
Thursday, February 07, 2008
Pura Sakenan
Pura Besakih
English version Besakih Temple
High on the slopes of Bali's Mount Agung sits Pura Besakih, widely referred to as the "Mother Temple" of Hinduism in Bali. Pura Besakih, or Besakih Temple in English, is the largest of the island's 11,000 or so Hindu temples; its 35 shrines and halls draw devotees from all over Bali in massive numbers each year. The world is lucky to have Besakih. In 1963 Mount Agung, a volcano, erupted and destroyed several nearby villages. Besakih was untouched. The temple is generally agreed to date back to prehistoric times in Bali. It is named for Naga Besukian -- the dragon-god thought by pre-Hindu Balinese to inhabit this, the highest mountain in Bali. But at the beginning of the 11th Century Besakih became the state temple at a time when Bali was no mean kingdom. It has remained the state temple in some form or another ever since and is state supported today. Like most Balinese temples, Besakih is not a closed building but a mostly open-air affair. It is made up of courtyards with altars and shrines devoted to a number of gods. And those gods have better things to do than just hang around a temple; the Balinese believe that the gods visit a temple on particular dates -- and on those dates the Balinese hold festivals to honor (or placate) the gods. Of all the temples on Bali six are "supremely holy:" Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, Pura Gua Lawah, Pura Batukaru, Pura Pusering Jagat, and Pura Uluwatu. Of these, Besakih stands higher than the others -- not because it sits some 3000 or so feet above the ocean on the mountain's side, but because it is more sacred to the Balinese. It is said to be the only classless, casteless temple on the island where any Balinese Hindu can come to worship. While the Hinduism of Bali may provide a glimpse into the religion's past it is by no means pure. Balinese religion has kept Islam at bay, but has absorbed aboriginal animism and Malay cultic ancestor worship along with aspects of Mahayana Buddhism. The temple's anniversary, Odalan, is an excellent day to visit if you are looking for pageantry. But you should expect a crowd of several thousand people. That ceremony comes in the tenth month of the Balinese calendar, usually in April. created from any sources
Wednesday, February 06, 2008
Cita-Citaku Menjadi Pilot
Tuesday, February 05, 2008
pelaut
passion boss passion boss




ketika bekerja kita harus selalu evaluasi diri dengan mencoba menutupi kekurangan yang ada pada diri, justru kadang bakat alami Anda menjadi tertutup, ketutup.
Fokuskan terus pekerjaan. Jangan pernah ragu untuk mengembangkannya. Karena di situlah letak Anda akan mudah dalam hidup.
Kata orang, Orang sukses dan bahagia adalah orang yang saat mengerjakan suatu tugas diliputi passion yang kuat, senang mengerjakannya, dan maka akan mudah sekali temen mempelajari bidang yang dilakoninya.
Meski tantangan dan tingkat kesulitan tugas cukup tinggi, sedangkan waktu terbatas, dan tanpa selalu diawasi bos, kita akan melakukan tugas tersebut dengan hasil yang mengangumkan. Mengapa? karena bakat alami Anda yaitu gabungan dari hasrat, senang, mudah melakukan menjadi satu kekuatan yang dahsyat luar biasa.
senyum 100% Bahagia



Senyum Mona Lisa 83% Bahagia, Senyumku 100% BahagiaSekelompok ilmuan meneliti senyum monalisa menggunakan software pengukur emosi. Meski cuma menyunggingkan senyum setengah, ternyata senyum Mona Lisa menyiratkan kebahagiaan. Dia 83 persen bahagia! Ini bukan kesimpulan hisapan jempol, tapi hasil penelitian sejumlah peneliti asal Belanda, tepatnya dari University of Amsterdam.
Para peneliti men-scan hasil reproduksi lukisan Mona Lisa, dan menganalisanya dengan software pengenal emosi. Software tersebut merupakan hasil temuan terbaru, yang dikembangkan bekerja sama dengan University of Illinois.
Dari hasil penelitian diketahui, senyum Mona Lisa menunjukkan 83% perasaan bahagia, 9% jijik, 6% cemas dan 2% marah. Leonardo melukiskan wanita yang tenang (0% terkejut) dan kurang dari 1% netral.
Lukisan yang tergantung di museum Louvre di Paris ini, sudah berumur ratusan tahun. Dilukis pada 1503, dan juga dinamai "La Gioconda". Model dalam lukisan itu diyakini sebagai istri Francesco del Gioconda.
Nah, kalau senyumku dideteksi pakai sofware canggih tersebut kemungkinan pastinya 100 persen bahagia...hehehe percaya kan...
Saturday, February 02, 2008
makanan


Bagiku, makan, bukan hanya untuk memuaskan nafsu semata, makan bukan hanya memainkan lidah saja, makan juga bukan hanya untuk memenuhi syarat pemenuhan gizi atau nutrisi empat sehat lima sempurna.
Ada sedikit filosofi jenis makanan dari cina, bebek adalah perlambang komitmen dan kesungguhan makanya hidangan bebek panggang berwarna merah, wajib ada dalam setiap pesta pernikahan. merah identik dengan kebahagiaan.
