Tuesday, January 12, 2016

OKINAWA, SURGA DI DUNIA


 
Menikmati bunga sakura yang bermekaran. Foto: Japan Times
Setiap kali mendengar kata Okinawa, yang ada di otak adalah pangkalan militer Amerika Serikat di Jepang. Itu memang benar. Tidak salah. Terkadang itulah yang membuat wisatawan Indonesia enggan berkunjung ke Okinawa. Karena di sana ada pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Asia. Takut!

Tidak. Pandangan itu salah. Justru Okinawa menawarkan sejuta pesona bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Bagi Japan-addict, Okinawa bisa jadi memberikan semilyar kenangan bagi siapa saja yang pergi ke Okinawa. Sumpah tidak bohong! Okinawa akan memberikan setriliun pengalaman tak terlupakan. 

Pertanyaannya, kenapa harus berkunjung ke Okinawa? Di sana tidak menonjolkan wisata yang memamerkan banyak gedung bertingkat. Tapi pariwisata budaya dan lingkungan yang sangat menawan. Mulai dari bunga sakura yang bermekaran hingga tarian drum yang sangat menghibur. Paling menakjubkan, Okinawa memiliki banyak pulau.
 
Okinawa itu surganya orang yang romantis. Foto: Japan Times
Pertama, Okinawa itu surganya orang yang romantis. Jangan ngaku sebagai pria atau perempuan yang romantis kalau belum pernah menginjakkan kaki di Okinawa. Kenapa? Bunga sakura sebagai lambang romantisme bermekaran di bulan Januari.
Tempat mana di Jepang yang paling romantis di dunia? Jawaban paling tepat ada Okinawa. Pada pertengahan Januari hingga pertengahan Februari, bunga sakura mulai bermekaran. Okinawa merupakan prefektur di Jepang yang pertama di mana bunga sakura mulai unjuk diri dan muncul dengan keindahannya karena iklim subtropis Okinawa. Di mana paling layak untuk menikmati sakura? Saya merekomendasikan menikmati sakura di Nakijin Castle yang telah berusia 700 tahun. Waktu yang dipilih sebaginya malam hari. Dijamin tak akan menyesal.

Kedua, Okinawa itu surganya para penjelajah. Jangan ngaku sebagai penjelajah sejati kalau belum pernah ke Okinawa! Banyaknya kepulauan menjamin Anda tak puas jika berada di satu pulau. Tapi memberikan alternatif pula yang bisa dikunjungi.
Okinawa itu terdiri dari lebih dari 160 pulau dan 49 di antaranya berpenduduk, sisanya tak berpenghuni manusia. Ratusan pulau-pulau itu terbentang 1.000 km dari selatan ke barat dari Kyushu ke Taiwan. Akses dan transportasi tak perlu khawatir. 25 pulau yang bisa dijangkau dengan feri dan pesawat.

Ketiga, Okinawa adalah surganya bagi pecinta nenek moyang! Menghormati nenek moyang bentuk kecintaan kepada manusia. Kenapa? Orang Okinawa kalau nenek moyang bangsa di dunia berasal di Okinawa! Mungkin termasuk nenek moyang orang Indonesia.
Dewi Amamikyo merupakan ibu dari seluruh nenek moyang yang turun ke bumi di Pulau Kudaka, di prefektur Okinawa. Dari Kudaka, dia terbang ke Sefa-utaki. Bagi yang ingin memberikan penghormatan kepada Dewi Amamikyo, sebaiknya berkunjung ke Sefa-utaki. Itu menjadi tempat yang paling disakralkan di Okinawa. Jadi, jangan bicara kasar di sana. Jangan pula berpikir negatif di sana! Sefa-utaki juga menjadi sembilan World Heritage yang berada di Okinawa. Kerenkan!
 
Okinawa itu surganya karateka. Foto: Japan Times
Keempat, Okinawa itu surganya Karateka! Ciat ciat ciat! Jangan ngaku karateka sejati kalau belum pernah berkunjung ke Okinawa!
Karate berawal dari Okinawa saat zaman Kerajaan Ryukyu hingga menjadi bagian dari Jepang pada 1879. Karate berkembang karena raja Ryukyu melarang penggunaan sejata. Hingga warga lokal membekali diri dengan bela diri tanpa senjata dan lebih mengandalkan pada kemampuan tangan. Karate berkembang pesat. Pada awal 1900, karate mewabah di Jepang. Kemudian berkembang ke seluruh dunia. Tapi Okinawa tetap menjadi tempat paling otentik dan orisinal untuk belajar karate. Bagi Anda karateka sejati, Anda harus belajar di desa budaya Murasakimura di Yomitan! Jangan ngaku karateka sejati kalau belum pernah merasakan latihan karate di Murasakimura!
 
Okinawa itu surganya penyelam! Foto: Japan Times
Kelima, Okinawa itu surganya penyelam! Jangan ngaku penyelam sejati kalau belum pernah menyelam di Okinawa!
Bagi penyelam sejati, Anda bisa menikmati keindahan terumbu karang terbesar di Palau Miyako. Keindahan bawah lautnya membuat semua penyelam dari berbagai dunia berdecak kagum. Kalau tak percaya, buktikan sendiri!
 
