasa yang menindas (Dzalim).
2. Kecurangan kaum bangsawan.
3. Hakim-hakim yang tidak jujur.
4. Para Ulama` yang menipu.
5. Orang-orang baik yang emosional (pemarah).
6. Orang-orang kaya yang kikir.
7. Kaum tua yang berbuat maksiat.
8. Para dokter yang sakit.
9. Orang fakir yang sombong.
10. Para qari Al-Qur`an yang menyombongkan diri.


MANUSIA TERBAGI MENJADI TIGA GOLONGAN

Al Hasan –Al Bashri berkata : “Manusia terbagi atas tiga golongan :
- Mereka yang mempunyai pendapat dan dimusyawarahkan.
- Mereka yang mempunyai pendapat, tetapi tidak suka dimusyawarahkan.
- Mereka yang tidak mempunyai pendapat dan tidak suka bermusyawarah.


EMPAT MACAM MANUSIA

1. Seseorang yang tahu dan mengetahui bahwa dia tahu. Itulah orang alim, maka ikutilah dia.
2. Seseorang yang tahu dan tidak mengetahu bahwa dia tahu. Itulah orang yang sedang tidur, maka bangunkanlah dia.
3. Seseorang yang tidak tahu dan mengetahu bahwa dia tidak tahu. Itulah orang yang membutuhkan petunjuk, maka ajarilah dia.
4. Seseorang yang tidak tahu dan tidak mengetahu bahwa dia tidak tahu. Itulah orang jahil (bodoh), maka jauhilah dia.


TIGA JENIS MATA YANG BAIK

Ada tiga jenis mata yang tidak akan menangis pada hari kiamat:

1. Mata yang selalu berjaga-jaga dan bersiaga bertempur dalam jihad di jalan Allah.
2. Mata yang selalu berpaling dari apa yang diharamkan Allah.
3. Mata yang selalu menangis di dunia karena takut kepada Allah dan menghaarapkan rahmat pengampunan dan ridho-Nya.



MENGUNCI LIDAH

Kuncilah lidahmu, kecuali dalam empat perkara:
- Menjelaskan yang hak.
- Menumbangkan yang bathil.
- Mensyukuri nikmat Allah.
- Mengutarakan hikmah kebijaksanaan.


MENYEPELKAN PERBUATAN MAKSIAT

Ulama’ besar ibnu Al-Jauzi berkata: “Mungkin orang yang berbuat maksiat selalu beranggapan positif dan tidak memikirkan dampak negative yang akan menimpanya, karena ia mengandalkan kondisinya yang sehat dan uangnya yang banyak. Padahal, cepat atau lambat perbuatan maksiat itu pasti akan mendatangkan akibat terhadap kesehatan badan dan harta kekayaan.


MENINGKATKAN KEMULIAAN

Ada tiga hal yang meningkatkan kemuliaan seseorang:

1. Memaafkan orang lain dan menghilangkan kesalahannya.
2. Memberi sesuatu kepada orang lain yang tidak member sesuatu kepadanya.
3. Menghubungkan silahturahmi dengan orang yang memutuskannya.



Ikhlas – Riya’ – Keserakahan

Imam Ibnul Qayyim berkata:
“Tidak akan berkumpul dalam hati seseorang sifat ikhlas, gila pujian (riya’) dan serakah, kecuali seperti berkumpulnya air api atau berkumpulnya biawak dengan ikan.
Apabila anda ingin memiliki sifat ikhlas yang pertama kali anda lakukan ialah melenyapkan sifat serakah, kemudian menghindari sifat riya’ seperti sifat yang dimiliki pecinta dunia yang tidak memperdulikan kehidupkan akherat.
Apabila anda sudah melakukannya, mudahlah bagi anda memperoleh sifat ikhlas.


BUKTI KETAKWAAN

Bukti ketakwaan seorang muslim itu ada tiga:

1. Bertawakal dengan baik terhadap apa yang belum dicapainya.
2. Merasa ridho terhadap apa yang diperolehnya.
3. Bersikap sabar terhadap apa yang liput dari perolehannya.