Bagaimana ayam goreng, ayam sayur, dan ayamjuga melambangkan kesejahteraan dan totalitas, atau sebagai simbol pernikahan yang langgeng, makanya hidangan ayam senantiasa hadir dalam setiap perjamuan makan, baik ketika pernikahan ataupun imlek ataupun jenis perjamuan lainnya
Spring Rolls, bentuknya dan juga warnanya yang mirip batangan emas, dipercaya mendatangkan kesejahteraan. Kue kue yang bulat dan manis, melambangkan kebersamaan dalam keluarga, dan manisnya kehidupan. Yang menarik, mie, atau noodles atau nudeln, menjadi simbol kehidupan abadi.
Makanya mie juga selalu dihidangkan pada saat perayaan ulang tahun.Sebagian masyarakat cina, bahkan percaya, memotong mie dapat mendatangkan nasib buruk.
bercermin

Ketika kita bercermin, maka kita akan melihat wajah. Wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah sinarnya, bukan berarti wajah bisa bersinar, tetapi wajah bisa memancarkan aura. Wajah bisa menenteramkan, menyejukkan, ada yang menggelikan, menggelisahkan, dan menakutkan.
Senyuman juga bisa dilihat ketika bercermin. Senyum bengis, sinis, dan ramah.
Tak apa, kita intrsopeksi diri di depan cermin baik di kantor, rumah, atau Bali International Convention Center.
Kadang kita malas untuk bercermin karena ditunggu orang yang sudah masuk jadwal schedule.
Kadang kita juga ingin selalu bercermin ketika ada cewek cantik yang ditaksir, namun setelah gagal, malas untuk melihat cermin kita.
Namun, bagi orang necis, cermin adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan.
Dalam wikidpedia, Cermin adalah permukaan memantul yang cukup licin untuk membentuk imej. Cermin dikenali ramai sebagai sejenis benda yang boleh memantulkan cahaya ataupun bayang-bayang.
Cermin di laman.Cermin awal terdiri daripada kepingan atau helaian logam digilap, biasanya logam perak atau tembaga apabila imej yang dipantuklan kembali adalah untuk dilihat (seperti perapian diri) tetapi juga dari logam lain apabila hanya penumpuan cahaya terbias yang diperlukan.
Kebanyakan cermin moden terdiri daripada lapisan nipis aluminium disalut pada kepingan kaca. Ia adalah sepuh belakang, di mana permukaan memantul dilihat melalui kepingan kaca; ini menjadikan cermin tahan, tetapi mengurangkan kualiti cermin kerana tambahan biasan permukaan depan kaca. Cermin seperti ini membalikkan sekitar 80% daripada cahaya tuju. "Bahagian belakang" cermin sering dicat hitam sepenuhnya untuk melindung logam dari hakisan.
Senyuman juga bisa dilihat ketika bercermin. Senyum bengis, sinis, dan ramah.
Tak apa, kita intrsopeksi diri di depan cermin baik di kantor, rumah, atau Bali International Convention Center.
Kadang kita malas untuk bercermin karena ditunggu orang yang sudah masuk jadwal schedule.
Kadang kita juga ingin selalu bercermin ketika ada cewek cantik yang ditaksir, namun setelah gagal, malas untuk melihat cermin kita.
Namun, bagi orang necis, cermin adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan.
Dalam wikidpedia, Cermin adalah permukaan memantul yang cukup licin untuk membentuk imej. Cermin dikenali ramai sebagai sejenis benda yang boleh memantulkan cahaya ataupun bayang-bayang.
Cermin di laman.Cermin awal terdiri daripada kepingan atau helaian logam digilap, biasanya logam perak atau tembaga apabila imej yang dipantuklan kembali adalah untuk dilihat (seperti perapian diri) tetapi juga dari logam lain apabila hanya penumpuan cahaya terbias yang diperlukan.
Kebanyakan cermin moden terdiri daripada lapisan nipis aluminium disalut pada kepingan kaca. Ia adalah sepuh belakang, di mana permukaan memantul dilihat melalui kepingan kaca; ini menjadikan cermin tahan, tetapi mengurangkan kualiti cermin kerana tambahan biasan permukaan depan kaca. Cermin seperti ini membalikkan sekitar 80% daripada cahaya tuju. "Bahagian belakang" cermin sering dicat hitam sepenuhnya untuk melindung logam dari hakisan.
Cerita tentang cermin:
Di Jerman, koran Bild menempelkan banyak cermin di atas urinoir toilet pria. Cermin ini ditempeli tulisan “nothing is harder than the truth.” Pesan ini agak menohok untuk para pria yang tidak percaya akan realita.
HSBC pernah mengkombinasikan media billboard dengan cermin. Sebuah billboard bergambarkan mobil dengan bagian atasnya ditempeli cermin, sehingga setiap orang yang lewat di depannya akan terlihat sedang duduk di balik setir mobil. Idenya sangat kreatif, dan dilengkapi tagline yang tepat, “stop dreaming, start driving.”
Masih ingat masa kecil dulu? Saat kita bermain serutan dengan cermin di baliknya, lalu serutan itu ditempelkan di sepatu kita, untuk melihat bagian dalam rok teman-teman perempuan kita. Ide itu diadaptasi oleh Playboy, untuk mempromosikan game Playboy The Mansion mereka. Cermin ditempelkan di beberapa titik masuk pertokoan.