Okinawa itu surganya orang yang panjang usianya di dunia. Foto: Japan Times
Keenam, Okinawa itu surganya orang yang panjang usianya di dunia! Kenapa ini penting? Harapan hidup yang panjang menjadi idaman semua orang. Karena di Okinawa, Anda bisa menemukan banyak nenek dan kakek. Anda bisa belajar bagaimana hidup panjang usia di Okinawa!
Perempuan Okinawa memiliki usia yang panjang di dunia, hingga 86 tahun. Sedangkan pria Okinawa rata-rata bertahan di dunia pada usia 78 tahun. Mereka umumnya tinggal di Ogimi, sebuah desa di Pulau Okinawa utara. Ingin panjang umur, Anda sebaiknya pergi ke sana! Di Ogimi, memiliki 139 perempuan dan 33 pria yang berusia di atas 90 tahun. Menakjubkan! Dan mereka masih hidup sehat!
Oh ya, jangan lupa, Anda juga bisa mampir di restoran yang memberikan jaminan memperpanjang usia, yakni Emi no mise atau Emi’s shop, di Ogimi. Di sana menjual makanan lokal yang dipercaya mampu memperpanjang usia Anda. Apa saja menu panjang umur? Rumput laut, goya (sejenis mentimun), tofu alias tahu Jepang dan kunyit!
 
Berbagai fauna di Okinaw. Foto: Japan Times
Ketujuh, Okinawa itu surganya para pencinta alam! Jangan ngaku sebagai pencinta alam kalau belum pernah menjelajah Okinawa!
Di utara Pulau Okinawa, terdapat pegunungan yang disebut Yanbaru. Itu merupakan hutan hujan tropis subtropis. Di sana, industri pariwisata lingkungan berkembang pesat. Untuk belajar tentang flora dan fauna di Okinawa, bisa mengunjungi Museum Alam Ufugi.

Kedelapan, Okinawa adalah surganya para pecinta Amerika. Jangan ngaku bangga sebagai penggemar Amerika kalau belum berkunjung ke Okinawa!
Okinawa dikenal sebagai Little America! Di mana itu? Anda bisa berkunjung ke Gate 2 Street! Itu adalah pintu gerbang Kadena, pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat terbesar di wilayah Asia Pasifik. Di sana, Anda dijamin tidak akan merasa seperti di Jepang. Tetapi Anda seperti berada di Amerika. Anda pun tak perlu ke Amerika, cukup ke Okinawa saja. Banyak klub malam dan tempat tato dengan nama seperti Chicago hingga Wall Street. Mulai dari restoran khas Amerika hingga Starbuck.
 
Okinawa adalah surga bagi para pencinta sejarah. Foto: Japan Times
Kesembilan, Okinawa adalah surga para pencinta sejarah. Jangan ngaku sebagai sejarawan sejati kalau belum pernah berkunjung dan belajar tentang sejarah Perang Dunia II di Okinawa!
Perang 90 Hari Okinawa merupakan sejarah yang tercatat di dunia. Sejarah yang sangat tragis. Hampir separuh penduduk Okinawa meninggal, sebagian besar karena bunuh diri massal. Okinawa pun menjadi benih perdamaian. Di sana terdapat Museum Memorial Perdamaian Okinawa. Selain itu juga Museum Perdamaian Himeyuri yang didedaksi kepada 220 perempuan yang bertugas sebagai perawat. Kemudian, Cornerstone of Peace yang mencantumkan 240.931 orang yang meninggal dalam peperangan, baik warga sipil, militer dan orang asing.

Kesepuluh, Okinawa menjadi surganya para pelari. Anda bisa berlari bersama penduduk Okinawa yang suka gaya hidup sehat karena mereka suka berlari dan bersepeda.
Pada Februari, Anda bisa bergabung dengan Maraton Okinawa. Dengan berlari, para wisatawan bisa menikmati pemandangan alam yang sangat menakjubkan dengan balutan banyak wisata alam yang layak untuk memberikan semangat saat berlari. Bukan hanya kesehatan yang bisa didapatkan, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga.
Ingin liburan ke Surganya dunia? H.I.S menyediakan layanan individual maupun group tour dengan tujuan perjalanan dan travel domestik maupun internasional serta berbagai produk guna memudahkan wisata Anda. HAnavi adalah kolaborasi antara H.I.S dengan ANA (All Nippon Airways yang dirancang khusus untuk wisatawan asing yang datang ke Jepang. HAnavi menyediakan paket Tiket Penerbangan Domestik + Hotel dengan harga yang MURAH MERIAH berangkat dari Tokyo atau dari Osaka.

OKINAWA ADALAH PUSAT LIBURAN JEPANG

Okinawa memilih puluhan pulau. Okinawa memiliki ratusan lokasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Okinawa memiliki keramahan warganya yang akan selalu tersenyum menyambut wisatawan. Okinawa memiliki segalanya. Karena Okinawa adalah pusat traveling dunia.

Untuk menjangkau Okinawa tidak sulit. Banyak akses dan tranportasi seperti ANA dan JAL melayani penerbangan ke sana setiap hari dari beberapa kota besar di Jepang. Dikarenakan Okinawa itu lebih dekat dengan Hong Kong dan Taiwan, banyak wisatawan dari kedua wilayah itu yang membanjiri Okinawa. Sedangkan dari Tokyo ke Okinawa membutuhkan tiga jam perjalanan.
 
Wisatawan menikmati bunga sakura yang bemekaran. Foto: Japan Times
YANBARU
Pohon Sakura pertama kali bermekaran di YANBARU pada akhir Januari. Letaknya di Okinawa utara. Nama pohon Sakura aslinya adalah Kanhizakura (Cerasus ceraoides). Anda bisa menikmati pohon sakura yang sangat indah.
Bagaimana cara menikmati keindahan pohon sakura di YANBARU? Anda bisa menikmati gaya seperti orang Okinawa, yakni hanami! Bagi orang Jepang darata, hanami biasanya berart liburan di depan pohon cherry. Tapi bagi orang Okinawa, hanami adalah berlibur di pepohonan yang berbunga.
 