INGIN MATI SAHID DAN MASUK SURGA

Seorang sahabat Rasulullah SAW. Yang baru masuk Islam ikut berperang bersama beliau. Seusai memenagkan peperangan, Rasulullah SAW. membagi-bagikan harta rampasan kepada para pejuang.
Orang itu memperoleh bagiannya dan dengan perasaan terheran-heran, dia bertanya kepada Rasulullah SAW.: “Mengapa aku harus menerima bagian harta ini? Bukan untuk ini aku berjihad, melainkan aku ingin sebuah anak panah menembus leherku ini (sambil menunuk bawah tenggorokannya) lalu aku mati sahid dan masuk surga”
Dalam peperangan berikutnya dia juga ikut serta. Seusai perang Rasulullah SAW. bertanya-tanya tentang orang itu yang ternyata telah gugur. Kemudian Rasulullah SW. mendatangi mayitnya dan melihat sebuah anak panah menembus persis di bagian leher yang pernah ditunjukkannya kepada beliau.
Dengan sangat terharu, Rasulullah SAW. bersabda:”Berbahagialah dia yang telah menginginkan mati sahid dan masuk surge dan kini dia telah memperolehnya.


FIQIH DAN HATI

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihyaa ‘ulumuddin berkata:
“Sesungguhnya masalah hati berada di luar wilayah fiqih. Jika fiqih mencampuri urusan hati, tidak lagi dapat disebut fiqih. Sama halnya jika fiqih ikut campur dalam perkata teologi atau kedokteran, berarti ia telah keluar dari disiplin ilmu tersebut.”


EMPAT WAKTU

Sebagian ulama yang arif mengatakan:
“Setiap hamba Allah mempunyai empat waktu dan tidak ada kelimanya.
Keempat waktu itu ialah:

1. Waktu mendapatkan nikmat.
2. Waktu mendapat ujian dan cobaan.
3. Waktu melakukan ketaatan.
4. Waktu melakukan maksiat.

Pada setiap waktu tersebut, terdapat hak Allah sebagai Rabmu, yakni waktu beribadah kepada-Nya.
Barang siapa waktunya digunakan untuk mendapatkan kenikmatan Allah, jalannya ialah bersyukur kepada-Nya. Barang siapa waktunya mendapat ujian dan cobaan, jalannya ialah ridho dan sabar. Barang siapa waktunya untuk melakukan ketaatan,jalannya ialah anugrah Allah yang member petunjuk. Dan barang siapa waktunya untk melakukan maksiat, jalannya adalah bertaubat dan beristighfar.


SANDANG DAN PANGAN

Allah SWT. menyuruh manusia untuk menikmati, memanfaatan, membelanjakan rezeki (harta) yang baik yang telah dianugrahi-Nya kepada mereka.
Firman Allah ta’ala dalam hadist qudsi: “Makanlah sesukamu dan berpakainlah sesukamu. Ada dua hal yang termasuk kesalahanmu, yaitu berlebih-lebihan dan tertipu oleh kebanggaan diri sendiri.”


ADAB BERBICARA

Ibnul Muqaffa’ berkata kepada anaknya: “Belajarlah menyimak pembicaran orang dengan baik, sebagaimana engkau belajar berbicara dengan baik.”
Diantara menyimak pembicaraan orang dengan baik adalah membiarkannya berbicara sampai selesai, berilah sedikit komentar, tidak memalingkan muka, memandang kepada orang yang berbicara, dan menyadari apa yang diucapkannya.


SAUDARA DAN KAWAN

Seorang arif dan bijak bertanya: “Apakah anda mencintai saudara anda?”
Dijawabnya: “Saya tidak mencintai saudaraku kalau dia bukan kawanku.”
Memang benar kadangkala kawan, teman, atau sahabat lebih dicintai dari pada saudara sendiri meskipun sekandung.