Di Jerman, koran Bild menempelkan banyak cermin di atas urinoir toilet pria. Cermin ini ditempeli tulisan “nothing is harder than the truth.” Pesan ini agak menohok untuk para pria yang tidak percaya akan realita.
HSBC pernah mengkombinasikan media billboard dengan cermin. Sebuah billboard bergambarkan mobil dengan bagian atasnya ditempeli cermin, sehingga setiap orang yang lewat di depannya akan terlihat sedang duduk di balik setir mobil. Idenya sangat kreatif, dan dilengkapi tagline yang tepat, “stop dreaming, start driving.”
Masih ingat masa kecil dulu? Saat kita bermain serutan dengan cermin di baliknya, lalu serutan itu ditempelkan di sepatu kita, untuk melihat bagian dalam rok teman-teman perempuan kita. Ide itu diadaptasi oleh Playboy, untuk mempromosikan game Playboy The Mansion mereka. Cermin ditempelkan di beberapa titik masuk pertokoan.
Apa salahnya, kalau aku narsis!


Narsisisme, dijelaskan dalam Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa
Indonesia.Narcissus atau Narsisus jatuh cinta terhadap dirinya sendiri.
Lukisan karya Michelangelo Caravaggio.Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang narsisme tidak selalu percaya diri di depan umum, namun bisa juga ditunjukkan dengan suks memfoto diri sendiri. Biasanya orang yang narsisme adalah seorang model. karena mereka sering sekali mendapatkan pujian dan itu menyebabkan mereka merasa percaya diri dan akhirnya berlebihan.
terus ada yang salah jika seseorang menjadi narsis?
bagiku, tidak.
apakah narsis sama persis dengan over confidence?
bagi ku tidak, karena narsis adalah sebuah bentuk pengekspresian dari diri seseorang yang ditunjukan secara fisik, performance dan prestasi. jadi narsis adalah sebuah aksi positif agar kita menjadi 'orang' dalam kehidupan.
tapi apa salahnya jika narsis ditunjukan di friendster dan blog, ga salahkan.
tapi apa salahnya jika narsis ditunjukan di friendster dan blog, ga salahkan.
itu kan bentuk ekspresi. hhh
Spencer A Rathus dan Jeffrey S. Nevid menyebutkan dalam bukunya, Abnormal Psychology (2000) bahwa orang yang Narcissistic memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian.
Hal tersebut dapat berupa kekaguman yang berlebihan terhadap wajah sendiri atau dapat pula terhadap bagian tubuh tertentu seperti menyukai bentuk mata, bentuk bibir, betis dsb.
Tanda tanda narsis antara lain : merasa dirinya sangat penting dan ingin dikenal oleh orang lain merasa diri unik dan istimewa suka dipuji dan jika perlu memuji diri sendiri kecanduan difoto atau di shooting suka berlama lama di depan cermin Seseorang yang narsistik sering tanpa sadar juga memiliki keinginan untuk memamerkannyake-orang lain, tidak peduli apakah yang ingin didemonstrasikannya adalah bagian tubuh pribadi.
Kebutuhan untuk diperhatikan dapat pula menjadikan seseorang rentan terhadap kekurangan fisik. Ada yang merasa sangat tidak nyaman gara gara jerawat bandelada merasa perlu dandan total, walaupun cuma mau ke pasar.
hidup narsis!
Friday, February 01, 2008
Perhatian Khusus
'Perhatian
Khusus
Penumpang
berpegang pada rel
perhatikan anak-anak
hindari sisi ekskalator'
demikian rambu-rambu yang ditempelkan dalam stiker ukuran besar di salah satu ekskalator Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua Bali.
sekedar kritik dan saran sebagai lulusan sastra inggris konsentrasi linguistik dengan ip pas-pasan alias 2,8.
1. masa orang yang menggunakan ekskalator untuk turun ke lantai yang lebih bawah dan naik ke lantai yang lebih tinggi disebut penumpang. protes boo..
2. perhatian khusus, emangnya orang yang menggunakan ekskalator itu adalah orang khusus, saya kira semua orang punya hak mengunakan ekskalator...
3. kata "berpegang pada rel"..ya ampuuun kowq kerasa rel kereta api yaa..
4. hindari sisi eskalator?? kowq bisa? orang kita kalo di tangga kan mesti pegangan ama sisi ekskalator kow??
5.
pemilihan kata yang aneh...
tulisanku jelek, mas
banyak sekali teman yang selalu mengatakan kalau tulisanku jelek. sebenarnya itu adalah benar adanya, bahkan fakta yang tidak bisa disanggah oleh siapapun, termasuk aku.
bukan hanya, ketika saya bekerja di Bali, dimana banyak teman yang men-judge tulisanku jelek.
dulu, ketika aku masuk sekolah dasar di sebuah desa yang bernama penggarit, taman, pemalang.
bukan hanya ibu guruku, namanya bu musriah, guru kelas 1, yang mengatakan tulisanku jelek. Namun, ibuku juga sering menyindir halus agar aku sering latihan menulis sehingga tulisannya bisa dibaca dengan jelas dan cantik, kata dia. namanya juga orang desa, melihat sebuah tulisan kok dari bentuk tulisannya, padahal isinya kadang juga lebih bagus dibandingkan tulisannya, maklum dulu belum dikenal komputer waktu aku sd.
kini, ibuku jarang protes kalau tulisanku jelek, maklum udah aku laptop dan komputer.. hehehe
ternyata jaman bisa merubah persepsi seseorang.
namun, kerjaanku, tidak lepas juga dari dunia tulis pakai pensil dan pulpen. kembali deh, banyak yang mengatakan tulisanku jelek.....wajar, dalam dunia yang serba cepat, tulisan pun harus cepat. tapi banyak untungnya kalau tulisan jelek, karena jarang ada temen yang mau baca, ...
buntu.....

buntu memang gampang didefinisikan. buntu, ketika kita mengendari mobil dan masuk jalan buntu, parahnya tidak ada belokan hingga harus mundur, kata orang awas reting, kanan kiri kiri kanan dan lain sebagainya,...
buntu, ingat teman yang operasi usus buntu...
buntu, nulis berita dan tidak ketemu angle, susah banget... apalagi kalau datanya dikit. masa harus interpretasi berlebihan, berat dong....
kasihan deh aku...
parahnya buntu di BICC nusa dua
Thursday, January 31, 2008
Wednesday, January 30, 2008
UNCAC dan Soeharto
tanggal 28 sampai 2 feb, United Nation Convention Against Corruption bakal digelar. Focus yang banyak didengungkan LSM, golongannya ICW, TI, Partnership akan mengejar dan membombardir Soeharto melalui mutual legal assistance dan asset recovery.
Tapi, kenapa pemerintah kok terlihat diam membisu tanpa banyak merencanakan hal apa yang akan dibawa ke UNCAC dan digaungkan ke media. Ada apa?
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pemerintahan SBY cukup ketakutan dengan UNCAC yang notabene bisa menghujat negeri sendiri karena tingkat korupsinya cukup tingggi?
Apakah korupsi sudah menjadi bagian struktural yang tidak bisa dilepaskan lagi dari bangsa ini?
Saya paling tidak setuju jika korupsi disama dengan budaya, korupsi bukan budaya namun lebih mengarah ke struktural di pemerintah yang cenderung tamak dan ingin kaya sendiri.
Walaupun bisa diakui, korupsi tidak hanya ada di pemeirntahan saja, mohon maaf, ketika aku bekerja salah satu perusahaan finance yang berkantor di kawasan jendsoed, korupsi menjadi bagian keseharian bos dengan memanfaatkan anak buahnya. memang korupsi bisa menutup hati nurani dan iman seseorang karena 'sekali ingin korupsi, pasti ingin korupsi lagi," .
bagi koruptor: selamat berkorupsi
bagi penonton : selamat menjadi orang miskin
bagi anak buah : selamat mendapat bagian
Tapi, kenapa pemerintah kok terlihat diam membisu tanpa banyak merencanakan hal apa yang akan dibawa ke UNCAC dan digaungkan ke media. Ada apa?
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pemerintahan SBY cukup ketakutan dengan UNCAC yang notabene bisa menghujat negeri sendiri karena tingkat korupsinya cukup tingggi?
Apakah korupsi sudah menjadi bagian struktural yang tidak bisa dilepaskan lagi dari bangsa ini?
Saya paling tidak setuju jika korupsi disama dengan budaya, korupsi bukan budaya namun lebih mengarah ke struktural di pemerintah yang cenderung tamak dan ingin kaya sendiri.
Walaupun bisa diakui, korupsi tidak hanya ada di pemeirntahan saja, mohon maaf, ketika aku bekerja salah satu perusahaan finance yang berkantor di kawasan jendsoed, korupsi menjadi bagian keseharian bos dengan memanfaatkan anak buahnya. memang korupsi bisa menutup hati nurani dan iman seseorang karena 'sekali ingin korupsi, pasti ingin korupsi lagi," .
bagi koruptor: selamat berkorupsi
bagi penonton : selamat menjadi orang miskin
bagi anak buah : selamat mendapat bagian
Tuesday, May 02, 2006
Maaf, Saya Menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi
Maaf, Saya Menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi
Sebuah catatan maraknya aksi penolakan RUU APP di Bali
Berbagai elemen di Bali menolak pembahasan RUU anti pornografi dan pornoaksi.
Kalau ingin menyeragamkan Indonesia, berarti tidak mengakui keberagaman yang ada, dan pada gilirannya tidak mengakui keberadaan dasar terbentuknya negara ini. Kalau ingin memaksakan RUU itu, ubah dulu dasar negaranya. Wajah kalau teman-teman di Bali marah karena keberadaan mereka tak dihargai. Kalau mau diberlakukan, berlakukan di Jakarta sana, atau Surabaya. Tak semua daerah cocok, contohnya di Bali dan Papua. Di Papua misalnya, siapa yang mau berhentikan mereka berpakaian sesuai adatnya, lalu membelikan mereka, maaf, kutang. Ini tak masuk akal.
Ditekankannya, Islam sangat menekankan keberagaman. Kalau ada aturan yang diperuntukkan bagi kalangan intern, maka tak harus menyeret pihak lain untuk diwajibkan melakukan keharusan serupa. Masalah pornografi dan pornoaksi tetap tidak perlu diatur dalam sebuah UU khusus yang berlaku umum. Sebagai solusinya, bila hendak diatur, bisa dengan menggunakan Peraturan Daerah (Perda) masing-masing, sehingga tetap mencerminkan dan menghargai keragaman pandangan sosio-kultural-religius masing-masing daerah. Tetapi bila hanya Bali saja yang memberlakukannya di tengah UU yang berlaku umum, justru dapat berpotensi menimbulkan disintegrasi atau perpecahan.
Lalu bagaimana dengan daerah lain seperti Kalimantan dan Papua. RUU Porno ini justru mengandung potensi disintegrasi antar daerah. Tidak mungkin memilah-milahkan Bali sebagai satu bagian kesatuan negara RI, hanya karena hal yang tidak urgent ini. Karena itu, menurutnya langkah yang tepat adalah dengan tidak mengundangkan RUU yang kontroversial ini.
Untuk Bali, seperti yang pernah dipaparkan sebelumnya, banyak sekali faktor yang menyebabkan mengapa RUU ini tidak layak diberlakukan. Mulai dari masalah urgensinya, hingga permasalahan yang bertuburukan langsung dengan adat, budaya dan keagamaan. Sebagai solusinya dengan mengoptimalkan penegakan hukum dengan perangkat hukum yang selama ini sudah ada dan tetap berlaku yang juga mengatur perihal antipornografi dan pornoaksi, seperti: KUHP, UU Pokok Pers, UU Perfilman Nasional, UU Penyiaran, UU Kekerasan dalam Rumah Tangga hingga UU Perlindungan Anak.
pasal-pasal yang ada dalam KUHP masih sangat relevan untuk mengatur hal ini, sehingga bisa lebih diprioritaskan perancangannya. Yang perlu ditingkatkan adalah low enforcement-nya. Pembahasan Rancangan KUHP baru ini yang perlu disegerakan. Apalagi, dalam RUU KUHP yang sudah disusun oleh pemerintah saat ini, terdapat dua belas pasal yang sudah secara spesifik mengatur tentang pornografi dan pornoaksi.
Begitu juga dengan langkah mengoptimalkan fungsi perangkat atau badan yang secara resmi diamanatkan, dibentuk, dan diberi wewenang untuk mengontrol dan ataupun menindak dengan penegakan hukum tegas setiap pelanggaran susila maupun kesopanan yang dikategorikan pornografi dan pornoaksi. Dalam hal ini adalah kepolisian, Dewan Pers, Badan Sensor Film Nasional, Komisi Penyiaran Indonesia hingga Komisi Perlindungan Anak.
Sementara dengan membuat UU yang baru, sama saja dengan membuat sistem dan perangkat yang baru di setiap tingkatan sehingga buang-buang waktu dan biaya. Bandem yang pada pertengahan Februari lalu berdialog langsung dengan Pansus RUU di Jakarta, yakin bahwa masih ada harapan bagi Bali. Sebagai wakil rakyat, papar Bandem, mereka pasti akan mendengar masukan dari rakyatnya yang minoritas sekalipun. RUU Anti
Pornografi, Bom III bagi Bali
Pembahasan rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi (RUU APP), mendapat respon penolakan dari elemen masyarakat Bali. Melihat dari apa yang dibahas dalam RUU APP ini sudah tidak ada substansial untuk tawar-menawar lagi, dan apabila diterapkan RUU APP ini akan menjadi Bom ke III Bagi Bali.
pariwisata Bali akan terpuruk kalau RUU APP tidak dibatalkan, budaya bali akan terpasung, seperti misalnya turis tidak boleh berjemur dengan bikini lagi. Bahkan tarian legong tambulilingan yang mengisahkan sebuah percintaan 2 insan, juga tidak bisa dipentaskan, apabila RUU APP ini diterapkan. Perempuan berhak atas tubuhnya sendiri dan tidak seorangpun yang boleh menjadikannya komoditi dan objek kepentingan atas nama moralitas sekelompok orang, perempuan bukan sumber kemaksiatan atau penggoda yang harus dipasung sensualitasnya atas nama moralitas pula dan perempuan bukan pelaku yang harus dikriminalkan tetapi perempuan adalah korban kekerasan seksual akibat pornografi. Walaupun ada nantinya klausul yang membebaskan Bali dari aturan UU APP, warga Bali yang di luar Bali akan kena juga, padahal mereka masih harus menjalankan budaya, kesenian ataupun berpakaian adat Bali (payas agung) yang memakai kain hanya se-dada.
Landasan berpikir para Perancang UU APP sangat berbeda dengan landasan berpikir masyarakat Bali, yang membuat pola pikir tentang yang mana disebut porno berbeda pula. Jadi untuk diterapkan di Bali sudah sangat tidak cocok, karena akan berdampak dengan pengekangan sebuah kebudayaan atau kesenian. Untuk itu saya bukan menolak, namun saya sangat tidak sependapat dengan RUU APP, untuk mengatur hal ini sebenarnya sudah ada Undang-undang penyiaran, Pers dan KUHP, dengan ini sudah cukup dan tidak perlu lagi ada UU APP.
Jangan Salahkan Jiwa Orang Bali Berpikiran Lain
Apa pun alasannya, RUU APP itu tidak perlu lagi dibahas, dan tidak perlu diundangkan, sebab akan menciptakan kerawanan social. Kerawatan social itu tak hanya di Bali, juga di beberapa daerah lainnya.
jika RUU itu sampai diundangkan baik langsung mau tidak langsung, Bali akan terkena dampaknya. Sebagai daerah wisata, Bali sangat terbuka, justru inilah yang membuat Bali sangat terkenal di dunia. Sebagai daerah wisata, Bali jelas memiliki budaya yang multikultur. Budaya Bali dan Budaya Barat sepertinya sudah menyatu, dan Bali memiliki kebudayaan yang sangat terbuka. Sebagai salah satu contoh, dalam RUU APP itu, disebut dilarang melakukan ciuman bibir di muka umum. Konteks kali ini dalam RUU APP tersebut bisa membuat orang asing ngeri datang ke Bali.
Bagaimana mungkin, kita bisa menangkap orang berciuman di muka umum, dan bagi wisatawan asing hal itu merupakan sesuatu yang lumrah. Contohnya.
Tak hanya itu, orang juga dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya yang sensual, menurut Wiratha, bagian tubuh yang mana. Di pantai Kuta turis-turis hanya mengenakan bikini berjemur, dan jelas memperlihatkan bagian tubuhnya yang sensual, ini dapat dilarang jika RUU APP diundangkan.Jadi, daripada menimbulkan banyak persoalan, lebih baik distop saja pembicaraan mengenai RUU APP tersebut. Semua ini akan membuat bangsa ini terpecah belah.
Jika DPR RI maupun pemerintah memaksakan kehendaknya untuk menggolkan RUU APP ini menjadi undang-undang, maka jangan salahkan kalau nanti orang Bali bakal berpikiran lain.
Sebuah catatan maraknya aksi penolakan RUU APP di Bali
Berbagai elemen di Bali menolak pembahasan RUU anti pornografi dan pornoaksi.
Kalau ingin menyeragamkan Indonesia, berarti tidak mengakui keberagaman yang ada, dan pada gilirannya tidak mengakui keberadaan dasar terbentuknya negara ini. Kalau ingin memaksakan RUU itu, ubah dulu dasar negaranya. Wajah kalau teman-teman di Bali marah karena keberadaan mereka tak dihargai. Kalau mau diberlakukan, berlakukan di Jakarta sana, atau Surabaya. Tak semua daerah cocok, contohnya di Bali dan Papua. Di Papua misalnya, siapa yang mau berhentikan mereka berpakaian sesuai adatnya, lalu membelikan mereka, maaf, kutang. Ini tak masuk akal.
Ditekankannya, Islam sangat menekankan keberagaman. Kalau ada aturan yang diperuntukkan bagi kalangan intern, maka tak harus menyeret pihak lain untuk diwajibkan melakukan keharusan serupa. Masalah pornografi dan pornoaksi tetap tidak perlu diatur dalam sebuah UU khusus yang berlaku umum. Sebagai solusinya, bila hendak diatur, bisa dengan menggunakan Peraturan Daerah (Perda) masing-masing, sehingga tetap mencerminkan dan menghargai keragaman pandangan sosio-kultural-religius masing-masing daerah. Tetapi bila hanya Bali saja yang memberlakukannya di tengah UU yang berlaku umum, justru dapat berpotensi menimbulkan disintegrasi atau perpecahan.
Lalu bagaimana dengan daerah lain seperti Kalimantan dan Papua. RUU Porno ini justru mengandung potensi disintegrasi antar daerah. Tidak mungkin memilah-milahkan Bali sebagai satu bagian kesatuan negara RI, hanya karena hal yang tidak urgent ini. Karena itu, menurutnya langkah yang tepat adalah dengan tidak mengundangkan RUU yang kontroversial ini.
Untuk Bali, seperti yang pernah dipaparkan sebelumnya, banyak sekali faktor yang menyebabkan mengapa RUU ini tidak layak diberlakukan. Mulai dari masalah urgensinya, hingga permasalahan yang bertuburukan langsung dengan adat, budaya dan keagamaan. Sebagai solusinya dengan mengoptimalkan penegakan hukum dengan perangkat hukum yang selama ini sudah ada dan tetap berlaku yang juga mengatur perihal antipornografi dan pornoaksi, seperti: KUHP, UU Pokok Pers, UU Perfilman Nasional, UU Penyiaran, UU Kekerasan dalam Rumah Tangga hingga UU Perlindungan Anak.
pasal-pasal yang ada dalam KUHP masih sangat relevan untuk mengatur hal ini, sehingga bisa lebih diprioritaskan perancangannya. Yang perlu ditingkatkan adalah low enforcement-nya. Pembahasan Rancangan KUHP baru ini yang perlu disegerakan. Apalagi, dalam RUU KUHP yang sudah disusun oleh pemerintah saat ini, terdapat dua belas pasal yang sudah secara spesifik mengatur tentang pornografi dan pornoaksi.
Begitu juga dengan langkah mengoptimalkan fungsi perangkat atau badan yang secara resmi diamanatkan, dibentuk, dan diberi wewenang untuk mengontrol dan ataupun menindak dengan penegakan hukum tegas setiap pelanggaran susila maupun kesopanan yang dikategorikan pornografi dan pornoaksi. Dalam hal ini adalah kepolisian, Dewan Pers, Badan Sensor Film Nasional, Komisi Penyiaran Indonesia hingga Komisi Perlindungan Anak.
Sementara dengan membuat UU yang baru, sama saja dengan membuat sistem dan perangkat yang baru di setiap tingkatan sehingga buang-buang waktu dan biaya. Bandem yang pada pertengahan Februari lalu berdialog langsung dengan Pansus RUU di Jakarta, yakin bahwa masih ada harapan bagi Bali. Sebagai wakil rakyat, papar Bandem, mereka pasti akan mendengar masukan dari rakyatnya yang minoritas sekalipun. RUU Anti
Pornografi, Bom III bagi Bali
Pembahasan rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi (RUU APP), mendapat respon penolakan dari elemen masyarakat Bali. Melihat dari apa yang dibahas dalam RUU APP ini sudah tidak ada substansial untuk tawar-menawar lagi, dan apabila diterapkan RUU APP ini akan menjadi Bom ke III Bagi Bali.
pariwisata Bali akan terpuruk kalau RUU APP tidak dibatalkan, budaya bali akan terpasung, seperti misalnya turis tidak boleh berjemur dengan bikini lagi. Bahkan tarian legong tambulilingan yang mengisahkan sebuah percintaan 2 insan, juga tidak bisa dipentaskan, apabila RUU APP ini diterapkan. Perempuan berhak atas tubuhnya sendiri dan tidak seorangpun yang boleh menjadikannya komoditi dan objek kepentingan atas nama moralitas sekelompok orang, perempuan bukan sumber kemaksiatan atau penggoda yang harus dipasung sensualitasnya atas nama moralitas pula dan perempuan bukan pelaku yang harus dikriminalkan tetapi perempuan adalah korban kekerasan seksual akibat pornografi. Walaupun ada nantinya klausul yang membebaskan Bali dari aturan UU APP, warga Bali yang di luar Bali akan kena juga, padahal mereka masih harus menjalankan budaya, kesenian ataupun berpakaian adat Bali (payas agung) yang memakai kain hanya se-dada.
Landasan berpikir para Perancang UU APP sangat berbeda dengan landasan berpikir masyarakat Bali, yang membuat pola pikir tentang yang mana disebut porno berbeda pula. Jadi untuk diterapkan di Bali sudah sangat tidak cocok, karena akan berdampak dengan pengekangan sebuah kebudayaan atau kesenian. Untuk itu saya bukan menolak, namun saya sangat tidak sependapat dengan RUU APP, untuk mengatur hal ini sebenarnya sudah ada Undang-undang penyiaran, Pers dan KUHP, dengan ini sudah cukup dan tidak perlu lagi ada UU APP.
Jangan Salahkan Jiwa Orang Bali Berpikiran Lain
Apa pun alasannya, RUU APP itu tidak perlu lagi dibahas, dan tidak perlu diundangkan, sebab akan menciptakan kerawanan social. Kerawatan social itu tak hanya di Bali, juga di beberapa daerah lainnya.
jika RUU itu sampai diundangkan baik langsung mau tidak langsung, Bali akan terkena dampaknya. Sebagai daerah wisata, Bali sangat terbuka, justru inilah yang membuat Bali sangat terkenal di dunia. Sebagai daerah wisata, Bali jelas memiliki budaya yang multikultur. Budaya Bali dan Budaya Barat sepertinya sudah menyatu, dan Bali memiliki kebudayaan yang sangat terbuka. Sebagai salah satu contoh, dalam RUU APP itu, disebut dilarang melakukan ciuman bibir di muka umum. Konteks kali ini dalam RUU APP tersebut bisa membuat orang asing ngeri datang ke Bali.
Bagaimana mungkin, kita bisa menangkap orang berciuman di muka umum, dan bagi wisatawan asing hal itu merupakan sesuatu yang lumrah. Contohnya.
Tak hanya itu, orang juga dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya yang sensual, menurut Wiratha, bagian tubuh yang mana. Di pantai Kuta turis-turis hanya mengenakan bikini berjemur, dan jelas memperlihatkan bagian tubuhnya yang sensual, ini dapat dilarang jika RUU APP diundangkan.Jadi, daripada menimbulkan banyak persoalan, lebih baik distop saja pembicaraan mengenai RUU APP tersebut. Semua ini akan membuat bangsa ini terpecah belah.
Jika DPR RI maupun pemerintah memaksakan kehendaknya untuk menggolkan RUU APP ini menjadi undang-undang, maka jangan salahkan kalau nanti orang Bali bakal berpikiran lain.
Tuesday, April 04, 2006
Thursday, January 05, 2006
Jangan Panik Ada Formalin!
BAGAIMANA MENYIKAPINYA?
1. Tenang
Meskipun harus waspada, hendaknya jangan lantas menjadi paranoid, alias curigaan. "Tidak perlu lah sampai harus emoh memakai perangkat melamin sama sekali. Itu namanya paranoid. Lagipula, tidak semua wadah melamin mengandung formalin berlebihan, bukan?" kata Bambang. Yang penting, menurutnya, konsumen harus jeli dengan memperhatikan kualitas barang serta harganya. "Kalau produknya mudah sekali pudar atau kusam, itu berarti bahannya banyak yang terkikis. Produk seperti ini perlu dihindari."
2. Dingin
Jika tidak yakin akan kualitas produk melamin yang Anda punya, sebaiknya jangan gunakan piranti makan tersebut untuk makanan serta minuman panas. "Untuk makanan dingin, sih, aman-aman saja, karena formalin yang sudah membentuk polimer sulit untuk terurai. Kalaupun terurai, pasti tidak 100 persen," papar Bambang.
3. Cermat
Dalam mengonsumsi bahan makanan, pilihlah yang tidak mengandung formalin. "Kalau tahu tahan sampai berhari-hari, diduga keras mengandung formalin," ujar Bambang. Menurut situs WHO (lembaga PBB yang khusus menangani kesehatan), sebetulnya, makanan yang mengandung formalin memiliki bau yang khas, sehingga bisa dideteksi oleh orang awam sekalipun.
4. Pengawet Lain
Sebisanya, hindari penggunaan formalin sebagai bahan pengawet. "Jika bisa diganti dengan pengawet lain, itu lebih baik," saran Bambang. (Tabloid Nova)
www.kompas.com
1. Tenang
Meskipun harus waspada, hendaknya jangan lantas menjadi paranoid, alias curigaan. "Tidak perlu lah sampai harus emoh memakai perangkat melamin sama sekali. Itu namanya paranoid. Lagipula, tidak semua wadah melamin mengandung formalin berlebihan, bukan?" kata Bambang. Yang penting, menurutnya, konsumen harus jeli dengan memperhatikan kualitas barang serta harganya. "Kalau produknya mudah sekali pudar atau kusam, itu berarti bahannya banyak yang terkikis. Produk seperti ini perlu dihindari."
2. Dingin
Jika tidak yakin akan kualitas produk melamin yang Anda punya, sebaiknya jangan gunakan piranti makan tersebut untuk makanan serta minuman panas. "Untuk makanan dingin, sih, aman-aman saja, karena formalin yang sudah membentuk polimer sulit untuk terurai. Kalaupun terurai, pasti tidak 100 persen," papar Bambang.
3. Cermat
Dalam mengonsumsi bahan makanan, pilihlah yang tidak mengandung formalin. "Kalau tahu tahan sampai berhari-hari, diduga keras mengandung formalin," ujar Bambang. Menurut situs WHO (lembaga PBB yang khusus menangani kesehatan), sebetulnya, makanan yang mengandung formalin memiliki bau yang khas, sehingga bisa dideteksi oleh orang awam sekalipun.
4. Pengawet Lain
Sebisanya, hindari penggunaan formalin sebagai bahan pengawet. "Jika bisa diganti dengan pengawet lain, itu lebih baik," saran Bambang. (Tabloid Nova)
www.kompas.com
Awas formalin
Tips memilih tahu
Tahu yang mengandung formalin dapat ditandai dengan:
Semakin tinggi kandungan formalin, maka tercium bau obat yang semakin menyengat; sedangkan tahu tidak berformalin akan tercium bau protein kedelai yang khas;
Tahu yang berformalin mempunyai sifat membal (jika ditekan terasa sangat kenyal), sedangkan tahu tak berformalin jika ditekan akan hancur;
Tahu berformalin akan tahan lama, sedangkan yang tak berformalin paling hanya tahan satu dua hari.
Tahu yang memakai pewarna buatan dapat ditandai dengan cara melihat penampakannya. Jika tahu memakai pewarna buatan, warnanya sangat homogen/seragam dan penampakan mengilap. Sedangkan jika memakai pewarna kunyit, warnanya cenderung lebih buram (tidak cerah). Jika kita potong tahunya, maka akan kelihatan bagian dalamnya warnanya tidak homogen/seragam. Bahkan, ada sebagian masih berwarna putih.*
www.kompas.com
Tahu yang mengandung formalin dapat ditandai dengan:
Semakin tinggi kandungan formalin, maka tercium bau obat yang semakin menyengat; sedangkan tahu tidak berformalin akan tercium bau protein kedelai yang khas;
Tahu yang berformalin mempunyai sifat membal (jika ditekan terasa sangat kenyal), sedangkan tahu tak berformalin jika ditekan akan hancur;
Tahu berformalin akan tahan lama, sedangkan yang tak berformalin paling hanya tahan satu dua hari.
Tahu yang memakai pewarna buatan dapat ditandai dengan cara melihat penampakannya. Jika tahu memakai pewarna buatan, warnanya sangat homogen/seragam dan penampakan mengilap. Sedangkan jika memakai pewarna kunyit, warnanya cenderung lebih buram (tidak cerah). Jika kita potong tahunya, maka akan kelihatan bagian dalamnya warnanya tidak homogen/seragam. Bahkan, ada sebagian masih berwarna putih.*
www.kompas.com
Subscribe to:
Posts (Atom)