Jalan Kokusai di Okinawa selalu menjadi pusat perhatian wisatawa. Foto: Japan Times
JALAN KOKUSAI
Okinawa adalah Hawaiinya Jepang. Di mana tepatnya untuk menikmati atmosfir Honolulu di Jepang? Di Jalan Kokusai atau International Street di Naha. Di Kokousai, setiap hari Minggu, macet. Bukan macet seperti di Jakarta. Tetapi macet orang berwisata. Di sana banyak toko suvenir, restoran, bar dan pasar tradisional. Banyak suvenir yang dijual di sana, salah satunya gelas Ryukyu.
 
Okinawa memiliki Akuarium Churaumi yang selalu menawarkan atraksi hebat. Foto: Japan Times
AKUARIUM CHURAUMI
Akuarium Churaumi terletak di Okinawa tengah. Anda bisa melihat ribuan ikan dengan berbagai ukuran, mulai kecil hingga besar. Bahkan Anda bisa melihat tiga hiu yang mematikan. Ketika berada di Churaumi, Anda seperti berada di layar bioskop raksasa. Jangan takut Anda bocor! Ketinggi dinding kaca mencapai 22,5, dengan lebar 8,5 m, dan ketebalan kaca mencapai 60 cm.
Churaumi dipercaya sebagai akurium raksasa terbaik di Jepang. Itu menjadi obyek wisata di Ocean Expo Park yang didesain ulang dan dibuka pada 2002. Akuarium itu terletak di tanki raksasa Kuroshio, salah satu tanki raksasa terbesar di dunia. Akuarium itu terdiri dari tiga lantai. Bukan hanya sekedar melihat, wisatawan juga bisa berinteraksi langsung binatang laut, seperti ikan dan kerang.
 
Istana Shuri sungguh memberikan keindahan. Foto: Japan Times
ISTANA SHURI
Dengan naik monorail dari Naha, wisatawan bisa menikmati keindahan dan keajaiban dunia ISTANA SHURI yang menjadi mantan ibu kota Okinawa. Istana itu telah berusia 450 tahun. Pada 1429 hingga 1879, itu menjadi pusat pemerintahan, politik, ekonomi hingga budaya Kerajaan Ryukyu. Istana itu dihancurkan pada Perang Okinawa dan dibangun kembali pada 1992, lengkap dengan pintu gerbang bergaya China. Istana itu berbeda dengan kebanyakan istana di Jepang daratan. Bagi Anda yang sangat menyukai wisata budaya, jangan pernah meninggalkan ISTANA SHURI dari daftar objek wisata yang harus dikunjungi di Okinawa.
 
Chatan selalu dikunjungi wisatawan muda. Foto: Japan Times
CHATAN
Anda masih muda? Atau masih memiliki jiwa muda? Sebagiknya Anda juga berkunjung ke Chatan. Di Chatan, terdapat Desa Amerika Mihama dan gaya pantai timur Amerika yang menjadi surga belanja dan hiburan. Menjelang senja, di Mihama, Anda bisa melihat banyak anak muda melakukan berbagai aktivitas, seperti pesta barbecues atau hanya sekedar bersantai di pantai.
 
Yomita sumber keramik untuk buah tangan. Foto: Japan Times
YOMITAN
YOMITAN merupakan desa tembikar? Kenapa disebut begitu? Karena di YOMITAN terdapat banyak pengrajin dan workhop tembikar. Anda bisa belajar bagaimana membuat berbagai kerajinan secara langsung. Jika malas, Anda bisa juga menikmati beragam kerajinan masyarakat lokal. Anda bisa belajar budaya masyarakat Okinawa secara langsung di sana.
 
Jembatan Irabu yang terpanjang di Jepang.
JEMBATAN IRABU
Tak akan lengkap jika berkunjung ke Okinawa tanpa merasakan JEMBARAN IRABU. Jembatan itu memiliki panjang 6.500 meter. Itu menjadi jembatan laut terpanjang di Jepang yang menghubungkan lima pulau kecil di Okinawa.
Ingin liburan Okinawa? HIS menyediakan layanan individual maupun group tour dengan tujuan perjalanan atau pun travel domestik maupun internasional serta berbagai produk guna memudahkan wisata Anda. HAnavi adalah kolaborasi antara HIS dengan ANA (All Nippon Airways yang dirancang khusus untuk wisatawan asing yang datang ke Jepang. HAnavi menyediakan paket Tiket Penerbangan Domestik + Hotel dengan harga yang MURAH MERIAH berangkat dari Tokyo atau dari Osaka.

OKINAWA ADALAH PUSAT MASAKAN KHAS JEPANG

Mungkin Anda akan berpikir kalau liburan di Okinawa akan menemukan yakitori di restoran Okinawa. Tidak! Mungkin juga akan mencari sushi! Tidak ada di restoran Okinawa.

Okinawa itu berbeda. Sebagian besar restoran di Okinawa menawarkan makanan khas yang berbeda dengan makanan khas Jepang lainnya. Kenapa? Karena Okinawa itu memiliki konteks dan kehidupan yang cukup berbeda dengan Jepang pada umumnya.
Sejarah mencatat Okinawa pernah menjadi negara independen pada 15 hingga 19. Kerajaan Ryukyu memiliki hubungan dagang dengan China, Korea dan Asia Tenggara. Makanan khas Okinawa pun memiliki campuran dari beberapa wilayah tersebut.
Goya Champuru selalu menawarkan kenikmatan. Foto: Japan Times

GOYA CHAMPURU

GOYA CHAMPURU adalah makanan khas Okinawa yang paling populer. Jangan ngaku berkunjung ke Okinawa tanpa merasakan GOYA CHAMPURU. Champuru berarti “mencampurkan sesuatu”. GOYA CHAMPURU itu terdiri dari goya – sejenis pare hijau yang memiliki rasa pahit, ditambah dengan tofu, daging dan telur. Sebenarnya Goya itu berasal dari Asia Tenggara, tetapi itu justru menjadi salah satu sayur yang paling diminati di Okinawa.
 
Okinawa Soba menyuguhkan kesegaran. Foto: Japan Times
OKINAWA SOBA
Dari namanya, terlihat kalau makanan itu berupa mie tepung. Makanan khas itu terkait dengan soba Jepang. Dicampur dengan daging, ikan, rasa OKINAWA SOBA terasa segar. Ditambah dengan Soki – iga menjadi toping OKINAWA SOBA.
 
Nasi Taco itu nasi percampuran. Foto: Japan Times
NASI TACO
Makanan khas Nasi Taco itu merupakan pencampuran makanan Okinawa dan Amerika. NASI TACO umumnya dihidangkan dengan daging panggang dan keju.
 
Awamori, minuman khas Okinawa. Foto: Japan Times
AWAMORI
Berbicara makanan khas, tak luput dari minuman khas. Minuman khas Okinawa adalah AWAMORI. Itu adalah minuman lokal yang sebenarnya berasal dari Thailand. Namun kemudian orang Thailand mengajarkan kepada orang Okinawa pada abad 15. Itu terbuat dari fermentasi berat dalam jangka panjang. AWAMORI mengandung sekitar 30 hingga 45 persen alkohol.
Ingin merasakan masakan khas Okinawa secara langsung di Okinawa? H.I.S menyediakan layanan individual maupun group tour dengan tujuan perjalanan domestik maupun internasional serta berbagai produk guna memudahkan wisata Anda. HAnavi adalah kolaborasi antara H.I S dengan ANA (All Nippon Airways yang dirancang khusus untuk wisatawan asing yang datang ke Jepang. HAnavi menyediakan paket Tiket Penerbangan Domestik + Hotel dengan harga yang MURAH MERIAH berangkat dari Tokyo atau dari Osaka.

Tuesday, August 04, 2015

BERMIMPI JADI MITRA BINAAN BNI #69TahunBNI

OMc adalah brand yang diciptakan istriku, Nur Hofifah. Aku sendiri bukan orang yang lahir dari kalangan keluarga pebisnis dan pedagang. Berbeda dengan istriku. Orang tuanya pedagang. Saudara kandungnya juga mayoritas berbisnis. Berbeda denganku. Duniaku itu menulis dan mengajar. Tapi, keinginan untuk berbisnis tetap terpatri dalam hatiku karena hasrat istriku yang selalu ingin berbisnis. Apalagi, istriku selalu menasehatiku, menjadi bos meskipun berskala kecil, tetap bos. Beda dengan kuli yang bergaji miliaran, tetap saja kuli. “Bagaimana kita memulai bisnis?” tanya istriku saat menikmati teh sembari menonton televisi. Dan saat itu ditanyakan iklan BNI. “Utang bank? Itu ada iklan BNI. Bagaimana kalau kita ajukan kredit ke BNI?” tanyaku. “Mau menggadaikan apa? Surat tanah?” “Bukannya BNI memiliki mitra binaan. Kita bisa ajukan proposal agar menjadi mitra binaan BNI. Dari sana, pasti bisa dapat kredit dengan persyaratan yang lebih mudah.” “Menarik juga!” Aku dan istriku mencari informasi mengenai mitra binaan BNI. Ternyata itu merupakan program Corporate Social Responsibility. Jelas itu sangat tepat dengan bisnis yang akan dikembangkan istri. Yakni, fashion. Istriku memang bercita-cita menjadi fashion designer. Walaupun, dia tak pernah kursus menjahit atau sekolah fashion design. Tapi dia kreatif dan minimal bisa menjahit. Istriku semakin tertarik untuk menjadi mitra binaan BNI. Setelah browsing di internet, tapi, dia tak menemukan cara untuk menjadi mitra binaan BNI. Aku mencoba membantu mencari informasi tersebut, ternyata tak menemukannya. Kami berdua berencana bertanya ke kantor cabang BNI terdekat di rumah kami. Tapi, itu belum direalisasi. Aku pun mencoba alternatif agar menjadi mitra binaan bank selain BNI. Tetapi, istriku enggan. Dia memilih BNI. Entah kenapa istriku bersemangat dengan program BNI tersebut. “Kenapa harus jadi mitra binaan BNI?” tanyaku kepada istriku selepas browsing internet. “Coba lihat situs BNI ini!” kata istriku sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah tablet berukuran 10 inchi. “Apanya?” “Lihat, fokus mitra binaan BNI itu usaha kreatif fashion.” Istriku memang ingin membuka butik. Brand sudah ada. OMc. Butik yang menjual pakaian gamis dan baju muslim. Bukan reseller seperti kebanyakan teman-teman istriku. Tapi dia ingin mendesain baju gamis sendiri. Dan dijahit sendiri. Jika pesanannya sudah banyak, istriku ingin merekut merekrut komunitas hafizah sebagai mitranya. Nantinya, istriku juga ingin bekerja sama dengan alumni pondok pesantran Lirboyo. “Benar. Aku kok baru sadar ya... bukannya kamu memang fokus ke butik...,” akuiku dengan penuh kesadaran. “Lihat. BNI juga mengajak mitra binaan untuk ikut pameran baik di kota besar. Minimal kita bisa berpameran. Siapa kira BNI mengajak mitra binaannya untuk go international!” “Benar juga.” OMc bukan hanya sekedar mimpi. Istriku sudah memulai mewujudkan mimpinya. Sekitar enam bulan lalu, aku menghadiahkan mesin jahit untuk istriku. Istriku pun mulai merancang baju gamis untuk dipakai sendiri. Selain itu, dia juga menjahit jas untukku. Bahkan jas tersebut sudah aku pakai menghadiri acara di Benua Kanguru. Itu bukti kalau karya istri sudah go international!
Sayangnya, OMc belum grandlaunching. Tapi kami sudah softlauching. Aku masih mengumpulkan tabungan untuk membeli mesin obras dan mesin bordir. Meskipun sebenarnya aku mampu membeli kedua mesin tersebut, tetapi istriku tetap berkeinginan skala prioritas lainnya dibandingkan membeli dua mesin pendukung OMc itu. Istriku bilang kalau OMc insha Allah akan mendapatkan rezeki. Aamiin, kataku.
Sama seperti BNI, OMc juga suka berbagi. Produk OMc dibagikan untuk keponakan. Istriku mendesain tiga baju anak dan diberikan kepada Ocha, Ifda dan Hamna. Baju itu lebaran. Merayakan lebaran dengan baju lebaran OMc. Berbagi sungguh menyenangkan dan menggembirakan. “Mas, aku punya mimpi lebih besar lagi selain OMc?” tutur istriku ketika aku menikmati es teh. “Apa keliling Eropa?” tanyaku. “Bukan. Bagaimana kita menjadi Cerih sebagai Kampoeng BNI!” Berdasarkan informasi yang aku tahu, kalau Kampoeng BNI merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit lunak dengan sistem klaster yang dilakukan di beberapa daerah. Dikutip dari situs BNI, tujuan pembentukan Kampoeng BNI adalah untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di suatu kawasan pedesaan melalui pinjaman lunak program kemitraan maupun bantuan bina lingkungan untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal di daerah tersebut. Pada saat ini konsep Kampoeng BNI dibangun atas prinsip community enterprise, dimana satu klaster memiliki berbagai macam produk yang menjadi keunggulan atau ciri khas daerah tersebut. “Apa yang bisa dikembangkan di Cerih?” tanyaku penuh keyakinan. “Kampoeng Batik Tegal mungkin? Kampoeng Tempe?” kata istriku. “Betul. Namanya juga mimpi. Tapi kita fokus OMc dulu. Setelah itu kembangkan Cerih sebagai Kampoeng BNI!” “Sepakat!” Mitra binaan dan Kampoeng BNI merupakan dua program Corporate Social Responsibility yang patut diacungi jempol. Kenapa? Karena itu bersentuhan dengan mimpi istriku. Tentunya mimpiku juga. Program Corporate Social Responsibility yang mampu menyentuh orang kreatif seperti aku dan istriku. Program Corporate Social Responsibility yang mampu mewujudkan mimpi anak muda Indonesia. Bukan hanya sekedar program Corporate Social Responsibility yang hanya sekedar berbagi saja.
Referensi: www.bni.co.id Foto: 1. Seorang model mengenakan gamis karya desain Opiep Mustaqim. 2. Berpose dengan jas buatan istriku, OMc, di Martin Place Street, Sydney. 3. Ifda mengenakan baju OMc hasil desain Opiep Mustaqim

BNI PENUH PRESTASI #69TahunBNI

Sore beberapa tahun lalu. Aku bertemu Bim Bim. Pertemuan itu hanya via dunia maya. Hingga berlanjut dengan chatting via BBM dan WA. Dia temanku saat kuliah di Malang. Bim Bim namanya. Meski beda jurusanku denganku, Bim Bim itu kuliah jurusan teknologi pertanian. Setahuku, Bim Bim dulunya bekerja sebagai manajer toko ritel. Tidak puas dengan salary dan karir, dia memilih bergabung dengan sebuah bank terbesar di Indonesia. Jelas, bank itu adalah Bank BNI. Aku juga pernah bertemu dengan Bim Bim di Jalan Fatmawati, Pondok Labu. Saat itu, Bim Bim masih pelatihan. Dia mengenakan kemeja putih dan celana hitam sedang berjalan di trotoar di saat jam makan siang. Tapi aku tak sempat mengobrol panjang. Aku masih ada urusan selepas mengajar. Ya, Bim Bim memilih bekerja di BNI, bukan di bank lain. Pasti ada alasannya. Ternyata alasan pertama adalah prestasi yang dimiliki BNI. Kalau karir dan gaji, itu sudah pasti. Semua orang bekerja pasti karena dua hal itu. Tapi prestasi yang dimiliki perusahaan tempat bekerja menjadi sangat penting. Logika yang dipakai Bim Bim tentunya sama dengan kebanyakan orang Indonesia menabung karena di BNI karena prestasi. Selain karena banyak cabang dan ATM-nya. Kalau karena kantor mewajibkan tabungan BNI karena transfer gaji, itu adalah urusan lain. Yang jelas, prestasi suatu bank juga menjadi jaminan ketenangan bagi nasabah. Ingin bukti? Coba survei sendiri. Maklum saya sudah mensurvei sendiri. “BNI PENUH PRESTASI!” gumamku. Pada awal April lalu, BNI dinyatakan sebagai bank terbaik di Indonesia sebagai penyedia solusi Cash Management. Seperti aku baca di TribunNews.com, prestasi BNI dalam Transactional Banking Services itu diakui Penghargaan The Corporate Treasurer 2013 yang memberikan Best Cash Management Bank for Indonesia. BNI mendapat penghargaan sebagai bagian dari Asia-Pacific Country Transaction Bank Awards. Penghargaan itu diserahkan The Corporate Treasurer kepada Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto di Singapura. “Mantap!” yakinku.
BNI semakin hebat karena memiliki lebih dari 1.800 nasabah korporasi dan 16 ribu komersial kelas menengah ke bawah untuk menjadi nasabah produk Cash Management BNI. Kemudian, BNI memiliki 1.687 outlet yang tersebar di 34 provinsi dan 381 kabupaten, dan lima kantor cabang di luar negeri; yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hongkong; satu sub branch di Osaka; Limited Purpose Branch di Singapura; dan Remittance Representative yang tersebar di Malaysia, Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. “Keren!” sungguhku. Pilihan Bim Bim untuk bekerja dan jutaan orang menabung di BNI semakin benar karena banyaknya prestasi yang dimiliki bank tersebut. Pada bulan Maret lalu, aku juga mendengar kabar kalau BNI berhasil memperoleh penghargaan dalam acara Digital Brand of The Year 2015 kategori produk perbankan, BNI Taplus dan Kartu Debit BNI. Aku mengetahui informasi itu ketika membaca laman Bisnis.com. Kenapa BNI bisa meraih penghargaan itu? Digital Brand of The Year 2015 itu berdasarkan indeks Digital Brand hasil survei iSentia dan Biro Riset sebuah media nasional pada 2015, dibandingkan dengan produk perbankan sejenis di Indonesia. Ternyata BNI sudah berekspansi dengan memanfaatkan teknologi dan digital channel telah menjadi salah satu strategi utama sektor consumer banking. Aku sangat paham. Akun media sosial BNI memang sangat aktif. Menurutku secara pribadi, BNI memang sangat paham dalam mengetahui perkembangan nasabah. Di mana banyak nasabah yang memiliki media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Komunikasi dengan nasabah dijalin melalui media sosial. Orang tak lagi bertemu dengan teller, tetapi cukup dengan admin Twitter BNI dan admin Facebook BNI. “BNI itu pasti bank masa depan!” prediksiku. Referensi: http://finansial.bisnis.com/read/20150327/90/416652/bni-taplus-dan-kartu-debit-sabet-penghargaan http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/04/02/bni-bank-terbaik-penyedia-solusi-manajemen-keuangan http://bni.co.id/id-id/tentangkami/penghargaan.aspx

Friday, April 24, 2015

Rajanya Hortikultura

Sekitar enam tahun lalu, saya kebetulan mudik ke kampung halaman. Cuti sejenak dari rutinitas kantor yang menyita waktu dan pikiran. Menjalin silaturahmi dengan keluarga dan teman lama. Ternyata, di situlah saya menemukan satu pencerahan yang luar biasa yang menyadarkan jiwa. Yah, pengalaman sepele namun menggugah pemikiran saya tentang apa yang bisa saya lakukan di masa mendatang. Apa itu? Balik ke kampung dan menjadi petani. Adalah Murni, seorang teman SMA saya. Seorang sarjana pertanian dari UNS Solo. Ketika kebanyakan kawan-kawannya memilih untuk merantau ke Jakarta, termasuk saya, selepas lulus kuliah, Murni tidak demikian. Dia tetap kembali ke kampung. Dan dia menjadi petani. Dia tak malu. Dia berani. Padahal dia seorang perempuan. “Saya lahir di keluarga petani. Aku ingin mati pun saat aku jadi petani. Tani itu hidupku,” yakin Murni kepadaku. Aku hanya bengong. Ketika ada tawaran menjadi PNS di Dinas Pertanian, Murni masih bertahan dengan pilihan dengan menjadi petani. Ketika ada ajakan dari dosennya untuk menjadi asistennya, Murni tetap menetapkan diri dengan pilihan hidupnya. Tawaran untuk bekerja di Jakarta sebagai peneliti pun ditampiknya. “Menjadi kaya itu tidak harus bekerja di Jakarta! Siapa bilang petani tak bisa kaya! Kaya itu bukan masalah harta. Tetapi yang penting kaya itu bisa menikmati hidup dan memberi manfaat!” nasehat Murni kepada saya. Murni itu seorang perempuan. Bukan lelaki. Visinya yang agung ternyata terwujud dalam waktu empat tahun. Bukan waktu yang singkat. Dia sudah menjadi bos! Sudah memiliki brand! Sudah punya karyawan! Asetnya sudah banyak. Dia membuktikannya kepada saya dan kawan-kawannya. Kalau jadi petani itu pilihan tepat! Jadi petani bukan pilihan yang salah! “Kapan kamu jadi petani?” tantang Murni kepada saya setiap saya berkunjung ke ladang milik Murni yang terhampar luas. Saya sengaja tak menjawabnya. “Nunggu pensiun?” ejek Murni lagi. Saya mencoba tersenyum dan menghindari jawaban itu. “Nunggu punya modal?” sindir Murni lagi. Saya hanya melihat hamparan kebun kacang panjang milik Murni yang terhampar luas. “Aku ajarin agar kamu sukses jadi petani! Tetapkan berinovasi. Itulah kuncinya!” yakin Murni. Saya tersentak. Hanya diam. Aku tak berkutik. Hanya mengamini saja. Murni memang berinovasi. Ketika banyak orang di kampungnya mengembangkan pertanian organik, dia memulainya. Ketika banyak petani di kampungnya menjual hasil bumi ke tengkulak, Murni memilih memasarkannya sendiri. Ketika banyak orang masih terjebak dengan retenir, dia mendirikan koperasi untuk para petani! Ketika banyak petani terjebak dengan tradisi, Murni berinovasi dengan memadukan antara ilmu pengetahuan dengan pertanian. Dan saya teringat dengan pernyataan Murni ketika membaca berita tentang hortikultura di Belanda. Tepatnya profil tentang Rob Baan, CEO Koppert Cress. Ternyata, inovasi adalah kuncinya dalam mengembangkan pertanian. Selama ini, di otak saya, yang namanya pertanian identik dengan kuno, tradisi, dan turun temurun. Paling-paling inovasinya hanya traktor dan kombinasi pupuk. Ternyata tidak! “Untuk menjadi pelopor di hortikultura seharusnya berkonsentrasi pada produk yang segar yang mengandung diet sehat dan obat penyakit seperti kanker dan diabetes,” kata Rob Baan, yang saya kutip dari webnya langsung www.koppertcress.com. Rob sukses mengembangkan perusahaannya dengan memproduksi herbal dengan kualitas tinggi di Belanda. Teknologi juga dikembangkan untuk mendukung hortikulturanya dengan spesifikasi di bidang herbal aromaterapi. Apa saja inovasi yang diterapkan Rob? Rob tidak menggunakan lampu LED untuk menerangi kebun rumah kacanya. Namun, dia membeli lampu yang mampu bertahan 20 tahun. Warna lampu yang dipilihnya adalah merah muda, bukan hijau. Untuk mengurangi biaya energi, Rob tidak menanam herbalnya dengan tanah, tetapi dia menggunakan popok yang mampu menyerap air dengan baik. Tidak ada tanah sama sekali yang digunakan Rob dalam menanam herbalnya. Dia mengembangkan selulosa putih yang dijadikan sebagai media untuk penanaman herbalnya. Tidak berhenti sampai di situ saja, Rob juga mengemas produk tanaman herbalnya di dalam kotak ketika dikirim ke pelanggannya. Satu kotak terdiri dari 16 kup tanaman dengan rasa yang berbeda-beda. Tanaman itu dapat bertahan hidup selama beberapa pekan. Kotak herbal itu diekspor ke 70 negara. Misi pendidikan yang diajarkan Rob adalah mengajak masyarakat untuk mengonsumsi herbal yang sehat untuk mencegah penyakit berbagai penyakit berbahaya. Ternyata itu bisa dihadirkan tanaman herbal. Bukan herbal yang telah kering dan dikemas layaknya obat. Rob menghadirkan herbal dalam kondisi segar sehingga memberikan manfaat yang lebih terasa dibandingkan dengan kemasan olahan. Untuk mewujudkan mimpinya seperti saat ini, Rob membutuhkan waktu dan proses yang lama. Selama 25 tahun, dia berkeliling dunia, khususnya Asia. Di sanalah pulalah dia menermukan inspirasi. “Saya kagum dengan tekstur dan rasa sayuran Asia yang tak dimasak,” katanya. Dari situlah, dia menemukan inspirasi untuk memproduksi sayuran yang sehat dan langsung dalam dimakan. Memang tidak bisa dibandingkan antara apa yang dilakukan Rob dan Murni. Masih bumi dan langit. Saya kagum dengan Rob yang notabene sudah goes international dengan inovasinya. Tapi saya tidak akan meremehkan Murni yang terus berinovasi. PING Saya melihat ponselku. Ternyata Murni mengirimkan pesan. Kapan balik kampung? Pertanyaan yang dikirim Murni. Saya sengaja tak menjawabnya. Masih nunggu pensiun kalau jadi petani? Provokasi Murni. Inovasi, jangan nunggu takdir Tuhan. Sindir Murni. Referensi Teks: 1. http://www.biobasedpress.eu/2013/12/rob-baan-koppert-cress-horticulture-should-be-more-innovative/ 2. http://centraleurope.koppertcress.com/en/content/cressformation-4 Referensi Foto: stichtingsamensterk.nl

Raja Belanda Rajanya Air

Pada 30 April 2013 silam, seperti biasa saya mengakses situs berita BBC. Bukan sekedar ingin tahu tentang berita internasional yang sedang tren. Tapi kebutuhan. Adalah saya sangat terkejut ketika membaca berita pelantikan Raja Belanda Willem-Alexander. Setelah dilantik, biasanya raja baru akan pawai keliling kota. Umumnya mereka mengenakan kereta kencana dengan kuda yang kekar. Tapi saya tak melihat hal itu pada perayaan pelantikan Raja Belanda Willem-Alexander. Apa yang terjadi? Pawai penyambutan raja baru itu dilakukan di sungai! Aneh bukan main. Maklum, aku belum pernah ke Belanda. Di Indonesia, sungai identik dengan kotor dan jorok. Segala sesuatu yang bersifat buangan dan sampah diidentikkan dengan sungai. Tapi, pawai raja baru justru dilakukan di Belanda. Berarti orang Belanda memiliki pola pikir dan persepsi yang berbeda tentang sungai. Buktinya pawai raja baru saja digelar di sungai! Adalah Sungai IJ di Amsterdam yang digunakan sebagai lokasi raja baru Belanda itu menyambut rakyat yang mengucapkan selamat dan mengelu-elukan. Saat saya melihat video pawai itu di YouTube, saya dibuatnya merinding. Lebih dari 200 kapal yang dihias dengan mayoritas warna orange ikut dalam pawai itu. Sepanjang tepian sungai, ribuan warga Belanda melambaikan tangan dan berteriak histeris menyambut haru raja baru mereka. Saya pun membayangkan bagaimana jika perayaan pelantikan presiden Indonesia mendatang, tidak menggunakan kereta kencana dan mengeliling jalanan protokol di Jakarta. Bukan mencontek dan meniru. Akan sangat atraktif jika perayaan presiden Indonesia diarak dengan menggunakan kapal di Sungai Ciluwung yang membelah Jakarta. Saya menjamin orientasi Indonesia tidak lagi ke darat, tetapi ke air, bisa sungai dan laut. Apalagi, program pemerintah berkuasa di Indonesia berorientasi ke air, terutama maritim. Maaf, itu hanya saran saya sebagai warga negara biasa. Ternyata dalam pelantikan Raja Willem-Alexander juga diperdengarkan sebuah lagu yang didedikasikan untuk raja baru itu. Lagu itu cukup bagus, menurut saya. Meskipun, lagu cukup mendapatkan kritikan pedas di Belanda. Saya tak membahas hal itu, karena saya tidak suka mengkritik karya orang, saya lebih suka berkarya. Judul lagu penghormatan itu berjudul "Het Koningslied" atau diterjemahkan dalam bahasa Inggris “King's Song”, saya terjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Lagu untuk Raja”. Lagu itu dinyanyikan Marco Borsato dan Trijntje Oosterhuis dengan alunan rap dari Lange Frans. John Ewbank merupakan pencipta lagu tersebut. Saya tak mampu menjelaskan kepiawaian mereka, karena saya tak mengenal mereka. Maaf... Lagu versi bahasa Belanda itu saya dengarkan dan saya rasa cukup asyik. Tapi, karena saya tak paham Bahasa Belanda, saya memilih mencari terjemahan dalam Bahasa Inggris. Dan itu saya temukan di situs berita DutchNews. “I will build a dyke with my bare hands / And keep the water away from you.... The W for water we won’t give way to / We’ll drain it and build dykes...” demikian beberapa bait dalam lagu itu. Saya mencoba menerjemahkan dalam Bahasa Indonesia. “Saya akan membangun bedungan dengan tangan kosong / Anda menjauhkan air dari kamu.... W untuk air, kita tidak akan kalah/ Kita akan membedungnya dan membangun bendungan...” Berdasarkan analisis lagu itu, secara kasat mata sangat jelas, salah satu tanggungjawab utama seorang Raja Belanda adalah mengurusi air. Faktanya? Raja Willem-Alexander adalah seorang pakar manajemen air. Salut untuk Sang Raja. Kepakaran dalam bidang manajemen air itu ditunjukkan Willem-Alexander dengan keterlibatannya secara aktif dalam manajemen air baik di tingkatan Belanda hingga dunia. Pada 2000, dia ditunjuk sebagai kepala Komisi Manajemen Air Terintegrasi Belanda. Salah satu kontribusi nyata Willem-Alexander adalah Program Delta yang sukses menyelamatkan Belanda dari dampak perubahan iklim. Apa itu Program Delta? Dalam satu paragraf saya berusaha menjelaskannya. Program Delta merupakan proyek raksasa membendung Laut Zuiderzee dengan tanggul sepanjang 30 km. Program itu telah dimulai sejak 1937 dan terus berkembang sekarang. Terbosan inovatif yang dilakukan Willem-Alexander adalah mendirikan "Future Fund" untuk memberikan kredit bagi pengusaha kecil dan menengah. Menariknya, hasil dari "Future Fund" akan digunakan untuk membiayai penelitian dasar dan terapan, khususnya berkaitan dengan teknologi Delta. "Teknologi Delta merupakan salah satu sektor inovasi yang mampu menyelamatkan Belanda dari banjir," klaim Willem-Alexander pada pidato kenegaraan pada 16 September 2014 silam. Inovasi Delta menjadikan Belanda sebagai pemimpin di bidang manajemen air. Boleh saya katakan, berkat inovasi Delta juga, Raja Belanda merupakan satu-satunya pemimpin dunia yang ahli dalam bidang manajemen air. Bukan hanya jaminan inovasi yang diberikan Willem-Alexander. Dia juga menjamin Program Delta akan memiliki anggaran yang cukup. "Delta akan membuat negara kita semakin aman dan memberikan sektor air Belanda semakin kuat," janjinya. Raja Willem-Alexander memang selalu menekankan pentingnya inovasi. Belanda memang identik dengan inovasi sejak dahulu kalu. Inovasi itulah yang menjadikan produktivitas orang Belanda lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Menakjubkan! Bagaimana dengan Indonesia? Hanya jadi penonton atas kesuksesan Willem-Alexander memimpin inovasi Program Delta? Tidak. Pada September 2013, Jakarta telah menjadi sister city dari Kota Rotterdam yang ditandatangani oleh Walikota Rotterdam, Aboutaleb, dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Ketika posisi gubernur dilanjutkan kepada kerjasama itu tetap dilanjutkan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Fokus kerjasama adalah mengintegrasikan pengelolaan air perkotaan, termasuk pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan. Referensi Teks: 1. http://www.hollandtrade.com/media/features/special-reports/investiture/?bstnum=5226 2. https://www.rabobank.com/en/about-rabobank/background-stories/food-agribusiness/royal-vision-on-innovative-future-of-farming.html 3. http://www.nesoindonesia.or.id/berita/2014/september/jakarta-dan-rotterdam-perkuat-hubungan-dalam-pengelolaan-air-perkotaan Referensi Foto: www.hollandtrade.com