AKHLAK MAJIKAN DAN AKHLAK BUDAK

Abdullah bin Thahir bercerita:
“Pada suatu hari Abu berada di sisi Amirul Mukmin Al-Ma’mun, putra Harun ar-Rasyid. Dia kemudian memanggil pembantunya seorang anak remaja Turki: “Ya ghulam!”
Anak itu datang dan berkata: “Tiap kali saya keluar dari sini, engkau selalu berteriak memanggil-manggil ‘Ya ghulam’. Sampai kapan panggilan ‘Ya ghulam’ kau serukan? Tidaklah seharusnya bagi seorang ghulam saat ini waktu makan dan minum?”
AL-Ma’mun hanya diam dan menunduk kepalanya. Aku mengira anak itu bakal dikenakan hukuman, tetapi ternyata tidak.
Al-Ma’mun kemudian mengangkat kepalanya dan berkata budaknya itu: “Kamu mulai sekarang bebas (merdeka) karena Allah..”
Kemudian Al-Ma’mun berkata: “Wahai Abdullah, jika seorang majikan berakhlak baik, maka akhlak pembantunya menjadi buruk. Dan bila ia berakhlak buruk, maka akhlaknya pembantunya menjadi baik. Namun, tidak sepatutnya kita memperburuk akhlak kita agar akhlak pembantu kita jadi baik.


SULTAN DAN DUA ORANG GILA

Seorang sultan atau raja ingin menghibur dirinya dan tertawa. Lalu dia mengharikan dua orang gila.
Setelah keduanya berbicara, sultan berlagak marah dan minta dibawakan pedang untuk memenggal leher mereka.
Mendengar niat sultan itu, salah seorang dari orang gila itu berkata kepada temannya: “Sebelumnya kita hanya dua orang, tetapi kini kita bertambah menjadi tiga orang.”
Mendengar ucapan itu sultan tertawa terbahak-bahak.


HIJRAH DARI AL-QUR’AN

Ibnul Qayyim berkata: “Orang yang hijrah dari Al-Qur’an ialah:

1. Yang tidak mau mendengar dan mengimani Al-Qur’an.
2. Yang tidak mengamalkan isi Al-Qur’an meskipun dia membaca dan mangimaninya.
3. Yang tidak mau berhukum dan bertahkim dengan Al-Qur’an.
4. Yang tidak mau mendalami dan memahami arti-artinya.



KEIMANAN SA’AD YANG KOKOH

Sa’ad bin Abu Waqash bercerita: “Aku seorang pemuda yang sangat berbakti kepada ibuku. Setelah aku masuk Islam, ibuku bertanya: “Agama apakah yang kamu anuti, wahai Sa’ad?” Aku hanya diam dan tidak menjawab.
Beberapa hari kemudian, ibu menyuruhku meninggalkan Islam seraya mengancam: “Kalau kamu tidak meninggalkan agamamu yang baru, aku tidak akan makan dan minum sampai aku mati dan orang-orang akan mencelamu sebagai pembunuh ibumu.”
Sehari semalam ibuku tidak makan dan minum. Pada hari kedua, keluargaku menyuruhku menjenguk ibu yang sedang kepayahan.
Aku temui ibuku dan berkata kepadanya: “Demi Allah wahai ibu, andai kata ibu mempunyai seratus nyawa dan keluar satu demi satu sampai habis, aku tidak akan meninggalkan agama Islam. Terserah ibu mau makan atau minum.
Setelah menyadari kekokohan pendirianku, ibu pun akhirnya makan dan minum.”


KEKUATAN

Kekuatan materi atau fisik meliputi tubuh dan sarana-sarana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

Kekuatan moral atau jiwa merupakan sifat-sifat mental yang selalu dan ingin dimiliki setiap orang.

Kekuatan rohani terbentuk dengan adanya kesadaran dan perasaan akan adanya hubungan dengan Allah atau dengan menghayati hubungan tersebut.

Kita wajib menjadikan kekuatan rihani sebagai harta simpanan yang takkan habis dan sirna, serta sebagai rahasia untuk meraih keberhasilan dan kemenangan.

MEMPEROLEH HIKMAH

Ibnul Qayyim berkata: “Jika hati seseorang telah diberi makanan berupa dzikir dan diberi minum berupa tafakur, serta bersih dari penyakit duniawi, akan tampak berbagai keajaiban dan ia akan memperoleh hikmah.”

