Sunday, November 16, 2008

Bermain-main dengan Qorin

Bermain dengan anak kecil harus lebih fokus pada keterampilan motorik, pemaksimalan panca indera, kegiatan eksplorasi objek, banyak melakukan gerakan sederhana, gerakan dilakukan tidak bertujuan dan dilakukan berulang-ulang, tidak/belum ada komunikasi, melakukan aktivitas yang sama namun tidak berhubungan dgn anak lain, konsentrasi bermain hanya dengan mainannya sendiri, dan belum mengenal konsep peraturan.
Play and children cannot be separeted. Children play to full all they natural needed and finally to be one of task characteristic for children that is very important for grow and raise.
It is advantage to plan true strategic when teacher make program for children. High tolerance about children interest and flexible program support intention children playing.
Sigmund Freud berdasarkan Teori Psychoanalytic mengatakan bahwa bermain berfungsi untuk mengekspresikan dorongan implusif sebagai cara untuk mengurangi kecemasan yang berlebihan pada anak. Bentuk kegiatan bermain yang ditunjukan berupa bermain fantasi dan imajinasi dalam sosiodrama atau pada saat bermain sendiri. Menurut Freud, melalui bermain dan berfantasi anak dapat mengemukakan harapan-harapan dan konflik serta pengalaman yang tidak dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata, contoh, anak main perang-perangan untuk mengekspresikan dirinya, anak yang meninju boneka dan pura-pura bertarung untuk menunjukkan kekesalannya.
Teori Cognitive-Developmental dari Jean Piaget, juga mengungkapkan bahwa bermain mampu mengaktifkan otak anak, mengintegrasikan fungsi belahan otak kanan dan kiri secara seimbang dan membentuk struktur syaraf, serta mengembangkan pilar-pilar syaraf pemahaman yang berguna untuk masa datang. Berkaitan dengan itu pula otak yang aktif adalah kondisi yang sangat baik untuk menerima pelajaran.

Senyum Qorin dan Om Andi


Hebat si Qorin. Qorin
Selalu semangat agar tetap sehat
jangan ngambek dung Qorin.
Ayo, Qorin cepat menangis. tangisan bayi menunjukkan bahwa dia itu sehat

Si Mungil Qorin

nama saya qorina Raissa Kamila Azarin, aku kan mungil... salam untuk temen-temen dari si mungil
Lirikan matamu menggoda hati, si mungil Qorin
aku mau bobo dulu ya... Qorin

Monday, August 18, 2008

Tuesday, June 24, 2008

Allahu Akbar! Masjid Kubah Emas



cerita tentang masjid kubah emas, akses aja di beingagoodgoo.blogspot.com, (being group)

Monday, May 26, 2008

Kugapai Puncak, Bogor





Memetik Daun Teh di Puncak







Teh, siapa yang tak tahu. tapi, jarang juga para penikmat teh itu bisa menikmati indahnya kebun teh. beruntung, aku yang tidak menjadi penikmati sejati teh, bermain ke puncak, dan menikmati indahnya pemandangan kebun teh.
hamparan hijau yang di puncak bogor, benar-benar menyejukkan mata. maklum, kesehatian duduk di depan komputer dan melototin huruf demi huruf, melihat kebun teh di depan, seperti ada surga di depan mata.
langsung, aku pinggirkan sepeda motorku, menuju kebun teh. berlagak narsis, aku beraksi, dijepret, temanku vivi. tukang parkir dan dua pasang kekasih yang lagi kencang sempat memandang sinis, kok narsis banget.
bagiku, itu pengalaman baru, maklum setelah lama perjalanan lebih dari tiga jam lamanya dari jakarta, aku bisa melihat sesuatu yang baru dan tidak bisa ditemui dengan mudah di jakarta. indahnya laut, eksotisnya pegunungan, dan gemulainya pemandangan sudah aku rasakan. tapi, kebun teh puncak benar-benar menawarkan sesuatu yang beda.
beberapa kritik
kebun teh di puncak tidak dikelola dengan baik. hanya ada beberapa kebun teh saja yang dikelola profesional, seperti agro mas. sebenarnya, masih banyak potensi yang bisa digali dari kebuh di puncak. kebun teh layak menjadi wisata eksklusif jika dikemas dengan baik. dengan sentuhan dan polesan untuk mengemas kebun teh menjadi wisata agro. modal memang menjadi kendala utama, sudah seharusnya pemerintah turun tangan membantu petani teh. mereka ingin maju, tapi banyak kendala yang menghadang.