DAKWAH ISLAMIYAH

Dakwah Islamiyah mengajarkan si bodoh agar mengeti, mengingat mereka yang lupa, dan memperingatkan yang sombong agar rendah diri dan rendah hati. Kemudian memberi petunjuk kepada yang kafir agar beriman dan yang musrik agar bertauhid, yang maksiat agar bertaubat dan menjadi ahli ibadah, dan yang ahli ibadah agar menjadi ahli sunnah. Dakwah Islamiyah juga membendung arus dakwah jahiliyah modern yang agresif dan destruktif, dengan mempertahankan dan menyebarkan kebenaran.

Karena itu, puncak Dakwah Islamiyah ialah memindahkan manusia dari neraka ke surga.

MATA UANG DARI BATU

Abu Mu’awiyah berkata: “Dari pagi hingga akhir hari aku bekerja memecah batu dengan palu godam.”

Dia ditanya: “Kalau demikian, anda pasti sangat lelah.”

Abu Mu’awiyah menjawab: “Ya, benar. Aku minta uang dari tangan orang-orang dan dari batu-batu, ternyata dari batu lebih mudah.

RESEP KEKAYAAN

Rockfeller adalah orang kaya sedunia pada masanya, dia ditanya oleh salah seorang kawannya: “Bagaimana cara anda dapat meraih kekayaan yang demikian melimpahnya?”

Rockfeller menjawab: “Aku meraihnya dengan empat cara. Yang harus dilakukan oleh orang yang ingin menyimpan harta, yaitu:

1. Jangan membeli barang apa-pun kecuali yang darurat (sangat dibutuhkan).
2. Menabungkan sebagian dari uang hasil usahanya.
3. Harus selalu berlaku jujur, terpercaya, dan teliti serta cermat dalam pekerjaan.
4. Membuang jauh-jauh segala adat-istiadat (kebiasaan) yang buruk.

AKAL – SYAHWAT – NAFSU

Dalam diri anda terhimpun akal dan budi malaikat, syahwat hewan, dan hawa nadsu setan.

Jika anda mampu mengendalikan dan menguasai syahwat maupun hawa nasfu, anda berkedudukan lebih tinggi dari pada malaikat. Namun, jika anda dikuasai oleh syahwat dan hawa nafsu, anda berkedudukan lebih rendah dari pada hewan dan setan.

Bayangkan, anjing pemburu yang terdidik behkan mampu menahan nafsu seleranya untuk tidak memakan hewan yang ditangkapnya. Dia mengharamkan bagi dirinya binatang tangkapan itu, kemudian ia serahkan kepada majikannya untuk dinikmati.

DUNIA

Tujuan utama sebagian besar umat manusia kini adalah meraih kesuksesan duniawi tanpa memperdulikan dari sumber manapun datangnya. Hati, lidah, dan seluruh anggota tubuh mereka sibuk siang-malam mencari kepentingan duniawi.

Karena ursan duniawi itulah, mendurhakai kedua orang tuanya dan memutuskan hubungan persaudaraan meskipun dengan saudara kandungnya. Karena urusan duniawi pula, seseorang rebut dengan tetangganya dan orang-orang yagn memiliki kaitan dengannya.

Urusan dan kepentingan duniawi juga menyebabkan umat manusia kini hidup dalam kegelisahan, ketakutan, dan ancaman mala-petaka. Kepentingan duniawi kini telah melenakan manusia dari mengingat Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi Rizki. Apabila mereka shalat, jasad-jasmaninya hadir, tetapi hatinya hanyut dalam urusan dan kepentingan duniawi.

Sebagai contoh nyata, kunjungilah pengadilan-pengadilan, anda akan menyaksikan keganjilan dan keanehan perilaku manusia. Penyebab yang paling utama ialah cinta duniawi yang belebih-lebihan sehingga mereka terjerumus dan hanyut kedalamnya.

INFAK

Nabi Isa Alaihissalam melewati kerumunan orang-orang Yahudi yang ketika melihatnya, melontarkan kata-kata kotor dak keji. Akan tetapi, Nabi Isa justru membalasnya dengan kata-kata yang baik.

Sesudah itu, Nabi Isa ditanya: “Mereka melontarkan kata-kata yang buruk dan keji, mengapa engkau membalasnya dengan kata-kata yang baik?”

Nabi Isa a.s. menjawab: “Masing-masing menginfakkan dari apa yang dimilikinya.”
http://giggsowen.student.umm.ac.id/islam/mahfudzot/

No comments: