<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563</id><updated>2011-12-02T21:41:25.191-08:00</updated><category term='narsis di uncac'/><category term='islam'/><category term='akta4'/><category term='Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912'/><category term='dosen'/><category term='pendidikan'/><category term='Studi di Belanda'/><category term='menulis'/><category term='Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera'/><category term='kenakalan remaja'/><category term='psikologi anak'/><category term='Kompetiblog'/><category term='guru'/><category term='Filsafat Ilmu'/><category term='lansia'/><category term='Teknologi Pendidikan (Tugas Kuliah Pak Misriandi)'/><category term='Quiz for Basic English Letter (class 7.45 and 12.15)'/><category term='Alnect Komputer'/><category term='psikologi perkembangan'/><category term='Psikologi Komunikasi'/><category term='teknol'/><category term='kisah teladan'/><category term='nulisbuku.com'/><category term='manajemen pendidikan islam'/><title type='text'>About Andika Hendra Mustaqim</title><subtitle type='html'>I'm only Journalist, Writer, and Lecturer</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>237</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-5983087279168826590</id><published>2011-11-06T15:03:00.001-08:00</published><updated>2011-11-06T15:03:28.246-08:00</updated><title type='text'>Kumpulan Do’a Untuk Calon Penganten</title><content type='html'>Yang sudah mau pada nikah ada sedikit kumpulan do’a untuk para calon penganten, saya tulis dari berbagai sumber, mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Doa sebelum menikah semoga mendapatkan jodoh yang baik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S.26 (Asy-Syu’araa) ayat 83 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبِّ هَبْ لِي حُكْماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83. (Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah (agar aku menjadi orang yang bijaksana) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shaleh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Doa saat menikah Q.S.17 (Al Isra’) ayat 80 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَاناً نَّصِيراً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. “Ya Tuhan-ku, masukkanlah dengan cara yang baik dan keluarkanlah (pula) aku dengan cara keluar yang baik dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Doa sesudah menikah semoga semua urusan lancar Q.S.18 (Al Kahfi) ayat 10 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. …..”Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Do’a akan bersenggama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَللََّهُمَّ جَـنِّـبْناَالشَّـيْطَانَ وَ جَنِّبِ الشَّـيْطَانَ مَارَزَقْـتَـنَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah Ya Tuhan kami, jauhkanlah kami dari syaithon dan jauhkanlah syaithon dari (anak) yang Engkau karuniakan/berikan kepada kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Do’a mohon dijadikan anak/janin yang akan lahir nanti laki-laki/perempuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Do’a ingin punya anak perempuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibaca oleh istri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللََّهُمَّ ِانـِّيْ اُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِيْ هَذِهِ ………. *)  فَاجْعَلْهَا  لِيْ مَرْأةً صَالِحَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku akan memberikan nama anak yang masih ada dalam kandunganku dengan nama ………………………………………  maka jadikanlah berupa anak perempuan yang shalihah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibaca oleh suami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللََّهُمَّ ِانـِّيْ اُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ هَذِهِ ……….*) فَاجْعَلْهَا  لِيْ مَرْأةً صَالِحَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku akan memberikan nama anak yang masih ada dalam kandungan istriku dengan nama ………………………………………  maka jadikanlah berupa anak perempuan yang shalihah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Do’a ingin punya anak lak-laki : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibaca oleh istri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللََّهُمَّ ِانـِّيْ اُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِيْ هَذِهِ ……….*) فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًاصَالِحًا بِحَقِّ صَاحِبِ هَذاَ اْلإِسْمِ الشَّرِيْفِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku akan memberikan nama anak yang masih ada dalam kandunganku dengan nama ……………………………………. *) maka jadikanlah berupa anak laki-laki yang shalih dengan mendapatkan haknya nabi yang mempunyai nama yang mulia, yaitu sayyidina Muhammad SAW”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibaca oleh suami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللََّهُمَّ ِانـِّيْ اُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ هَذِهِ ……….*) فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًاصَالِحًابِحَقِّ صَاحِبِ هَذاَ اْلإِسْمِ الشَّرِيْفِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku akan memberikan nama anak yang masih ada dalam kandungan istriku dengan nama ……………………………………. *) maka jadikanlah berupa anak laki-laki yang shalih dengan mendapatkan haknya nabi yang mempunyai nama yang mulia, yaitu sayyidina Muhammad SAW”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket : *)/*)=Nama untuk calon anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Do’a mohon diberikan keselamatan (dibaca oleh ibu yang sedang hamil) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َاللََّهُمَّ احْفظْ وَلَدِيْ مَادَمَ فِيْ بَطْنِيْ وَاشْفِهِ اَنْتَ شَافٍ لاَشِفآء إلاَّشِفَاؤُكَ شِفآءً لاَ يُغَادِرُسَقَمًا اَللََّهُمَّ صَوِّرْهُ في بَطِْنيْ صوْرَ ةً حَسَنَـةً وثَبِّتْ قَلْبَـهُ إ يْمَانًابِكَ وَِبرَسُوْلِكَ، اَللََّهُمَّ اخْرجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِـْي سَهْلاً وَتَسْلِيْمًا، اَللََّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحاً كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقَاً عَالِماًعَامِلاً، اَللََّهُمَّ طوِّلْ عُمْرَهُ وصَحِّحْ جَسَدَهُ وحَسِّنْ خُلُوْقَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ وَاَحْسِنْ صَوْرَتَهُ لِقِرَآءَةِالْقُرْآن وَالْحَدِيْث بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Allah jagalah anaku selama ada dalam kandunganku, sembuhkanlah dia (apabila ada penyakitnya), Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan, tidak ada obat (kesembuhan) kecuali obat (kesembuhan) yang datang dari-Mu, kesembuhan yang tidak akan membawa penyakit, Ya Allah jadikanlah anak-anak yang ada dalam kandunganku dengan bentuk yang bagus (tampan/cantik) dan tetapkanlah di dalam hatinya untuk senantiasa beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah keluarkanlah anakku dari kandunganku pada waktu aku melahirkan mudah dan selamat. Ya Allah jadikanlah anakku menjadi anak-anak yang sehat, sempurna, berakal, cerdas, alim mau mngamalkan ilmunya. Ya Allah berilah anakku umur yang panjang, badan yang sehat, akhlak (budi pekerti) yang baik, lisan yang fasih serta suara yang bagus untuk membaca Al Qur’an dan Hadits dengan mendapat berkahnya Nabi Muhammad SAW, segala puji hanyalah untuk Allah yang menguasai seluruh alam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Doa untuk ibu hamil (dibaca oleh ibu hamil) Q.S.3 (Ali Imran) ayat 35 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…  رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35….”Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (kepada Mu). karena itu terimalah (doaku) ini . Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S.16 (An Nahl) ayat 78 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئاً وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78.dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Do’a untuk ibu hamil dibaca oleh suami-istri, Q.S.2 (Al Baqarah) ayat 286 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَـنَا بِهِ وَاعْفُ عَنـَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;286………”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S.25 (Al Furqan) ayat 74 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74.”Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S.3 (Ali Imran) ayat 173 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;173.: ………..“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S.8 (Al Anfal) ayat 40 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. ………. Dia adalah Sebaik-baik pelindung dan Sebaik-baik penolong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada daya upaya dan kekuatan, melainkan dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Doa ibu yang sedang menyusui Q.S.26 (Asyu’ara) ayat 78 – 80 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ ﴿٧٨﴾ وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ ﴿٧٩﴾ وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ٨٠&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. “(Dia-lah Allah SWT) yang telah menciptakan aku, Maka Dialah yang menunjuki aku”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. “dan Dia-lah Tuhan yang memberiku makan dan minum”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. “dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Do’a untuk ibu nifas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan nifas seorang ibu masih diperbolehkan membaca sholawat, istighfar, tasbih, tahmid dan tahlil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a untuk ibu nifas ketika istinja’ (cebok) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللََّهُمَّ طَهِّرْ قَلِْبيْ مِنَ الـِّنفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِيْ مِنَ اْلفَوَاحِشِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allahbersihkan hati saya dari kemunafikan, dan bentengi kehormatan (kemaluan) ku dari kejahatan (penyakit)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Do’a untuk bayi yang baru lahir sesudah di adzankan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   اُعِيْذُ هُ (هَا) بِالْوَاحِدِالصَّمَدِ مِنْ شَرِّكُلِّ ذِيْ حَسَدٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah Yang Maha Esa, tempat semua orang meminta, aku mohon perlindungan-MU untuk anakku dari segala kejahatan orang yang hasad/dengki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket :  هُ= jika bayinya laki-laki  هَا = jika bayinya perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   اَللََّهُمَّ اِنـِّي اُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ الـتَّآمَّةٍ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لآ مَّةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah dengan segala kesempurnaan kalimat-MU, aku mohon perlindungan untuk anakku dengan kalimah-kalimah Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, dari gangguan semua binatang, dan dari gangguan pandangan mata yang dapat membawa akibat buruk kepada apa yang dilihatnya”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-5983087279168826590?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/5983087279168826590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=5983087279168826590&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5983087279168826590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5983087279168826590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/11/kumpulan-doa-untuk-calon-penganten.html' title='Kumpulan Do’a Untuk Calon Penganten'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-6508987635122557796</id><published>2011-10-19T16:08:00.001-07:00</published><updated>2011-10-19T16:08:53.836-07:00</updated><title type='text'>KISAH PLATO MENGENAI CINTA DAN PERNIKAHAN</title><content type='html'>Suatu hari, Plato bertanya pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gurunya, “Apa itu cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saya menemukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambi ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saya bisa menemukannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?” Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kita mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan pernikahan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-6508987635122557796?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/6508987635122557796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=6508987635122557796&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/6508987635122557796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/6508987635122557796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/kisah-plato-mengenai-cinta-dan.html' title='KISAH PLATO MENGENAI CINTA DAN PERNIKAHAN'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-5000562708705959684</id><published>2011-10-12T02:22:00.000-07:00</published><updated>2011-10-12T02:22:01.182-07:00</updated><title type='text'>AS Minta Maaf Atas Klaim Wisata Seks Filipina</title><content type='html'>MANILA – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Filipina Harry Thomas menyatakan permintaan kepada seluruh rakyat Filipina karena permintaan yang menyebut 40% wisatawan pria yang berkunjung ke negara itu karena alasan seks. Thomas meminta maaf melalui pesan singkat kepada Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario pada Jumat (7/10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar AS menyatakan Thomas mengekspresikan “kekecewaan mendalam” atas pernyataannya. Melalui pesan pendek yang dikirim ke Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario, Dubes Thomas mengatakan tidak semestinya ia menyampaikan pernyataan tersebut tanpa didukung oleh data.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya mengirimkan pesan kepada Anda sebagai bentuk respon kekecewaan atas pernyataan saya. Saya seharusnya tidak menggunakan data statistik 40% tanpa kemampuan untuk menjelaskan lebih detaik,” ujar juru bicara Kedutaan Besar AS Tina Malone mengutip pesan Thomas itu, dikutip AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina Malone mengatakan, dubes menyampaikan penyesalan yang mendalam. “Amerika tetap akan menjadi mitra Filipina dalam membasmi wisata seks dan perdagangan manusia,” kata Malone seperti dikutip BBC. Sejak beberapa waktu terakhir Amerika meminta pemerintah Filipina untuk menindak tegas warga asing, termasuk warga Amerika, yang terlibat dalam prostitusi anak dan penyelundupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang disampaikan dalam satu seminar bulan lalu itu membuat rakyat Filipina marah. Komentar tersebut juga dikeluarkan ketika pemerintah Filipina tengah berupaya menggairahkan pariwisata, yang dianggap kalah maju dibandingkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun lalu, 3,52 juta wisatawan berkunjung ke Filipina. Pemerintah menargetkan sebanyak enam juta wisatawan bakal berkunjung pada 2016.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat Filipina kecewa karena negara mereka digambarkan oleh duta besar Amerika sebagai surga seks. Pejabat-pejabat Filipina mengatakan Duta Besar Amerika Harry Thomas telah minta maaf atas ucapannya pada bulan lalu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Presiden Filipina Benigno Aquino, Edwin Lacierda, mengatakan permintaan maaf duta besar seharus dilakukan mengenai isu tersebut. “Kita menganggap bahwa isu tersebut tertutup tetapi kepedulian kita melawan para pelaku perdagangan manusi harus dilanjutkan. Kita akan melanjutkan penyelidikan siapa saja yang mengambil keuntungan dari orang-orang kita,” ujar Lacierda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan perdagangan manusia tahunan ke 10 mengenai Filipina disebutkan bahwa pariwisata seks anak-anak masih menjadi permasalahan serius di negara itu. Ini yang mengkhawatirkan AS sebagai salah sekutu dekat Filipina. (andika hendra m)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-5000562708705959684?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/5000562708705959684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=5000562708705959684&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5000562708705959684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5000562708705959684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/as-minta-maaf-atas-klaim-wisata-seks.html' title='AS Minta Maaf Atas Klaim Wisata Seks Filipina'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-2466156926784884031</id><published>2011-10-12T02:19:00.001-07:00</published><updated>2011-10-12T02:19:50.969-07:00</updated><title type='text'>Warga Sekitar Bangkok Protes Dapat Banjir Kiriman</title><content type='html'>BANG PAHAN – Warga yang tinggal di lokasi sekitar Bangkok kemarin meluapkan kemarahan karena mereka mendapatkan banjir kiriman. Mereka menganggap banjir kiriman itu karena sebagai pengalihan agar Bangkok aman dari bencana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya membayar pajak yang sama seperti orang yang tinggal di Bangkok. Kenapa mereka tidak memikirkan saya juga?” kecam Wanpen Rittisarn dengan airmata berkaca-kaca. Dia merupakan salah satu korban banjir bandang kiriman yang seharunya mengalir ke Bangkok tetapi dialihkan ke wilayah Bang Pahan yang berjarak 100kilometer utara ibukota itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berusia 41 itu terpaksa mengungsi dari rumahnya yang terendam banjir setinggi dua meter. Rittisarn pun mengungsi di rumah saudaranya di sekitar kota tempat tinggalknya. “Saya butuh waktu lama untuk tiba di tempat yang aman. Siapa yang peduli dengan saya,” keluhnya dikutip AFP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dua pertiga wilayah Thailand direndam banjir, kecuali Bangkok. Itu yang membuat warga kota lain merasa sangat dianaktirikan oleh pemerintah pusat. Banjir kali ini dianggap sebagai banjir yang paling buruk dalam beberapa dekade terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 250 warga Thailand meninggal dalam hujan deras yang memicu banjir selama dua bulan terakhir. Banjir terjadi di sebagian besar wilayah Thailand, terutama wilayah utara ibukota. Pemerintah berusaha menghentikan aliran banjir ke wilayah Bangkok yang dikenal daratan rendah sebagai tempat tinggal 12 juta jiwa. Pemerintah mengalihkan banjir ke wilayah utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkok hanya mengalami genangan banjir. Sangat kontras dengan kota kuno Thailand Ayutthaya, sekitar 80 kilometer timur laut ibukota, di mana terdapat banyak kuil kuno tergenang air selama beberapa minggu. Sungguh ironis! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra memperingatkan pada Jumat (7/10) bahwa Thailand akan menghadapi krisis lebih dalam jika banjir “menghantam langsung ke Bangkok”. “Banjir telah mengalir ke dalam kota dan pemerintah menghadapi ancaman banjir baru,” kata Yingluck. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 8.000 tentara dikerahkan untuk membantu rakyat yang menjadi korban banjir. Banjir tersebut telah menewaskan 252 orang dan sebanyak 2,6 juta orang di 28 provinsi harus mengungsi. Akibat banjir itu, rencana kunjungan Yingluck ke Kuala Lumpur dan Singapura yang dijadwalkan pada Selasa (11/10) dan Rabu (12/10) mendatang dibatalkan. “Perjalanan ditunda akibat banjir,” kata juru bicara pemerintah Titima Chaisaeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah membela diri bahwa ibukota merupakan tempat tinggal jutaan orang. “Bangkok merupakan jantung Thailand dan jantung ekonomi kita,” ujar petugas penanggulangan bencana yang enggan disebutkan namanya. Anehnya, pemerintah justru mengalihkan banjir ke wilayah pertanian. “Kita tidak mencoba untuk melindungi Bangkok dan mengorbankan lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menurut para ekonom Universitas Kamar Dagang Thailand memperkirakan kerugian akibat banjir itu mencapai USD3,4 miliar. Itu disebabkan karena rumah, sekolah dan rumah sakit mengalami kerusakan. Parahnya, panen padi pun mengalami kegagalan. (andika hendra m)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-2466156926784884031?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/2466156926784884031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=2466156926784884031&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2466156926784884031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2466156926784884031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/warga-sekitar-bangkok-protes-dapat.html' title='Warga Sekitar Bangkok Protes Dapat Banjir Kiriman'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-6949805262054245304</id><published>2011-10-12T02:17:00.001-07:00</published><updated>2011-10-12T02:17:58.815-07:00</updated><title type='text'>Mesir Rusuh, 24 Tewas</title><content type='html'>KAIRO – Kerusuhan berdarah berlatar sektarian kemarin meledak di Mesir dan mengakibatkan sedikitnya 24 orang tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikhawatirkan kerusuhan itu bakal meluas setelah tumbangnya rezim Hosni Mubarak. Ini merupakan kerusuhan berdarah terbesar sejak Februari lalu. Perdana Menteri (PM) Mesir Essam Sharaf langsung menggelar rapat darurat pada kemarin malam. Sharaf juga menyerukan agar warga Mesir tidak mudah terkena hasutan, dan memperingatkan Mesir dalam kondisi darurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu-satunya pihak yang diuntungkan dari kekerasan ini adalah para musuh Revolusi Januari dan juga musuh rakyat Mesir, baik itu umat Muslim maupun Kristen,” kata Sharaf. “Peristiwa ini membawa kita mundur jauh ke belakang, padahal seharusnya kita maju kedepan untuk mendirikan negara modern dengan dasar demokrasi yang sehat,” imbuh Sharaf dikutip AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah transisi yang dikuasai militer bergerak cepat dengan menangkap 40 orang di Kairo tengah setelah demontrasi yang digelar oleh penganut Kristem Coptic di distrik Maspero. Akibat kerusuhan itu, lebih dari 200 orang terluka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang penganut Coptic mengatakan lima korban tewas karena terlindas kendaraan militer berkecepatan tinggi. Reporter AFP melihat banyak jenazah yang mengalami luka tembakan. Al Jazerra melaporkan kerusuhan bukan saja di Kairo, namun juga di kota terbesar kedua di Mesir, Alexandria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Imam Besar Al-Azhar Ahmed Tayyed menyerukan perundingan antara Muslim dan pemimpin Kristen untuk menyelesaikan krisis. “Malam kelabu bagi revolusi Meir,” ujarnya kepada harian al-Shorouk. Harian independen Al-Masry al-Youm melaporkan bahwa kerusuhan berdarah di pusat Kairo menyebabkan kerusakan parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa analis menyatakan perang sipil bakal terjadi jika kerusuhan tidak segera diselesaikan. “Dibutuhkan langkah serius oleh para pemimpin untuk menyelesaikan penyebab akar permasalahan. Jika tidak diselesaikan, maka itu bakal memicu perang sipil,” kata Fuad Allam, mantan pejabat militer Mesir. Allam mengatakan kepada stasiun televisi Al-Arabiya mengatakan bahwa undang-undang agama yang diskriminatif harus segera diamandemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengamat politik menilai bahwa kerusuhan ini pertanda pemerintah lalai mengantisipasi kerusuhan antarumat. “Tidak adanya penegakan hukum menjadi penyebab. Kebebasan berekspresi merupakan basis bagi masyarakat yang demokratis dan penegakan hukum,” kata analis politik Amr Hashim Rabei kepada Al Arabiya. “Benturan seperti ini padahal sudah tidak lagi terjadi selama berbulan-bulan. Pimpinan umat Koptik harus meminta para pemrotes agar tahan diri dan menempuh jalur hukum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara setelah diberlakukan semalam, akhirnya jam malam dicabut pada Senin (10/10), pukul 07.00 pagi waktu setempat. Kerusuhan seperti terjadi Minggu (9/10) malam, menurut PM Sharaf juga merusak hubungan antara rakyat dan tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, para penganut Kristen Coptic menggelar aksi demontrasi menentang serangan di gereja mereka di kota Aswan. Penganut Koptik berjumlah 10% populasi Mesir, menuding pemerintahan militer yang kini berkuasa membiarkan para pelaku penyerangan melakukan rangkaian aksi rusuh anti Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan orang, sebagian besar Kristen dan penganut iman lain, bergabung dengan aksi protes tersebut dari distrik Shubra di utara Kairo menuju gedung TV milik pemerintah di Lapangan Maspero. Mereka menuntut pemecatan Gubernur provinsi Aswan. Mereka juga menuding pemberitaan TV justru menyulut sikap anti Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, peserta aksi mengatakan mereka diserang oleh orang-orang dengan baju preman sebelum bentrok dengan tentara terjadi. Banyak warga Muslim justru keluar dan ambil posisi membela warga Kristen dari serbuan tentara serta ikut memprotes militer yang terus memegang tampuk kekuasaan di negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami berunjuk rasa secara damai,” kata Talaat Youssef, pemuda berusia 23 tahun, yang dikutip Reuters. “Saat kami berjalan menuju gedung stasiun televisi, militer mulai menembaki kami dengan peluru tajam,” imbuh Youssef. “Padahal mereka seharusnya melindungi kami.” (andika hendra m)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-6949805262054245304?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/6949805262054245304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=6949805262054245304&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/6949805262054245304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/6949805262054245304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/mesir-rusuh-24-tewas.html' title='Mesir Rusuh, 24 Tewas'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3904331818735455002</id><published>2011-10-12T02:16:00.002-07:00</published><updated>2011-10-12T02:16:49.806-07:00</updated><title type='text'>Taiwan Tolak Unifikasi dengan China</title><content type='html'>TAIPEI – Presiden Taiwan Ma Ying-jeou kemarin mengungkapkan unifikasi dengan China bukan agenda untuk saat ini. Penegasan itu sebagai tanggapan setelah Presiden China Hu Jintao menyerukan unifikasi dengan Taiwan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma juga menyarankan China untuk meningkatkan demokrasi Taiwan. “Kita tetap mempertahankan status quo ‘tidak ada unifikasi, tidak ada kemerdekaan, dan tidak ada penggunaan kekuatan militer,” kata dikutip AFP saat peringatan 100 tahun revolusi pendirian Republik China. “Hal ini membuat ketegangan di Selat Taiwan sangat tenang dan mengumpulkan pengakuan serta dukungan masyarakat internasional,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Taiwan mengatakan dalam pidatonya bahwa aspirasi pendiri Republik China pada seabad lalu mendirikan sebuah banga demokratis dan bebas dengan distribusi kekayaan yang adil. “Daratan berusaha untuk menuju arah itu,” ujarnya di depan para pendukungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Republik China bukan hanya sekedar nama sebuah bangsa; tetapi itu juga cara pandang demokatis dan kebebasan, dan melaani masyarakat China untuk mencapai kemerdekaan dan demokrasi,” kata Ma. “Hidup demokrasi Taiwan,” demikian teriak Ma untuk membakar semangat para hadirin di pertemuan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, para pejabat di kantor pemerintahan Taipei tidak dapat menjelaskan apakah pidato Ma itu memang diperuntukkan untuk menanggapi pernyataan Hu sebelumnya. Namun, sepertinya pidato Ma memang sebagai balasan atas pidato Hu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Minggu (9/10), Presiden China Hu Jintao saat memperingati 100 tahun peringatan, menyatakan reunifikasi dapat dicapai dengan jalur damai. China dan Taiwan telah dipisahkan sejak akhir perang sipil pada 62 tahun lalu. Tetapi Beijing masing mengklaim Taiwan masuk dalam teritorial mereka dan berjanji untuk merebutnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Ma juga berada posisi yang sulit. Dia dikenal dekat dengan Beijing. Dia kini berjuang meredam serangan oposisi yang menuding bahwa kerjasama ekonomi yang erat dengan China untuk memicu Taiwan kembali ke pangkuan Negeri Panda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara itu menandai Revolusi Xinhai yang menggulingkan dinasti Qing dan menumbangkan lebih dari 2.000 tahun sejarah kekaisaran di Negeri Panda itu. Sun Yant Sen memimpin pemberontakan melawan Dinasti Qing pada 10 Oktober 1911. Pemberontakan itu menyebabkan penggulingan kekuasaan kekaisaran dan memunculkan harapan bahwa China bisa terbebas dari jajahan bangsa asing selama satu setengah abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republik China berdiri dua setengah bulan kemudian. Tak lama setelah itu, terjadi perang sipil di China. Perang tersebut diakhiri dengan kemenangan Partai Komunis pimpinan Mao Zedong atas kubu nasionalis pimpinan Chiang Kai-shek pada 1949. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalah, dirinya pun melarikan diri ke Taiwan. Pada tahun itu, Komunis mengambil alih kekuasaan dan para penguasa Republik memindahkan kekuasaan ke Taiwan. Tapi, Komunis tetap menggunakan nama Republik China, dan Beijing tetap mengakui kedaulatan Pulau Taiwan. (andika hendra m)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3904331818735455002?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3904331818735455002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3904331818735455002&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3904331818735455002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3904331818735455002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/taiwan-tolak-unifikasi-dengan-china.html' title='Taiwan Tolak Unifikasi dengan China'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-1742871139466504611</id><published>2011-10-12T02:16:00.000-07:00</published><updated>2011-10-12T02:16:17.613-07:00</updated><title type='text'>Tymoshenko Divonis 7 Tahun</title><content type='html'>KIEV – Mantan Perdana Menteri (PM) Yulia Tymoshenko kemarin divonis tujuh tahun penjara setelah dinyatakan bersalah karena penyalahgunaan kekuasaan selama berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tymoshenko dinyatakan bersalah karena memanfaatkan kekuasaan dalam kesepakatan impor gas dengan Rusia pada 2009 dan menyebabkan kerugian negara sebesar USD200 juta.“Pengadilan memutuskan Tymoshenko bersalah dan menjatuhkan hukuman selama tujuh tahun penjara,” kata Hakim Rodion Kireyev dikutip Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kireyev menegaskan,Tymoshenko menyalahgunakan wewenang sebagai perdana menteri karena mengusahakan kontrak distribusi gas alam. Mantan pemimpin Ukraina yang berusia 50 tahun itu mengecak rezim otoriter Presiden Viktor Yanukovich.Yanukovich dulu merupakan pesaingnya saat memperebutkan kursi PM. Tymoshenko menyebut pengadilan itu sebagai bukti bahwa sistem hukum di Ukraina telah direkayasa untuk kepentingan rezim yang tengah berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda semua sudah tahu yang vonis itu tidak dijatuhkan oleh hakim Kireyev, namun oleh Presiden Yanukovich,”kata Tymoshenko sebelum sidang pembacaan vonis itu berlangsung. Tak bisa dimungkiri jika pengadilan Tymoshenko seperti ajang balas dendam. Perempuan yang dua kali menjadi PM Ukraina itu menyatakan diri tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa pun vonis yang dijatuhkan, perjuangan saya akan terus berlanjut.Vonis itu, yang ditulis Yanukovich, tidak akan mengubah apa pun dalam hidup ataupun perjuangan saya,”kata Tymoshensko. Namun, Tymoshenko yang dijuluki sebagai Wanita Besi itu menegaskan akan terus melawan atas ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita akan melawan dan membela nama baik di pengadilan Eropa,” katanya saat memberikan komentar atas vonis itu seperti dikutip AFP. “Kita harus kuat dan membela Ukraina dari otoriterisme ini.” Pengadilan telah menjebloskan Tymoshenko ke penjara sejak 5 Agustus lalu.Dia tinggal dibalik jeruji besi di Pusat Tahanan Lukyanovsky di Kiev. Meski dipenjara,Tymoshenko tetap tampil anggun dan cantik setiap persidangan digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Tymoshenko berkuasa, dia dikenal sebagai politisi pro-Barat dan menganggap dirinya sebagai pahlawan masa depan Ukraina. Itu sangat berbeda dengan Yanukovych yang sangat pro-Rusia.Awalnya Tymoshenko mencoba membangun kedekatan dengan PM Rusia Vladimir Putin tapi gagal karena Yanukovych ternyata lebih dekat dengan Moskow. Ketika tampil di publik, Tymoshenko selalu berbicara dengan bahasa Ukraina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tymoshenko pernah memimpin gerakan pro-demokrasi Revolusi Oranye dan memiliki citra positif.Namun, dia menganggap kekalahan pemilu Februari 2010 hanya karena faktor politik. Sebagai perempuan yang lahir di kota industri, Dnipropetrovsk di Ukraina tengah, Tymoshenko mendapatkan kekayaan melimpah saat menjadi ketua Sistem Energi Bersatu Ukraina yang mengimpor gas dari Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mentornya adalah mantan PM Pavlo Lazarenko, yang membantu membangun bisnis Tymoshenko, dan kini dipenjara di Amerika Serikat atas tuduhan pencucian uang. Tymoshenko menjadi deputi PM di bawah kepemimpinan Leonid Kuchma pada 1999, tetapi dipecat pada 2001. Suami Tymoshenko,Olexander, pernah terlibat skandal dan dipenjara selama satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Olexander dan putri mereka, Yevgenia,mendukung Tymoshenko setiap persidangan.“Saya tahu ibu,dan dia adalah orang yang kuat,” kata Yevgenia saat membacakan surat untuk ibunya.“ Mungkin lebih kuat dibandingkan saya,ayah,dan nenek.” Dari Brussels,Komisi Eropa kemarin mengaku kecewa dengan vonis Tymoshenko selama tujuh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan, pengadilan itu lebih bermotif politik. “Otoritas Ukraina seharusnya menghargai nilai universal dan penegakan hukum.Jika tidak, maka itu bakal berimplikasi dalam hubungan bilateral Ukraina dan Uni Eropa,” kata Ashton dikutip Reuters. andika hendra m &lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/435086/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-1742871139466504611?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/1742871139466504611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=1742871139466504611&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/1742871139466504611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/1742871139466504611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/tymoshenko-divonis-7-tahun.html' title='Tymoshenko Divonis 7 Tahun'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-912198116904896400</id><published>2011-10-12T02:15:00.000-07:00</published><updated>2011-10-12T02:15:07.440-07:00</updated><title type='text'>PM Mesir Didesak Mengundurkan Diri</title><content type='html'>KAIRO – Pemerintah Mesir kemarin memulai penyelidikan terhadap kerusuhan yang menyebabkan 25 orang tewas. Langkah itu diputuskan di tengah kemarahan warga terhadap dewan militer yang berkuasa dan seruan agar perdana menteri mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Militer Angkatan Bersenjata yang telah meminta Perdana Menteri (PM) Essam Sharaf agar secepatnya membentuk panel pencari fakta untuk menginvestigasi kerusuhan yang berlangsung pada Minggu (9/10) lalu. Sebanyak 25 orang tewas, sebagian besar adalah penganut Kristen Koptik dan lebih dari 300 orang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyidik militer telah menginterogasi 25 orang yang dituduh terlibat dalam kerusuhan itu. Namun, belum ada langkah menyelidiki petugas yang menangani kerusuhan. Para pemimpin politik dan agama pada Senin (10/10) menggelar pertemuan untuk menyelesaikan krisis.Mereka khawatir kerusuhan bakal meluas ke seluruh penjuru Mesir dan mengancam pemerintahan transisi setelah tumbangnya Husni Mubarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemantau Hak Asasi Manusia (HRW) yang berbasis di New York, Amerika Serikat, menyerukan penyelidikan yang jujur, menyeluruh, dan imparsial. “Penyidikan harus spesifik untuk mengungkap pembunuhan sedikitnya 17 demonstran Kristen Koptik yang disebabkan kendaraan militer,” demikian keterangan HRW, dikutip AFP. Mereka juga menyerukan pemeriksaan terhadap militer dan polisi yang menangani kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian independen Al- Masry Al-Youmkemarin menyerukan pengunduran diri PM Mesir.“Negara telah kehilangan keseimbangan. Rezim saat ini berada di ujung kehancuran. Pemerintahan Sharaf tidak memiliki kredibilitas. Semuanya tinggal mengatakan bahwa Sharaf seharusnya mengundurkan diri,”ujar koran itu. Kemudian, Partai Wafd juga mengungkapkan pandangan yang sama. “Setelah semua yang terjadi, kita dapat mengatakan bahwa dia tidak dapat menjalankan tugas sebagai PM Mesir dan dia harus mundur,” papar mereka. andika hendra m &lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/435079/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-912198116904896400?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/912198116904896400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=912198116904896400&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/912198116904896400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/912198116904896400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/pm-mesir-didesak-mengundurkan-diri.html' title='PM Mesir Didesak Mengundurkan Diri'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-4994771232296375515</id><published>2011-10-08T08:41:00.001-07:00</published><updated>2011-10-08T08:41:57.119-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nulisbuku.com'/><title type='text'>Kau Masa Depanku</title><content type='html'>Satu bulan menunggu, tapi aku selalu menunggu jawaban cintaku padamu. Ya, jawaban ya dan tidak. Apakah kau menerima cintaku atau tidak? Hanya itu saja. Kenapa harus lama sekali menjawabnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin kamu akan menjawab ya. Kau sudah menusuk mimpiku. Selalu merusak atmosfir pikiranku. Kau selalu menjadi pusat perhatianku, meski aku tidak ingin sejenak melupakanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ada perempuan yang menggodaku, aku tetap menutup pintu hatiku. Semuanya hanya untukmu. Aku tetap sabar menunggu jawaban cintaku. Aku yakin, kamu pasti menerima cintaku. Modalku, aku harus bersabar. Aku bersabar karena aku yakin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pasti akan menjadi masa depanku. Aku akan selalu menjadi oasis dalam kehidupanmu. Aku akan selalu memberikan nyanyian di pagi untuk menunjukkan rasa cintaku. Aku tak membayangkan masa depanku, tanpa kehadiranmu di hatiku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-4994771232296375515?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/4994771232296375515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=4994771232296375515&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4994771232296375515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4994771232296375515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/10/kau-masa-depanku.html' title='Kau Masa Depanku'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-5414597016338899758</id><published>2011-03-09T04:16:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T04:16:11.743-08:00</updated><title type='text'>saranku sih, nulis aja dulu.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ixHMvCDFO80/TXdvg65WiCI/AAAAAAAAD70/3LZ_DmqMBQw/s1600/167878_1769774494418_1540907403_1828156_5945665_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-ixHMvCDFO80/TXdvg65WiCI/AAAAAAAAD70/3LZ_DmqMBQw/s400/167878_1769774494418_1540907403_1828156_5945665_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;setiap penulis memiliki gaya masing-masing. seperti orang main gitar, cara megang, cara metik, pasti beda. gaya itu bisa muncul ketika telah berproses. dalam proses itu, kita bisa mengevaluasi, apa model yang kita lakukan udah pas dengan diri kita, penerbit, pasar, dll. kalo udah pas, lanjutnya.&lt;br /&gt;seiring waktu, gaya menulis itu bakal berubah. bisa karena pacar, buku yang kita baca, atau pun tekanan dari pihak lain, seperti penerbit.&lt;br /&gt;gaya penulis yang paling penting adalah bahasa. (tergantung dengan buku yang biasa kau baca dan pergaulanmu)&lt;br /&gt;kedua adalah logika. (ditentukan cara berpikir kita. setiap orang bisa beda. bisa hanya menyalahkan. hanya mengamati. atau selalu sok tau)&lt;br /&gt;ketiga adalah cara bercerita. (bagaimana kamu memainkan sebuah plot. pilih maju mundur. ngalir aja bak air sungai. atau memilih seperti ombak di laut yang selalu bertubi-tubi menyerang psikologi pembaca. atau seperti angin, bisa jadi penyejuk bisa jadi badai yang membunuh. atau pilih seperti sungai yang selalu mencari laut sebagai muara)&lt;br /&gt;keempat adalah karakter. (jadikan temanku sebagai salah tokoh dalam cerita kita. jadikan pacar kita sebagai protagoni. atau jadikan pasangan pada mimpi basah kita sebagai antagonis. tokoh dalam cerita tidak perlu diceritakan, tetapi ditampilkan dengan manis. biar pembaca tahu,tokoh yang kita tulis jelek atau baik. teori barthes, mengungkapkan, author was dead when his book published on the bookstore.)&lt;br /&gt;kelima: berlatihkan untuk menikmati karya kita. (baca ulang. jadi diri kita sebagai pembaca kritis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note: mulai saja menulis. jadi diri sendiri. boleh kok meniru model penulis lain, seperti pram, atau john steinbeck. tetapi, kita harus mengembangkan ide kita. dalam kuliah sapardi djoko damono, aku pernah bertanya, apakah mungkin kita bisa mengembangkan model baru dalam penulisan sastra. "sangat bisa. bereksperimen lah ketika menulis fiksi, mas Andika," kata beliau menasehatiku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-5414597016338899758?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/5414597016338899758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=5414597016338899758&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5414597016338899758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5414597016338899758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/03/saranku-sih-nulis-aja-dulu.html' title='saranku sih, nulis aja dulu.'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ixHMvCDFO80/TXdvg65WiCI/AAAAAAAAD70/3LZ_DmqMBQw/s72-c/167878_1769774494418_1540907403_1828156_5945665_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-7493619620071637533</id><published>2011-03-09T01:09:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T01:09:36.499-08:00</updated><title type='text'>Mimpi Ketemu Arief Rachman</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hssV0yOdpFA/TXdDtFK27uI/AAAAAAAAD7s/GpMBnnDDrZU/s1600/180349_1281203766627_1726058884_507941_4255748_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="267" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-hssV0yOdpFA/TXdDtFK27uI/AAAAAAAAD7s/GpMBnnDDrZU/s400/180349_1281203766627_1726058884_507941_4255748_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;aku bangun jam 05.00. tidak langsung ambil air untuk wudhu. aku menyalakan komputer. aku memastikan sampai mana pesenan orang itu. setelah itu, aku KM. subuhan. setelah membaca surat asyura dan terjemahannya. "tumben ngaji?" tanya tetanggaku. "lagi pingin aja!" jawabku.der, dor, aku mengerjakan pesenan. capek juga. aku telpon kashmir. cukup lama nunggunya, hingga kashmir mengangkat telpon. "Mir, ke kampus nggak?" tanyaku. "nggak tahu. aku belum siap2," jawab kashmir. "tanya arif aja!" perintah kashmir. "udah ku sms, belum dijawab," kataku. setelah itu, aku sms bu ary. ibu berkacamata itu menjawab, "nggak" melalui sms. udah deh, pukul 08.00, aku tidur pagi. mimpi sebentar. ada telpon berdering. kok nomer jakarta. aku ga tahu. yang pasti bukan "kebon sirih"! yang pasti bukan "palmerah"! yang pasti bukan "tebet"! siapa ya? aku angkat, eh ibu nita yang telpon. "jadwal pak sumardi nggak bisa dipindah hari selasa. dia ngotot hari rabu jam 08.00. pak mardi marah2. mahasiswa kok ngatur dosen," demikian cerita bu nita. aku hanya bilang, "oo...ooo". setengah tidak sadar. antara dunia mimpi dan dunia nyata. "bisa datang hari ini ke kampus nggak?" tanya nita. "sepertinya tidak bisa". "ya udah," kata nita. "terima kasih infonya," kataku. "tolong kabarin ke lainnya ya," pinta nita. aku langsung sms ke bu rita, bu ary, dan kashmir. aku kembali memeluk bantal.&lt;br /&gt;ternyata, aku bermimpi lagi.&lt;br /&gt;ceritanya begini.&lt;br /&gt;waktu itu aku sedang naik motor. aku nggak tahu daerahnya. yang jelas, pemukiman padat rumah dan penduduk. didepanku ada demonstrasi sekitar puluhan orang. tiba-tiba, ada beberapa orang menyergapku. mereka menganggapku sebagai salah seorang demontran. setelah itu, aku diajak masuk ke dalam sebuah rumah. eh, ternyata di dalam rumah itu ada pak arif rachman. aku sendiri kenal. tapi, beliau tidak mengenalku.&lt;br /&gt;"kamu wartawan kan! kamu jurnalis kan!" tanya pak arif rachman.&lt;br /&gt;"saya pernah jadi mahasiswa bapak!" sanggahku.&lt;br /&gt;"yang penting kamu wartawan!" kata pak arif rachman.&lt;br /&gt;kemudian, beliau dan kawan-kawannya memintaku untuk menulis sebuah berita mengenai aksi demonstrasi itu. aku dipaksa agar menulis berita positif. aku ditekan oleh pak arif rachman.&lt;br /&gt;"jadi wartawan dan jurnalis yang baik," kata pak arif rahcman setelah aku menulis berita.&lt;br /&gt;aku pun terbangun. langsung ke kamar mandi dan aku mandi. cukup segar, setelah itu waktu menunjukkan pukul 11.30. aku menyalakan televisi. dan langsung bersih-bersih kamar. 12.30, aku pergi ke warung padang. pesen telor tahu dan makan siang. aku mengambil hape. membuka sms, ada sms dari Pak Arif Hidayat.&lt;br /&gt;kenyang, aku baca novel. 14.00, aku mengobrol tentang koalisi golkar dan SBY bersama kawan-kawan. setelah pukul 15.00, aku berangkat ke kebon sirih. pukul 15.30, aku menulis cerita ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-7493619620071637533?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/7493619620071637533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=7493619620071637533&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7493619620071637533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7493619620071637533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/03/mimpi-ketemu-arief-rachman.html' title='Mimpi Ketemu Arief Rachman'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hssV0yOdpFA/TXdDtFK27uI/AAAAAAAAD7s/GpMBnnDDrZU/s72-c/180349_1281203766627_1726058884_507941_4255748_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-5130402816703963072</id><published>2011-03-02T00:51:00.002-08:00</published><updated>2011-03-02T00:51:38.549-08:00</updated><title type='text'>Revolusi Bayangi Kongres China</title><content type='html'>BEIJING – Parlemen China bakal melaksanakan pertemuan tahunan pada pekan ini di tengah bayangbayang ketegangan politik dan tuntutan reformasi yang diinisiatifi dari kampanye online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres Nasional Rakyat yang bakal dihadiri 3.000 delegasi telah dibatasi kekuasaannya itu bakal menggelar pertemuan yang hanya mengagungagungkan Partai Komunis. Dalam sejarah China,pertemuan parlemen tersebut tidak pernah menjadi ajang debat atau pun diskusi. Agenda parlemen tahunan itu dijadikan ajang bagi pemerintah untuk menyampaikan agenda dan rencana pembangunan yang biasanya disampaikan Perdana Menteri Wen Jiabao. Sesi rapat itu bakal dimulai pada Sabtu (5/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wen memberikan pandangan awal pada pekan lalu dan menawarkan sinyal jelas mengenai kekhawatiran para pejabat mereka. Tidak ada satu orang pun yang memperkirakan adanya sinyal reformasi politik di parlemen China. Apalagi, kepemimpinan China bakal menghadapi suksesi pada akhir 2012.Parlemen hanya menjadi mengikuti keinginan petinggi Partai Komunis. Namun, Pemerintah China sangat kebakaran jenggot dengan revolusi Tunisia, Mesir, Libya, dan dunia Arab yang menjadi perhatian warga China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar politik pun menganggap kepemimpinan Komunis di Beijing di bawah tekanan lebih berat dibandingkan tahun-tahun lalu menyusul isu bakal menjalarnya revolusi di dunia Arab ke negara itu. “Saya berharap ada kebijakan baru (pada pidato Wen). Sebab,jika tidak ada itu berarti menunjukkan pemerintah tidak ingin memenuhi keinginan rakyat pada umumnya. Ini bakal menjadi permasalahan besar,”tutur Bao Tong,mantan pejabat senior pemerintah yang pernah dipenjara karena menentang kerusuhan Lapangan Tiananmen pada 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bao,ada dua sikap yang biasa ditunjukkan oleh pemerintah China. “Pertama, jika ada masalah,Anda harus melakukan reformasi dengan cepat.Kedua, adalah penekanan,” papar Bao.Kemudian, sikap mana yang bakal dipimpin China saat ini? “Hanya mereka yang tahu,”ujarnya. Isu inflasi, korupsi, pengangguran, dan kemiskinan memang sepertinya ditutupi dengan keberhasilan ekonomi China secara umum. “Rakyat masih tidak senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kelas atas China yang paling diuntungkan dalam perekonomian China,”tutur analis China Willy Lam dari Universitas China di Hong Kong. Menurut Lam, itu disebut dengan “penyakit mata merah”. Itu berkaitan dengan kecemburuan. “Sebagian besar rakyat China sangat membenci cara komunitas orang kaya mencari uang. Menurut Lam, sepertinya diperlukan agenda mengenai masalah keamanan sosial untuk mengurangi kesenjangan sosial yang dapat berujung pada konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan rakyat China itu telah ditunjukkan dalam demonstrasi yang dilaksanakan dua pekan lalu. Demonstrasi berskala kecil itu diserukan oleh seruan misterius di internet setiap pekan. Menurut Nicholas Bequelin, peneliti China untuk Pemantau Hak Asasi Manusia (HRW),seruan tersebut bisa dikatakan gagal karena tekanan aparat keamanan. Menurut dia,seruan demonstrasi itu pun hanya akan berdampak kecil dalam perubahan politik. Namun,seruan demonstrasi melalui internet merupakan kemajuan bagi generasi muda China.Mereka ingin suara mereka didengar publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini merupakan realitas nyata jejaring sosial dan perilaku generasi digital yang tidak terpikirkan oleh para penduduk China lainnya,” ujarnya kepada AFP. Sementara itu, pemerintah China menyatakan tidak akan meminta maaf atas pemukulan terhadap jurnalis asing yang meliput aksi prodemokrasi pada Minggu (27/2). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jiang Yu mengatakan, jurnalis harus “bekerja sama” dengan otoritas dan menghormati hukum negara jika mereka ingin meminimalkan terjadinya insiden seperti itu di masa depan.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi telah memberikan petunjuk yang masuk akal untuk jurnalis menjelang protes pada Minggu,”tuturnya kepada Reuters. Pasukan keamanan yang hadir dalam jumlah besar di lokasi seluruh negara tempat gerakan demonstrasi China telah mendesak reformasi. Sebelumnya, Duta AS untuk China Besar Jon Huntsman telah berbicara dengan beberapa jurnalis yang melaporkan sedang ditahan. Dia menilai tindakan polisi tidak bisa diterima dan sangat mengganggu. andika hendra m &lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/384760/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-5130402816703963072?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/5130402816703963072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=5130402816703963072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5130402816703963072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5130402816703963072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/03/revolusi-bayangi-kongres-china.html' title='Revolusi Bayangi Kongres China'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-2281582818264509305</id><published>2011-03-02T00:51:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T00:51:05.224-08:00</updated><title type='text'>Malaysia Haramkan Sewa Rahim</title><content type='html'>KUALA LUMPUR – Dewan Nasional Hubungan Agama Malaysia kemarin kembali menegaskan mengharamkan sewa rahim (surrogacy). Penegasan ini kembali diutarakan setelah praktik sewa rahim semakin populer di negara yang mayoritas penduduknya Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada perempuan melakukan sewa rahim,itu berarti ibu asli dari anak tersebut dipertanyakan,” ungkap Mat Jais Kamos dari Departemen Hubungan Islam di Negara Bagian Selangor,Malaysia.“Ini menimbulkan kekacauan dalam hukum Islam, khususnya mengenai hukum warisan. Selain itu, hal ini menimbulkan kesulitan dalam menentukan garis keturunan individu dan hak-hak orang dalam hal warisan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mat Jais mengatakan,fatwa mengharamkan sewa rahim telah disampaikan pada Dewan Nasional Hubungan Agama Islam pada 2008.Namun, fatwa tersebut tidak berkembang luas hingga sekarang. “Berdasarkan hal tersebut, maka segala bentuk hamil yang berkaitan dengan sewa rahim dilarang di bawah hukum Islam,”ungkap Mat Jais kepada AFP. In vitro fertilisation (IVF), menurut Mat Jais, diizinkan selama sperma dan sel telur itu adalah milik pasangan yang menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam Islam, tidak diizinkan sperma dari pria yang telah menikah dipasangkan pada telur perempuan lain yang bukan istrinya,”tuturnya. Mat Jais menegaskan, sewa rahim dianggap sebagai pelanggaran. Sebab,pria tersebut tidak menikah dengan perempuan yang disewa rahimnya. Anak yang dilahirkan perempuan yang menyewakan rahimnya menjadi masalah dalam ikatan pernikahan. Harian The Straits Times melaporkan pada pekan ini bahwa sewa rahim telah berkembang pesat di Malaysia.Namun, masih banyak kelemahan karena tidak adanya aturan mengenai praktik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Masyarakat Ginekolog dan Dokter Kandungan Malaysia Mohamad Farouk Abdullah mengatakan, pihaknya telah mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang disebut dengan Undang-Undang Pelayanan Reproduksi. “Kelompok pekerja cukup diwakili Masyarakat Ginekolog dan Dokter Kandungan, Asosiasi Dokter Anak Malaysia, Asosiasi Kesehatan Islam Malaysia,dan kelompok masyarakat lainnya,”tuturnya. Dia mengungkapkan,RUU diperkirakan selesai pada 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menganggap bahwa ada pandangan yang berbeda dan tidak semua orang akan senang dengan keputusan akhir,”ujarnya kepada The Straits Times. Dalam RUU tersebut akan membahas sewa rahim, bank sperma dan sel telur, serta donasi sperma. Intisari dari yang diajukan adalah bank sperma dan isu kehamilan yang kontroversial untuk memfasilitas orang yang agamanya mengizinkan hal tersebut. “Jika agama Anda tidak mengizinkan hal tersebut, jangan lakukan itu,”tandas Farouk. andika hendra m&lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/384758/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-2281582818264509305?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/2281582818264509305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=2281582818264509305&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2281582818264509305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2281582818264509305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/03/malaysia-haramkan-sewa-rahim.html' title='Malaysia Haramkan Sewa Rahim'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-7784428755247526576</id><published>2011-03-01T03:41:00.001-08:00</published><updated>2011-03-01T03:41:24.432-08:00</updated><title type='text'>Berbagi Ilmu di Dunia Maya</title><content type='html'>laporan utama&lt;br /&gt;Oleh Indah Wulandari, Nina Chairani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersifat universal agar lebih mudah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia maya memiliki potensi untuk apa saja. Saling berbagi ilmu dan bertausiyah juga bisa dilakukan. Maka kemudian, muncul orang-orang yang memanfaatkan dunia maya untuk hal itu. Mereka membuat blog atau sebuah laman. Dari blog yang berisi soal amalan sehari-hari, jilbab, hingga wacana keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andika Hendra Mustaqim (27) menjadi salah satu orang yang membuat blog untuk menuangkan tulisan-tulisannya mengenai Islam. Ia mengawalinya pada 2005. Saat itu, blog memang sedang booming. Semula ia memandang blog sebagai alat untuk curhat seperti diary. Namun akhirnya, ia menggunakannya untuk hal lebih serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sering menulis artikel mengenai Islam di blog," ujar dosen Bina Sarana Informatika ini kepada Republika, Senin (21/2). Konten yang di-posting Andika pada blog-nya, www.nyongandikahendra.blogspot.com selain soal Islam, juga berita aktual internasional hingga promosi bisnis terjemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan, selama ini komentar pembaca blog-nya lumayan. Lalu-lintas posting artikel juga cukup bagus. Tulisan terbarunya adalah  mahfudzot atau majas-majas bahasa Arab yang memiliki nilai Islam yang tinggi. Selain mengembangkan blog-nya sendiri, Andika juga gemar membaca blog Muslim lain berisi pesan kehidupan atau muamalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menulis di blog-nya, ia mengutip sumber-sumber yang jelas, seperti perawi hadis ataupun kitab-kitab kuning yang sudah diterjemahkan. Ia melengkapi tulisannya dengan bahan-bahan yang berasal dari media-media cetak bernapaskan Islam, ceramah agama di majelis zikir, atau mengunduh dari Youtube.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasinya, jelas dia, bisa datang ketika mengaji pada ustaz di masjid atau mushala. Tema khutbah Jumat yang pernah didengarnya pun menjadi bagian dari bahan tulisan yang ia tuangkan di blog. Menurut dia, blog merupakan alat yang paling efektif untuk menyampaikan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, secara luas ia bisa memberikan pemahaman melalui tulisan-tulisan yang dibuatnya, selain itu tulisan yang ada bisa dibandingkan dengan blog-blog Muslim lainnya. Hanya saja ia pun mewanti-wanti agar pembaca blog lebih kritis dan tak segan untuk membandingkan isi antar-blog Muslim, khususnya yang berisi tausiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Membaca artikel Islami di blog harus hati-hati dan harus membandingkannya dengan blog lainnya. Sebab, sifat blog lebih pribadi. Pemahaman mengenai permasalahan Islam pun lebih pribadi," kata Andika berpesan. Blogger Muslim lainnya, Didik Purwanto (27), memilih mensyiarkan akidah Islam dengan pendekatan ala anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusung nama Psycholove Writer dalam www.didikpurwanto.blogspot.com, ia membahas tema-tema kontemporer dengan sisipan pesan agama. "Menulis blog sejak  2005, tulisanku lebih ke dakwah dengan menyitir ayat-ayat Alquran," cetus pria yang menekuni dunia aktivis Islam saat kuliah di Universitas Udayana, Bali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, ia menggunakan akun penacinta.wordpress.com. Seiring waktu, ia pun mengubah tema serta karakter tulisannya. Ia membuat tema lebih universal dan mengombinasikannya pada kegemaran anak muda masa kini. Biasanya, tutur dia, tulisan di blog yang cenderung dakwah saja akan kurang peminatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, aku tetap berdakwah, cuma tak memakai elemen ayat-ayat Alquran. Biar bisa dibaca semua orang tanpa rasa canggung,"ujar mantan kontributor www.baliblogger .com ini. Ia mencontohkan, salah satu tulisannya tentang pencarian cinta sejati. Di dalamnya, ia membahas soal fenomena pacaran di kalangan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tulisannya, ia menyarankan agar tak berpacaran karena banyak mudharatnya. Didik menyelipkan berbagai fakta dampak buruk pacaran sebagai bukti bagi pembaca blog-nya. Fakta-fakta itu terinspirasi dari buku-buku motivasi agama, acara televisi, sampai curhatan teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan gaya tulisan itu mendongkrak statistik pembaca blog-nya. Pageview-nya mencapai 1.000 pembaca dalam sebulan. Dari komentar-komentarnya, mereka banyak menemukan hal-hal kekinian yang terkait nilai agama. "Intinya bisa memberi alternatif wacana yang bebas, tapi bertanggung jawab," ujar Didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, dari segi tulisan ia ingin eksis dengan cirinya sendiri, tapi intinya tetap bisa jadi rahmatan lil alamin dan sesuai dengan kekinian. Ia melihat pula masih besarnya peluang para blogger Muslim memperluas dakwahnya melalui dunia maya. Sementara, Hana Faridl dan Fifi Alvianto juga berbagi ilmu dengan orang lain lewat blog-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengelola HijabScarf.blogspot.com, yang banyak menjadi rujukan para hijaber dan bermula pada 2010. Awalnya, berasal rasa bingung karena sulit menemukan media spesifik yang membahas mode jilbab sesuai gaya mereka. Mereka juga yakin banyak orang yang merasakan hal yang sama. Dari situ akhirnya mereka membuat blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan mereka adalah berbagi semangat berjilbab dan berbusana Muslimah. Dan HijabScarf tak hanya berbagi gaya berpakaian Muslimah. Ada berita fashion, tutorial berjilbab aneka gaya. Yang menarik, ada pula wawancara dengan sejumlah Muslimah yang berisi tentang pengalaman berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian itu, mereka mengungkap kegamangan saat hari-hari pertama hingga akhirnya mantap sepenuhnya berjilbab. Sejak diluncurkan 10 Mei 2010, dalam beberapa bulan terakhir blog mereka sudah menduduki posisi tertinggi untuk media sejenis. Januari ini, hits blog mereka berdua mencapai 500 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fifi dan Hanna tak menduga pengaruh blog mereka. Sejumlah surat elektronik masuk, pengirim mengungkap, setelah membaca HijabScarf, mereka memutuskan berjilbab."Rasanya wooow," cerita Fifi Alvianto (25), salah satu pendiri dan pengelola HijabScarf.blogspot.com. ed: ferry kisihandi&lt;br /&gt;http://koran.republika.co.id/koran/52/129907/Berbagi_Ilmu_di_Dunia_Maya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-7784428755247526576?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/7784428755247526576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=7784428755247526576&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7784428755247526576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7784428755247526576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/03/berbagi-ilmu-di-dunia-maya.html' title='Berbagi Ilmu di Dunia Maya'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-7347011601992094553</id><published>2011-02-17T02:37:00.001-08:00</published><updated>2011-02-17T02:37:26.530-08:00</updated><title type='text'>Lapendos Linguistik Terapan UNJ Menjadi Brand Ambassador Universitas Negeri Jakarta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Z-IKq_3VVso/TVz5pqOdQxI/AAAAAAAAD68/v-zaGwD59ts/s1600/164358_1769766254212_1540907403_1828114_80272_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-Z-IKq_3VVso/TVz5pqOdQxI/AAAAAAAAD68/v-zaGwD59ts/s400/164358_1769766254212_1540907403_1828114_80272_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8NNXY8dNyig/TVz5p0b6fiI/AAAAAAAAD7E/cydVkCfrmbc/s1600/164878_1769771454342_1540907403_1828139_410127_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-8NNXY8dNyig/TVz5p0b6fiI/AAAAAAAAD7E/cydVkCfrmbc/s400/164878_1769771454342_1540907403_1828139_410127_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-64KS_XhS_ZE/TVz5qGq_rFI/AAAAAAAAD7M/V9rB91_DvEU/s1600/167506_1769764374165_1540907403_1828107_8179192_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-64KS_XhS_ZE/TVz5qGq_rFI/AAAAAAAAD7M/V9rB91_DvEU/s400/167506_1769764374165_1540907403_1828107_8179192_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zIvZUrcOa6M/TVz5qQr1CxI/AAAAAAAAD7U/O6kgVBL9qcE/s1600/167754_1769763854152_1540907403_1828103_8008084_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-zIvZUrcOa6M/TVz5qQr1CxI/AAAAAAAAD7U/O6kgVBL9qcE/s400/167754_1769763854152_1540907403_1828103_8008084_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vCcy8-iI2M0/TVz5qkK8EEI/AAAAAAAAD7c/ZYlZ2ND-nhU/s1600/167954_1769770334314_1540907403_1828133_1108295_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-vCcy8-iI2M0/TVz5qkK8EEI/AAAAAAAAD7c/ZYlZ2ND-nhU/s400/167954_1769770334314_1540907403_1828133_1108295_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-7347011601992094553?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/7347011601992094553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=7347011601992094553&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7347011601992094553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7347011601992094553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/02/lapendos-linguistik-terapan-unj-menjadi.html' title='Lapendos Linguistik Terapan UNJ Menjadi Brand Ambassador Universitas Negeri Jakarta'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Z-IKq_3VVso/TVz5pqOdQxI/AAAAAAAAD68/v-zaGwD59ts/s72-c/164358_1769766254212_1540907403_1828114_80272_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-4289203041690373380</id><published>2011-02-17T02:29:00.001-08:00</published><updated>2011-02-17T02:29:05.119-08:00</updated><title type='text'>Mahasiswa Linguistik Terapan UNJ Bersama Prof DR Arief Rachman M.Pd, Dosen Kajian Lintas Budaya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0WisVygycMM/TVz3_LFkFjI/AAAAAAAAD6c/S5ptQxYd8lo/s1600/168194_1769763214136_1540907403_1828100_5895361_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-0WisVygycMM/TVz3_LFkFjI/AAAAAAAAD6c/S5ptQxYd8lo/s400/168194_1769763214136_1540907403_1828100_5895361_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Rkz7ZnYkwF4/TVz3_QzCmxI/AAAAAAAAD6k/sD9KeClFfZY/s1600/179825_1281203566622_1726058884_507940_3208796_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="267" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-Rkz7ZnYkwF4/TVz3_QzCmxI/AAAAAAAAD6k/sD9KeClFfZY/s400/179825_1281203566622_1726058884_507940_3208796_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LpT9br8kvnE/TVz3_vgUgrI/AAAAAAAAD6s/sbnUahZwcZI/s1600/180349_1281203766627_1726058884_507941_4255748_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="267" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-LpT9br8kvnE/TVz3_vgUgrI/AAAAAAAAD6s/sbnUahZwcZI/s400/180349_1281203766627_1726058884_507941_4255748_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Y9tpfO8qp4o/TVz3_5sUbSI/AAAAAAAAD60/xIR93kb-Iy8/s1600/180413_1281203206613_1726058884_507938_842738_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="267" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-Y9tpfO8qp4o/TVz3_5sUbSI/AAAAAAAAD60/xIR93kb-Iy8/s400/180413_1281203206613_1726058884_507938_842738_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-4289203041690373380?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/4289203041690373380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=4289203041690373380&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4289203041690373380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4289203041690373380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/02/mahasiswa-linguistik-terapan-unj.html' title='Mahasiswa Linguistik Terapan UNJ Bersama Prof DR Arief Rachman M.Pd, Dosen Kajian Lintas Budaya'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0WisVygycMM/TVz3_LFkFjI/AAAAAAAAD6c/S5ptQxYd8lo/s72-c/168194_1769763214136_1540907403_1828100_5895361_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-8867197460603330777</id><published>2011-01-30T04:36:00.001-08:00</published><updated>2011-01-30T04:36:17.019-08:00</updated><title type='text'>maaf untuk seorang kawan</title><content type='html'>aku jadi mikir, sepertinya saya adalah orang yang kau maksud dalam setiap kebencian pada status dan note-mu. terus terang, aku jadi mikir. jika memang bukan aku, aku berarti salah. apa yang saya lakukan selama ini seperti menelpon kamu, sms, chatting, dll, adalah sebuah perbuatan yang berlebihan? maaf, kalo jawabannya adalah ya. terus terang, saya jadi nggak enak. pasalnya, aku sudah terbiasa bergaul dengan temen2 cewek, dan semuanya tak ada masalah. aku sudah merasa curiga ketika kamu berterus terang. mungkin, kamu menganggap saya sebagai pria single, seperti tertera di status fb. aku memang single. tapi, saya bukan open relationship. saya suka single, karena saya udah punya pilihan. maaf, jika obrolan saya selama ini memberikan kamu sebuah harapan. aku menolak ajak kamu untuk datang ke rumahmu, itu berarti aku tidak mau dibilangi tetanggamu sebagai "special man". saya sudah menjaga jarak. jika saya sering menelponmu, karena memang saya butuh kawan. maaf, jika ada harapan di hatimu. sumpah aku minta maaf. aku merasa nggak enak dengan banyaknya tulisan di facebook yang menyatakan kekesalan hati dan kekecewaan dengan seorang pria. jika pria itu adalah saya, maka saya minta maaf. jika kamu tetap mengeluh terus yang menjurus ke arah permasalahmu denganku, maka saya pun bisa bersikap. terima kasih &lt;br /&gt;mohon maaf, saya juga sering menulis cerpen, novel, skenario, mengedit roman, dll. saya sedikit paham mengenai bahasa perempuan. mohon maaf jika saya menganggu hidupmu. &lt;br /&gt;versi website bisa dilihat di nyongandikahendra.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-8867197460603330777?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/8867197460603330777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=8867197460603330777&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/8867197460603330777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/8867197460603330777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/maaf-untuk-seorang-kawan.html' title='maaf untuk seorang kawan'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3852678157660428486</id><published>2011-01-26T04:21:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T04:21:18.872-08:00</updated><title type='text'>Mahfudzot</title><content type='html'>UMUR KECANTIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan paling sengsara bagi seorang wanita ialah yang ketika mudanya terkenal sangat cantik. Hal itu karena umur kecantikan sangat pendek.&lt;br /&gt;Sementara itu, masa perbedaan antara wanita cantik dengan wanita yang tidak cantik hanyalah beberapa tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMPAT LARANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap empat macam keburukan : Sombong, dengki, marah (emosional) dan syahwat yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Angkuh dan sombong mencegah orang untuk mematuhi dan menaati perintah dan larangan syariat.&lt;br /&gt;    * Hasud (dengki) mencegah orang untuk menerima nasehat atau memberi nasehat.&lt;br /&gt;    * Marah (emosional) mencegah orang untuk berbuat adil.&lt;br /&gt;    * Mengikuti nafsu syahwat dapat mencegah orang menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAK YANG HARUS ANDA LAKSANAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Hak Allah : Mengagungkan-Nya dan mensyukuri segala nikmat-Nya serta manjauhi syirik.&lt;br /&gt;2.      Hak Penguasa (Pemerintah) : Ketaatan dan kesetiaan anda.&lt;br /&gt;3.      Hak Diri : Giat dan semangat beribada, serta menjauhi perbutan dosa.&lt;br /&gt;4.      Hak Umat : Menjauhi gangguan dan perusakan, serta bergaul dengan baik.&lt;br /&gt;5.      Hak Suami-Istri : Menjaga dalam cinta dan kasih saying serta bergaul dengan ma`ruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIGA MACAM KAWAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Kawan yang selalu menerima kebaikan anda, sedangkan dia tidak member anda kebaikan.&lt;br /&gt;2.      Kawan yang selalu berhitung, yaitu dia berbuat baik kepada anda sesuai dengan kebaikan anda kepadanya.&lt;br /&gt;3.      Kawan yang senang berhubungan dengan anda tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP TAK TENTRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya :&lt;br /&gt;1.      Iri,&lt;br /&gt;2.      Dengki dan&lt;br /&gt;3.      Akhlak buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISIKAN-BISIKAN NAFSU BIRAHI, KEHENDAK, MAKSIAT DAN KEBIASAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukema` besar Ibnul Qayyim, berkata : “Pertahankanlah bisikan yang berdetak agar tetap dihatimu, kalau tidak hal itu akan berubah menjadi buah pikiran. Bila telah berubah, pertahankanlah semampumu agar ia tetap berada dalam pikiranmu. Dan kalau tidak mampu, ia akan menjadi nafsu birahi.&lt;br /&gt;Kendalikan nafsu agar ia tertundukkan dan jika tidak akan lahir rencana buruk dalam bentuk kehendak. Jagalah kehendak itu karena kalau tidak sijaga niscaya akan menjadi perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;Kalau perbuatan maksiat tidak di cegah ia akan menjadi temanmu sebagai suatu kebiasaan dan adalah sulit bagi manusia meninggalkan suatu kebiasaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA MACAM PENCURI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ulama` besar Umar bin Ubaid melewatkan kerumunan orang-orang yang sedang berdiri.&lt;br /&gt;Dia bertanya : “Apa maksud kerumunan orang-orang itu?”&lt;br /&gt;Mereka menjawaab : “Sultan sedang melaksanakan hukukman potong tangan terehadap seoarang pencuri.”&lt;br /&gt;Umar berkata lagi dengan suara lantang : “Laa Illaha Illallah. Pencuri terang-ternagan memotong tangan pencuri yang sembunyi-sembunyi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEPULUH SIFAT KEBURUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Penguasa yang menindas (Dzalim).&lt;br /&gt;2.      Kecurangan kaum bangsawan.&lt;br /&gt;3.      Hakim-hakim yang tidak jujur.&lt;br /&gt;4.      Para Ulama` yang menipu.&lt;br /&gt;5.      Orang-orang baik yang emosional (pemarah).&lt;br /&gt;6.      Orang-orang kaya yang kikir.&lt;br /&gt;7.      Kaum tua yang berbuat maksiat.&lt;br /&gt;8.      Para dokter yang sakit.&lt;br /&gt;9.      Orang fakir yang sombong.&lt;br /&gt;10.  Para qari Al-Qur`an yang menyombongkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA TERBAGI MENJADI TIGA GOLONGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hasan –Al Bashri berkata : “Manusia terbagi atas tiga golongan :&lt;br /&gt;-          Mereka yang mempunyai pendapat dan dimusyawarahkan.&lt;br /&gt;-          Mereka yang mempunyai pendapat, tetapi tidak suka dimusyawarahkan.&lt;br /&gt;-          Mereka yang tidak mempunyai pendapat dan tidak suka bermusyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMPAT MACAM MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Seseorang yang tahu dan mengetahui bahwa dia tahu. Itulah orang alim, maka ikutilah dia.&lt;br /&gt;2.      Seseorang yang tahu dan tidak mengetahu bahwa dia tahu. Itulah orang yang sedang tidur, maka bangunkanlah dia.&lt;br /&gt;3.      Seseorang yang tidak tahu dan mengetahu bahwa dia tidak tahu. Itulah orang yang membutuhkan petunjuk, maka ajarilah dia.&lt;br /&gt;4.      Seseorang yang tidak tahu dan tidak mengetahu bahwa dia tidak tahu. Itulah orang jahil (bodoh), maka jauhilah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIGA JENIS MATA YANG BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis mata yang tidak akan menangis pada hari kiamat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mata yang selalu berjaga-jaga dan bersiaga bertempur dalam jihad di jalan Allah.&lt;br /&gt;   2. Mata yang selalu berpaling dari apa yang diharamkan Allah.&lt;br /&gt;   3. Mata yang selalu menangis di dunia karena takut kepada Allah dan menghaarapkan rahmat pengampunan dan ridho-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGUNCI LIDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncilah lidahmu, kecuali dalam empat perkara:&lt;br /&gt;-          Menjelaskan yang hak.&lt;br /&gt;-          Menumbangkan yang bathil.&lt;br /&gt;-          Mensyukuri nikmat Allah.&lt;br /&gt;-          Mengutarakan hikmah kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENYEPELKAN PERBUATAN MAKSIAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama’ besar ibnu Al-Jauzi berkata: “Mungkin orang yang berbuat maksiat selalu beranggapan positif dan tidak memikirkan dampak negative yang akan menimpanya, karena ia mengandalkan kondisinya yang sehat dan uangnya yang banyak. Padahal, cepat atau lambat perbuatan maksiat itu pasti akan mendatangkan akibat terhadap kesehatan badan dan harta kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENINGKATKAN KEMULIAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang meningkatkan kemuliaan seseorang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memaafkan orang lain dan menghilangkan kesalahannya.&lt;br /&gt;   2. Memberi sesuatu kepada orang lain yang tidak member sesuatu kepadanya.&lt;br /&gt;   3. Menghubungkan silahturahmi dengan orang yang memutuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas – Riya’ – Keserakahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim berkata:&lt;br /&gt;“Tidak akan berkumpul dalam hati seseorang sifat ikhlas, gila pujian (riya’) dan serakah, kecuali seperti berkumpulnya air api atau berkumpulnya biawak dengan ikan.&lt;br /&gt;Apabila anda ingin memiliki sifat ikhlas yang pertama kali anda lakukan ialah melenyapkan sifat serakah, kemudian menghindari sifat riya’ seperti sifat yang dimiliki pecinta dunia yang tidak memperdulikan kehidupkan akherat.&lt;br /&gt;Apabila anda sudah melakukannya, mudahlah bagi anda memperoleh sifat ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKTI KETAKWAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti ketakwaan seorang muslim itu ada tiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bertawakal dengan baik terhadap apa yang belum dicapainya.&lt;br /&gt;   2. Merasa ridho terhadap apa yang diperolehnya.&lt;br /&gt;   3. Bersikap sabar terhadap apa yang liput dari perolehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGIN MATI SAHID DAN MASUK SURGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Rasulullah SAW. Yang baru masuk Islam ikut berperang bersama beliau. Seusai memenagkan peperangan, Rasulullah SAW. membagi-bagikan harta rampasan kepada para pejuang.&lt;br /&gt;Orang itu memperoleh bagiannya dan dengan perasaan terheran-heran, dia bertanya kepada Rasulullah SAW.: “Mengapa aku harus menerima bagian harta ini? Bukan untuk ini aku berjihad, melainkan aku ingin sebuah anak panah menembus leherku ini (sambil menunuk bawah tenggorokannya) lalu aku mati sahid dan masuk surga”&lt;br /&gt;Dalam peperangan berikutnya dia juga ikut serta. Seusai perang Rasulullah SAW. bertanya-tanya tentang orang itu yang ternyata telah gugur. Kemudian Rasulullah SW. mendatangi mayitnya dan melihat sebuah anak panah menembus persis di bagian leher yang pernah ditunjukkannya kepada beliau.&lt;br /&gt;Dengan sangat terharu, Rasulullah SAW. bersabda:”Berbahagialah dia yang telah menginginkan mati sahid dan masuk surge dan kini dia telah memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIQIH DAN HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihyaa ‘ulumuddin berkata:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya masalah hati berada di luar wilayah fiqih. Jika fiqih mencampuri urusan hati, tidak lagi dapat disebut fiqih. Sama halnya jika fiqih ikut campur dalam perkata teologi atau kedokteran, berarti ia telah keluar dari disiplin ilmu tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMPAT WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama yang arif mengatakan:&lt;br /&gt;“Setiap hamba Allah mempunyai empat waktu dan tidak ada kelimanya.&lt;br /&gt;Keempat waktu itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Waktu mendapatkan nikmat.&lt;br /&gt;   2. Waktu mendapat ujian dan cobaan.&lt;br /&gt;   3. Waktu melakukan ketaatan.&lt;br /&gt;   4. Waktu melakukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap waktu tersebut, terdapat hak Allah sebagai Rabmu, yakni waktu beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;Barang siapa waktunya digunakan untuk mendapatkan kenikmatan Allah, jalannya ialah bersyukur kepada-Nya. Barang siapa waktunya mendapat ujian dan cobaan, jalannya ialah ridho dan sabar. Barang siapa waktunya untuk melakukan ketaatan,jalannya ialah anugrah Allah yang member petunjuk. Dan barang siapa waktunya untk melakukan maksiat, jalannya adalah bertaubat dan beristighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANDANG DAN PANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. menyuruh manusia untuk menikmati, memanfaatan, membelanjakan rezeki (harta) yang baik yang telah dianugrahi-Nya kepada mereka.&lt;br /&gt;Firman Allah ta’ala dalam hadist qudsi: “Makanlah sesukamu dan berpakainlah sesukamu. Ada dua hal yang termasuk kesalahanmu, yaitu berlebih-lebihan dan tertipu oleh kebanggaan diri sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB BERBICARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Muqaffa’ berkata kepada anaknya: “Belajarlah menyimak pembicaran orang dengan baik, sebagaimana engkau belajar berbicara dengan baik.”&lt;br /&gt;Diantara menyimak pembicaraan orang dengan baik adalah membiarkannya berbicara sampai selesai, berilah sedikit komentar, tidak memalingkan muka, memandang kepada orang yang berbicara, dan menyadari apa yang diucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAUDARA DAN KAWAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang arif dan bijak bertanya: “Apakah anda mencintai saudara anda?”&lt;br /&gt;Dijawabnya: “Saya tidak mencintai saudaraku kalau dia bukan kawanku.”&lt;br /&gt;Memang benar kadangkala kawan, teman, atau sahabat lebih dicintai dari pada saudara sendiri meskipun sekandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKHLAK MAJIKAN DAN AKHLAK BUDAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Thahir bercerita:&lt;br /&gt;“Pada suatu hari Abu berada di sisi Amirul Mukmin Al-Ma’mun, putra Harun ar-Rasyid. Dia kemudian memanggil pembantunya seorang anak remaja Turki: “Ya ghulam!”&lt;br /&gt;Anak itu datang dan berkata: “Tiap kali saya keluar dari sini, engkau selalu berteriak memanggil-manggil ‘Ya ghulam’. Sampai kapan panggilan ‘Ya ghulam’ kau serukan? Tidaklah seharusnya bagi seorang ghulam saat ini waktu makan dan minum?”&lt;br /&gt;AL-Ma’mun hanya diam dan menunduk kepalanya. Aku mengira anak itu bakal dikenakan hukuman, tetapi ternyata tidak.&lt;br /&gt;Al-Ma’mun kemudian mengangkat kepalanya dan berkata budaknya itu: “Kamu mulai sekarang bebas (merdeka) karena Allah..”&lt;br /&gt;Kemudian Al-Ma’mun berkata: “Wahai Abdullah, jika seorang majikan berakhlak baik, maka akhlak pembantunya menjadi buruk. Dan bila ia berakhlak buruk, maka akhlaknya pembantunya menjadi baik. Namun, tidak sepatutnya kita memperburuk akhlak kita agar akhlak pembantu kita jadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULTAN DAN DUA ORANG GILA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sultan atau raja ingin menghibur dirinya dan tertawa. Lalu dia mengharikan dua orang gila.&lt;br /&gt;Setelah keduanya berbicara, sultan berlagak marah dan minta dibawakan pedang untuk memenggal leher mereka.&lt;br /&gt;Mendengar niat sultan itu, salah seorang dari orang gila itu berkata kepada temannya: “Sebelumnya kita hanya dua orang, tetapi kini kita bertambah menjadi tiga orang.”&lt;br /&gt;Mendengar ucapan itu sultan tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIJRAH DARI AL-QUR’AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata: “Orang yang hijrah dari Al-Qur’an ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Yang tidak mau mendengar dan mengimani Al-Qur’an.&lt;br /&gt;   2. Yang tidak mengamalkan isi Al-Qur’an meskipun dia membaca dan mangimaninya.&lt;br /&gt;   3. Yang tidak mau berhukum dan bertahkim dengan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;   4. Yang tidak mau mendalami dan memahami arti-artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEIMANAN SA’AD YANG KOKOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ad bin Abu Waqash bercerita: “Aku seorang pemuda yang sangat berbakti kepada ibuku. Setelah aku masuk Islam, ibuku bertanya: “Agama apakah yang kamu anuti, wahai Sa’ad?” Aku hanya diam dan tidak menjawab.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, ibu menyuruhku meninggalkan Islam seraya mengancam: “Kalau kamu tidak meninggalkan agamamu yang baru, aku tidak akan makan dan minum sampai aku mati dan orang-orang akan mencelamu sebagai pembunuh ibumu.”&lt;br /&gt;Sehari semalam ibuku tidak makan dan minum. Pada hari kedua, keluargaku menyuruhku menjenguk ibu yang sedang kepayahan.&lt;br /&gt;Aku temui ibuku dan berkata kepadanya: “Demi Allah wahai ibu, andai kata ibu mempunyai seratus nyawa dan keluar satu demi satu sampai habis, aku tidak akan meninggalkan agama Islam. Terserah ibu mau makan atau minum.&lt;br /&gt;Setelah menyadari kekokohan pendirianku, ibu pun akhirnya makan dan minum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKUATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan materi atau fisik meliputi tubuh dan sarana-sarana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan moral atau jiwa merupakan sifat-sifat mental yang selalu dan ingin dimiliki setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan rohani terbentuk dengan adanya kesadaran dan perasaan akan adanya hubungan dengan Allah atau dengan menghayati hubungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib menjadikan kekuatan rihani sebagai harta simpanan yang takkan habis dan sirna, serta sebagai rahasia untuk meraih keberhasilan dan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMPEROLEH HIKMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata: “Jika hati seseorang telah diberi makanan berupa dzikir dan diberi minum berupa tafakur, serta bersih dari penyakit duniawi, akan tampak berbagai keajaiban dan ia akan memperoleh hikmah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAKWAH ISLAMIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Islamiyah mengajarkan si bodoh agar mengeti, mengingat mereka yang lupa, dan memperingatkan yang sombong agar rendah diri dan rendah hati. Kemudian memberi petunjuk kepada yang kafir agar beriman dan yang musrik agar bertauhid, yang maksiat agar bertaubat dan menjadi ahli ibadah, dan yang ahli ibadah agar menjadi ahli sunnah. Dakwah Islamiyah juga membendung arus dakwah jahiliyah modern yang agresif dan destruktif, dengan mempertahankan dan menyebarkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, puncak Dakwah Islamiyah ialah memindahkan manusia dari neraka ke surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATA UANG DARI BATU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Mu’awiyah berkata: “Dari pagi hingga akhir hari aku bekerja memecah batu dengan palu godam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ditanya: “Kalau demikian, anda pasti sangat lelah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Mu’awiyah menjawab: “Ya, benar. Aku minta uang dari tangan orang-orang dan dari batu-batu, ternyata dari batu lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESEP KEKAYAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rockfeller adalah orang kaya sedunia pada masanya, dia ditanya oleh salah seorang kawannya: “Bagaimana cara anda dapat meraih kekayaan yang demikian melimpahnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rockfeller menjawab: “Aku meraihnya dengan empat cara. Yang harus dilakukan oleh orang yang ingin menyimpan harta, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jangan membeli barang apa-pun kecuali yang darurat (sangat dibutuhkan).&lt;br /&gt;   2. Menabungkan sebagian dari uang hasil usahanya.&lt;br /&gt;   3. Harus selalu berlaku jujur, terpercaya, dan teliti serta cermat dalam pekerjaan.&lt;br /&gt;   4. Membuang jauh-jauh segala adat-istiadat (kebiasaan) yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKAL – SYAHWAT – NAFSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri anda terhimpun akal dan budi malaikat, syahwat hewan, dan hawa nadsu setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mampu mengendalikan dan menguasai syahwat maupun hawa nasfu, anda berkedudukan lebih tinggi dari pada malaikat. Namun, jika anda dikuasai oleh syahwat dan hawa nafsu, anda berkedudukan lebih rendah dari pada hewan dan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, anjing pemburu yang terdidik behkan mampu menahan nafsu seleranya untuk tidak memakan hewan yang ditangkapnya. Dia mengharamkan bagi dirinya binatang tangkapan itu, kemudian ia serahkan kepada majikannya untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUNIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama sebagian besar umat manusia kini adalah meraih kesuksesan duniawi tanpa memperdulikan dari sumber manapun datangnya. Hati, lidah, dan seluruh anggota tubuh mereka sibuk siang-malam mencari kepentingan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ursan duniawi itulah, mendurhakai kedua orang tuanya dan memutuskan hubungan persaudaraan meskipun dengan saudara kandungnya. Karena urusan duniawi pula, seseorang rebut dengan tetangganya dan orang-orang yagn memiliki kaitan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan dan kepentingan duniawi juga menyebabkan umat manusia kini hidup dalam kegelisahan, ketakutan, dan ancaman mala-petaka. Kepentingan duniawi kini telah melenakan manusia dari mengingat Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi Rizki. Apabila mereka shalat, jasad-jasmaninya hadir, tetapi hatinya hanyut dalam urusan dan kepentingan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh nyata, kunjungilah pengadilan-pengadilan, anda akan menyaksikan keganjilan dan keanehan perilaku manusia. Penyebab yang paling utama ialah cinta duniawi yang belebih-lebihan sehingga mereka terjerumus dan hanyut kedalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa Alaihissalam melewati kerumunan orang-orang Yahudi yang ketika melihatnya, melontarkan kata-kata kotor dak keji. Akan tetapi, Nabi Isa justru membalasnya dengan kata-kata yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, Nabi Isa ditanya: “Mereka melontarkan kata-kata yang buruk dan keji, mengapa engkau membalasnya dengan kata-kata yang baik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa a.s. menjawab: “Masing-masing menginfakkan dari apa yang dimilikinya.”&lt;br /&gt;http://giggsowen.student.umm.ac.id/islam/mahfudzot/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3852678157660428486?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3852678157660428486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3852678157660428486&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3852678157660428486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3852678157660428486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/mahfudzot.html' title='Mahfudzot'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3046306866467042747</id><published>2011-01-26T04:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T04:17:38.904-08:00</updated><title type='text'>Mahfudzot (Belajar Majas Arab)</title><content type='html'>1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ&lt;br /&gt;1. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ&lt;br /&gt;2. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.&lt;br /&gt;3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ&lt;br /&gt;3. Barang siapa sabar beruntunglah ia.&lt;br /&gt;4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ&lt;br /&gt;4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.&lt;br /&gt;5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ&lt;br /&gt;5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.&lt;br /&gt;6. مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ&lt;br /&gt;6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.&lt;br /&gt;7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ&lt;br /&gt;7. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.&lt;br /&gt;8. الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ&lt;br /&gt;8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.&lt;br /&gt;9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا&lt;br /&gt;9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.&lt;br /&gt;10. اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ&lt;br /&gt;10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.&lt;br /&gt;11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ&lt;br /&gt;11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.&lt;br /&gt;12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ&lt;br /&gt;12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.&lt;br /&gt;13. العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ&lt;br /&gt;13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.&lt;br /&gt;14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ&lt;br /&gt;14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.&lt;br /&gt;15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ&lt;br /&gt;15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).&lt;br /&gt;16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ&lt;br /&gt;16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.&lt;br /&gt;17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ&lt;br /&gt;17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.&lt;br /&gt;18. العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ&lt;br /&gt;18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.&lt;br /&gt;19. لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ&lt;br /&gt;19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.&lt;br /&gt;20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا&lt;br /&gt;20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.&lt;br /&gt;21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر&lt;br /&gt;21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.&lt;br /&gt;22. الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ&lt;br /&gt;22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.&lt;br /&gt;23. لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً&lt;br /&gt;23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.&lt;br /&gt;24. الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ&lt;br /&gt;24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.&lt;br /&gt;25. سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ&lt;br /&gt;25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).&lt;br /&gt;26. آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ&lt;br /&gt;26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.&lt;br /&gt;27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي&lt;br /&gt;27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.&lt;br /&gt;28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ&lt;br /&gt;28. Bencana ilmu itu adalah lupa.&lt;br /&gt;29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ&lt;br /&gt;29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.&lt;br /&gt;30. لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ&lt;br /&gt;30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.&lt;br /&gt;31. أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ&lt;br /&gt;31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.&lt;br /&gt;32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ&lt;br /&gt;32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).&lt;br /&gt;33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ&lt;br /&gt;33. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.&lt;br /&gt;34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا&lt;br /&gt;34. Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.&lt;br /&gt;35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ&lt;br /&gt;35. Musuh yang pandai, lebih baik daripada&lt;br /&gt;36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ&lt;br /&gt;36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.&lt;br /&gt;37. اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ&lt;br /&gt;37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.&lt;br /&gt;38. لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ&lt;br /&gt;38. Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.&lt;br /&gt;39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ&lt;br /&gt;39. Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.&lt;br /&gt;40. خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ&lt;br /&gt;40. Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.&lt;br /&gt;41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ&lt;br /&gt;41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.&lt;br /&gt;42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ&lt;br /&gt;42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.&lt;br /&gt;43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ&lt;br /&gt;43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).&lt;br /&gt;44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا&lt;br /&gt;44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.&lt;br /&gt;45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ&lt;br /&gt;45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.&lt;br /&gt;46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ&lt;br /&gt;46. Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.&lt;br /&gt;47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ&lt;br /&gt;47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.&lt;br /&gt;48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ&lt;br /&gt;48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.&lt;br /&gt;49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا&lt;br /&gt;49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.&lt;br /&gt;50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ&lt;br /&gt;50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.&lt;br /&gt;51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا&lt;br /&gt;51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).&lt;br /&gt;52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ&lt;br /&gt;52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ&lt;br /&gt;53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).&lt;br /&gt;54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً&lt;br /&gt;54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.&lt;br /&gt;55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ&lt;br /&gt;55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.&lt;br /&gt;56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ&lt;br /&gt;56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.&lt;br /&gt;57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً&lt;br /&gt;57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.&lt;br /&gt;58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ&lt;br /&gt;58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.&lt;br /&gt;59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ&lt;br /&gt;59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan&lt;br /&gt;60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ&lt;br /&gt;60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.&lt;br /&gt;61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ&lt;br /&gt;61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.&lt;br /&gt;62. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ&lt;br /&gt;62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.&lt;br /&gt;63. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ&lt;br /&gt;63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.&lt;br /&gt;64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ&lt;br /&gt;64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :&lt;br /&gt;1). Kecerdasan&lt;br /&gt;2). Kethoma’an (terhadap ilmu)&lt;br /&gt;3). Kesungguhan&lt;br /&gt;4). Harta benda (bekal)&lt;br /&gt;5). Mempergauli guru&lt;br /&gt;6). Waktu yang panjang&lt;br /&gt;65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً&lt;br /&gt;65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.&lt;br /&gt;66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى&lt;br /&gt;66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.&lt;br /&gt;67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ&lt;br /&gt;67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.&lt;br /&gt;68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ&lt;br /&gt;68. Kebersihan itu sebagian dari iman.&lt;br /&gt;69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ&lt;br /&gt;69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.&lt;br /&gt;70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً&lt;br /&gt;70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.&lt;br /&gt;71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ&lt;br /&gt;71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.&lt;br /&gt;72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ&lt;br /&gt;72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.&lt;br /&gt;73. دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ&lt;br /&gt;73. Obatilah kemarahan itu dengan diam&lt;br /&gt;74. الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ&lt;br /&gt;74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.&lt;br /&gt;75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً&lt;br /&gt;75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.&lt;br /&gt;76. سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ&lt;br /&gt;76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.&lt;br /&gt;77. قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ&lt;br /&gt;77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.&lt;br /&gt;78. صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ&lt;br /&gt;78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.&lt;br /&gt;79. عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ&lt;br /&gt;79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.&lt;br /&gt;80. خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ&lt;br /&gt;80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.&lt;br /&gt;81. كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ&lt;br /&gt;81. Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.&lt;br /&gt;82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ&lt;br /&gt;82. Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.&lt;br /&gt;83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ تَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ&lt;br /&gt;83. Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.&lt;br /&gt;84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ&lt;br /&gt;84. Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan.&lt;br /&gt;85. الحَسُوْدُ لاَ يَسُوْدُ&lt;br /&gt;85. Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.&lt;br /&gt;86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا&lt;br /&gt;86. Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya.&lt;br /&gt;87. إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ&lt;br /&gt;Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka.&lt;br /&gt;فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ # فَإِنَّكَ غَافْرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ&lt;br /&gt;Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar.&lt;br /&gt;ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ&lt;br /&gt;Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.&lt;br /&gt;وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ&lt;br /&gt;Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.&lt;br /&gt;إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ&lt;br /&gt;Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu.&lt;br /&gt;فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ # فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ&lt;br /&gt;Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun.&lt;br /&gt;Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?&lt;br /&gt;sumber: http://nitigama.wordpress.com/2010/02/12/mahfudzot-kelas-1/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3046306866467042747?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3046306866467042747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3046306866467042747&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3046306866467042747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3046306866467042747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/mahfudzot-belajar-majas-arab.html' title='Mahfudzot (Belajar Majas Arab)'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-5772631628884226632</id><published>2011-01-23T04:18:00.001-08:00</published><updated>2011-01-23T04:18:16.477-08:00</updated><title type='text'>hebat</title><content type='html'>&lt;a href="http://andikahendramustaqim.blogspot.com"&gt;andikahendramustaqim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-5772631628884226632?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/5772631628884226632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=5772631628884226632&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5772631628884226632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5772631628884226632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/hebat.html' title='hebat'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3541935890285528724</id><published>2011-01-20T00:56:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T00:56:17.501-08:00</updated><title type='text'>LAPENDOS dari UNJ</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTf4LPI6xEI/AAAAAAAAD5M/u5NB58avpB8/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTf4LPI6xEI/AAAAAAAAD5M/u5NB58avpB8/s400/1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTf4LV1hyLI/AAAAAAAAD5U/rp20W6sCxXU/s1600/DSC01681.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTf4LV1hyLI/AAAAAAAAD5U/rp20W6sCxXU/s400/DSC01681.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTf4LoHMINI/AAAAAAAAD5c/oEe7TxzpnF4/s1600/DSC01771.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTf4LoHMINI/AAAAAAAAD5c/oEe7TxzpnF4/s400/DSC01771.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3541935890285528724?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3541935890285528724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3541935890285528724&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3541935890285528724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3541935890285528724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/lapendos-dari-unj.html' title='LAPENDOS dari UNJ'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTf4LPI6xEI/AAAAAAAAD5M/u5NB58avpB8/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-2614985958162563470</id><published>2011-01-20T00:35:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T00:35:21.874-08:00</updated><title type='text'>Gaya Anak Applied Linguistics UNJ</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzaig0QwI/AAAAAAAAD4k/e_I00Ri3iIE/s1600/DSC01672.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzaig0QwI/AAAAAAAAD4k/e_I00Ri3iIE/s400/DSC01672.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzbEWsNLI/AAAAAAAAD4s/vCFoyrI_Gqg/s1600/DSC01673.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzbEWsNLI/AAAAAAAAD4s/vCFoyrI_Gqg/s400/DSC01673.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzbRL_QVI/AAAAAAAAD40/eOAvZ_ZJwaQ/s1600/DSC01677.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzbRL_QVI/AAAAAAAAD40/eOAvZ_ZJwaQ/s400/DSC01677.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzb0NXzKI/AAAAAAAAD48/w9supFs6KB0/s1600/DSC01679.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzb0NXzKI/AAAAAAAAD48/w9supFs6KB0/s400/DSC01679.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzcElJjxI/AAAAAAAAD5E/TbxPzuyKRFw/s1600/DSC01680.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzcElJjxI/AAAAAAAAD5E/TbxPzuyKRFw/s400/DSC01680.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-2614985958162563470?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/2614985958162563470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=2614985958162563470&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2614985958162563470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2614985958162563470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/gaya-anak-applied-linguistics-unj.html' title='Gaya Anak Applied Linguistics UNJ'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TTfzaig0QwI/AAAAAAAAD4k/e_I00Ri3iIE/s72-c/DSC01672.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-8668175728236446168</id><published>2011-01-20T00:03:00.003-08:00</published><updated>2011-01-20T00:03:59.745-08:00</updated><title type='text'>Makna dan Bentuk Penerjemahan</title><content type='html'>We define meaning as the total network of relation s entered into by any linguistic form- text, item-in-text, structure, element of structure, class, term in system – or whatever it may be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Catford, 1980:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna merupakan bagian sentral sebuah aktifitas penerjemahan. Sebagian besar pakar penerjemahan melibatkan unsur makna (meaning) atau pesan (message) dalam definisinya tentang penerjemahan. Larson, misalnya, dalam bukunya menyatakan bahwa penerjemahan merupakan proses memindahkan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Secara explicit Larson menyatakan bahwa inti dari penerjemahan adalah pemindahan pesan. Pada bagian lain bukunya Larson juga menyebutkan bahwa penerjemahan pada dasarnya merupakan perubahan bentuk. Dari dua pernyataannya kita bisa menarik kesimpulan bahwa ada yang berubah dalam proses penerjemahan tapi ada juga yang harus tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penerjemahan diawali dengan mengidentifikasi leksikon, struktur gramatikal, situasi komunikasi dan konteks struktural teks bahasa sumber. Tahap selanjutnya adalah menganalisa untuk mendapatkan makna teks tersebut, baru kemudian merekonstruksi makna yang sama ini dengan menggunakan leksikon dan struktur gramatika yang sesuai dengan bentuknya yang berterima dalam bahasa sasaran (Larson, 1984:2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dikutip dari Larson, 1984)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain dalam prosesnya, seorang penerjemah mengubah struktur permukaan (surface structure) sebuah teks yaitu kata frasa klausa dan kalimat dalam rangka menyampaikan semirip mungkin struktur dalam (deep structure) teks bahasa sumber, yaitu makna, pesan atau informasi. Artinya, yang berubah dalam penerjemahan adalah struktur permukaan sementara struktur dalam yaitu makna justru dipertahankan semaksimal mungkin. It is meaning which is being transferred and must be constant (Larson, 1984:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diketahui seorang penerjemah dalam proses rekonstruksi bentuk bahasa sumber ke bentuk bahasa sasaran adalah bahwa setiap bahasa punya cara yang berbeda dalam menyampaikan sebuah pesan yang sama. Perbedaan itu bisa pada tataran leksis maupun tataran gramatika. Untuk menyatakan informasi yang sama, misalnya bahwa si pembicara menderita pusing, seorang pembicara bahasa Inggris akan mengatakan, “I have a dizzy”. Orang Indonesia mungkin akan mengatakan, “Kepala saya pusing”. Sementara orang Jawa mengatakan, “Sirahku mumet”. Artinya apabila kita menerjemahkan kalimat bahasa Inggris di atas dengan terjemahan literal, “Saya mempunyai rasa pusing” atau “aku nduwe rasa mumet” maka penutur bahasa Indonesia dan Jawa akan merasa kalimat itu tidak lazim bahkan mungkin pada kasus-kasus tertentu akan terjadi kesalahpahaman. Pengunaan leksis mempunyai untuk menyatakan rasa sakit tentu tidak lazim atau tidak berterima dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa. Pada tataran gramatika, sintaksis, jelas bahasa Inggris menggunakan struktur kalimat verbal sementara bahasa Indonesia dan Jawa memilih menggunakan kalimat nominal. Pilihan ini sama skali bersifat arbriter. Seorang penerjemah tidak bisa selalu terikat oleh bentuk leksikal maupun gramatikal bahasa sumbernya. Bila ia gagal melakukannya maka hasil terjemahan akan terdengar tidak wajar menurut penutur bahasa sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tataran leksis kata merupakan sebuah paket komponen makna yang di kombinasikan pada elemen leksis. Sementara komponen makna dikemas secara berbeda pada setiap bahasa (Larson, 1984:55). Proses penerjemahan juga menjadi rumit mengingat tidak ada kata yang mempunyai mempunyai komponen makna persis dari satu bahasa ke bahasa lain. There is no one-to-one correspondence between orthobraphic words and elements of meaning within or across language. (Baker, 1992:11) Jadi seorang penerjemah harus mengurai komponen makna sebuah kata BSU sebelum dia merepresentasikannya kembali kedalam BSA. Kata stallion misalnya mengandung komponen makna kuda dan jantan. ketika kita menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia tidak memiliki sebuah kata yang mengandungi kedua komponen makna tersebut, kita ‘terpaksa’ menggunakan dua kata yaitu ‘kuda jantan’ untuk merepresentasikan kata stallion. Ini terjadi mungkin karena kultur bahasa Inggris berkecimpung banyak dalam bidang perkudaan sehingga mereka mempunyai leksis yang kaya dalam bidang ini. Palmer dalam Baker menyatakan bahwa kata-kata pada sebuah bahasa tidak merefleksikan realitas dunia, melainkan merupakan cerminan ketertarikan orang-orang pemakai bahasa tersebut. (Baker, 1992:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus-kasus yang lebih kompleks, seorang penerjemah harus sangat berhati-hati ketika beurusan dengan makna.Mengalihkan bentuk sebuah bahasa secara literal kedalam bentuknya pada bahasa lain sering akan mengubah maknanya sama sekali (Larson, 1984:19) Ini juga yang membuat peroses penerjemahan menjadi kompleks, terutama ketika seorang penerjemah berhadapan dengan bentuk-bentuk metafora atau makna konotatif. Kalimat ‘He is like a dog’ secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti ‘Dia seperti anjing’. Pernerjemahan di atas jelas menimbulkan bias makna yang fatal. Makna ‘dia orang yang sangat setia’ menjadi hilang, tidak tersampaikan, karena penerjemah tidak berhasil menangkap makna dan pesan dari kalimat tersebut. Mestinya seorang penerjemah akan berusaha mencari maksud dari ungkapan itu dengan cara memahami budaya teks bahasa sumber. Makna yang menggambarkan kesetiaan tertangkap bila kita memahami bahwa anjing merupakan symbol kesetiaan dari kultur barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus lain, misalnya, seperti yang dicotohkan Suryawinata (2003) sebuah ungkapan pada kitab injil dalam versi bahasa Inggris terdapat sebuah ungkapan “lamb of God” yang dalam bahasa Indonesia bias diartikan “domba Allah. Penerjemahan kata “lamb” menjadi “domba’ dalam bahasa Indonesia tidak menjadi masalah karena dalam metafora bahasa Indonesia kata “domba” mengandung pesan suatu gambaran ketidakberdosaan. Ketika ungkapan ini diterjemahkan ke dalam bahasa orang Eskimo, penerjemahan “lamb” menjadi domba dalam bahasa mereka menjadi bermasalah karena dalam keseharian mereka tidak mengenal domba. Seorang penerjemah, oleh karena itu, harus mencari kata, dalam bahasa mereka, yang bisa merepresentasikan makna “ketidakberdosaan”. Kata “anjing laut” dipilih untuk padanan kata”lamb” karena dianggap bias merepresentasikan makna di atas sehingga bentuk terjemahan dalam bahasa orang Eskimo ungkapan “lamb of God” menjadi “anjing laut Tuhan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pilihan bentuk leksis maupun gramatika dari satu bahasa dan bahasa lainnya menyadarkan seorang penerjemah untuk slalu berhati-hati dalam memindahkan teks bahasa sumber ke dalam teks bahasa sasaran. Jelaslah kiranya bahwa kesamaan bentuk dan makna yang sepenuhnya sejajar sulit dijumpai dalam penerjemahan. (Machali, 2000:144)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-8668175728236446168?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/8668175728236446168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=8668175728236446168&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/8668175728236446168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/8668175728236446168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/makna-dan-bentuk-penerjemahan.html' title='Makna dan Bentuk Penerjemahan'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-165162827767338951</id><published>2011-01-20T00:03:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T00:03:26.195-08:00</updated><title type='text'>Makna Referensial dan Makna Organisasional dalam Penerjemahan</title><content type='html'>Ketika kita mendengar kata kursi, yang terbayang dalam pikiran kita adalah sebuah tempat untuk duduk, terbuat dari kayu atau lainnya. Kita menyebut benda itu kursi karena orang orang mengatakannya demikian. Kata kursi mengacu pada benda pada pengalaman sehari-hari kita, maka dari itu kita sebut makna acuan/referensial. Ini merupakan jenis makna yang paling pokok dan menjadi acuan sebuah kata sebelum kita menghubungkannya dengan makna-makna yang lain. Beberapa pakar lain, seperti Nababan dan suryawinata, menyebut ini dengan nama makna leksikal atau makna seperti yang tertera di dalam kamus. Makna referensial atau leksikal bersifat mandiri. Artinya, makna referensial atau leksikal bersifat individual yang membedakannya dengan kata lain seperti yang disampaikan Zgusta dalam Baker (1992:12) bahwa setiap kata atau unit leksikal mempunyai sesuatu yang bersifat individual yang membuatnya berbeda dengan kata lain dan makna leksikallah yang merupakan perangkat individual yang paling outstanding dari sebuah kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna referensial disusun kedalam sebuah struktur semantic. Bundelan informasi ini dikemas dan kemudian bersama dengan unsure-unsur leksikal lain disusun untum membentuk sebuah struktur yang lebih besar. Ini bisa dari sebuah kata monomorphemic menjadi kata lain yang polymorphemic misalnya ‘besar’ menjadi membesar atau dari sebuah kata menjadi frasa, klause kalimat dan seterusnya. Ketika sebuah unit leksikal kemudian diletakan kedalam sebuah struktur gramatikal yang lebih besar maka timbulah makna gramatikal atau makna organisasional. Sperti yang di sampaikan oleh suryawnata (2003) bahwa makna gramatikal adalah makna yang yang diperoleh dari bentukan, atau susunan atau urutan kata dalam frasa atau kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna gramatikal atau organisasional juga menentukan acuan sebuah kata pada sebuah kalimat. Makna ini bisa ditandai denga deictic, pengulangan, pengelompokan atau perangkat lain pada struktur gramatikal sebuah tekx (Larson, 1982: 37). Dari dua proposisi Marry peeled an apple dan Marry ate an apple, kita bias membuat beberapa pernyataan sekaligus. Bila yang kita maksud hanya ada satu Marry dan satu apel, kita akan menyusunya menjadi: Marry peeled an apple and then she ate it. Penggunaan pronominal she dan it menunjukan bahwa hanya ada satu Marry dan satu apel. Tapi bila yang kita maksud ada satu Marry dan dua apel yang berbeda kita myesunnya sebagai berikut; Marry peeled an apple but she ate another one. Demikian juga apabila yang kita maksud ada dua Marry dan satu apel, maka kita menyusunnya menjadi: Marry peeled an apple and then the other Marry ate it. (Larson, 1984:37)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-165162827767338951?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/165162827767338951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=165162827767338951&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/165162827767338951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/165162827767338951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/makna-referensial-dan-makna.html' title='Makna Referensial dan Makna Organisasional dalam Penerjemahan'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-7292177059765356425</id><published>2011-01-20T00:02:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T00:02:56.569-08:00</updated><title type='text'>Makna Situasional/Kontekstual dan Makna Tekstual dalam Penerjemahan</title><content type='html'>Ketika memahami sebuah teks pemahaman kita tidak mungkin hanya berhenti pada makna referensial dan organisasional karena pesan sebuah teks lahir dari suatu situasi kemunikasi yang spesifik. Larson (1984) mengatakan bahwa situasi di mana sebuah kata digunakan juga sangat penting terhadap makna keseluruhan sebuah kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna juga kemudian muncul secara berbeda tergantung siapa yang berbicara, siapa yang diajak bicara dan dalam situasi seperti apa teks itu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lebih jauh makna sebuah teks maupun ujaran juga dipengaruhi oleh latar belakang kultural serta status sosial masing-masing yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut. Ungkapan “White as a snow” akan sulit di pahami oleh seseorang yang hidup di wilayah yang tidak mengenal salju. Seorang penerjemah harus berpikir keras mencari sifat apa yang disimbolkan dari kata salju dan kemudian mencari padanannya yang sedekat mungkin sesuai dengan kultur bahasa target. “Putih seputih kapas” mungkin padanan yang paling mendekati untuk bahasa di mana masyarakatnya mempunyai basis kultur agraris. Untuk bahasa dengan basis kultur yang berbeda mungkin “putih seputih awan” menjadi padanan yang tepat. Seorang penerjemah harus menyadari sebuah kata atau ungkapan oleh konteks situasi atau budaya (Larson, 1984:131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna sebuah kata juga ditentukan oleh hubungannya dengan unit-unit lain pada sebuah teks. Suryawinata (2003) mangatakan bahwa makna tekstual adalah makna yang timbul dari stuasi atau konteks di mana frasa, kalimat atau ungkapan tersebut dipakai. Bahkan perbedaan genre suatu teks pun ikut menentukan makna seperti yang dikatakan Nababan (2003) bahwa makna tekstual berkaitan dengan isi suatu teks atau wacana dan perbedaan jenis teks dapat pula menimbulkan makna suatu kata menjadi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata bear, misalkan, ketika muncul pada teks yang berbeda akan memperoleh makna yang berbeda pula. Seperti yang dicontohkan oleh Machali (2000):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) I can’t bear it anymore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) She can’t bear children, since her womb was removed during a cancer operation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) He shot a bear among the trees.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh nomer satu di atas nampak kata ‘bear’ berarti ‘tahan’ atau lengkapnya ‘Saya tidak tahan lagi’. Sementara pada kalimat kedua ‘bear’ berarti ‘melahirkan’, dalam konteks melahirkan bayi. Bahkan pada kalimat ketiga kata yang sama ‘bear’ berfungsi sebagai kata benda yang berarti ‘beruang’. Seorang penerjemah yang tidak memperhatikan bagaimana sebuah kata muncul bersama kata-kata lainnya di dalam teks akan mengalami kesulitan untuk menentukan makna yang tepat sebuah kata. Bahkan pada kasus-kasus tertentu bisa berakibat fatal bagi proses penerjemahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-7292177059765356425?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/7292177059765356425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=7292177059765356425&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7292177059765356425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7292177059765356425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/makna-situasionalkontekstual-dan-makna.html' title='Makna Situasional/Kontekstual dan Makna Tekstual dalam Penerjemahan'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-4690178669295199964</id><published>2011-01-20T00:01:00.001-08:00</published><updated>2011-01-20T00:01:17.086-08:00</updated><title type='text'>Metode dan Teknik Penerjemahan</title><content type='html'>Terlepas dari perbedaan-perbedaan yang ada, setiap pakar penerjemahan mengelompokkan penerjemahan-penerjemahan di bawah ini ke dalam jenis, metode atau teknik. Peneliti, dalam hal ini, mengadopsi pendapat Newmark (1988) dalam pengelompokan metode penerjemahan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) istilah metode diartikan sebagai cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan (2005:740).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan batasan istilah metode penerjemahan (Translation Method), Molina dan Albir (2002:507) menyatakan bahwa ”Translation method refers to the way of a particular translation process that is carried out in terms of the translator’s objective, i’e., a global option that affects the whole texts”. Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode penerjemahan lebih cenderung pada sebuah cara yang digunakan oleh penerjemah dalam proses penerjemahan sesuai dengan tujuannya, misalnya sebuah opsi global penerjemah yang mempengaruhi keseluruhan teks. Jadi metode penerjemahan sangat mempengaruhi hasil terjemahan. Artinya hasil terjemahan teks sangat ditentukan oleh metode penerjemahan yang dianut oleh penerjemah karena maksud, tujuan dan kehendak penerjemah akan berpengaruh terhadap hasil terjemahan teks secara keseluruhan. Hal tersebut diperkuat oleh pendapat Newmark dalam Ordudary (2007:1) yang menyatakan: “[w]hile translation methods relate to whole texts, translation procedures are used for sentences and the smaller units of language”. Selanjutnya Newmark (1988:45) telah mengelompokkan metode-metode penerjemahan berikut ke dalam dua kelompok besar. Empat metode pertama lebih ditekankan pada Bsu, yaitu Word-for-word translation, Literal translation, Faithful translation, dan Semantic translation dan empat metode kedua lebih ditekankan pada Bsa, Adaptation, Free translation, Idiomatic translation, dan Communicative translation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penerjemahan Kata-demi-kata&lt;br /&gt;Dalam metode penerjemahan kata-demi-kata (word-for-word translation), biasanya kata-kata Tsa langsung diletakkan di bawah versi Tsu atau disebut dengan interlinear translation. Metode penerjemahan ini sangat terikat pada tataran kata, sehingga susunan kata sangat dipertahankan. Dalam melakukan tugasnya, penerjemah hanya mencari padanan kata Bsu dalam Bsa. Susunan kata dalam kalimat terjemahan sama persis dengan susunan kata dalam kalimat Bsu. Setiap kata diterjemahkan satu-satu berdasarkan makna umum atau di luar konteks, sedangkan kata-kata yang berkaitan dengan budaya diterjemahkan secara harfiah. Umumnya metode ini digunakan pada tahapan prapenerjemahan pada saat penerjemah menerjemahkan teks yang sukar atau untuk memahami mekanisme Bsu. Jadi metode ini digunakan pada tahap analisis atau tahap awal pengalihan. Biasanya metode ini digunakan untuk penerjemahan tujuan khusus, namun tidak lazim digunakan untuk penerjemahan yang umum. Kecuali jika struktur kalimat bahasa Inggris sama dengan struktur kalimat bahasa Indonesia (lihat contoh nomor 3 dan 4 di bawah ini) (Catford, 1978:25; Soemarno, 1983:25; Newmark, 1988:45-46; Machali, 2000:50-51; Nababan, 2003:30).&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa contoh hasil terjemahan yang menggunakan contoh metode penerjemahan kata-demi-kata menurut beberapa pakar tersebut di atas:&lt;br /&gt;1. Tsu : Look, little guy, you-all shouldn’t be doing that.&lt;br /&gt;Tsa : *Lihat, kecil anak, kamu semua harus tidak melakukan ini.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil terjemahan tersebut, kalimat Tsu yang dihasilkan sangatlah rancu dan janggal karena susunan frase “kecil anak” tidak berterima dalam tatabahasa Indonesia dan makna frase “harus tidak” itu kurang tepat. Seharusnya kedua frase tersebut menjadi “anak kecil” dan “seharusnya tidak”. Demikian pula dengan kata “that” yang sebaiknya diterjemahkan menjadi “itu” bukan “ini”. Sehingga alternative terjemahan dari kalimat tersebut menjadi:&lt;br /&gt;‘Lihat, anak kecil, kamu semua seharusnya tidak melakukan itu.’&lt;br /&gt;2. Tsu : I like that clever student.&lt;br /&gt;Tsa : *Saya menyukai itu pintar anak.&lt;br /&gt;Hasil terjemahannya tidak berterima dalam bahasa Indonesia karena susunan kata yang benar bukan ’itu pintar anak’ tetapi ’anak pintar itu’, sehingga kalimat yang benar seharusnya: ”Saya menyukai anak pintar itu.”&lt;br /&gt;3. Tsu : I will go to New York tomorrow.&lt;br /&gt;Tsa : Saya akan pergi ke New York besok.&lt;br /&gt;4. Tsu : Joanne gave me two tickects yesterday.&lt;br /&gt;Tsa : Joanne memberi saya dua tiket kemarin.&lt;br /&gt;Hasil terjemahan kalimat ke-3 dan ke-4 tidak separah hasil terjemahan kalimat ke-1 dan ke-2 karena struktur kalimat dari kedua teks tersebut hampir sama. Artinya bahwa hasil terjemahan kedua kalimat tersebut masih dalam kategori berterima walaupun masih terasa janggal. Walaupun demikian ada beberapa alternatif hasil terjemahan yang tampak lebih alamiah dan berterima misalnya:&lt;br /&gt;3. ‘Besok pagi saya akan pergi ke New York.’&lt;br /&gt;4. ‘Kemarin Joanne memberiku dua buah tiket.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penerjemahan Harfiah&lt;br /&gt;Penerjemahan harfiah (literal translation) atau disebut juga penerjemahan lurus (linear translation) berada di antara penerjemahan kata-demi-kata dan penerjemahan bebas (free translation). Dalam proses penerjemahannya, penerjamah mencari konstruksi gramatikal Bsu yang sepadan atau dekat dengan Bsa. Penerjemahan harfiah ini terlepas dari konteks. Penerjemahan ini mula-mula dilakukan seperti penerjemahan kata-demi-kata, tetapi penerjemah kemudian menyesuaikan susunan kata-katanya sesuai dengan gramatikal Bsa (Soemarno, 1983:25; Newmark, 1988:46; Machali, 2000: 51; Nababan, 2003:33; Moentaha, 2006:48). Perhatikan beberapa contoh berikut:&lt;br /&gt;1. Tsu : Look, little guy, you-all shouldn’t be doing that.&lt;br /&gt;Tsa : Lihat, anak kecil, kamu semua seharusnya tidak berbuat seperti itu.&lt;br /&gt;2. Tsu : It’s raining cats and dogs.&lt;br /&gt;Tsa : Hujan kucing dan anjing.&lt;br /&gt;3. Tsu : His hearth is in the right place.&lt;br /&gt;Tsa : Hatinya berada di tempat yang benar.&lt;br /&gt;4. Tsu : The Sooner or the later the weather will change.&lt;br /&gt;Tsa : Lebih cepat atau lebih lambat cuaca akan berubah.&lt;br /&gt;Jika dilihat dari hasil terjemahannya, beberapa kalimat-kalimat yang diterjemahkan secara harfiah masih terasa janggal, misalnya kalimat ke-2 sebaiknya diterjemahkan “Hujan lebat” atau “Hujan deras”. Kalimat ke-3 sebaiknya diterjemahkan menjadi “Hatinya tenteram”. Namun jika demikian hasil terjemahannya, memang lebih condong pada penerjemahan bebas. Demikian pula dengan kalimat ke-4 sebaiknya diterjemahkan menjadi “Cepat atau lambat cuacanya akan berubah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penerjemahan Setia&lt;br /&gt;Dalam penerjemahan setia (faithful translation), penerjemah berupaya mereproduksi makna kontekstual dari teks asli dengan tepat dalam batasan-batasan struktur gramatikal teks sasaran. Di sini kata-kata yang bermuatan budaya diterjemahkan, tetapi penyimpangan tata bahasa dan pilihan kata masih tetap ada atau dibiarkan. Penerjemahan ini berpegang teguh pada maksud dan tujuan Tsu, sehingga hasil terjemahan kadang-kadang masih terasa kaku dan seringkali asing (Newmark, 1988:46; Machali, 2000:51). Perhatikan contoh terjemahan berikut ini:&lt;br /&gt;1. Tsu : Ben is too well aware that he is naughty.&lt;br /&gt;Tsa : Ben menyadari terlalu baik bahwa ia nakal.&lt;br /&gt;2. Tsu : I have quite a few friends.&lt;br /&gt;Tsa : Saya mempunyai samasekali tidak banyak teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penerjemahan Semantis&lt;br /&gt;Penerjemahan semantis (semantic translation) lebih luwes daripada penerjemahan setia. Penerjemahan setia lebih kaku dan tidak kompromi dengan kaidah Bsa atau lebih terikat dengan Bsu, sedangkan penerjemahan semantis lebih fleksibel dengan Bsa. Berbeda dengan penerjemahan setia, penerjemahan semantis harus mempertimbangkan unsur estetika teks Bsu dengan cara mengkompromikan makna selama masih dalam batas kewajaran (Newmark, 1988:46; Machali, 2000:52). Perhatikan contoh berikut:&lt;br /&gt;Tsu : He is a book-worm.&lt;br /&gt;Tsa : *Dia (laki-laki) adalah seorang yang suka sekali membaca.&lt;br /&gt;Frase book-worm diterjemahkan secara fleksibel sesuai dengan konteks budaya dan batasan fungsional yang berterima dalam Bsa. Tetapi terjemahan di atas kurang tepat dan seharusnya diterjemahkan menjadi: ’Dia seorang kutu buku.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adaptasi (Saduran)&lt;br /&gt;Adaptasi (adaptation) oleh Newmark (1988:46) disebut dengan metode penerjemahan yang paling bebas (the freest form of translation) dan paling dekat dengan Bsa. Istilah ”saduran” dapat diterima di sini, asalkan penyadurannya tidak mengorbankan tema, karakter atau alur dalam Tsu. Memang penerjemahan adaptasi ini banyak digunakan untuk menerjemahkan puisi dan drama. Di sini terjadi peralihan budaya Bsa ke Bsu dan teks asli ditulis kembali serta diadaptasikan ke dalam Tsa. Jika seorang penyair menyadur atau mengadaptasi sebuah naskah drama untuk dimainkan, maka ia harus tetap mempertahankan semua karakter dalam naskah asli dan alur cerita juga tetap dipertahankan, namun dialog Tsu sudah disadur dan disesuaikan dengan budaya Bsa.&lt;br /&gt;Berikut adalah contoh lirik lagu dari sebuah yang disadur dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia (http://anotherfool.wordpress.com):&lt;br /&gt;Tsu : Hey Jude, don’t make it bad&lt;br /&gt;Take a sad song and make it better&lt;br /&gt;Remember to let her into your heart&lt;br /&gt;Then you can start to make it better&lt;br /&gt;(Hey Jude-The Beatles, 196)&lt;br /&gt;Tsa : Kasih, dimanakahMengapa kau tinggalkan aku&lt;br /&gt;Ingatlah-ingatlah kau padaku&lt;br /&gt;Janji setiamu tak kan kulupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penerjemahan Bebas&lt;br /&gt;Penerjemahan bebas (free translation) merupakan penerjemahan yang lebih mengutamakan isi dari pada bentuk teks Bsu. Biasanya metode ini berbentuk parafrase yang lebih panjang daripada bentuk aslinya, dimaksudkan agar isi atau pesan lebih jelas diterima oleh pengguna Bsa. Terjemahannya bersifat bertele-tele dan panjang lebar, bahkan hasil terjemahannya tampak seperti bukan terjemahan (Newmark, 1988:46; Machali, 2003:53). Soemarno (2001:33-37) memberi contoh sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Tsu : The flowers in the garden.&lt;br /&gt;Tsa : Bunga-bunga yang tumbuh di kebun.&lt;br /&gt;2. Tsu : How they live on what he makes?&lt;br /&gt;Tsa : Bagaimana mereka dapat hidup dengan penghasilannya?&lt;br /&gt;Dalam contoh nomor 1 terjadi pergeseran yang disebut dengan shunt up (langsir ke atas), karena dari frase preposisi in the garden menjadi klausa ’yang tumbuh di kebun’. Sedangkan pada nomor 2 terjadi pergeseran yang disebut dengan shunt down (langsir ke bawah), karena klausa on what he makes menjadi frase ’dengan penghasilannya’. Contoh-contoh lainnya adalah:&lt;br /&gt;3. Tsu : Tatik is growing with happiness.&lt;br /&gt;Tsa : Tati, hatinya berbunga-bunga.&lt;br /&gt;4. Tsu : Look, little guy, you-all shouldn’t be doing this.&lt;br /&gt;Tsa : Dengar nak, mengapa kamu semua melakukan hal-&lt;br /&gt;hal seperti ini. Ini tidak baik.&lt;br /&gt;Berikut adalah sebuah contoh terjemahan bebas yang tampak sangat ekstrim yang dikemukakan oleh Moentaha (2006:52):&lt;br /&gt;5. Tsu : I kissed her.&lt;br /&gt;Tsa : Saya telah mencetak sebuah ciuman pada bibirnya yang merah.&lt;br /&gt;Terjemahan di atas tampak lebih radikal, sekalipun tetap mempertahankan isi atau pesan. Padahal terjemahannya bisa saja menjadi ’Saya telah menciumnya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penerjemahan Idiomatik&lt;br /&gt;Larson dalam Choliludin (2006:23) mengatakan bahwa terjemahan idiomatik (idiomatic translation) menggunakan bentuk alamiah dalam teks Bsa-nya, sesuai dengan konstruksi gramatikalnya dan pilihan leksikalnya. Terjemahan yang benar-benar idiomatik tidak tampak seperti hasil terjemahan. Hasil terjemahannya seolah-olah seperti hasil tulisan langsung dari penutur asli. Maka seorang penerjemah yang baik akan mencoba menerjemahkan teks secara idiomatik. Newmark (1988:47) menambahkan bahwa penerjemahan idiomatik mereproduksi pesan dalam teks Bsa dengan ungkapan yang lebih alamiah dan akrab daripada teks Bsu.&lt;br /&gt;Choliludin (2006:222-225) memberi beberapa contoh terjemahan idiomatik sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Tsu : Salina!, Excuse me, Salina!&lt;br /&gt;Tsa : Salina!, Permisi, Salina!&lt;br /&gt;2. Tsu : I can relate to that.&lt;br /&gt;Tsa : Aku mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;3. Tsu : You’re cheery mood.&lt;br /&gt;Tsa : Kamu kelihatan ceria.&lt;br /&gt;4. Tsu : Tell me, I am not in a cage now.&lt;br /&gt;Tsa : Ayo, berilah aku semangat bahwa aku orang bebas.&lt;br /&gt;5. Tsu : Excuse me?&lt;br /&gt;Tsa : Maaf, apa maksud Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penerjemahan Komunikatif&lt;br /&gt;Menurut Newmark (1988:47), penerjemahan komunikatif (communicative translation) berupaya untuk menerjemahkan makna kontekstual dalam teks Bsu, baik aspek kebahasaan maupun aspek isinya, agar dapat diterima dan dimengerti oleh pembaca. Machali (2000:55) menambahkan bahwa metode ini memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi, yaitu mimbar pembaca dan tujuan penerjemahan. Contoh dari metode penerjemahan ini adalah penerjemahan kata spine dalam frase thorns spines in old reef sediments. Jika kata tersebut diterjemahkan oleh seorang ahli biologi, maka padanannya adalah spina (istilah teknis Latin), tetapi jika diterjemahkan untuk mimbar pembaca yang lebih umum, maka kata itu diterjemahkan menjadi ’duri’.&lt;br /&gt;Di samping itu Nababan (2003:41) menjelaskan bahwa penerjemahan komunikatif pada dasarnya menekankan pengalihan pesan. Metode ini sangat memperhatikan pembaca atau pendengar Bsa yang tidak mengharapkan adanya kesulitan-kesulitan dan ketidakjelasan dalam teks terjemahan. Metode ini juga sangat memperhatikan keefektifan bahasa terjemahan. Kalimat ’Awas Anjing Galak’ dapat diterjemahkan menjadi Beware of the dog! daripada Beware of the vicious dog! Karena bagaimanapun juga kalimat terjemahan ke-1 sudah mengisyaratkan bahwa anjing itu galak (vicious).&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan peneliti, setiap penerjemah memiliki gaya masing-masing dalam menerjemahkan suatu karya. Gaya yang dia pakai akan sangat berkaitan erat, misalnya, dengan metode penerjemahkaan yang dia gunakan bergantung tujuan penerjemahan yang dia lakukan. Di antara para penerjemah ada yang menggunakan metode penerjemahan setia, seperti yang telah dilakukan oleh penerjemah novel Harry Potter and the Phylosopher’s Stone. Alasannya adalah bahwa dia tidak mau melepaskan makna kontekstual dalam Tsu-nya. Dia berusaha mempertahankan istilah-istilah yang berkaitan dengan sosio-budaya dan latar dari Bsu, misalnya mempertahankan kata Mr dan Mrs serta nama-nama diri para karakter dalam novel itu. Dia tidak melakukan suatu adaptasi atau domestikasi tetapi mempertahankan ideology forenisasinya. Ini dilakukan demi menjaga keaslian unsur-unsur ceritera dan nilai-nilai budaya yang melatari ceritera tersebut sehingga pembaca diajak untuk mengenali tema, karakter, latar dan atmosfir budaya asing. Para penerjemah novel lainnya masing-masing berbeda dalam memilih metode penerjemahan. Di antaranya ada yang menggunakan penerjemahan bebas, semantis, idiomatik, dan adaptasi. Hal tersebut dilakukan bergantung kepada kebiasaan serta gaya yang menjadi ciri khas mereka. Mungkin pula bergantung pada tujuan penerjemahan itu sendiri.&lt;br /&gt;http://kiflipaputungan.wordpress.com/2010/06/12/metode-penerjemahan-bahasa-ala-newmark/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-4690178669295199964?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/4690178669295199964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=4690178669295199964&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4690178669295199964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4690178669295199964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/metode-dan-teknik-penerjemahan.html' title='Metode dan Teknik Penerjemahan'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-8767122428327467663</id><published>2011-01-07T23:29:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T23:29:05.747-08:00</updated><title type='text'>Manage Your Blog</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TSgR8q_R4xI/AAAAAAAAD4c/zOkaJNoMsEI/s1600/CHANGING%2BSET.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="309" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TSgR8q_R4xI/AAAAAAAAD4c/zOkaJNoMsEI/s400/CHANGING%2BSET.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; 1. Maintain a Diary : Keep a diary where you can write your daily things I.e things to do, random ideas, quick notes. This will help you to save a lot of time and you will never scratch your head to think what you were thinking before.&lt;br /&gt;   2. Make a Schedule : When it comes to manage more than one thing, a smart schedule is the only way. Decide how much time you need to give to a particular thing and stick to it. It might be difficult initially but once you get into the flow, your productivity will increase.&lt;br /&gt;   3. Be Flexible: Sticking to a schedule does not mean you cant spare another minute extra. If you need to give some more time for a particular project go ahead. I had to change my timings depending on what kind of article I have to write and balance it out the other day.&lt;br /&gt;   4. Read More than staring at your blog stats: This is one of biggest mistake many bloggers are still making. Checking your stats is a good thing but looking at it every 10 minutes is pretty bad. I realized this 3 months back. Read more articles and good blogs to understand what and how they do.Here is What I used to do every 20 minutes and spent 3 hrs , PLEASE DONT DO IT&lt;br /&gt;         1. Checking My Adsense Account.&lt;br /&gt;         2. Checking Analytics/ 103 Bees Stats.&lt;br /&gt;         3. Checking feedburner to see how many live hits I have.&lt;br /&gt;         4. Admiring how much money others are making and again checking my Adsense earnings&lt;br /&gt;   5. First Write Then Read what others wrote : If you get to learn something which is new to you , don’t try to find what others have written. There are 2 reasons why I am saying this, First if you read others article you will loose your creative thinking, Secondly you might drop the idea of even writing it thinking it will be considered as copying. NOPE, you are wrong there. There is always a chance that you will come up with better explanations. So write at least a draft post and then go for exploring more. This will always give you a boost. Research only if you are very doubtful.&lt;br /&gt;   6. Make Your own Bloggers Toolkit : There are many plugins, firefox extensions, feed readers and writing applications which an help you write or manage your posts faster. Find out more about them, make a list which can be useful to you and use it.This can not only save a lot of time but also allow you to more productive.&lt;br /&gt;   7. Have a Blog Management Day: Nobody wants you to keep writing articles everyday and neither you will loose if you don’t write one day. Set aside one day like Sunday or Saturday where you can give a thought on&lt;br /&gt;         1. What I had been doing this week.?&lt;br /&gt;         2. Do I need to optimize or re-check my articles.?&lt;br /&gt;         3. Do I have any pending emails to be answered.?&lt;br /&gt;         4. How is my site stats doing ? Have I improved ?&lt;br /&gt;         5. Do I need to read more about SEO and Designs ?&lt;br /&gt;         6. What is my plan for the coming week ?&lt;br /&gt;   8. Have some time separate for Social Networks: Blogging is not just writing article , its like a life where you need to communicate. Participate in social network sites like Digg, stumble, delicious and others. This will not only increase your points on them but also allow you to see what kind of articles are selling hot.&lt;br /&gt;   9. Don’t waste your time on useless chatting : Networking is important but then nobody has time to waste. Its a bad habit of many people to waste time on chatting. Chat for fun but see what is important to you. Many people have suggested to at least turn your IM’s off when you are writing an article. It really helps&lt;br /&gt;  10. Don’t answer comments immediately unless… Its not necessary that you need to answer a comment immediately unless its really important. Readers are always important but then your are not always siting there 24 hrs. Best is to answer them together after you get some comments or may be after a day.&lt;br /&gt;  11. Make you own set of Time Management Scheme: What worked for me might work for you partially. So have your own set of rules which suits your work and environment but make it for sure. It will allow you to follow a self guideline of YES or NO.&lt;br /&gt;compiled from other blogs&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-8767122428327467663?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/8767122428327467663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=8767122428327467663&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/8767122428327467663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/8767122428327467663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2011/01/manage-your-blog.html' title='Manage Your Blog'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TSgR8q_R4xI/AAAAAAAAD4c/zOkaJNoMsEI/s72-c/CHANGING%2BSET.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3615649807939080193</id><published>2010-12-30T03:34:00.001-08:00</published><updated>2010-12-30T03:34:09.989-08:00</updated><title type='text'>Makan di warung Banyuwangi bersama LT UNJ</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrE66CmNI/AAAAAAAAD30/o6r81FQTCcQ/s1600/DSC01783.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrE66CmNI/AAAAAAAAD30/o6r81FQTCcQ/s400/DSC01783.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrFdA51zI/AAAAAAAAD38/Ryza4o-D3V0/s1600/DSC01789.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrFdA51zI/AAAAAAAAD38/Ryza4o-D3V0/s400/DSC01789.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrFvqrDPI/AAAAAAAAD4E/-mH8_QbpbXg/s1600/DSC01792.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrFvqrDPI/AAAAAAAAD4E/-mH8_QbpbXg/s400/DSC01792.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrF0fBEuI/AAAAAAAAD4M/tzpu1zFA98U/s1600/DSC01799.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrF0fBEuI/AAAAAAAAD4M/tzpu1zFA98U/s400/DSC01799.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrGOWnxGI/AAAAAAAAD4U/W4mb-h4zhSM/s1600/DSC01800.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrGOWnxGI/AAAAAAAAD4U/W4mb-h4zhSM/s400/DSC01800.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3615649807939080193?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3615649807939080193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3615649807939080193&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3615649807939080193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3615649807939080193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/12/makan-di-warung-banyuwangi-bersama-lt.html' title='Makan di warung Banyuwangi bersama LT UNJ'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxrE66CmNI/AAAAAAAAD30/o6r81FQTCcQ/s72-c/DSC01783.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-2445112027452265924</id><published>2010-12-30T03:10:00.001-08:00</published><updated>2010-12-30T03:10:51.015-08:00</updated><title type='text'>Bersama Mahasiswa Linguistik Terapan Makan Ikan Bakar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn0WTR4uI/AAAAAAAAD3M/ynvIpsGCyT4/s1600/DSC01774.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn0WTR4uI/AAAAAAAAD3M/ynvIpsGCyT4/s400/DSC01774.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn0nS-O3I/AAAAAAAAD3U/ckefZJfZ9Bw/s1600/DSC01777.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn0nS-O3I/AAAAAAAAD3U/ckefZJfZ9Bw/s400/DSC01777.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn0yHye5I/AAAAAAAAD3c/o94MYwNzias/s1600/DSC01778.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn0yHye5I/AAAAAAAAD3c/o94MYwNzias/s400/DSC01778.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn1N_gVsI/AAAAAAAAD3k/R8F61l9N5qw/s1600/DSC01779.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn1N_gVsI/AAAAAAAAD3k/R8F61l9N5qw/s400/DSC01779.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn1XvxX3I/AAAAAAAAD3s/M5hn0QYF2GY/s1600/DSC01782.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn1XvxX3I/AAAAAAAAD3s/M5hn0QYF2GY/s400/DSC01782.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-2445112027452265924?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/2445112027452265924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=2445112027452265924&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2445112027452265924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2445112027452265924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/12/bersama-mahasiswa-linguistik-terapan.html' title='Bersama Mahasiswa Linguistik Terapan Makan Ikan Bakar'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRxn0WTR4uI/AAAAAAAAD3M/ynvIpsGCyT4/s72-c/DSC01774.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-2323377335201411054</id><published>2010-12-29T05:12:00.001-08:00</published><updated>2010-12-29T05:12:06.767-08:00</updated><title type='text'>Mahasiswa LT UNJ 2010</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszOqwNoLI/AAAAAAAAD2k/XME2JLI80eI/s1600/SDC15595.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszOqwNoLI/AAAAAAAAD2k/XME2JLI80eI/s400/SDC15595.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszPJWfvoI/AAAAAAAAD2s/LNJ43kOsE8g/s1600/SDC15596.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszPJWfvoI/AAAAAAAAD2s/LNJ43kOsE8g/s400/SDC15596.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszPnEevOI/AAAAAAAAD20/WkrGLz1ziRs/s1600/SDC15597.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszPnEevOI/AAAAAAAAD20/WkrGLz1ziRs/s400/SDC15597.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszPyrK8vI/AAAAAAAAD28/KvXw7LajDOw/s1600/SDC15599.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszPyrK8vI/AAAAAAAAD28/KvXw7LajDOw/s400/SDC15599.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszQDll4ZI/AAAAAAAAD3E/Pu4-XkvqJ3E/s1600/SDC15601.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszQDll4ZI/AAAAAAAAD3E/Pu4-XkvqJ3E/s400/SDC15601.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta beraksi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-2323377335201411054?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/2323377335201411054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=2323377335201411054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2323377335201411054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2323377335201411054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/12/mahasiswa-lt-unj-2010.html' title='Mahasiswa LT UNJ 2010'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TRszOqwNoLI/AAAAAAAAD2k/XME2JLI80eI/s72-c/SDC15595.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-6001375640848264562</id><published>2010-12-05T03:39:00.001-08:00</published><updated>2010-12-05T03:39:38.612-08:00</updated><title type='text'>Ringkasan Filsafat Ilmu Karya Jujun S. Suriasumantri</title><content type='html'>I. ILMU DAN FILSAFAT&lt;br /&gt;Pengetahuan dimulai denga rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang ita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.&lt;br /&gt;Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri: apakah sebenarnya yang asaya ketahui tentang ilmu? Apakah cirri-cirinya yang hakiki yang membedakan ilmu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Bagaimana saya ketahui bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar? Kriteria apa yang kita pakai dalam menentukan kebenaran secara ilmiah? Mengapa kita mempelajari ilmu? Apakah kegunaannya sebenarnya?&lt;br /&gt;Demikian juga berfilsafat berarti berendah hati mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah kita ketahui: Apakah ilmu telah mencakup segenap pengetahuan yang seyogyanya saya ketahui dalam kehidupan ini? Dibatas manakah ilmu mulai dan di batas manakah dia berhenti? Kemanakah saya harus berpaling di batas ketidaktahuan ini? Apakah kelebihan dan kegunaan ilmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Filsafat?&lt;br /&gt;Ada tiga karakteristik berpikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh. Yang kedua adalah sifat mendasar. Yang ketiga adalah sifat spekulatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang Telaah Filsafat&lt;br /&gt;Selaras dengan dasarnya yang spekulatif, maka dia menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. Sesuai dengan fungsinya menjawab sebagai pionir dia mempermasalahkan hal-hal yang pokok: terjawab masalah yang satu, diapun mulai merambah pertanyaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabang-Cabang Filsafat&lt;br /&gt;Cabang-cabang filsafat antara lain: Epistemologi ( filsafat pengetahuan ). 2. Etika ( fisalfat moral ). 3. Estetika ( Filsafat seni ). 4. Metafisika. 5.Politik ( filsafat pemerintahan ). 6 Filsafat Agama. 7. Filsafat ilmu 8. Filsafat pendidikan. 9 Filsafat Hukum. 10. Filsafat sejarah. 11. Filsafat matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemology ( filsafat pengetahuan ) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu ( pengetahuan ilmiah ). Filsafat ilmu merupakan telaah scara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu seperti:&lt;br /&gt;Obyek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa dan mengindera yang membuahkan pengetahuan? Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan landasan ontologism&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. DASAR-DASAR PENGETAHUAN&lt;br /&gt;2. Penalaran&lt;br /&gt;Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Sebagai kegiatan berpikir, penalaran mempunyai irri-ciri tertentu yaitu: pertama, adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika. Atau dapat juga dikatakan penalaran merupakan suatu proses berpikir logis. Ciri yang kedua adalah proses berpikirnya bersifat analitik.&lt;br /&gt;Perasaan adalah suatu penarikan kesimpulan yang tidak berdasarkan penalaran.&lt;br /&gt;Intuisi adalah suatu kegiatan berpikir yang nonanalitik yang tidak mendasarkan diri pada pola pikir tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Logika&lt;br /&gt;Logika dapat di defenisikan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih. Logika ada dua yaitu: logika induksi dan logika deduksi. Logika Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari kasus yang bersifat individual. Sedangkan logika deduksi merupakan cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif menggunakan pola berpikir silogisme. Disusun dari dua buah pertanyaan dan sebuah kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sumber pengetahuan&lt;br /&gt;Pada dasarnya terdapat dua cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Yang pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio dan yang kedua mendasarkan diri kepada pengalaman. Kaum rasionalis mengembangkan paham apa yang kita kenal dengan rasionalisme sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman mengembangkan paham yang disebut dengan empirisme.&lt;br /&gt;Kaum rasionalis beranggapan bahwa pengetahuan didapatkan lewat penalaran rasional yang abstrak sedangkan kaum empirisme pengetahuan manusia didapatkan lewat bukti konkret. Selain rasionalisme dan empirisme masih terdapat cara untuk mendapatkan pengetahuan yaitu intuisi dan wahyu. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Suatu masalah dalam pikiran namun menemui jalan buntu, tiba-tiba saja muncul di benak kita yang lengkap dengan jawabannya dan kita merasa yakin bahwa itulah jawabannya namun kita tidak bisa menjelaskan bagaimana caranya kita sampai kesana. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan.&lt;br /&gt;Wahyu pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada para nabi dan rasul-rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kriteria Kebenaran&lt;br /&gt;Paham Koherensi.&lt;br /&gt;Sesuatu yang dianggap benar apabila pernyataan dan kesimpulan konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan yang terdahulu yang telah dianggap benar. Teori ini disebut teori koherensi. Atau dapat disimpulkan bahwa teori koherensi adalah suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Korespondensi ( Bertrand Russell ( 1872-1970 )&lt;br /&gt;Bagi penganut teori korespondensi, suatu pernyataan benar adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi ( berhubungan ) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Pragmatisme ( Charles S. Peirce 1839-1914 ).&lt;br /&gt;Bagi kaum pragmatisme kebenaran adalah suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Artinya suatu pernyataan adalah benar, jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. ONTOLOGI : HAKIKAT APA YANG DIKAJI&lt;br /&gt;6. Metafisika&lt;br /&gt;Apakah hakikat kenyataan ini yang sebenar-benarnya? Metafisika dapat diartikan sebagai ilmu yang menyelidiki apa hakikat dibalik alam nyata ini. Bidang telaah filsafati yang disebut metafisika ini merupakan tempat berpijak dari setiap pemikiran filsafat termasuk pemikiran ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Asumsi&lt;br /&gt;Determinisme, probabilistik dan pilihan bebas merupakan permasalahan filsafati yang rumit namun menarik. Tanpa mengenal ketiga aspek ini akan sulit bagi kita untuk mengenal hakikat keilmuan dengan baik.&lt;br /&gt;Paham determinisme dikembangkan oleh William Hamilton ( 1788-1856 ) dari doktrin Thomas Hobbes ( 1588-1679 ) yang menyimpulkan bahwa pengetahuan adalah bersifat empiris yang dicerminkan oleh zat dan gerak yang bersifat universal. Aliran ini merupakan lawan dari fatalisme yang menyatakn bahwa segala kejadian ditentukan oleh nasib yang ditetapkan lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Peluang&lt;br /&gt;Berdasarkan teori keilmuan tidak akan pernah mendapatkan hal yang pasti mengenai suatu kejadian. Yang ada adalah kesimpulan yang probabilistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Beberapa asumsi dalam ilmu&lt;br /&gt;Suatu permasalahan kehidupan tidak bisa dianalisis secara cermat dan saksama hanya oleh satu disiplin keilmuan saja. Dalam mengembangkan asumsi kita harus perhatikan beberapa hal. Pertama, asumsi ini harus relevan dengan bidang dan tujuan pengkajian disiplin keilmuan. Asumsi harus operasional dan merupakan dasar dari pengkajian teoritis. Kedua, asumsi ini harus disimpulkan dari keadaan sebagaimana adanya bukan bagaimana keaadaan yang seharusnya. Asumsi yang pertama adalah mendasari telaah ilmiah sedangkan asumsi yang kedua adalah asumsi yang mendasari telaah moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Batas-Batas Penjelajahan Ilmu&lt;br /&gt;Ilmu memulai penjelajahan pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Ilmu membatasi lingkup penjelajahanya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang dipergunakan dalam menyusun yang telah teruji kebenaranya secara empiris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. EPISTEMOLOGI : CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR&lt;br /&gt;11. Jarum Sejarah Pengetahuan&lt;br /&gt;Konsep dasar pengetahuan waktu dulu adalah kriteria kesamaan bukan perbedaan. Tetapi setelah berkembangnya abad penalaran pada pertengahan abad ke 17 konsep dasarnya berubah dari kesamaan kepada perbedaan berbagai pengetahuan yang mengakibatkan timbulnya spesialisasi pekerjaan dan konsekuensinya mengubah struktur kemasyarakatan. Pohon pengetahuan mulai dibeda-bedakan berdasarkan apa yang diketahuai, bagaimana cara mengetahui dan untuk apa pengetahuan itu dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pengetahuan&lt;br /&gt;Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu. Termasuk didalamnya adalah ilmu. Setiap jenis pengetahuan memiliki ciri-ciri yang spesifik mengenai apa ( ontologi ), bagaimana gaimana ( epistemologi ) dan untuk apa ( aksiologi ). Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada lingkup pengalaman kita. Usaha untuk mengetahui gejala ualam sudah dimulai sejak dulu kala melalui mitos. Tahap selanjutnya yaitu dengan mengembangkan pengetahuan yang mempunyai kegunaan praktis dan berakar pada pengalaman berdasarkan akal sehat yang didukung oleh metode mencoba-coba. Perkembangan ini menyebabkan tumbuhnya pengetahan yang disebut seni terapan. Akal sehat dan coba-coba mempunyai peranan penting dalam usaha manusia untuk menemukan penjelasan mengenai berbagai gejala alam. Perkembangan selanjutnya adalah tumbuhnya rasionalisme yang secara kritis mempertanyakan dasar-dasar pikiran yang bersifat mitos. Lalu berkembang lagi kearah empirisme yang menyatakan bahwa pengetahuan yang benar itu didasarkan kepada kenyataan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Metode Ilmiah&lt;br /&gt;Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah. Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut yaitu: pertama, perumusan masalah, Kedua, Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara faktor yang saling mengait dan membentuk konstelasi permasalahan, ketiga. Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara. Keempat, pengujian hipotesis. Kelima. Penarikan kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Struktur Pengetahuan Ilmiah&lt;br /&gt;Pengetahuan yang di proses menurut metode ilmiah merupakan pengetahuan yang memenuhi syarat-syarat keilmuan dan dapat disebut pengetahuan ilmiah atau ilmu. Pada hakikatnya pengetahuan ilmiah mempunyai tiga fungsi yakni menjelaskan, merencanakan dan mengontrol. Sebuah teori pada umumnya terdiri dari hukum-hukum. Hukum pada hakikatnya merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Makin tinggi keumuman konsep maka makin tinggi teoritis konsep tersebut. Pengetahuan ilmiah dalam bentuk teori dan hukum harus mempunyai tingkat keumuman yang tinggi atau secara idealnya harus bersifat universal. Dalam ilmu sosial untuk meramalkan menggunakan metode proyeksi, pendekatan struktural, analisis kelembagaan atau tahap-tahap perkembangan. Penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui dinamakan penelitan murni atau penelitian dasar. Sedangkan penelitian yang bertujuan untuk mempergunakan pengetahuan ilmiah yang telah diketahui untuk memecahkan masalah kehidpan yang bersifat praktis dinamakan penelitian terapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. V. SARANA BERPIKIR ILMIAH&lt;br /&gt;Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir. Tersedianya sarana tersebut memungkinkan melakukan penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika, statistika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bahasa&lt;br /&gt;Bahasa dapat dicirikan sebagai serangkaian bunyi, lambang dimana rangkaian bunyi ini membentuk suatu arti tertentu. Rangkaian bunyi ini yang kita kenal sebagai kata melambangkan suatu obyek tertentu. Bahasa mengalami perkembangan oleh karena disebabkan pengalaman dan pemikiran manusia yang juga berkembang. Dengan bahasa manusia dapat berpikir secara teratur namun juga dapat mengkomunikasikan apa yang sedang ia pikirkan kepada orang lain. Tanpa bahasa maka mustahil bisa berpikir secara teratur dan dengan bahasa kita bisa melanjutkan nilai-nilai kepada generasi berikutnya. Berbahasa dengan jelas adalah makna yang terkandung dalam kata-kata harus diungkapkan secara tersurat untuk mencegah pemberian makna yang lain. Berbahasa dengan jelas artinya juga mengungkapkan pendapat atau pikiran secara jelas.&lt;br /&gt;Karya ilmiah pada dasarnya merupakan kumpulan pernyataan yang mengemukakan informasi tentang pengetahuan maupun jalan pemikiran dalam mendapatkan pengetahuan tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Matematika&lt;br /&gt;Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu matematika hanya kumpulan rumus-rumus yang mati. Matematika mempunyai kelebihan dari bahasa verbal karena matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Dengan bahasa verbal hanya bisa mengemukakan peryataan yang bersifat kualitatif. Sifat kuantitatif dari matematika meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu. Ilmu memberikan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat. Matematika berfungsi sebagai alat berpikir. Matematika secara garis besarnya merupakan pengetahuan yang disusun secara konsisten berdasarkan logika deduktif.&lt;br /&gt;Ada beberapa aliran dalam Filsafat Matematika antara lain: Aliran Logistik ( Immanuel Kant ) Aliran Intusionis ( Jan Brouwer ) dan Aliran Formalis ( David Hilbert ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Statistika&lt;br /&gt;Yang menjadi dasar teori statistika adalah peluang. Konsep statistika sering dikaitkan dengan distribusi variabel yang ditelaah dalam suatu populasi. Statistika mampu memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari kesimpulan yang ditarik. Yang pada pokoknya didasarkan pada asas yang sederhana, yakni semakin besar contoh yang diambil maka makin tinggi pula tingkat ketelitian kesimpulan tersebut. Statistika juga memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalitas antara dua faktor atua lebih bersifat kebetulan atau benar-benar terkait dalam suatu hubungan yang bersifat empiris. Sebagai bagian dari perangkat metode ilmiah maka statistika membantu kita untuk melakukan generalisasi dan menyimpulkan karakteristik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan secara kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. AKSIOLOGI : NILAI KEGUNAAN ILMU&lt;br /&gt;19. Ilmu dan Moral&lt;br /&gt;Untuk apa sebenarnya ilmu itu harus dipergunakan? Dimana batas wewenang penjelajahan keilmuan? Kearah mana perkembangan keilmuan harus diarahkan? Sejak pertumbuhannya ilmu sudah terkait dengan masalah-masalah moral namun dalam perpektif yang berbeda. Sejak Copernikus ( 1473-1543 ) mengajukan teori tentang kesemestaan alam dan menemukan bahwa bumi yang berputar mengelilingi matahari dan bukan sebaliknya seperti apa yang diajarkan oleh ajaran agama maka disinilah timbul interaksi antara ilmu dan moral ( yang bersumbe dari ajaran agama ). Para ilmuan berusaha untuk menegakkan ilmu yang berdasarkan penafsiran alam sebagaimana semboyan : ilmu yang bebas nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan\&lt;br /&gt;Secara historis fungsi sosial dari kaum ilmuwan telah lama dikenal dan diakui. Raja Charles II dari Inggris mendirikan the Royal Society yang bertindak selaku penawar bagi fanatisme di masyarakat waktu itu. Para ilmuwan pada waktu itu bersuara mengenai toleransi beragama dan pembakaran tukang-tukan sihir. Sikap sosial seorang ilmuwan adalah konsisten dengan proses penelaahan keilmuwan yang dilakukan. Ilmu terbebas dari nilai. Ilmu itu sendiri netral dan para ilmuwanlah yang memberikan nilai. Dalam menghadapi masalah social, seorang ilmuwan yang mempunyai latarbelakang pengetahuan yang cukup harus menempatkan masalah tersebut pada proporsi ang sebenarnya dan menjelaskanya lepada masyarakat dalam bahasa yang dapat dicerna. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang ilmuwan maka harus dapat mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seyogiyanya mereka safari. Dibidang etika, tanggungjawab seorang ilmuwan bukan lagi memberikan informasi tetapi memberikan contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Nuklir dan Pilihan Moralnya.&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan secara moral tidak akan membiarkan hasil penemuanya untuk menindas bangsa lain meskipun yang menggunakan itu adalah bangsanya sendiri. Einstein waktu itu memihak Sekutu karena anggapanya bahwa sekutu mewakili aspirasi kemanusiaan. Jika sekutu kalah maka yang akan muncul adalah rezim Nazi yang tidak berperikemanusiaan. Untuk itu seorang ilmuwan tidak boleh berpaku tangan. Dia harus memilih sikap: berpihak kepada kemanusiaan atau tetap bungkam?. Seorang ilmuwan tak boleh memutarbalikan penemuwannya bila hipotesisnya yang dijunjung tinggi yang disusun diatas kerangka pemikiran yang terpengaruh preferensi moral ternyata hancur berantakan karena bertentangan dengan fakta-fakta pengujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Revolusi Genética&lt;br /&gt;Revolusi genética merupakan babakan baru dalam sejarah keilmuan manusia sebab sebelum ini ilmu tidak pernah menyentuh manusia sebagai obyek penelaahan itu sendiri. Memperlakukan manusia sebagai kelinci pencobaan adalah sikap yang tidak bermoral dan bertentangan dengan hakikat ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. ILMU DAN KEBUDAYAAN&lt;br /&gt;23. Manusia dan Kebudayaan&lt;br /&gt;Kebudayaan didefenisikan pertama kali oleh EB. Taylor pada tahun 1871 dimana dalam bukunya primitive culture, kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Yang menjadi dasar dari kebudayaan adalah nilai. Disamping nilai ini kebudayaan diwujudkan dalam bentuk tata hidup yang merupakan kegiatan manusia yang mencerminkan nilai budaya yang di kandungnya. Pada dasarnya tata hidup merupakan pencerminan yang konkret dari nilai budaya yang bersifat abstrak: kegiatan manusia ini dapat ditangkap oleh pancaindera sedangkan nilai budaya hanya tertangguk oleh budi manusia. Disamping itu nilai budaya dan tata hidup manusia ditopang oleh sarana kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Ilmu dan Pengembangan Kebudayaan Nasional&lt;br /&gt;Ilmu merupakan pengetahuan dan pengetahuan merupakan unsur dari kebudayaan. Dalam rangka pengembangan kebudayaan ilmu mempunyai peranan ganda. Pertama, ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terlenggaranya pengembangan kebudayaan nasional. Kedua, ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukan watak suatu bangsa.&lt;br /&gt;Dua dasar moral bagi kaum ilmuwan adalah meninggikan kebenara dan pengabdian secara universal. Tujuh nilai ilmiah yang terpancar dari hakikat keilmuwan yakni: kritis, rasional, logis, obyektif, terbuka, menjunjung kebenaran dan pengabdian universal. Peranan ketujuh nilai ini adalah dalam hal bangsa mengahadapi permasalahan dalam bidang politik, ekonomi dan kemasyarakatan membutuhkan pemecahan permasalahan secara kritis, rasional, logis dan terbuka. Sedangkan sifat menjunjung kebenaran dan pengabdian universal akan merupakan aktor yang penting dalam pembinaan bangsa dimana seseorang lebih menitikberatkan kebenaran untuk kepentingan golongan dibandingkan kepetingan golongan. Bukan saja seni namun ilmu dalam hakikatnya yang murni bersifat mempersatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Dua Pola Kebudayaan.&lt;br /&gt;Ada dua pola kebudayaan yang terbagi kedalam ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial. Raiso de’etre yang menjadi argumentasi pembagian jurusan ini adalah asumsi yang pertama mengemukakan bahwa manusia mempunyai bakat yang berbeda dalam pendidikan matematika yang mengharuskan kita mengembangakan pola pendidikan yang berbeda pula. Asumsi yang kedua adalah yang menganggap bahwa ilmu sosial kurang memerlukan pengetahuan matematika. Asumsi kedua ini sekarang ini tidak relevan lagi karena pengembangan ilmu sosial membutuhkan bakat-bakat matematika yang baik untuk menjadikanya pengetahuan yang bersifat kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. ILMU DAN BAHASA&lt;br /&gt;26. Tentang Terminologi: Ilmu, Ilmu Pengetauan dan Sains&lt;br /&gt;Seluruh bentuk dapat digolongkan dalam kategori ketahuan ( knowledge ) di mana masing-masing bentuk dapat di cirikan oleh karakter obyek ontologis, landasan epistemologis dan landasan aksiologi masing-masing. Salah satu bentuk knowledge ditandai dengan: 1. Obyek Ontologis yaitu pengalaman manusia yakni segenap ujud yang dapat dijangkau lewat pancaindra atau alat yang membantu kemampuan pancaindra; 2. Landasan epistemologis yaitu metode ilmiah yang berupa gabungan logika deduktif dan logika induktif dengan pengajuan hipotesis atau yang disebut logico-hyphotetico-verifikasi; 3. Landasa aksiologi: kemaslahatan manusia artina segenap ujud ketahuan itu secara moral ditujukan untuk kebaikan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Quo Vadis?&lt;br /&gt;Terminologi Ilmu untuk science dan pengetahuan untuk knowledge. Secara defacto dalam kalangan dunia keilmuwan terminology ilmu sudah sering dipergunakan seperti dalam metode ilmiah dan ilmu-ilmu social atau ilmu-ilmu alam. Adapun kelemahan dari pilihan ini ialah bahwa kita terpaksa meninggalkan kata ilmu pengetahuan dan hanya menggunakan kata ilmu saja untuk sinonim science dalam bahasa inggris. Alternatif pertama menggunakan ilmu pengetahuan untuk science dan pengetahuan untuk knowledge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Politik Bahasa Nasional&lt;br /&gt;Bahasa mempunyai dua fungsi yang pertama sebaga sarana komunikasi dan kedua sebagai sarana budaya yang mempersatukan kelompok manusia yang mempergunakan bahasa tersebut. Fungsi pertama dapat disebut sebagai fungsi komunikatif dan fungsi kedua sebagai fungsi kohesif atau integratif. Pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dengan alasan utama yaitu fungsi kohesif bahasa Indonesia sebagai sarana yang mengintegrasikaan berbagai suku kedalam satu bangsa yakni Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. PENELITIAN DAN PENULISAN ILMIAH&lt;br /&gt;29. Struktur Penelitian dan Penulisan Ilmiah&lt;br /&gt;Langkah pertama dalam penelitian ilmiah adalah mengajukan masalah yang berisi: latarbelakang dari suatu masalah. Kemudian melakukan identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Langkah kedua yaitu : pengajuan Hipotesis. Dalam hipotesis mengkaji mengenai teori-teori ilmiah yang dipergunakan dalam analisis, pembahasan mengenai penelitian-penelitian lain yang relevan, penyusunan kerangka berpikir dengan mempergunakan premis-premis dan menyatakan secara tersurat postulat, asumsi dan prinsip yang dipergunakan, lalu merumuskan hipotesis. Setelah melakukan perumusan hipotesis maka langkah berikutnya menguji hipotesis secara empiris melalui penelitian dan kemudian hasil penelitian dapat dilaporkan dalam kegiatan sebagai berikut: 1. menyatakan variabel-variabel yang diteliti. 2. Menyatakan teknik analisa data. 3. Mendeskripsikan hasil analisis data. 4. memberikan penafsiran terhadap kesimpulan analisis data. 5. Menyimpulkan pengujian hipotesis apakah ditolak atau diterima. Langkah selanjutnya setalah kegiatan laporan hasil penelitian adalah Ringkasan dan Kesimpulan. Kesimpulan pengujian hipotesis dikembangkan menjadi kesimpulan penelitian yang ditulis dalam bab tersendiri. Kesimpulan penelitian ini merupakan sintesis dari keseluruhan aspek penelitian yang terdiri dari masalah, kerangka teoritis, hipotesis, metodologi penelitian dan penemuan penelitian. Seluruh laporan penelitian disarikan dalam sebuah ringkasan yang disebut abstrak. Dalam laporan penelitian dilampirkan daftar pustaka dan riwayat hidup peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Teknik Penulisan Ilmiah&lt;br /&gt;Teknik penulisan ilmiah mempunyai dua aspek yakni gaya penulisan serta teknik notasi. Penulis ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Komunikasi ilmiah harus bersifat reproduktif artinya bahwa sipenerima pesan mendapatkan kopi yang benar-benar sama dengan prototipe yang disampaikan sipemberi pesan. Komunikasi ilmiah harus bersifat impersonal dimana berbeda dengan tokoh dalam sebuah novel yang bisa berupa aku dan dia atau doktor faust. Kata ganti perorangan hilang dan diganti universal yakni ilmuwan. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis dalam argumentasi kita. Pernyataan ilmiah yang kita gunakan harus mencatat beberapa hal yakni kita identifikasi orang membuat pernyataan tersebut, media komunikasi ilmiah dimana pernyataan tersebut di sampaikan, lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Teknik Notasi Ilmiah&lt;br /&gt;Kalimat yang kita kutip harus dituliskan sumbernya secara tersurat dalam catatan kaki. Catatan kaki mulai langsung dari pinggi atau dapat dimulai setelah beberapa ketukan tik dari pinggir asalka dilakukan secara konsisten. Nama pengarang yang jumlahnya sampai tiga orang dituliskan lengkap sedangkan jumlah pengarang yang lebih dari tiga orang hanya ditulis nama pertama ditambah kata et al. Kutipan yang diambil dari halaman tertentu disebutkan halamanya dengan singkatan p ( pagina ) atau hlm. ( halaman ). Jika kutipan itu disarikan dari beberapa halaman maka dapat ditulis pp.1-5 atau hlm 1-5. jika nama pengaranganya tidak ada langsung dituliskan nama bukunya atau Anom ( anoniymous ) didepan nama buku tersebut. Sebuah buku yang ada diterjemahkan harus ditulis baik pengarang maupun penterjemah bukut tersebut sedangkan kumpulan karangan cukup disebutkan nama editornya. Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan memakai notasi op.cit ( opere citato: dalam karya yang telah dikutip ), loc. cit ( loco citato: dalam tempat yang telah dikutip dan ibid ( ibidem : dalam tempat yang sama ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-6001375640848264562?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/6001375640848264562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=6001375640848264562&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/6001375640848264562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/6001375640848264562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/12/ringkasan-filsafat-ilmu-karya-jujun-s.html' title='Ringkasan Filsafat Ilmu Karya Jujun S. Suriasumantri'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-9083621366161417175</id><published>2010-11-23T04:47:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T04:47:14.815-08:00</updated><title type='text'>Knowledge and Trail Error Test For English Prose STBA Nusa Mandiri</title><content type='html'>Answer these questions based on your understanding on the theory and interpretation from your novel which had been read. &lt;br /&gt;1. Do you know deeply the author of the novel? He or she is famous writer? Tell me, how the background of the author! What is the interesting or unique from his or her life?&lt;br /&gt;2. Do you agree the work of art (such novel) be representative of the author life? If yes, why? If not, you are not book lover! How the author life influence the work of art! &lt;br /&gt;3. What do you think about the history? Do you agree with history always connect about past and do not associated with future? How about the history around the novel which firstly published? Any world wars? Any crazy incident? Any phenomenal scenario? Or nothing!&lt;br /&gt;4. Do you want to live in Mars? Do you like “30 second to Mars”? How your perception about the life in the Mars, if it is can be true! How you can look at the Mars now! How about your life after death! Is it an important for you about location of your life! Focus on! What are the situation and condition (setting) in the novel! Describing detail!&lt;br /&gt;5. What is your favorite political party in Indonesia? Do you like SBY? What are differences between SBY and Obama? Now, tell me about the ideology of the author of novel (left, center, right)? How the author looks at the personal life? How the author looks at society!&lt;br /&gt;6. Do you want to get married? Why you want to get married? Are you happy to be single? Is sexual motivation for you to get your love partner? How the psychological aspects influence your love carrier? Well, tell me about the psychological element about the author of the novel?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-9083621366161417175?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/9083621366161417175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=9083621366161417175&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/9083621366161417175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/9083621366161417175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/11/knowledge-and-trail-error-test-for.html' title='Knowledge and Trail Error Test For English Prose STBA Nusa Mandiri'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-5739411269370132079</id><published>2010-11-17T00:22:00.001-08:00</published><updated>2010-11-17T00:22:18.211-08:00</updated><title type='text'>Bahasa (komunikasi) Non-Verbal</title><content type='html'>Bahasa non verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam presentasi, dimana penyampaiannya bukan dengan kata-kata ataupun suara tetapi melalui gerakan-gerakan anggota tubuh yang sering dikenal dengan istilah bahasa isyarat atau body language. Selain itu juga, penggunaan bahasa non verbal dapat melalui  kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian,  potongan rambut, dan penggunaan simbol-simbol.&lt;br /&gt;Menurut Drs. Agus M. Hardjana, M.Sc., Ed. menyatakan bahwa: “Komunikasi non verbal yaitu komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk non verbal, tanpa kata-kata”.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Atep Adya Barata mengemukakan bahwa: “Komunikasi non verbal yaitu komunikasi yang diungkapkan melalui pakaian dan setiap kategori benda lainnya (the object language), komunikasi dengan gerak (gesture) sebagai sinyal (sign language), dan komunikasi dengan tindakan atau gerakan tubuh (action language).&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari penggunaan bahasa non verbal sering digunakan oleh seseorang, seperti:&lt;br /&gt;• Menganggukan kepala yang berarti setuju,&lt;br /&gt;• Menggelengkan kepala yang berarti tidak setuju,&lt;br /&gt;• Melambaikan tangan kepada orang lain, yang berarti seseorang tersebut sedang memanggilnya untuk datang kemari,&lt;br /&gt;• Menunjukkan jari kepada orang lain diikuti dengan warna muka merah, berarti ia sedang marah,&lt;br /&gt;• Gambar pria dan wanita di sebuah toilet, berarti seseorang boleh masuk sesuai dengan jenisnya.&lt;br /&gt;Bentuk Komunikasi Non Verbal&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk komunikasi non verbal terdiri dari tujuh macam yaitu:&lt;br /&gt;a. Komunikasi visual&lt;br /&gt;Komunikasi visual merupakan salah satu bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan berupa gambar-gambar, grafik-grafik, lambang-lambang, atau simbol-simbol.&lt;br /&gt;Dengan menggunakan gambar-gambar yang relevan, dan penggunaan warna yang tepat, serta bentuk yang unik akan membantu mendapat perhatian pendengar. Dibanding dengan hanya mengucapkan kata-kata saja, penggunaan komunikasi visual ini akan lebih cepat dalam pemrosesan informasi kepada para pendengar.&lt;br /&gt;b. Komunikasi sentuhan&lt;br /&gt;Ilmu yang mempelajari tentang sentuhan dalam komunikasi non verbal sering disebut Haptik. Sebagai contoh: bersalaman, pukulan, mengelus-ngelus, sentuhan di punggung dan lain sebagainya merupakan salah satu bentuk komunikasi yang menyampaikan suatu maksud/tujuan tertentu dari orang yang menyentuhnya.&lt;br /&gt;c. Komunikasi gerakan tubuh&lt;br /&gt;Kinesik atau gerakan tubuh merupakan bentuk komunikasi non verbal, seperti, melakukan kontak mata, ekspresi wajah, isyarat dan sikap tubuh. Gerakan tubuh digunakan untuk menggantikan suatu kata yang diucapkan. Dengan gerakan tubuh, seseorang dapat mengetahui informasi yang disampaikan tanpa harus mengucapkan suatu kata. Seperti menganggukan kepala berarti setuju.&lt;br /&gt;d. Komunikasi lingkungan&lt;br /&gt;Lingkungan dapat memiliki pesan tertentu bagi orang yang melihat atau merasakannya. Contoh: jarak, ruang, temperatur dan warna. Ketika seseorang menyebutkan bahwa ”jaraknya sangat jauh”, ”ruangan ini kotor”, ”lingkungannya panas” dan lain-lain, berarti seseorang tersebut menyatakan demikian karena atas dasar penglihatan dan perasaan kepada lingkungan tersebut.&lt;br /&gt;e. Komunikasi penciuman&lt;br /&gt;Komunikasi penciuman merupakan salah satu bentuk komunikasi dimana penyampaian suatu pesan/informasi melalui aroma yang dapat dihirup oleh indera penciuman. Misalnya aroma parfum bulgari, seseorang tidak akan memahami bahwa parfum tersebut termasuk parfum bulgari apabila ia hanya menciumnya sekali.&lt;br /&gt;f. Komunikasi penampilan&lt;br /&gt;Seseorang yang memakai pakaian yang rapi atau dapat dikatakan penampilan yang menarik, sehingga mencerminkan kepribadiannya. Hal ini merupakan bentuk komunikasi yang menyampaikan pesan kepada orang yang melihatnya. Tetapi orang akan menerima pesan berupa tanggapan yang negatif apabila penampilannya buruk (pakaian tidak rapih, kotor dan lain-lain).&lt;br /&gt;g. Komunikasi citrasa&lt;br /&gt;Komunikasi citrasa merupakan salah satu bentuk komunikasi, dimana penyampaian suatu pesan/informasi melalui citrasa dari suatu makanan atau minuman. Seseorang tidak akan mengatakan bahwa suatu makanan/minuman memiliki rasa enak, manis, lezat dan lain-lain, apabila makanan tersebut telah memakan/meminumnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa citrasa dari makanan/minuman tadi menyampaiakan suatu maksud atau makna.&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari komunikasi nonverbal adalah studi Albert Mahrabian tahun 1971. Berdasarkan hasil studinya, dia menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaran orang, hanya 7 persen berasal dari bahasa verbal, 38 persen dari kejelasan suara dan 55 persen dari ekspresi muka. Menurut Ray L. Birdwhistell (Deddy Mulyana, 2005:316) mengatakan bahwa 65 persen dari komunikasi tatap muka adalah nonverbal. Betapa pentingnya komunikasi nonverbal diterapkan oleh Tutor dalam penyajian materi pelajaran di dalam kelas, terkait dengan peningkatan motivasi belajar siswa. Dalam komunikasi ini akan dapat meyakinkan dengan menggunakan beberapa isyarat sesuai dengan materi yang diajarkan, menunjukkan keterlibatan emosi yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, serta melengkapi ucapan yang dirasakan belum sempurna.&lt;br /&gt;Klasifikai komunikasi nonverbal menurut Redi Panuju (2000:52) bisa berbentuk isyarat tangan, gerakan kepala, postur tubuh dan posisi kaki, ekspresi wajah, tatapan muka, sentuhan, parabahasa, penampilan fisik, bau-bauan, orientasi ruang dan jarak pribadi.&lt;br /&gt;Isyarat tangan maksudnya adalah gerakan tangan yang digunakan Tutor waktu mengajar, gerakan kepala termasuk anggukan dan juga gelengan kepala, postur tubuh dan posisi kaki dapat digunakan untuk menunjukkan intensitas dan minat dalam menyajikan materi pelajaran di kelas.&lt;br /&gt;Sentuhan diantaranya meliputi fungsi professional dan sosial penuh kesopanan seperti berjabat tangan, menepuk punggung atau bahu. Menurut Hasibuan (1985:59) guru dapat menyatakan penghargaan pada siswa seperti menepuk pundak siswa atau juga mengangkat tangan siswa. Seringkali untuk siswa yang masih kecil, guru mengusap rambut kepala. Namun dalam memberikan sentuhan perlu selektif dan hati-hati.&lt;br /&gt;Parabahasa diantaranya meliputi intensitas suara, intonasi. Hal ini dalam mengajar merupakan factor yang penting terlebih dalam pengajaran bahasa inggris. Menurut Sri Haryani (2000:290) suara adalah bawaan sejak lahir untuk dapat dengan baik harus berlatih. Latihan disini mencakup bagaimana mengeluarkan suara dengan jelas, tidak monoton dengan memperhatikan tekanan suara yang tepat.&lt;br /&gt;Penampilan fisik, meliputi busana yang dipakai saat Tutor berdiri di depan kelas menyampaikan materi pelajaran, karena cara berpakaian dan penampilan seseorang akan menunjukkan tingkat kredibilitas seseorang yang akan dinilai oleh yang melihatnya.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal diatas, Mulyana (2005:366) mengatakan bahwa komunikasi nonverbal akan memberikan kesan positif bagi seseorang. Demikian juga diam sesaat atau kesenyapan akan dapat meminta perhatian atau memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk berpikir serta memperhatikan kepada Tutor.&lt;br /&gt;diolah dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-5739411269370132079?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/5739411269370132079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=5739411269370132079&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5739411269370132079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5739411269370132079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/11/bahasa-komunikasi-non-verbal.html' title='Bahasa (komunikasi) Non-Verbal'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-4214774804108841463</id><published>2010-11-17T00:19:00.003-08:00</published><updated>2010-11-17T00:19:58.234-08:00</updated><title type='text'>Bahasa (komunikasi) Verbal</title><content type='html'>Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Rakhmat (1994), mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Ia menekankan dimiliki bersama, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti. Kalimat dalam bahasa Indonesia Yang berbunyi ”Di mana saya dapat menukar uang?” akan disusun dengan tatabahasa bahasa-bahasa yang lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Inggris: Dimana dapat saya menukar beberapa uang? (Where can I change some money?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perancis: Di mana dapat saya menukar dari itu uang? (Ou puis-je change de l’argent?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jerman: Di mana dapat saya sesuatu uang menukar? (Wo kann ich etwasGeld wechseln?).&lt;br /&gt;Spanyol: Di mana dapat menukar uang? (Donde puedo cambiar dinero?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatabahasa meliputi tiga unsur: fonologi, sintaksis, dan semantik. Fonologi merupakan pengetahuan tentang bunyi-bunyi dalam bahasa. Sintaksis merupakan pengetahuan tentang cara pembentukan kalimat. Semantik merupakan pengetahuan tentang arti kata atau gabungan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana,2005), bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi.&lt;br /&gt;Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.&lt;br /&gt;Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.&lt;br /&gt;Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa. Keistimewaan bahasa sebagai fungsi transmisi informasi yang lintas-waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cansandra L. Book (1980), dalam Human Communication: Principles, Contexts, and Skills, mengemukakan agar komunikasi kita berhasil, setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengenal dunia di sekitar kita. Melalui bahasa kita mempelajari apa saja yang menarik minat kita, mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu sampai pada kemajuan teknologi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berhubungan dengan orang lain. Bahasa memungkinkan kita bergaul dengan orang lain untuk kesenangan kita, dan atau mempengaruhi mereka untuk mencapai tujuan kita. Melalui bahasa kita dapat mengendalikan lingkungan kita, termasuk orang-orang di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Untuk menciptakan koherensi dalam kehidupan kita. Bahasa memungkinkan kita untuk lebih teratur, saling memahami mengenal diri kita, kepercayaan-kepercayaan kita, dan tujuan-tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan Bahasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat, perasaan, dan sebagainya. Tidak semua kata tersedia untuk merujuk pada objek. Suatu kata hanya mewakili realitas, tetapi buka realitas itu sendiri. Dengan demikian, kata-kata pada dasarnya bersifat parsial, tidak melukiskan sesuatu secara eksak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata sifat dalam bahasa cenderung bersifat dikotomis, misalnya baik-buruk, kaya-miskin, pintar-bodoh, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata bersifat ambigu, karena kata-kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda, yang menganut latar belakang sosial budaya yang berbeda pula. Kata berat, yang mempunyai makna yang nuansanya beraneka ragam*. Misalnya: tubuh orang itu berat; kepala saya berat; ujian itu berat; dosen itu memberikan sanksi yang berat kepada mahasiswanya yang nyontek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kata-kata mengandung bias budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa terikat konteks budaya. Oleh karena di dunia ini terdapat berbagai kelompok manusia dengan budaya dan subbudaya yang berbeda, tidak mengherankan bila terdapat kata-kata yang (kebetulan) sama atau hampir sama tetapi dimaknai secara berbeda, atau kata-kata yang berbeda namun dimaknai secara sama. Konsekuensinya, dua orang yang berasal dari budaya yang berbeda boleh jadi mengalami kesalahpahaman ketiaka mereka menggunakan kata yang sama. Misalnya kata awak untuk orang Minang adalah saya atau kita, sedangkan dalam bahasa Melayu (di Palembang dan Malaysia) berarti kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi sering dihubungkan dengan kata Latin communis yang artinya sama. Komunikasi hanya terjadi bila kita memiliki makna yang sama. Pada gilirannya, makna yang sama hanya terbentuk bila kita memiliki pengalaman yang sama. Kesamaan makna karena kesamaan pengalaman masa lalu atau kesamaan struktur kognitif disebut isomorfisme. Isomorfisme terjadi bila komunikan-komunikan berasal dari budaya yang sama, status sosial yang sama, pendidikan yang sama, ideologi yang sama; pendeknya mempunyai sejumlah maksimal pengalaman yang sama. Pada kenyataannya tidak ada isomorfisme total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Percampuranadukkan fakta, penafsiran, dan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbahasa kita sering mencampuradukkan fakta (uraian), penafsiran (dugaan), dan penilaian. Masalah ini berkaitan dengan dengan kekeliruan persepsi. Contoh: apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat seorang pria dewasa sedang membelah kayu pada hari kerja pukul 10.00 pagi? Kebanyakan dari kita akan menyebut orang itu sedang bekerja. Akan tetapi, jawaban sesungguhnya bergantung pada: Pertama, apa yang dimaksud bekerja? Kedua, apa pekerjaan tetap orang itu untuk mencari nafkah? .... Bila yang dimaksud bekerja adalah melakukan pekerjaan tetap untuk mencari nafkah, maka orang itu memang sedang bekerja. Akan tetapi, bila pekerjaan tetap orang itu adalah sebagai dosen, yang pekerjaannya adalah membaca, berbicara, menulis, maka membelah kayu bakar dapat kita anggap bersantai baginya, sebagai selingan di antara jam-jam kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berkomunikasi, kita menterjemahkan gagasan kita ke dalam bentuk lambang (verbal atau nonverbal). Proses ini lazim disebut penyandian (encoding). Bahasa adalah alat penyandian, tetapi alat yang tidak begitu baik (lihat keterbatasan bahasa di atas), untuk itu diperlukan kecermatan dalam berbicara, bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan sebenarnya, bagaimana menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gorys Keraf (2001:3-8) menyatakan bahwa ada empat fungsi bahasa, yaitu:&lt;br /&gt;a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri&lt;br /&gt;Bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita.&lt;br /&gt;b. Alat komunikasi&lt;br /&gt;Bahasa merupakan saluran perumusan maksud yang melahirkan perasaan dan memungkinkan adanya kerjasama antarindividu.&lt;br /&gt;c. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial&lt;br /&gt;Bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan yang memungkinkan manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman tersebut, serta belajar berkenalan dengan orang-orang.&lt;br /&gt;d. Alat mengadakan kontrol sosial&lt;br /&gt;Bahasa merupakan alat yang dipergunakan dalam usaha mempengaruhi tingkah laku dan tindak tanduk orang lain. Bahasa juga mempunyai relasi dengan proses-proses sosialisasi suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.3. Jenis Ragam Bahasa&lt;br /&gt;Jenis ragam bahasa adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a Ragam bahasa pada bidang tertentu.&lt;br /&gt;b Ragam bahasa pada perorangan.&lt;br /&gt;c Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah.&lt;br /&gt;d Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial.&lt;br /&gt;e Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasalisan dan bahasa tulisan.&lt;br /&gt;f Ragam bahasa pada suatu situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.4. Prinsip – Prinsip Komunikasi&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :&lt;br /&gt;Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik&lt;br /&gt;Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi&lt;br /&gt;Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.&lt;br /&gt;Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan&lt;br /&gt;Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.&lt;br /&gt;Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan&lt;br /&gt;Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai)&lt;br /&gt;Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktuPesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.&lt;br /&gt;Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasiTidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.&lt;br /&gt;Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik&lt;br /&gt;Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.&lt;br /&gt;Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi&lt;br /&gt;Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan.&lt;br /&gt;Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial&lt;br /&gt;Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.&lt;br /&gt;Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional&lt;br /&gt;Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.&lt;br /&gt;Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible&lt;br /&gt;Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.&lt;br /&gt;Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah&lt;br /&gt;Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan: diolah dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-4214774804108841463?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/4214774804108841463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=4214774804108841463&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4214774804108841463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4214774804108841463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/11/bahasa-komunikasi-verbal.html' title='Bahasa (komunikasi) Verbal'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-4528833001047304601</id><published>2010-11-06T02:26:00.001-07:00</published><updated>2010-11-06T02:26:01.562-07:00</updated><title type='text'>pengumpulan data kualitatif</title><content type='html'>Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa teknik dalam mengumpulkan data, seperti yang dikemukakan Sevilla, dkk (1993) bahwa dalam pengumpulan data penelitian dalam pendidikan dapat meliputi hal-hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengamatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses peneliti dalam melihat situasi penelitian. Teknik ini sangat relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dalam kelompoknya. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pertanyaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik pertanyaan lebih cocok digunakan dalam pendekatan survei. Pertanyaan yang efektif akan membantu pengumpulan data yang akurat, karenanya Fox (dalam Sevilla, 1993) memberikan kreteria karakteristik pertanyaan yang efektif sebagai berikut; (a) bahasanya jelas, (b) ada ketegasan isi dan periode waktu, (c) bertujuan tunggal, (d) bebas dari asumsi, (e) bebas dari saran, dan (f) kesempurnaan dan konsistensi tata bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Angket atau kuesioner (questionnaire)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Studi dokumenter (documentary study)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi dokumenter merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diolah dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-4528833001047304601?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/4528833001047304601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=4528833001047304601&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4528833001047304601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/4528833001047304601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/11/pengumpulan-data-kualitatif.html' title='pengumpulan data kualitatif'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-1673411977321639500</id><published>2010-11-06T00:13:00.001-07:00</published><updated>2010-11-06T00:13:32.657-07:00</updated><title type='text'>Metode Penelitian Kualitatif</title><content type='html'>Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sistematika Penelitian Kualitatif&lt;br /&gt;Judul&lt;br /&gt;Abstrak&lt;br /&gt;Kata Pengantar&lt;br /&gt;Daftar Isi&lt;br /&gt;Daftar Gambar&lt;br /&gt;Bab I Pendahuluan&lt;br /&gt;Konteks Penelitian&lt;br /&gt;Fokus Kajian Penelitian&lt;br /&gt;Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;Bab II Perspektif Teoritis dan Kajian Pustaka&lt;br /&gt;Bab III Metode Penelitian&lt;br /&gt;Pendekatan&lt;br /&gt;Batasan Istilah&lt;br /&gt;Unit Analisis&lt;br /&gt;Deskripsi Setting Penelitian&lt;br /&gt;Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Analisis Data&lt;br /&gt;Keabsahan data&lt;br /&gt;Bab IV Hasil dan pembahasan&lt;br /&gt;Bab VI Kesimpulan dan saran&lt;br /&gt;Daftar pustaka&lt;br /&gt;Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan secara ringkas keseluruhan unsur yang ada dalam penelitian kualitatif, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Judul, singkat dan jelas serta mengisyaratkan fenomena dan fokus kajian penelitian. Penulisan judul sedapat mungkin menghindari berbagai tafsiran yang bermacam-macam dan tidak bias makna.&lt;br /&gt;   2. Abstrak, ditulis sesingkat mungkin tetapi mencakup keseluruhan apa yang tertulis di dalam laporan penelitian. Abstrak penelitian selain sangat berguna untuk membantu pembaca memahami dengancepat hasil penelitian, juga dapat merangsang minat dan selera orang lain untuk membacanya.&lt;br /&gt;   3. Perspektif teoritis dan kajian pustaka, perspektif teori menyajikan tentang teori yang digunakan sebagai perpektif baik dalam membantumerumuskan fokus kajian penelitian maupun dalam melakukan analisis data atau membahas temuan-temuan penelitian. Sementara kajian pustaka menyajikan tentang studi-studi terdahulu dalam konteks fenomena dan masalah yang sama atau serupa.&lt;br /&gt;   4. Metode yang digunakan, menyajikan secara rinci metode yang digunakan dalam proses penelitian.&lt;br /&gt;   5. Temuan–temauan penelitian, menyajikan seluruh temuan penelitian yang diorganisasikan secara rinci dan sistematis sesuai urutan pokok masalah atau fokus kajian penelitian. Temuan-temuan penelitian yang disajikan dalam laporan penelitian merupakan serangkaian fakta yang sudah direduksi secara cermat dan sistematis, dan bukan kesan selintas peneliti apalagi hasil karangan atau manipulasi peneliti itu sendiri.&lt;br /&gt;   6. Analisis temuan– temuan penelitian. Hasil temuanmemrlukan pembahasan lebih lanjut dan penafsiran lebih dalam untuk menemukan makna di balik fakta. Dalam melakukan pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian, peneliti harus kembali mencermati secara kritis dan hati-hati terhadap perspektif teoritis yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Jenis-jenis Penelitian Kualitatif&lt;br /&gt;Penelitian kualitatif memiliki 5 jenis penelitian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Biografi&lt;br /&gt;Penelitian biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fenomenologi&lt;br /&gt;Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Menurut Creswell (1998:54), Pendekatan fenomenologi menunda semua penilaian tentang sikap yang alami sampai ditemukan dasar tertentu. Penundaan ini biasa disebut epoche (jangka waktu). Konsep epoche adalah membedakan wilayah data (subjek) dengan interpretasi peneliti. Konsep epoche menjadi pusat dimana peneliti menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang fenomena untuk mengerti tentang apa yang dikatakan oleh responden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Grounded theory&lt;br /&gt;Walaupun suatu studi pendekatan menekankan arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu, tujuan pendekatan grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu . Situasi di mana individu saling berhubungan, bertindak, atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengembangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Etnografi&lt;br /&gt;Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian. Sebagai proses, etnografi melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok, dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut. Peneliti mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku, bahasa, dan interaksi dalam kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Studi kasus&lt;br /&gt;Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Metode Pengumpulan Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wawancara&lt;br /&gt;Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai responden adalah intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas pertanyaan, kontak mata, dan kepekaan nonverbal. Dalam mencari informasi, peneliti melakukan dua jenis wawancara, yaitu autoanamnesa (wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden) dan aloanamnesa (wawancara dengan keluarga responden). Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah, mulai dengan informasi fakta, hindari pertanyaan multiple, jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport, ulang kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Observasi&lt;br /&gt;Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipasi, observasi tidak terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden.&lt;br /&gt;    * Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek.&lt;br /&gt;    * Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah topografi, jumlah dan durasi, intensitas atau kekuatan respon, stimulus kontrol (kondisi dimana perilaku muncul), dan kualitas perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dokumen&lt;br /&gt;Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Focus Group Discussion (FGD)&lt;br /&gt;Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif di dasarkan pada pendekatan yang digunakan. Beberapa bentuk analisis data dalam penelitian kualitatif, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Biografi&lt;br /&gt;Langkah-langkah analisis data pada studi biografi, yaitu:&lt;br /&gt;a. Mengorganisir file pengalaman objektif tentang hidup responden seperti tahap perjalanan hidup dan pengalaman. Tahap tersebut berupa tahap kanak-kanak, remaja, dewasa dan lansia yang ditulis secara kronologis atau seperti pengalaman pendidikan, pernikahan, dan pekerjaan.&lt;br /&gt;b. Membaca keseluruhan kisah kemudian direduksi dan diberi kode.&lt;br /&gt;c. Kisah yang didapatkan kemudian diatur secara kronologis.&lt;br /&gt;d. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi dan mengkaji makna kisah yang dipaparkan, serta mencari epipani dari kisah tersebut.&lt;br /&gt;e. Peneliti juga melihat struktur untuk menjelaskan makna, seperti interaksi sosial didalam sebuah kelompok, budaya, ideologi, dan konteks sejarah, kemudian memberi interpretasi pada pengalaman hidup individu.&lt;br /&gt;f. Kemudian, riwayat hidup responden di tulis dengan berbentuk narasi yang berfokus pada proses dalam hidup individu, teori yang berhubungan dengan pengalaman hidupnya dan keunikan hidup individu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fenomenologi&lt;br /&gt;Langkah-langkah analisis data pada studi fenomenologi, yaitu:&lt;br /&gt;a. Peneliti memulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan.&lt;br /&gt;b. Membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data.&lt;br /&gt;c. Menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh responden dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan memiliki nilai yang sama. Selanjutnya, pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat repetitif atau tumpang tindih dihilangkan, sehingga yang tersisa hanya horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpangan).&lt;br /&gt;d. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi.&lt;br /&gt;e. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut. Kemudian mengembangkan textural description (mengenai fenomena yang terjadi pada responden) dan structural description (yang menjelaskan bagaimana fenomena itu terjadi).&lt;br /&gt;f. Peneliti kemudian memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut.&lt;br /&gt;g. Membuat laporan pengalaman setiap partisipan. Setelah itu, gabungan dari gambaran tersebut ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Grounded theory&lt;br /&gt;Langkah-langkah analisis data pada studi grounded theory, yaitu:&lt;br /&gt;a. Mengorganisir data&lt;br /&gt;b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode.&lt;br /&gt;c. Open coding, peneliti membentuk kategori informasi tentang peristiwa dipelajari.&lt;br /&gt;d. Axial coding, peneliti mengidentifikasi suatu peristiwa, menyelidiki kondisi-kondisi yang menyebabkannya, mengidentifikasi setiap kondisi-kondisi, dan menggambarkan peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;e. Selective coding, peneliti mengidentifikasi suatu jalan cerita dan mengintegrasikan kategori di dalam model axial coding.&lt;br /&gt;Selanjutnya peneliti boleh mengembangkan dan menggambarkan suatu acuan yang menerangkan keadaan sosial, sejarah, dan kondisi ekonomi yang mempengaruhi peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Etnografi&lt;br /&gt;Langkah-langkah analisis data pada studi etnografi, yaitu:&lt;br /&gt;a. Mengorganisir file.&lt;br /&gt;b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode.&lt;br /&gt;c. Menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti.&lt;br /&gt;d. Menginterpretasi penemuan.&lt;br /&gt;e. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel, gambar, atau uraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Studi kasus&lt;br /&gt;Langkah-langkah analisis data pada studi kasus, yaitu:&lt;br /&gt;a. Mengorganisir informasi.&lt;br /&gt;b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode.&lt;br /&gt;c. Membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya.&lt;br /&gt;d. Peneliti menetapkan pola dan mencari hubungan antara beberapa kategori.&lt;br /&gt;e. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan mengembangkan generalisasi natural dari kasus baik untuk peneliti maupun untuk penerapannya pada kasus yang lain.&lt;br /&gt;f. Menyajikan secara naratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Keabsahan Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal, yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif, alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol, dan sumber data kualitatif yang kurang credible akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa cara menentukan keabsahan data, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kredibilitas&lt;br /&gt;Apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. Beberapa kriteria dalam menilai adalah lama penelitian, observasi yang detail, triangulasi, per debriefing, analisis kasus negatif, membandingkan dengan hasil penelitian lain, dan member check.&lt;br /&gt;Cara memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian, yaitu:&lt;br /&gt;a. Memperpanjang masa pengamatan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan, bisa mempelajari kebudayaan dan dapat menguji informasi dari responden, dan untuk membangun kepercayaan para responden terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri.&lt;br /&gt;b. Pengamatan yang terus menerus, untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang diteliti, serta memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.&lt;br /&gt;c. Triangulasi, pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut.&lt;br /&gt;d. Peer debriefing (membicarakannya dengan orang lain) yaitu mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat.&lt;br /&gt;e. Mengadakan member check yaitu dengan menguji kemungkinan dugaan-dugaan yang berbeda dan mengembangkan pengujian-pengujian untuk mengecek analisis, dengan mengaplikasikannya pada data, serta denganmengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Transferabilitas yaitu apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain.&lt;br /&gt;3. Dependability yaitu apakah hasil penelitian mengacu pada kekonsistenan peneliti dalam mengumpulkan data, membentuk, dan menggunakan konsep-konsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;4. Konfirmabilitas yaitu apakah hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan lapangan. Hal ini dilakukan dengan membicarakan hasil penelitian dengan orang yang tidak ikut dan tidak berkepentingan dalam penelitian dengan tujuan agar hasil dapat lebih objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Reliabilitas&lt;br /&gt;Reliabilitas penelitian kualitatif dipengaruhi oleh definisi konsep yaitu suatu konsep dan definisi yang dirumuskan berbeda-beda menurut pengetahuan peneliti, metode pengumpulan dan analisis data, situasi dan kondisi sosial, status dan kedudukan peneliti dihadapan responden, serta hubungan peneliti dengan responden.&lt;br /&gt;diolah dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-1673411977321639500?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/1673411977321639500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=1673411977321639500&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/1673411977321639500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/1673411977321639500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/11/metode-penelitian-kualitatif.html' title='Metode Penelitian Kualitatif'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-2871840734103155424</id><published>2010-10-28T18:34:00.001-07:00</published><updated>2010-10-28T18:34:57.145-07:00</updated><title type='text'>WRITING CLASS FOR BSI STUDENTS</title><content type='html'>Read Carefully The Text and Write An Outline and An Essay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;• Decide whether or not you want to fit writing into your life.&lt;br /&gt;• Assess how important writing is to you.&lt;br /&gt;• Integrating writing in your life may mean changing your writing&lt;br /&gt;behaviours.&lt;br /&gt;• Behaviour change can be managed as a process.&lt;br /&gt;• Start by articulating your beliefs and values, in relation to academic writing.&lt;br /&gt;• New knowledge about writing is unlikely to produce behaviour change.&lt;br /&gt;• Document your actual writing practices in some form, e.g. an email trail.&lt;br /&gt;• Integrate your writing by making connections between your writings.&lt;br /&gt;• Clarify the distinction between your writing goals, plans and actions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Don’t take on too much – this is easier said than done.&lt;br /&gt;• Align your definition of ‘too much’ with others’. Talk to your head of&lt;br /&gt;department.&lt;br /&gt;• If you only get a ‘buzz’ from teaching, review your definition of ‘research’.&lt;br /&gt;• Establish what value research has for you, the university, your profession.&lt;br /&gt;• Find or create synergies between your teaching and research (see Chapter 3).&lt;br /&gt;• Start a teaching portfolio and write about your teaching in any form.&lt;br /&gt;• If you already have a teaching portfolio, consider broadening the contents.&lt;br /&gt;• Identify aspects of teaching and learning that you’d like to know more&lt;br /&gt;about.&lt;br /&gt;• Write about your practice – make links with the literature.&lt;br /&gt;• Write a scholarly paper about your teaching and submit it to a journal.&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;• Define the characteristics of writing in your discipline.&lt;br /&gt;• Analyse recent issues of journals in your discipline.&lt;br /&gt;• Focus on and compare specific points in several papers.&lt;br /&gt;• Work out how you can adapt your writing for different journals.&lt;br /&gt;• Decide how you want to position yourself in your discipline.&lt;br /&gt;• Consider your options for ‘voicing’ this position in your writing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;• See yourself as part of a conversation and decide to join the dialogue.&lt;br /&gt;• Identify how you can engage with current issues or unanswered questions&lt;br /&gt;in a way that might catalyse a reaction.&lt;br /&gt;• Encourage your students to read written work of yours and that of other&lt;br /&gt;authors.&lt;br /&gt;• Respond positively to requests to talk about your work.&lt;br /&gt;• Explore your motivation (see also chapter 9).&lt;br /&gt;• Track the times in your writing when you’re most likely to feel engaged and&lt;br /&gt;focused.&lt;br /&gt;• Avoid unstructured proliferation of ideas – set up your ideas file and keep&lt;br /&gt;them relatively organized.&lt;br /&gt;• Generate targets and outlines that will help to avoid unstructured, uncaptured&lt;br /&gt;garrulous approaches to writing.&lt;br /&gt;• Find what really interests you, something you care about or an angle about&lt;br /&gt;which you can feel passionate.&lt;br /&gt;• Check the extracts of your writing that you feel most proud of, and try to&lt;br /&gt;identify the features of the context in which you wrote it.&lt;br /&gt;• Keep a writing diary that allows you to track the rhythms of your writing.&lt;br /&gt;• Talk to trusted others about your writing and capture important or striking&lt;br /&gt;aspects of that conversation.&lt;br /&gt;• Protect time for advancing your writing – don’t listen to voices that say you&lt;br /&gt;don’t know enough – maybe this is true, but you won’t always know where&lt;br /&gt;the gaps are until you have generated some skeletal outline of where it is&lt;br /&gt;you want to go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;• Plan to take regular breaks from your writing, especially at times when you&lt;br /&gt;have made a lot of active or intense progress.&lt;br /&gt;• Be vigilant for signs that you may need to start stepping back from your&lt;br /&gt;work. These signs might include: slowing down of your writing&lt;br /&gt;momentum, a lack of structure, a sense of repetitiveness, uncertainty or&lt;br /&gt;fatigue.&lt;br /&gt;• Practise switching off. Stop thinking about your writing. Try to leave it&lt;br /&gt;behind and not brood or mull over it during these switch-off times.&lt;br /&gt;• Get used to showing your work to other people. If you find this difficult,&lt;br /&gt;start with small pieces of your writing, and choose to show it to someone&lt;br /&gt;you really trust to be sensitive but also honest about their reactions.&lt;br /&gt;• Try to decide on what kind of feedback will be most likely to help you make&lt;br /&gt;progress on your work, and then ask for it.&lt;br /&gt;• Analyse positive feedback on your writing as assiduously as you analyse&lt;br /&gt;negative feedback.&lt;br /&gt;• In assimilating feedback, take notes and plan the ways in which you are&lt;br /&gt;going to start re-engaging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;• A pragmatic way of allocating a dedicated block of time to academic writing.&lt;br /&gt;• An event that provides intensive, holistic, symbolic and practical support&lt;br /&gt;for all aspects of the writing process.&lt;br /&gt;• An event that recognizes the physical, psychological, academic and&lt;br /&gt;collegiate needs of academic writers.&lt;br /&gt;• An event characterized by hard work in the context of a healthy, stress-free,&lt;br /&gt;enjoyable week.&lt;br /&gt;• An event that enhances output.&lt;br /&gt;• An event that aims to give rise to more productive writing habits in the&lt;br /&gt;longer term.&lt;br /&gt;• An event that encourages creative engagement in academic writing tasks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-2871840734103155424?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/2871840734103155424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=2871840734103155424&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2871840734103155424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2871840734103155424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/10/writing-class-for-bsi-students.html' title='WRITING CLASS FOR BSI STUDENTS'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3769009750283128646</id><published>2010-10-28T18:33:00.001-07:00</published><updated>2010-10-28T18:33:54.397-07:00</updated><title type='text'>HOMEWORK FOR BSI BROADCASTING CLASS</title><content type='html'>Read Carefully The Text, Then Translate It, and Write An Essay (5 Paragraph) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TELEVISION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You may think that television production is a relatively simple task. After all, you do pretty well with your camcorder. When watching a newscast from the control room at a local television station, however, you realize that television production involves much more than just operating a camcorder. Even a seemingly simple production—such as a news anchor first introducing and then playing a videotape of the school principal showing to parents and reporters the computer lab—involves a great number of intricate operations by news production personnel and the use of many sophisticated machines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A 55-second chitchat between a TV news anchor in Portland and a tennis star in London presents a formidable challenge even for highly experienced production personnel. When watching television, viewers are largely unaware of such production complexities. But as you can see, professional television production—regardless of whether it is done in a television station or in the field—is a complex creative process in which people and machines interact to bring a variety of messages and experiences to a large audience. Even when involved in a relatively small production, you need to know what machines and people are necessary to achieve a certain type of television communication and how to coordinate the many creative and technical elements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RADIO&lt;br /&gt;Who are you talking to? The listener comes first. Decide who it is you are talking to. Is this for a specialist audience – like children, doctors or farmers – or is it for the general, unspecified listener? In passing, it could be argued that there is no such thing as the ‘general listener’ since, for consumer research purposes, we are all categorized by one or more of a number of criteria, e.g. socio-economic group, gender, age, religion, ethnicity, demographic location, social habits and so on. Even so, the style for the ‘Morning Drivetime’ will be tighter and punchier than the more relaxed ‘Afternoon Show’. The language will be different but will nevertheless be appropriate&lt;br /&gt;when you know and visualize who you are writing for – the one person, the individual who is listening to you. Are they busily dashing about? Getting a meal, or lying in bed? Forget the mass audience, as if talking in a hall full of people. Radio is not a PA system – ‘some of you may have seen …’. Write directly for the person you want to talk to, seeing them as you write. It’s then more likely to come out right – ‘you may have seen …’. Avoid talking about your listener, not ‘listeners who want to contact us&lt;br /&gt;should …’, but to the listener, ‘if you’d like to contact us …’. Only when questions of what we want to say, and to whom, are answered can we properly start on the script.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETHICS&lt;br /&gt;In 1981, Tanet Cooke, a reporter for the Wnshingotz Post, was awarded the Pulitzer Prize for a dramatic news story titled "Jimmy's bliorld,'+yurportedly the account of the life of an eight-year-old drug addict. rimmy was later revealed to be a fictional composite character, the prize was withdrawn, and Cooke resigned in disgrace,&lt;br /&gt;The Janet Cook scanddl has become, quite literally, the textbook examgle of journalistic misconduct, Virtually every book on media ethics pub lished since 1981 offers at least a passing reference to the case. The National News Council published a special report on the Cook case,' and the Poynter Institute Eclr Media Studies held a symposium on its impact ten years after the incident. Media \Match, a conservative media newsletter, gives a monthly Janet Coake Award ""C distinguish the most outrageously distorted news story of the month.'~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEWS ANCHOR&lt;br /&gt;You Need To Know Both TV and Science The answer to the question then is: Eventually, you need both the knowledge of science and the knowledge of television reporting. If you don’t know the television side of it, you are not going to be&lt;br /&gt;able to communicate the information clearly to the general public. You also need to be able to translate complicated, arcane sorts of topics into plain language, so that viewers who are not scientifically sophisticated can understand it. The trick here is to translate it ina manner that simplifies but also accurately reflects the data. You must understand the medical or scientific information completely so you don’t end up misleading the viewers because you didn’t quite comprehend it yourself. Another mistake is to use medicalese, in place of plain English. Your job is to take the information that is probably heavily scientific,filled with medical jargon, then translate it so the rest of the audience can understand it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESENTER&lt;br /&gt;To bring these dynamics from the stage to the real world, try this&lt;br /&gt;simple exercise: Ask a colleague or friend to be your audience for a very&lt;br /&gt;brief presentation. Then step up to the front of the room and start to&lt;br /&gt;speak, but do so silently, moving your lips without using your voice. As&lt;br /&gt;you do, slouch, put your weight on one foot, thrust your hands deep into&lt;br /&gt;your pockets, and dart your eyes rapidly around the room. Next,&lt;br /&gt;suddenly, while continuing to move your lips silently, stand up straight,&lt;br /&gt;look directly at your colleague, address all of your energies to him or&lt;br /&gt;her, and extend your hand toward that person, as if you were about to&lt;br /&gt;shake hands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MULTIMEDIA COMMUNICATION&lt;br /&gt;Although most consumers are unaware of the details of information theory, every day they use its principles in the form of electronic products and services that enrich their lives with information, education, and of course, entertainment. The cable and satellite TV systems that feed video signals into millions of American homes use video-encoding techniques that date back to Shannon’s original work and to that of other Bell Labs researchers, allowing maximum use of bandwidth while minimizing transmission errors.&lt;br /&gt;Similarly, modern data-encoding compression techniques based on information theory allow millions of young (and not so young) people to fill their iPods and MP3 players with the equivalent of a shelf full of CDs. Photo formats such as JPEG maximize the number of pictures that can be taken with a digital camera before changing memory cards. Photographers can choose between “lossless” (completely accurate) images that take more disk space and various degrees of compression that make the images much more compact at some cost in accuracy. Other devices that depend on efficient data storage are also reshaping the world of broadcasting. Personal digital video recorders&lt;br /&gt;are changing how and when people watch television programs, as is the ability to “stream” programs on demand over the Internet and play them on a wide variety of devices.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3769009750283128646?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3769009750283128646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3769009750283128646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3769009750283128646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3769009750283128646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/10/homework-for-bsi-broadcasting-class.html' title='HOMEWORK FOR BSI BROADCASTING CLASS'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-7348101317698050805</id><published>2010-10-27T01:57:00.001-07:00</published><updated>2010-10-27T01:57:05.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Komunikasi'/><title type='text'>Komunikasi Interpersonal</title><content type='html'>Komunikasi Intrapersonal: Sebuah Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk yang berpikir dan, karenanya, berbicara, komunikasi bagi manusia merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Komunikasi baginya adalah sarana untuk berinteraksi dengan ”yang diluar dirinya”. Terlebih saat ini, dengan percepatan teknologi tanpa henti, utamanya teknologi informasi, komunikasi adalah sebuah keniscayaan.&lt;br /&gt;Dalam pengertian sederhana, komunikasi dapat diartikan sebagai penyampaian ”sesuatu yang sama” dari ”satu pihak” kepada ”pihak lain”. Dari sini, setidaknya, ada empat hal yang dibutuhkan dalam komunikasi; penyampaian atau yang dapat dipahami sebagai proses komunikasi; sesuatu yang sama atau pesan yang ingin disampaikan; pihak pertama (komunikator) yang berkepentingan untuk menyampaikan pesan dimaksud; dan pihak kedua (komunikan) yang menjadi tujuan penyampaian pesan. Dengan analisis yang lebih mendalam dapat diketahui bahwa pesan yang merupakan inti komunikasi terdiri dari dua aspek; isi pesan yang ingin disampaikan (the content of the message) dan lambang yang dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan tersebut (symbol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian komunikasi juga dapat kita pahami dalam tiga konseptualisasi yang berbeda. Pertama, komunikasi yang dipahami sebagai tindakan satu arah yang berjalan linear dari komunikator kepada komunikan. Pengertian ini sesuai dalam beberapa kasus, seperti pidato dan komunikasi massa yang tidak melibatkan secara aktif pembaca atau pemirsanya, namun tidak sesuai untuk bentuk komunikasi interaktif. Kedua, komunikasi dipahami sebagai kegiatan interaktif yang melibatkan kedua belah pihak secara aktif. Jika yang satu berfungsi sebagai pemberi pesan, yang lain berfungsi sebagai penerima pesan. Demikian pula sebaliknya secara bergantian. Namun konseptualisasi yang kedua inipun tidak lepas dari kelemahan karena mengabaikan kemungkinan bahwa orang yang sama dapat berfungsi sebagai pemberi dan penerima pesan pada saat yang sama. Ketiga, komunikasi dipahami sebagai kegiatan transaksional yang dalam konteks ini berarti bahwa pihak-pihak yang terlibat komunikasi berada dalam kondisi interdependen. Dalam pengertian ketiga ini, komunikasi tidak hanya terbatas dalam komunikasi verbal tapi juga mencakup komunikasi nonverbal yang mencakup, misalnya, ekspresi wajah.&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, bahkan dalam tataran individu, manusia tidaklah lepas dari komunikasi. Didalam dirinya, manusia mengalami komunikasi dengan dirinya yang disebut dengan komunikasi intrapersonal. Komunikasi intrapersonal pada hakikatnya adalah jenis komunikasi ditinjau dari segi tatanannya (Effendy, 2003:53). Tatanan disini adalah proses komunikasi ditinjau dari segi jumlah komunikan yang terlibat didalamnya. Secara umum tatanan komunikasi terbagi menjadi tiga, komunikasi pribadi (personal communication), komunikasi kelompok (group communication), dan komunikasi massa (mass communication). Dalam makalah ini hanya akan dibahas salah satu cabang komunikasi pribadi yaitu komunikasi intrapersonal.&lt;br /&gt;Disamping itu akan pula dijelaskan komunikasi intrapersonal dalam perspektif Islam, yang dalam makalah hal ini pemaparannya lebih ditekankan pada kajian tradisi Islam bukan pada kajian sumber utama Islam, yaitu al-Quran dan al-Hadits. Tentang hal ini, selain pemaparan deskripsi yang diberikan dalam tradisi Islam tentang komunikasi intrapersonal sebagai proses pengolahan informasi, penulis juga akan berusaha untuk mencari paralelitas antara komunikasi intrapersonal modern dengan komunikasi intrapersonal dalam khazanah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI INTRAPERSONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rakhmat (2000:49) komunikasi intrapersonal adalah proses pengolahan informasi. Proses ini melewati empat tahap; sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Proses pertama dari komunikasi intrapersonal terjadi pada saat sensasi terjadi. Sensasi, yang berasal dari kata sense, berarti kemampuan yang dimiliki manusia untuk mencerap segala hal yang diinformasikan oleh pancaindera. Informasi yang dicerap oleh pancaindera disebut stimuli yang kemudian melahirkan proses sensasi. Dengan demikian sensasi adalah proses menangkap stimuli.&lt;br /&gt;Kapasitas indrawi yang dimiliki setiap orang berbeda-beda yang, karenanya, memungkinkan terjadinya perbedaan sensasi. Namun secara umum ada ambang batas tertentu yang didalamnya pancaindera manusia dapat menyerap informasi. Mata hanya dapat menyerap gelombang cahaya antara 380 sampai 780 nanometer. Telinga hanya mampu menerima getaran suara dalam frekuensi antara 20 hertz sampai 20 kilohertz. Tubuh manusia hanya sanggup bertahan dengan normal pada suhu udara antara 10 derajat celcius sampai 45 derajat celcius (ibid, 50). Rangsangan dari luar ini yang dicerap sensasi disebut sebagai stimuli eksternal yang merupakan faktor situasional yang berpengaruh pada sensasi. Disamping itu juga terdapat faktor internal yang dapat pula memengaruhi sensasi yaitu faktor personal. Dalam hal ini, faktor personal adalah pengalaman, lingkungan budaya, dan kapasitas indrawi masing-masing individu yang berbeda (ibid, 51).&lt;br /&gt;Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Secara sederhana persepsi adalah memberikan makna pada hasil cerapan panca indera. Selain dipengaruhi oleh sensasi yang merupakan hasil cerapan panca indera, persepsi dipengaruhi juga oleh perhatian (attention), harapan (expectation), motivasi dan ingatan (Desiderato dalam ibid, 2000:51).&lt;br /&gt;Secara umum tiga hal yang disebut pertama terbagi menjadi dua faktor personal dan faktor situasional. Penarik perhatian yang bersifat situasional merupakan penarik perhatian yang ada di luar diri seseorang (eksternal), seperti intensitas stimuli, kebaruan, dan perulangan. Secara internal, ada yang dinamakan perhatian selektif (selective attention) yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor biologis, sosiopsikologis, dan sosiogenis (ibid, 52-4).&lt;br /&gt;Penyimpanan informasi yang dihasilkan dan pemanggilan kembali (recalling) dilakukan dalam memori. Dalam melakukan fungsinya memori melakukan tiga hal: perekaman (encoding), penyimpanan (storage) dan pemanggilan (retrieval). Tahap pertama adalah pencatatan informasi melalui reseptor indera dan saraf internal. Tahap kedua terbagi terbagi menjadi dua: penyimpanan aktif (dengan memberi informasi pada apa yang telah kita terima) dan penyimpanan aktif. Tahap terakhir terjadi ketika kita membutuhkan ingatan yang telah tersimpan dengan mengingat kembali hal itu (Mussen dan Rosenweig dalam ibid, 63).&lt;br /&gt;Dari tiga tahap memori, hanya tahap terakhir yang dapat diketahui dan, karenanya, dapat diklasifikasi. Pada tahap terakhir ini memori terbagi menjadi empat jenis. Pertama, pengingatan (recall) yaitu proses menghasilkan kembali fakta dan informasi secara apa adanya, seperti ketika seseorang ditanya, ”Apa saja jenis ikan laut yang termasuk mamalia”. Kedua, pengenalan (recognition) adalah mengenal kembali sebagian informasi yang sebagiannya telah dikenal, seperti pertanyaan yang disajikan dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice). Ketiga, pembelajaran ulang (relearning) adalah mempelajari kembali sesuatu yang pernah dipelajari. Seseorang yang pernah mempernah mempelajari suatu hal dan kemudian mempelajarinya kembali dua puluh lima persen lebih cepat menghafal. Keempat, redintegrasi (redintegration) adalah rekonstrusi masa lalu dari satu petunjuk memori kecil, seperti kenangan yang muncul saat anda melewati satu tempat yang biasa dilewati teman anda (ibid, 64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI INTRAPERSONAL: PERSPEKTIF TRADISI ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi intrapersonal yang diartikan sebagai proses pengolahan informasi dalam jiwa manusia juga dikenal dalam tradisi Islam. Penjelasan tentang potensi-potensi jiwa (al-quwa al-bathinah) seringkali didahului oleh penjelasan tentang kemampuan-kemampuan eksternal (al-quwa al-bathinah). Hal ini dapat terlihat, misalnya, ketika al-Ghazali (1988:60-6) menjelaskan tentang kemampuan mencerap (al-quwa al-mudrikah) yang didahului dengan penjelasan tentang indera-indera eksternal.&lt;br /&gt;Dalam tradisi Islam keberadaan indera-indera internal (internal senses), yang melaluinya komunikasi intrapersonal terjadi, diketahui melalui intuisi (al-wijdan) dalam pengertian introspeksi (al-Attas, 2001:150). Secara berurutan indera internal terdiri dari lima komponen; communis sensus (al-hiss al-musytarak); yang mencerap bentuk, kemampuan melukiskan (al-quwa al-khayaliyyah); yang menyimpan hasil cerapan al-hiss al-musytarak, kemampuan menaksir (al-quwa al-wahmiyyah); yang mencerap hal-hal yang tidak sensibel, kemampuan mengingat (al-quwa al-dzakirah); yang menyimpan hasil cerapan al-quwa al-khayaliyah, dan kemampuan berdaya cipta (al-quwa al-mutakhayyilah); yang memroses hasil cerapan dan simpanan dari keempat daya diatas (ibid: 151-3 dan al-Ghazali, 1988:64).&lt;br /&gt;Al-Ghazali memberi ilustrasi untuk membuktikan keberadaan al-hiss al-musytarak, ketika anda melihat air menetes dengan cepat yang anda ’lihat’ adalah garis lurus dan ketika anda melihat titik rapat yang melingkar yang anda ’lihat’ adalah garis melingkar. Dan hal itu adalah kenyataan (‘ala sabil al-musyahadah) bukan khayalan (la ‘ala sabil al-takhayyul) (1988:64). Secara sederhana dapat dipahami bahwa al-hiss al-musytarak adalah, misalnya, daya yang ’menyatukan’ objek yang dilihat dua mata kita sehingga objek itu tetap terlihat satu. Hasil cerapan al-hiss al-musytarak disimpan dalam kemampuan melukiskan (al-quwwah al-khayaliyah).&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan daya lukis (al-quwwah al-khayaliyah), al-Ghazali mengilustrasikan bahwa ketika kita melihat sesuatu di depan kita dan beberapa saat kemudian sesuatu itu menghilang maka kita masih bisa ’melihatnya’ seolah-olah sesuatu itu masih di depan kita (ibid,65). Jadi kemampuan melukiskan (al-quwwah al-khayaliyah) yang dimiliki manusia menyimpan citra yang telah diserap oleh al-hiss al-musytarak.&lt;br /&gt;Daya estimasi (al-quwwah al-wahmiyah) adalah kemampuan, yang dimiliki manusia dan hewan, untuk memahami makna-makna yang tak terlihat (nonsensible meanings). Seekor kambing dapat memahami bahwa serigala adalah musuhnya, sedangkan permusuhan bukanlah sesuatu yang sensibel. Daya estimasi adalah tempat yang didalamnya opini dan pendapat terbentuk. Opini yang terbentuk melalui daya estimasi ini tidak menggunakan analisis intelektual tanpa menggunakan citra yang tersimpan dalam ingatan yang diasosiasikan dengan masa lalu (Op. cit, 2001:152). Tanpa kendali yang memadai dari pikiran (intellect), daya ini adalah sumber perbuatan destruktif yang dilakukan manusia, karena daya ini memiliki peranan besar dalam mengendalikan tindakan hewan dan manusia (Ibn Sina, 1956:177).&lt;br /&gt;Daya ingat (al-quwwah al-dzakirah/al-hafizhah) adalah tempat penyimpanan makna-makna yang dihasilkan oleh daya estimasi. Hubungan antara daya ingat (al-quwwah al-dzakirah/al-hafizhah) dengan makna-makna yang dihasilkan daya estimasi (al-quwwah al-wahmiyah) adalah sama dengan hubungan antara kemampuan melukiskan (al-quwwah al-khayaliyah) dengan benda-benda sensibel yang citranya terbentuk dalam al-hiss al-musytarak (Op. cit, 2001:153).&lt;br /&gt;Daya cipta (al-quwwah al-mutakhayyilah) berfungsi untuk mengklasifikasi dan mengelola citra yang diserap oleh al-hiss al-musytarak. Dalam kaitannya dengan jiwa manusia, daya ini memiliki duafungsi; berfungsi menghasilkan kemampuan artistik dan teknik bila terhubung dengan kemampuan melukiskan (al-quwwah al-mutakhayyilah) dan berfungsi sebagai daya pikir (al-quwwah al-mufakkirah) bila terhubung jiwa manusia. Ketika terhubung dengan jiwa manusia, ia melakukan perenungan (cogitative). Secara umum ia adalah pengelola data akal teoritis dengan menyusunnya sedemikian rupa hingga menghasilkan pengetahuan (ibid, 153-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-hiss al-musytarak adalah penerima stimuli dari indera eksternal yang paralel dengan sensasi yang didefinisikan sebagai proses menangkap stimuli. Fungsi memori sebagai proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali setara dengan al-quwa al-khayaliyyah, yang menyimpan hasil cerapan al-hiss al-musytarak, dan al-quwa al-dzakirah/al-hafizhah, yang menyimpan hasil cerapan daya estimasi. Persepsi, sampai batas tertentu, sama dengan al-quwa al-wahmiyah, yang menghasilkan makna-makna. Al-quwa al-mutakhayyilah, yang mengelola semua hasil cerapan, sejajar dengan berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;000.&lt;br /&gt;Komunikasi Intrapersonal&lt;br /&gt;Written by Jurusan ilmu komunikasi on 23.26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunikasi intrapersonal, akan dijelaskab bagaimana orang menerima informasi, mengolahnya, menyumpannya dan menghasilkannya kembali. Proses pengolahan informasi, yang di sini kita sebut komunikasi intrapersonal meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Sensasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Menurut Dennis Coon, “Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal. Simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Kita mengelompokannya pada tiga macam indera penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar (eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari luar diindera oleh eksteroseptor (misalnya, telinga atau mata). Informasi dari dalam diindera oleh ineroseptor (misalnya, system peredaran darah). Gerakan tubuh kita sendiri diindera oleg propriseptor (misalnya, organ vestibular).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Persepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli inderawi (sensory stimuli). Sensasi adalah bagian dari persepsi. Persepsi, seperti juga sensasi ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional. Faktor lainnya yang memengaruhi persepsi, yakni perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian (Attention)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesdaran pada saat stimuli lainnya melemah (Kenneth E. Andersen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Eksternal Penarik Perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ditentukan oleh faktor-faktor situasional personal. Faktor situasional terkadang disebut sebagai determinan perharian yang bersifat eksternal atau penarik perhatian (attention getter) dan sifat-sifat yang menonjol, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gerakan secara visual tertarik pada objek-objek yang bergerak.&lt;br /&gt;* Intensitas Stimuli, kita akan memerharikan stimuli yang menonjol dari stimuli yang lain&lt;br /&gt;* Kebauran (Novelty), hal-hal yang baru dan luar biasa, yang beda, akan menarik perhatian.&lt;br /&gt;* Perulangan, hal-hal yang disajikan berkali-kali bila deisertai sedikit variasi akan menarik perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Internal Penaruh Perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menjadi perhatian kita lolos dari perhatian orang lain, atau sebaliknya. Ada kecenderungan kita melihat apa yang ingin kita lihat, dan mendengar apa yang ingin kita dengar. Perbedaan ini timbul dari faktor-faktor yang ada dalam diri kita. Contoh-contoh faktor yang memengaruhi perhatian kita adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Faktor-faktor Biologis&lt;br /&gt;* Faktor-faktor Sosiopsikologis.&lt;br /&gt;* Motif Sosiogenis, sikap, kebiasaan , dan kemauan, memengaruhi apa yang kita perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenneth E. Andersen, menyimpulkan dalil-dalil tentang perhatian selektif yang harus diperhatikan oleh ahli-ahli komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perhatian itu merupakan proses aktif dan dinamis, bukan pasif dan refleksif.&lt;br /&gt;2. Kita cenderung memerhatikan hal-hal tertentu yang penting, menonjol, atau melibatkan kita.&lt;br /&gt;3. Kita menaruh perhatian kepada hal-hal tertentu sesuai dengan kepercayaan, sikat, nilai, kebiasaan, dan kepentingan kita.&lt;br /&gt;4. Kebiasaan sangat penting dalam menentukan apa yang menarik perhatian, tetapi juga apa yang secara potensial akan menarik perhatian kita.&lt;br /&gt;5. Dalam situasi tertentu kita secara sengaja menstrukturkan perilaku kita untuk menghindari terpaan stimuli tertentu yang ingin kita abaikan&lt;br /&gt;6. Walaupun perhatian kepada stimuli berarti stimuli tersebut lebih kuat dan lebih hidup dalam kesadaran kita, tidaklah berarti bahwa persepi kita akan betul-betul cermat.&lt;br /&gt;7. Perhatian tergantung kepada kesiapan mental kita,&lt;br /&gt;8. Tenaga-tenaga motivasional sangat penting dalam menentukan perhatian dan persepsi.&lt;br /&gt;9. Intesitas perhartian tidak konstan&lt;br /&gt;10. Dalam hal stimuli yang menerima perhatian, perhatian juga tidak konstan.&lt;br /&gt;11. Usaha untuk mencurahkan perhatian sering tidak menguntungkan karena usaha itu sering menuntut perhatian&lt;br /&gt;12. Kita mampu menaruh perhatian pada berbagai stimuli secara serentak.&lt;br /&gt;13. Perubahan atau variasi sangat penting dalam menarik dan memertahankan perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor Fungsional yang Menentukan Persepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal lain yang termasuk apa yang ingin kita sebut sebagai faktor-faktor personal. Yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimuli, tetapi karakteristik orang yang memeberikan respons pada stimuli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka Rujukan (Frame of Reference)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kerangka rujukan. Mula-mula konsep ini berasal dari penelitian psikofisik yang berkaitan dengan persepsi objek. Dalam eksperimen psikofisik, Wever dan Zener menunjukan bahwa penilaian terhadap objek dalam hal beratnya bergantung pada rangkaian objek yang dinilainya. Dalam kegiatan komunikasi kerangka rujukan memengaruhi bagaimana memberi makna pada pesan yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor Struktural yang Menentukan Persepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor structural berasal semata-mara dari sifar stimuli fisik dan ekfek-efek saraf yang ditimbulkanny pada system saraf individu. Para psikolog Gestalat, seperti Kohler, Wartheimer, dan Koffka, merumuskan prinsip-prinsip persepsi yang bersifat structural. Prinsip-prinsip ini kemundian terkenal dengan nama teori Gestalt. Menurut teori Gestalt, mempersepsi sesuatu, kita mempersepsikannya sebagai suatu keseluruhan. Dengan kata lain, kita tidak melihat bagian-bagiannya. Jika kia ingin memahami suatu peristiwa, kita tidak dapat meneliti fakta-fakta yang terpisah; kita harus memandangnya dalam hubungan keseluruhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krech dan Crutchfield merumuskan dalil persepsi, menjadi empat bagian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalil persepsi yang pertama : Persepsi bersifat selektif secara fungsional. Berarti objek-objek yang mendapatkan tekanan dalam persepsi kita biasanya objek-objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi&lt;br /&gt;2. Dalil persepsi yang kedua : Medan perceptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti. Kita mengorganisasikan stimuli dengan melihat konteksnya. Walaupun stimuli yang kita terima itu tidak lengkap, kita akan mengisinya dengan interprestasi yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang kita persepsi.&lt;br /&gt;3. Dalil persepsi yang ketiga : Sifat-sifat perseptual dan kognitif dari substruktur ditentukan pada umumnya oleh sifat-sifat struktur secara keseluruhan. Jika individu dianggap sebagai anggota kelompok, semua sifat individu yang berkaitan dengan sifat kelompok akan diperngaruhi oleh keanggotaan kelompolmua dengan efek berupa asimilasi atau kontras.&lt;br /&gt;4. Dalil persepsi yang keempat : Objek atau peristiwa yang berdekatan dalam ruang dan waktu atau menyerupai satu sama lain, cenderung ditanggapi sebagai bagian dari struktur yang sama. Dalil ini umumnya betul-betul bersifat structural dalam mengelompokkan objek-objek fisik, seperti titik, garis, atau balok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada persepsi sosial, pengelompokan tidak murni structural; sebab apa yang dianggap sama atau berdekatan oleh seorang individu, tidaklah dianggap sama atau berdekatan dengan individu yang lainnya. Dalam komunikasi, dalil kesamaan dan kedekatan ini sering dipakai oleh komunikator untuk meningkatkan kredibilitasnya, atau mengakrabkan diri dengan orang-orang yang punya prestise tinggi. Jadi, kedekatan dalam ruang dan waktu menyebabkan stimuli ditangapi sebagai bagian dari struktur yang sama. Kecenderungan untuk mengelompokan stimuli berdasarkan kesamaan dan kedekatan adalah hal yang universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunikasi Intrapersonal, memori memegang peranan penting dalam memengaruhi baik persepsi maupun berpikir. Memori adalah system yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya (Schlessinger dan Groves). Memori meleawai tiga proses:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perekaman (encoding) adalah pencatatan informasi melalui reseptor inera dan sirkit saraf internal.&lt;br /&gt;2. Penyimpanan (strorage) adalah menentukan berapa lama informasi itu berada berserta kita, dalam bentuk apa, dan di mana. Pe&lt;br /&gt;3. Pemanggilan (retrieval), dalam bahasa sehari-hari, mengingat lagi, adalah menggunakan informasi yang disimpan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanggilan diketahui dengan empat cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengingatan (Recall), Proses aktif untuk menghasilkan kembali fakta dan informasi secara verbatim (kata demi kata), tanpa petunjuk yang jelas.&lt;br /&gt;2. Pengenalan (Recognition), Agak sukar untuk mengingat kembali sejumlah fakta;lebih mudah mengenalnya.&lt;br /&gt;3. Belajar lagi (Relearning), Menguasai kembali pelajaran yang sudah kita peroleh termasuk pekerjaan memori.&lt;br /&gt;4. Redintergrasi (Redintergration), Merekontruksi seluruh masa lalu dari satu petunjuk memori kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme Memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga teori yang menjelaskan memori :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teori Aus (Disuse Theory), memori hilang karena waktu. William James, juga Benton J. Underwood membuktikan dengan eksperimen, bahwa “the more memorizing one does, the poorer one’s ability to memorize” – makin sering mengingat, makin jelek kemampuan mengingat.&lt;br /&gt;2. Teori Interferensi (Interference Theory), Memori merupakan meja lilin atau kanvas. Pengalaman adalah lukisan pada menja lilin atau kanvas itu. Ada 5 hal yang menjadi hambatan terhapusnya rekaman : Interferensi, inhibisi retroaktif (hambatan kebelakang), inhibisi proaktif (hambatan kedepan), hambatan motivasional, dan amnesia.&lt;br /&gt;3. Teori Pengolahan Informasi ( Information Processing Theory), menyatakan bahwa informasi mula-mula disimpan pada sensory storage (gudang inderawi), kemudian masuk short-term memory (STM, memory jangka pendek; lalu dilupakan atau dikoding untuk dimasukan pada Long-Term Memory (LTM, memori jangka panjang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah berpikir itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berpikir kita melibat semua proses yang kita sebut sensasi, persepsi, dan memori. Berpikir merupakan manipulasi atau organisasi unsure-unsur lingkungan dengan menggunakan lambing-lambang sehingga tidak perlu langsung melakukan kegiatan yang tampak. Berpikir menunjukan berbagai kegiatan yang melibatkan penggunaan konsep dan lambang, sebagai pengganti objek dan peristiwa. Berpikir kita lakukan untuk memahami relaitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making), memecahkan persoalan (problem solving). Dan menghasilkan yang baru (creativity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Orang Berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam berpikir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. berpikir autistik, dengan melamun, berfantasi, menghayal, dan wishful thinking. Dengan berpikir autistic prang melarikan diri dari kenyataan dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis.&lt;br /&gt;2. berpikir realistic, disebut juga nalar (reasoning), ialah berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyara.&lt;br /&gt;3. Floyd L. Ruch, menyebutkan tiga macam berpikir realistic :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berpikir deduktif : mengambil kesimpulan dari dua pernyataan, dalam logika disebutnya silogisme.&lt;br /&gt;2. Berpikir Induktif : Dimulai dari hal-hal yang khusu kemundian mengambil kesimpulan umum; kita melakukan generalisasi.&lt;br /&gt;3. Berpikir evaluatif : berpikir kritis, menilai baik-buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan, kita tidak menmbah atau mengurangi gagasan, namun menilainya menurut kriteria tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan Keputusan (Decision Making)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi berpikir adalah menetapkan keputusan. Keputusan yang kita ambil beraneka ragam. Tanda-tanda umumnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keputusan merupakan hasil berpikir, hasil usaha intelektual&lt;br /&gt;2. keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternative&lt;br /&gt;3. keputusan selalu melibatkan tindakan nyata, walaupun pelaksanaanya boleh ditangguhkan atau dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor personal amat menentukan apa yang diputuskan, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kognisi, kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki&lt;br /&gt;2. Motif, amat memengaruhi pengambilan keputusan&lt;br /&gt;3. Sikap, juga menjadi faktor penentu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memecahkan persoalan (Problem Solving)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses memecahkan persoalan berlangsung melalui lima tahap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terjadi peristiwa ketika perilaku yang biasa dihambat Karena sebab-sebab tertentu&lt;br /&gt;2. Anda mencoba menggali memori anda untuk mengatahui cara apa saja yang efektif pada masa lalu&lt;br /&gt;3. pada tahap ini, anda mencoba seluruh kemungkinan pemecahan yang pernah anda ingat atau yang dapat anda pikirkan.&lt;br /&gt;4. Anda mulai menggunakan lambing-lambang vergal atau grafis untuk mengatasi masalah&lt;br /&gt;5. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran anda suatu pemecahan. Pemecahan masalah ini biasa disebut Aha-Erlebnis (Pengalaman Aha), atau lebih lazim disebut insight solution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang Memengaruhi Proses Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemecahan masalah dipengaruhi faktor-faktrot situasional dan personal. Faktor-faktor situasional terjadi, misalnya, pada stimulus yang menimbulkan masalah. Pengaruh faktor-faktor biologis dan sosiopsikologis terhadap proses pemecahan masalah. Contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Motivasi. Motivasi yang rendah lebih mengalihkan perhatian. Motivasi yang tinggi membatasi fleksibilitas.&lt;br /&gt;2. Kepercayaan dan sikap yang salah. Asumsi yang salah dapat menyesatkan kita.&lt;br /&gt;3. Kebiasaan. Kecenderungan untuk memertahankan pole berpikir tertentu, atau misalnya melihat masalah dari satu sisi saja, atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas, mengahambat pemecahan masalah yang efisien.&lt;br /&gt;4. Emosi. Dalam menghadapi berbagai situasi, kita tanpa sadar sering terlibat secara emosional. Emosi mewarnai cara berpikir kita. Kita tidak pernah berpikir betul-betul secara objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir Kreatif (Creative Thinking)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir kreatif menurut James C. Coleman dan Coustance L. Hammen, adalah “thinking which produces new methods, new concepts, new understanding, new invebtions, new work of art.” Berpikir kreatif harus memenui tiga syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kreativitas melibatkan respons atau gagasan yang baru, atau yang secara statistic sangat jarang terjadi. Tetapi kebauran saja tidak cukup.&lt;br /&gt;2. Kreativitas ialah dapat memecahkan persoalan secara realistis.&lt;br /&gt;3. Kreativitas merupakan usaha untuk memertahankan insight yang orisinal, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang berpikir kreatif, cara berpikir yang digunakan adalah berpikir analogis. Guilford membedakan antara berpikir kreatif dan tak kreatif dengan konsep konvergen dan divergen. Kata Guilford, orang kreatif ditandai dengan cara berpikir divergen. Yakni, mencoba menghasilkan sejumlah kemungkinan jawaban. Berpikir konvergen erat kaitannya dengan kecerdasan, sedangkan divergen kreativitas. Berpikir divergen dapat diukur dengan fluency, flexibility, dan originality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Berpikir Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para psikolog menyebutkan lima tahap berpikir kreatif :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orientasi : Masalah dirumuskan, dan aspek-aspek masalah diidentifikasi&lt;br /&gt;2. Preparasi : Pikiran berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah.&lt;br /&gt;3. Inkubasi : Pikiran beristirahat sebentar, ketika berbagai pemecahan berhadapan dengan jalan buntu. Pada tahap ini, proses pemecahan masalah berlangsung terus dalam jiwa bawah sadar kita.&lt;br /&gt;4. Iluminasi : Masa Inkubasi berakhir ketika pemikir memperoleh semacam ilham, serangkaian insight yang memecahkan masalah. Ini menimbulkan Aha Erlebnis.&lt;br /&gt;5. Verifikasi : Tahap terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecahan masalah yang diajukan pada tahan keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang Memengaruhi Berpikir Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir kreatif tumbuh subur bila ditunjang oleh faktor personal dan situasional. Menurut Coleman dan Hammen, faktor yang secara umum menandai orang-orang kreatif adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kemampuan Kognitif : Termasuk di sini kecerdasan di atas rata-rata, kemampuan melahirkan gagasan-gagasan baru, gagasan-gagasan yang berlainan, dan fleksibilitas kognitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sikap yang terbuka : orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal maupun eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sikap yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri : orang kreatif ingin menampilkan dirinya semampu dan semaunya, ia tidak terikat oleh konvensi-kovensi. Hal ini menyebabkan orang kreatif sering dianggap “nyentrik” atau gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain faktor lingkungan psikososial, beberapa peneliti menjukan adanya faktor situasional lainnya. Maltzman menyatakan adanya faktor peneguhan dari lingkungan. Dutton menyebutkan tersedianya hal-hal istimewa bagi manusia kreatif, dan Silvano Arieti menekankan faktor isolasi dalam menumbuhkan kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;000&lt;br /&gt;Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo’a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada tahun 1992, sebuah bab dalam Komunikasi Yearbook # 15, berpendapat bahwa “komunikasi intrapersonal” adalah sebuah konsep yang cacat. Bab ini pertama diperinci berbagai definisi.  Komunikasi intrapersonal, tampak, muncul dari serangkaian kejanggalan logis dan linguistik. Pengertian tentang ‘communicaton intrapersonal’ itu sendiri adalah ambigu: banyak definisi tampak melingkar karena mereka meminjam, menerapkan dan dengan demikian mendistorsi fitur konseptual (misalnya, pengirim, penerima, pesan, dialog) ditarik dari komunikasi antar-orang normal, tidak diketahui entitas atau orang -bagian yang diduga melakukan ‘intrapersonal’ tukar, dalam banyak kasus, sebuah bahasa yang sangat pribadi yang mengemukakan, setelah analisis, ternyata benar-benar dapat diakses dan akhirnya tidak dapat dipertahankan. Secara umum, komunikasi intrapersonal tampaknya timbul dari kecenderungan untuk menafsirkan proses mental batin yang mendahului dan menyertai perilaku komunikatif kita seolah-olah mereka juga jenis lain proses komunikasi. Titik keseluruhan adalah bahwa rekonstruksi proses mental batin kita dalam bahasa dan idiom percakapan sehari-hari masyarakat sangat dipertanyakan, lemah di terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI-TEORI KOMUNIKASI INTRAPERSONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PSIKOLOGI SOSIAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi social adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalma hubungan denagn situasi social. Latar belakang timbulnya psikologisosial berasal dari beberapa pandapat, misalnya Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologisosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi social antar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gustave Le Bon berpendapat bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwamassa yang masing-masing berlainan sifatnya. Sigmund Freud berbeda dengan Le Bon, ia berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja tidakdisadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi social tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagian besar universitas. Dasar mempelajari psikologi social bedasarkan potensi-potensi manusia dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan. Potensi-potensi itu antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kemampuan menggunakan bahasa&lt;br /&gt;   2. Adanya sikap etik&lt;br /&gt;   3. Hidup dalam 3 dimensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teori Pengolahan Informasi (Information Processing Theory)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini menyatakan bahwa informasi mula-mula disimpan pada sensory storage (gudang inderawi), kemudian masuk short-term-memory (STM) lalu dilupakan atau dikoding untuk dimasukkan ke dalam long-term-memory (LTM). Otak manusia dianalogikan dengan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua macam memori: memori ikonis untuk materi yang kita peroleh secara visual, dan memori ekosis untuk materi yang masuk secara auditif (melalui pendengaran). Penyimpanan disini berlangsung cepat, hanya berlangsung sepersepuluh sampai seperempat detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya dapat diingat, informasi harus dapat disandi (encoded) dan masuk pada STM. STM hanya mampu mengingat tujuh (plus atau minus dua) bit informasi. Jumlah bit informasi disebut rentangan memori (memori span). Untuk meningkatkan kemampuan STM, para psikolog menganjurkan kita untuk mengelompokkan informasi; kelompoknya disebut chunk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila informasi dapat dipertahankan pada STM, ia akan masuk pada LTM. Inilah yang umumnya disebut sebagai ingatan. LTM meliputi periode penyimpanan informasi sejak semenit sampai seumur hidup. Kita dapat memasukkan informasi dari STM ke LTM dengan chunking, rehearsals, clustering, atau method of loci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teori Aus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori ini, memori hilang atau memudar karena waktu. Seperti otot, memori kita baru kuat bila dilatih terus menerus. Namun menurut Hunt, makin sering mengingat, makin jelek kemampuan mengingat. Dimana tidak selamanya waktu dapat mengauskan memori.&lt;br /&gt;000&lt;br /&gt;diolah dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-7348101317698050805?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/7348101317698050805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=7348101317698050805&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7348101317698050805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/7348101317698050805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/10/komunikasi-interpersonal.html' title='Komunikasi Interpersonal'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-2538948652193898493</id><published>2010-10-27T01:28:00.001-07:00</published><updated>2010-10-27T01:28:34.303-07:00</updated><title type='text'>Konsep Diri</title><content type='html'>Salah satu penentu dalam keberhasilan perkembangan adalah Konsep Diri. Pada kali ini saya akan menjabarkan bagaimana pentingnya konsep diri dalam kehidupan. Sebelumnya apa sih konsep diri itu? Jenis-jenis Konsep Diri itu apa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri (self consept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Para ahli psikologi kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsi dari konsep diri, sehingga terdapat beberapa pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang berlangsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan individu bahwa ia tidak mempunyai kemampuan yang ia miliki. Padahal segala keberhasilan banyak bergantung kepada cara individu memandang kualitas kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Sebaliknya pandangan positif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan seseorang individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang mudah untuk diselesaikan. Konsep diri terbentuk dan dapat berubah karena interaksi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ahli merumuskan definisi konsep diri, menurut Burns (1993:vi) konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu (Mulyana, 2000:7). Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa konsep diri yang dimiliki individu dapat diketahui lewat informasi, pendapat, penilaian atau evaliasi dari orang lain mengenai dirinya. Individu akan mengetahui dirinya cantik, pandai, atau ramah jika ada informasi dari orang lain mengenai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya individu tidak tahu bagaimana ia dihadapkan orang lain tanpa ada informasi atau masukan dari lingkungan maupun orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung individu telah menilai dirinya sendiri. Penilaian terhadap diri sendiri itu meliputi watak dirinya, orang lain dapat menghargai dirinya atau tidak, dirinya termasuk orang yang berpenampilan menarik, cantik atau tidak. Seperti yang dikemukakan Hurlock (1990:58) memberikan pengertian tentang konsep diri sebagai gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut William D. Brooks bahwa konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita (Rakhmat, 2005:105). Sedangkan Centi (1993:9) mengemukakan konsep diri (self-concept) tidak lain tidak bukan adalah gagasan tentang diri sendiri, konsep diri terdiri dari bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi, bagaimana kita merasa tentang diri sendiri, dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya yang meliputi kemampuan, karakter, maupun sikap yang dimiliki individu (Rini, 2002:http:/www.e-psikologi.com/dewa/160502.htm). Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku, artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan. Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja mempersiapkan kegagalan bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pendapat dari para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara individu memandang dan menilai dirinya sendiri. Apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya apabila individu memandang dirinya sebagai seorang yang kurang memiliki kemampuan melaksanakan tugas, maka individu itu akan menunjukkan ketidakmampuan dalam perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rogers (dalam Burns, 1993:353) menyatakan bahwa konsep diri memainkan peranan yang sentral dalam tingkah laku manusia, dan bahwa semakin besar kesesuaian di antara konsep diri dan realitas semakin berkurang ketidakmampuan diri orang yang bersangkutan dan juga semakin berkurang perasaan tidak puasnya. Hal ini karena cara individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya. Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, penafsiran pengalaman dan menentukan harapan individu. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keselarasan batin karena apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut, ia akan mengubah perilakunya sampai dirinya merasakan adanya keseimbangan kembali dan situasinya menjadi menyenangkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurlock (1990:238) mengemukakan, konsep diri merupakan inti dari pola perkembangan kepribadian seseorang yang akan mempengaruhi berbagai bentuk sifat. Jika konsep diri positif, anak akan mengembangkan sifat-sifat seperti kepercayaan diri, harga diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realitas, sehingga akan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Sebaliknya apabila konsep diri negatif, anak akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri. Mereka merasa ragu dan kurang percaya diri, sehingga menumbuhkan penyesuaian pribadi dan sosial yang buruk pula. Konsep diri juga dikatakan berperan dalam perilaku individu karena seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan setiap aspek pengalamanpengalamannya. Suatu kejadian akan ditafsirkan secara-berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, karena masing-masing individu mempunyai pandangan dan sikap berbeda terhadap diri mereka. Tafsirantafsiran individu terhadap sesuatu peristiwa banyak dipengaruhi oleh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sendiri. Tafsiran negatif terhadap pengalaman disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya. Selanjutnya konsep diri dikatakan berperan dalam menentukan perilaku karena konsep diri menentukan pengharapan individu. Menurut beberapa ahli, pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Pengharapan merupakan tujuan, cita-cita individu yang selalu ingin dicapainya demi tercapainya keseimbangan batin yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rakhmat (2005:104) konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Misalnya bila seorang individu berpikir bahwa dia bodoh, individu tersebut akan benarbenar menjadi bodoh. Sebaliknya apabila individu tersebut merasa bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan, maka persoalan apapun yang dihadapinya pada akhirnya dapat diatasi. Ini karena individu tersebut berusaha hidup sesuai dengan label yang diletakkan pada dirinya. Dengan kata lain sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif atau negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut William D.Brooks (dalam Rahkmat, 2005:105) bahwa dalam menilai dirinya seseorang ada yang menilai positif dan ada yang menilai negatif. Maksudnya individu tersebut ada yang mempunyai konsep diri yang positif dan ada yang mempunyai konsep diri yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda individu yang memiliki konsep diri yang positif adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah. Orang ini mempunyai rasa percaya diri sehingga merasa mampu dan yakin untuk mengatasi masalah yang dihadapi, tidak lari dari masalah, dan percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.&lt;br /&gt;   2. Merasa setara dengan orang lain. Ia selalu merendah diri, tidak sombong, mencela atau meremehkan siapapun, selalu menghargai orang lain.&lt;br /&gt;   3. Menerima pujian tanpa rasa malu. Ia menerima pujian tanpa rasa malu tanpa menghilangkan rasa merendah diri, jadi meskipun ia menerima pujian ia tidak membanggakan dirinya apalagi meremehkan orang lain.&lt;br /&gt;   4. Menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan dan keinginan serta perilaku yang tidak seharusnya disetujui oleh masyarakat. Ia peka terhadap perasaan orang lain sehingga akan menghargai perasaan orang lain meskipun kadang tidak di setujui oleh masyarakat.&lt;br /&gt;   5. Mampu memperbaiki karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian tidak disenangi dan berusaha mengubahnya. Ia mampu untuk mengintrospeksi dirinya sendiri sebelum menginstrospeksi orang lain, dan mampu untuk mengubahnya menjadi lebih baik agar diterima di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar konsep diri positif adalah penerimaan diri. Kualitas ini lebih mengarah kekerendahan hati dan kekedermawanan dari pada keangkuhan dan keegoisan. Orang yang mengenal dirinya dengan baik merupakan orang yang mempunyai konsep diri yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-Tanda individu yang memiliki konsep diri negatif adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Peka terhadap kritik. Orang ini sangat tidak tahan kritik yang diterimanya dan mudah marah atau naik pitam, hal ini berarti dilihat dari faktor yang mempengaruhi dari individu tersebut belum dapat mengendalikan emosinya, sehingga kritikan dianggap sebagi hal yang salah. Bagi orang seperti ini koreksi sering dipersepsi sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya. Dalam berkomunikasi orang yang memiliki konsep diri negatif cenderung menghindari dialog yang terbuka, dan bersikeras mempertahankan pendapatnya dengan berbagai logika yang keliru.&lt;br /&gt;   2. Responsif sekali terhadap pujian. Walaupun ia mungkin berpura-pura menghindari pujian, ia tidak dapat menyembunyikan antusiasmenya pada waktu menerima pujian. Buat orang seperti ini, segala macam embel-embel yang menjunjung harga dirinya menjadi pusat perhatian. Bersamaan dengan kesenangannya terhadap pujian, merekapun hiperkritis terhadap orang lain.&lt;br /&gt;   3. Cenderung bersikap hiperkritis. Ia selalu mengeluh, mencela atau meremehkan apapun dan siapapun. Mereka tidak pandai dan tidak sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain.&lt;br /&gt;   4. Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain. Ia merasa tidak diperhatikan, karena itulah ia bereaksi pada orang lain sebagai musuh, sehingga tidak dapat melahirkan kehangatan dan keakraban persahabatan, berarti individu tersebut merasa rendah diri atau bahkan berperilaku yang tidak disenangi, misalkan membenci, mencela atau bahkan yang melibatkan fisik yaitu mengajak berkelahi (bermusuhan).&lt;br /&gt;   5. Bersikap psimis terhadap kompetisi. Hal ini terungkap dalam keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi. Ia akan menganggap tidak akan berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya. Pernyataan lain menyebutkan bahwa individu yang memiliki konsep diri negatif maupun positif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (Rini, 2002:http://www.e-psikologi./com/dewasa/1670502.htp).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu yang memiliki konsep diri negatif meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Individu ini akan cenderung bersikap psimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Individu yang memiliki konsep diri negatif akan mudah menyerah sebelum berperang dan jika ia mengalami kegagalan akan menyalahkan diri sendiri maupun menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu yang memiliki konsep diri positif akan bersikap optimis, percaya diri sendiri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialami. Kegagalan tidak dipandang sebagai akhir segalanya, namun dijadikan sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah kedepan. Individu yang memiliki konsep diri positif akan mampu menghargai dirinya sendiri dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik konsep diri dapat dibedakan menjadi dua yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif, yang mana keduanya memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda antara ciri karakteristik konsep diri positif dan karakteristik konsep diri yang negatif. Individu yang memiliki konsep diri positif dalam segala sesuatunya akan menanggapinya secara positif, dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri. Ia akan percaya diri, akan bersikap yakin dalam bertindak dan berperilaku. Sedangkan individu yang memiliki konsep diri negatif akan menanggapi segala sesuatu dengan pandangan negatif pula, dia akan mengubah terus menerus konsep dirinya atau melindungi konsep dirinya itu secara kokoh dengan cara mengubah atau menolak informasi baru dar lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber diolah dari belajarpsikologi.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-2538948652193898493?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/2538948652193898493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=2538948652193898493&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2538948652193898493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/2538948652193898493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/10/konsep-diri.html' title='Konsep Diri'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-1806326011969433826</id><published>2010-10-24T00:44:00.001-07:00</published><updated>2010-10-24T00:44:27.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Ilmu'/><title type='text'>Penalaran</title><content type='html'>Kalau binatang mempunyai kemampuan menalar, maka bukan harimau jawa yang dilestarikan, melainkan manusia jawa. Upaya pelestarian dipimpin oleh seekor professor Harimau ( Andi Hakim Nasution ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan menalar ini menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaannya. Manusia selalu dihadapkan untuk memilih baik-buruk, indah-jelek, jalan benar-jalan salah. Dalam melakukan pilihan ini, manusia berpaling pada pengetahuan. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun terbatas untuk survival. Manusia mengembangkan pengetahuan untuk mengatasi kebutuhan kelangsungan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mampu mengembangkan pengetahuan karena 2 hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Punya bahasa yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi dan pilihan-pilihan yang melatarbelakangi informasi tersebut. (Bertrand Russel : Tak ada anjing yang berkata : ”Ayahku miskin, tapi jujur ”).&lt;br /&gt;   2. Kemampuan berpikir menuntut suatu alur kerangka pikir tertentu, atau penalaran. Instink binatang lebih peka dari manusia, namun binatang tidak bisa bernalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hakikat Penalaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Penalaran merupakan proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Ciri-ciri Penalaran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika( penalaran merupakan suatu proses berpikir logis ).&lt;br /&gt;   2. Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berpikir masyarakat dapat dibagi menjadi 2, yaitu : Analitik dan Non analitik. Sedangkan jika ditinjau dari hakekat usahanya, dapat dibedakan menjadi : Usaha aktif manusia dan apa yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran Ilmiah sendiri dapat dibagi menjadi 2, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Deduktif yang berujung pada rasionalisme&lt;br /&gt;   2. Induktif yang berujung pada empirisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika merupakan suatu kegiatan pengkajian untuk berpikir secara shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ketika seorang pengemis berkata :”kasihanilah saya orang biasa”. Itu merupakan suatu ungkapan yang tidak logis.&lt;br /&gt;    * Ketika seorang peneliti mencari penyebab mengapa orang mabuk? Ada 3 peristiwa yang ditemuinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. ada orang yang mencampur air dengan brendi dan itu menyebabkan dia mabuk&lt;br /&gt;   2. ada yang mencampur air dengan tuak kemudian dia mabuk&lt;br /&gt;   3. ada lagi yang mencampur air dengan whiski kemudian akhirnya dia mabuk juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari 3 peristiwa diatas, apakah kita bisa menarik kesimpulan bahwa air-lah yang menyebabkan orang mabuk?&lt;br /&gt;Logika deduktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus ( individual ). Sedangkan logika induktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir silogisme, dua pernyataan dan sebuah kesimpulan. Dan didalam silogisme terdapat premis mayor dan premis minor.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Semua makhluk punya mata ( premis mayor )&lt;br /&gt;Si Adam adalah seorang makhluk ( premis minor )&lt;br /&gt;Jadi, Adam punya mata ( kesimpulan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria kebenaran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3+4=75+2=76+1=7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang anak kecil, hal ini tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuktikan bahwa tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggapnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara deduktif dapat dibuktikan ketiganya benar. Pernyataan dan kesimpulan yang ditariknya adalah konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan yang telah dianggap benar. Teori ini disebut koherensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matematika adalah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan pembuktian berdasarkan teori koherensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Penalaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip penalaran atau aksioma penalaran merupakan dasar semua penalaran yang terdiri atas tiga prinsip yang kemudian di tambah satu sebagai pelengkap. Aksioma atau prinsip dasar dapat didefinisikan: suatu pernyataan mengandung kebenaran universal yang kebenarannya itu sudah terbukti dengan sendirinya. Prinsip-prinsip penalaran yang dimaksudkan adalah: prinsip identitas, prinsip nonkontradiksi, dan prinsip eksklusi tertii, dan sebagai tambahan pelengkap prinsip identitas adalah prinsip cukup alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip identitas menyatakan: “sesuatu hal adalah sama dengan halnya sendiri”. Sesuatu yang disebut p maka sama dengan p yang dinyatakan itu sendiri bukan yang lain. Dalam suatu penalaran jika sesuatu hal diartikan sesuatu p tertentu maka selama penalaran itu masih berlangsung tidak boleh diartikan selain p, harus tetap sama dengan arti yang diberikan semula atau konsisten. Prinsip identitas menuntut sifat yang konsisten dalam suatu penalaran jika suatu himpunan beranggotakan sesuatu maka sampai kapan pun tetap himpunan tersebut beranggotakan sesuatu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip nonkontradiksi menyatakan: “sesuatu tidak mungkin merupakan hal tertentu dan bukan hal tertentu dalam suatu kesatuan”, Prinsip ini menyatakan juga bahwa dua sifat yang berlawanan penuh (secara mutlak) tidak mungkin ada pada suatu benda dalam waktu dan tempat yang sama. Dalam penalaran himpunan prinsip nonkontradiksi sangat penting, yang dinyatakan bahwa sesuatu hal hanyalah menjadi anggota himpunan tertentu atau bukan anggota himpunan tersebut, tidak dapat menjadi anggota 2 himpunan yang berlawanan penuh. Prinsip nonkontradiksi memperkuat prinsip identitas, yaitu dalam sifat yang konsisten tidak ada kontradiksi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip eksklusi tertii menyatakan bahwa “sesuatu jika dinyatakan sebagai hal tertentu atau bukan hal tertentu maka tidak ada kemungkinan ketiga yang merupakan jalan tengah”. Prinsip eksklusi tertii menyatakan juga bahwa dua sifat yang berlawanan penuh (secara mutlak) tidak mungkin kedua-duanya dimiliki oleh suatu benda, mestilah hanya salah satu yang dapat dimilikinya sifat p atau non p. Demikian juga dalam penalaran himpunan dinyatakan bahwa di antara 2 himpunan yang berbalikan tidak ada sesuatu anggota berada di antaranya, tidak mungkin ada sesuatu di antara himpunan H dan himpunan non H sekaligus. Prinsip ketiga ini memperkuat prinsip identitas dan prinsip nonkontradiksi, yaitu dalam sifat yang konsisten tidak ada kontradiksi di dalamnya, dan jika ada kontradiksi maka tidak ada sesuatu di antaranya sehingga hanyalah salah satu yang diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip cukup alasan menyatakan: “suatu perubahan yang terjadi pada sesuatu hal tertentu mestilah berdasarkan alasan yang cukup, tidak mungkin tiba-tiba berubah tanpa sebab-sebab yang mencukupi”. Prinsip cukup alasan ini dinyatakan sebagai tambahan bagi prinsip identitas karena secara tidak langsung menyatakan bahwa sesuatu benda mestilah tetap tidak berubah, tetap sebagaimana benda itu sendiri jika terjadi suatu perubahan maka perubahan itu mestilah ada sesuatu yang mendahuluinya sebagai penyebab perubahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[sembunyikan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1 Metode dalam menalar&lt;br /&gt;          o 1.1 Metode induktif&lt;br /&gt;          o 1.2 Metode deduktif&lt;br /&gt;    * 2 Konsep dan simbol dalam penalaran&lt;br /&gt;    * 3 Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Metode dalam menalar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.&lt;br /&gt;[sunting] Metode induktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.&lt;br /&gt;[sunting] Metode deduktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.&lt;br /&gt;Wiki letter w.svg  Bagian ini membutuhkan pengembangan.&lt;br /&gt;[sunting] Konsep dan simbol dalam penalaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.&lt;br /&gt;[sunting] Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.&lt;br /&gt;    * Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihimpun dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-1806326011969433826?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/1806326011969433826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=1806326011969433826&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/1806326011969433826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/1806326011969433826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/10/penalaran.html' title='Penalaran'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3491317189770763519</id><published>2010-09-29T17:31:00.001-07:00</published><updated>2010-09-29T17:31:36.169-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi Interpersonal</title><content type='html'>Komunikasi Interpersonal&lt;br /&gt;Oleh Andika Hendra Mustaqim&lt;br /&gt;I. Pendahuluan&lt;br /&gt;Komunikasi interpersonal dalam kehidupan manusia sudah menjadi kebutuhan, layaknya kita mengkonsumsi makanan setiap hari. Bahkan, jika manusia mampu menahan lapar, manusia normal pada umumnya sendiri sangat sulit untuk menahan diri untuk berkomunikasi dalam pergaulan masyarakat. Karena itu, komunikasi tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, bahkan sudah menjadi satu kesatuan yang utuh. &lt;br /&gt;Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000: 73)&lt;br /&gt;Komunikasi interpersonal adalah "interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula". Kebanyakan komunikasi interpersonal berbentuk verbal disertai ungkapan-ungkapan nonverbal dan dilakukan secara lisan. Cara tertulis diambil sejauh diperlukan, misalnya dalam bentuk memo, surat atau catatan. (Hardjana, 2003: 85)&lt;br /&gt;Daam buku Inter-personal Skills, Astrid French mengatakan, “kecakapan interpersonal adalah segala sesuatu yang kita gunakan ketika kita berkomunikasi langsung dengan orang lain.” Pada kenyataannya, apapun yang kita katakan dan lakukan, meninggalkan kesan serta pengaruj pada diri seseorang. Singkatnya, pesan-pesan yang kita komunikasikan bisa saja membantu atau menghambat sebuah hubungan. (Elfiky, 2009: 83)&lt;br /&gt;Dari pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa komunikasi interpersonal adalah interaksi yang dilakukan antar sesama manusia sehingga ada respon yang disampaikan secara verbal maupun nonverbal. Tentunya, komunikasi interpersonal dilakukan karena memiliki tujuan yakni untuk saling mendekatkan satu sama lain. &lt;br /&gt;Jika diibaratkan, sepasang muda-mudi yang sedang dimabuk asmara, mereka akan selalu menjalani komunikasi interpersonal. Jika lewat dalam satu hari tak saling kontak, mereka seperti ada sesuatu yang hilang. Itu semua karena mereka ingin saling dekat satu sama lain. &lt;br /&gt;Sementara itu, Redding yang dikutip Muhammad (2004:159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara. Dengan demikian, apa yang dilakukan manusia dalam berkomunikasi dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari dapat digolongkan sebagai komunikasi interpersonal. &lt;br /&gt;II. Pendahuluan&lt;br /&gt;A. Faktor-Faktor Komunikasi Interpersonal&lt;br /&gt;Menurut Rakhmat (2007: 80) mengemukakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan komunikasi interpersonal terdiri dari: (1) persepsi interpersonal, (2) konsep diri, (3) atraksi interpersonal, dan (4) hubungan interpersonal. Dalam makalah ini, akan dibahas satu persatu hal tersebut. &lt;br /&gt;1. Persepsi Interpersonal. &lt;br /&gt;Ada faktor-faktor situasional yang mempengaruhi persepsi interpersonal yakni deskripsi verbal, petunjuk prosemik, petunjuk kinesik, petunjuk wajah, petunjuk paralinguistik, dan petunjuk artifaktual. (Rakhmat, 2007:82-89)&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Rakhmat (2007: 89-91) persepsi interpersonal juga dipengaruhi oleh faktor-faktor personal seperti pengalaman, motivasi, dan kepribadian.&lt;br /&gt;Pengalaman adalah guru terbaik, demikian pepatah berujar. Menurut penulis, pengalaman telah membentuk sebuah suatu cara pandang seseorang dalam kehidupan, dan diaplikasi dengan dalam berkomunikasi. Semisal, jika seseorang yang pernah kecewa dengan seseorang perempuan yang cerewet, maka dia akan berhati-hati jika akan menjalin komunikasi ketika berkenalan dengan perempuan tipe tersebut.&lt;br /&gt;Dalam hal motivasi yang dilatarbelakangi oleh faktor eksternal dan internal dalam diri manusia juga memegang peranan penting. Misalnya, seorang pegawai yang ingin cepat mendapatkan promosi, maka motivasi yang dimilikinya adalah menjalani komunikasi yang baik dengan atasannya. Kalau kepribadian, itu dikaitkan dengan watak manusia itu sebenarnya. &lt;br /&gt;Setelah itu, bergabungnya faktor personal dan situasional maka akan mengarah pada proses persepsi interpersonal. Nah, proses tersebut yang dijelaskan oleh Rakhmat (2007:92-96) terdapat stereotyping, implicit personality theory, atribusi adalah proses menyimpulkan motif, maksud, dan karakteristik orang lain dengan melihat pada perilakunya yang tampak. &lt;br /&gt;Setelah itu, proses pengelolaan pesan. Peralatan lengkap yang kita gunakan untuk menampilkan diri ini disebut front. Front terdiri dari panggung (setting), penampilan (appearance), dan gaya bertingkah laku (manner). (Rakhmat: 2007:96) Tak bisa disangkal, menurut penulis, orang yang ingin mencari eksistensi diri dalam pergaulan akan melakukan hal tersebut. Semuanya dapat diskenariokan dalam berkomunikasi. &lt;br /&gt;2. Konsep Diri. &lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri antara lain orang lain dan kelompok rujukan. Konsep diri mempengaruhi komunikasi interpersonal dengan membuat yang dipenuhi sendiri, membuka diri, percaya diri, dan selektivitas.&lt;br /&gt;3. Atraksi Interpersonal. &lt;br /&gt;Menurut Rakhmat (2007: 111-113), faktor-faktor personal yang mempengaruhi atraksi interpersonal meluputi kesamaan karakteristik personal, tekanan emosional, harga diri yang rendah, dan isolasi sosial. Secara singkat, dalam kesamaan karakteristik personal ditinjau dari Teori Cognitive Consistency (Fritz Heider) menyebutkan bahwa orang akan mencari, berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya, kita cenderung menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika kita menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita hal ini supaya seluruh unsur kognitif kita konsisten. Kalau tekanan emosional, dimana bila orang berada dalam keadaan yang mencemaskannya atau harus memikul beban emosional, ia menginginkan kehadiran orang lain. Sedangkan, isolasi sosial dimana mahluk social, manusia mungkin tahan hidup terasing beberapa waktu, tetapi tidak untuk waktu yang lama. &lt;br /&gt;Dalam pandangan penulis, kesamaan karekteristik personal akan sangat nyata terlihat dalam kelompok gosip, pertemanan, dalam skala besar adalah organisasi. Mereka berkumpul karena ada rasa senasib, sepenanggungan, dan seperjuangan. Orang yang tertekan secara emosional pun cenderung membutuhkan sebuah ajang atau wadah, yakni berupa kelompok kecil di pergaulan. Jika sudah mentok, isolasi diri untuk sementara waktu menghindari tekanan adalah solusi terbaik. Bagi pegawai kantoran, umumnya akan mengambil cuti berlibur. &lt;br /&gt;Belum cukup faktor personal semata, tetapi atraksi sosial juga didukung faktor-faktor situasional yang meliputi daya tarik fisik, ganjaran, familiarity, kedekatan, dan kemampuan. (Rakhmat: 2007:114-117). Daya tarik fisik, dalam penelitian Dion, Berscheid dan Alster menyimpulkan penilaian pada orang-orang yang memiliki wajah yang cantik mereka cenderung menilai akan lebih berhasil dalam hidupnya dan dianggap memiliki sifat-sifat yang baik. Kemudian, Ganjaran dimana kita menyenangi orang yang memberikan ganjaran kepada kita berupa bantuan, dorongan moral, pujian atau hal-hal yang meningkatkan harga diri kita. Kalau, familiarity yakni sering kita lihat atau sudah kita kenal dengan baik. Orang cenderung tertarik dengan orang yang sudah akrab dengan mereka.Selanjutnya adalah kemampuan dengan banyak orang cenderung menyenangi orang lain yang memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan dirinya. Kemudian, kedekatan atau proximity, dimana orang cenderung menyenangi mereka yang tempat tinggalnya berdekatan, persahabatan akan lebih mudah tumbuh diantara tetangga yang saling berdekatan (Whyte, 1956). &lt;br /&gt;Penulis melihat faktor situasional sangat terlihat ketika dalam komunikasi dalam dunia kerja. Seorang karyawan lelaki cenderung menjalani komunikasi dengan perempuan yang cantik apalagi baik hati dan suka mentraktir. Jika seorang karyawan tersebut umumnya akan menghindari kawan yang kerap mengkritiknya. Ada kencederungan, karyawan itu akan menjalin komunikasi dengan orang yang telah dikenalnya dalam membentuk kelompok kecil. Kelompok tersebut biasa sebagai ajang curahan hati dan menjalankan misi tertentu dalam komunikasi kelompok. &lt;br /&gt;4. Hubungan Interpersonal. &lt;br /&gt;Menurut Arnold W. Goldstein (1975) dalam (Rakhmat, 2007: 120) hubungan interpersonal ada tiga yaitu: (1) makin baik hubungan interpersonal seseorang maka semakin terbuka individu mengungkapkan perasaannya; (2) makin baik hubungan interpersonal seseorang maka semakin cenderung individu meneliti perasaannya secara mendalam beserta penolongnya (psikolog); (3) makin baik hubungan interpersonal seseorang maka makin cenderung individu mendengarkan dengan penuh perhatian dan bertindak atas nasehat penolongnya. &lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Coleman dan Hammen (1974: 224-231) dalam Rakmat (2007:120-124) menyebutkan empat buah model. (1) model pertukaran sosial (social exchange model) yakni memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang dengan konsep ganjaran, biaya, laba, dan tingkat perbandingan. Dalam kehidupan sehari-hari, penulis berpandangan bahwa model tersebut umumnya terjadi dalam pergaulan antar sesama pengusaha dan pedagang. &lt;br /&gt;(2) Model peranan (role model) yakni memandang hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara dengan dukungan setiap orang memainkan peranannya sesuai dengan naskah. Kalau penulis sendiri memandang, model ini biasanya diterapkan jika kebutuhan komunikasi diterapkan secara profesional, layaknya seorang yang bekerja di dunia public relation. &lt;br /&gt;(3) Model permainan (the games people play model) dengan acuan dalam hubungan interpersonal, kita menampilkan salah satu aspek kepribadian kita (orang tua, orang dewasa, anak) dan orang lain membalasnya dengan salah satu aspek tersebut. (4) Model interaksional (interactional model) yang memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem yang memiliki sifat struktural, integratif, dan medan. Nah, model tersebut biasanya terjadi dalam lingkungan militer ataupun segala sesuatu yang menyangkut birokrasi pemerintahan.&lt;br /&gt;Dalam hubungan interpersonal, menurut Rakhmat (2007: 124-129), memiliki tahap-tahap. Pertama adalah pembentukan hubungan interpersonal atau dikenal dengan tahap perkenalan. Dalam tahap ini, masing-masing pihak berusaha “menggali” secepatnya identitas, sikap, dan nilai pihak yang lain. &lt;br /&gt;Kedua adalah peneguhan hubungan interpersonal karena hubungan tersebut tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, perubahan memerlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan (equilibrium). Ada empat faktor yang amat penting dalam memelihara keseimbangan ini: keakraban, kontrol, respons yang tepat, dan nada emosional yang tepat.&lt;br /&gt;Ketiga adalah pemutusan hubungan interpersonal yang umumnya disebabkan konflik. Dalam analisis R.D Nye (1973) dalam bukunya Conflict among Humas, disebutkan ada lima sumber konflik. (1) Kompetisi – salah satu pihak berusaha memperoleh sesuatu dengan mengorban orang lain; misalnya menunjukkan kelebihan dalam bidang tertentu dengan merendahkan orang lain. (2) Dominasi – salah satu pihak berusaha mengendalikan pihak lain sehingga orang itu merasakan hak-haknya dilanggar. (3) Kegagalan – masing-masing berusaha menyalahkah yang lain apabila tujuan bersama tidak tercapai. (4) Provokasi – salah satu pihak terus-menerus berbuat sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan orang lain. (5) Perbedaan nilai – kedua belah pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut. (Rakhmat, 2007:129)&lt;br /&gt;Untuk menggambar tahapan dalam komunikasi, penulis memberikan gambaran seseorang lelaki yang jatuh cinta dengan kekasih barunya. Misalnya, si A jatuh cinta dengan si B. Karena sudah berpengalaman, si A pun mendekati si B dengan mudahnya. Pertama, tentunya mengajak berkenalan, mulai bertanya tentang data pribadi dan nomer ponsel. Dalam proses berkenalan, terjadi interaksi untuk saling mengetahui terutama dari pihak A. Jika sudah waktunya tepat, si A pun menyatakan rasa cintanya. Jika diterima, maka tahap penguatan komunikasi dilanjutnya, misalnya saling berkunjung ke rumah masing-masing, dan berlibur bersama. Namun, ternyata di tengah jalan hubungan cinta itu, si A kecewa dengan si B karena terlalu materialis. Putus adalah jalan terbaik bagi si A karena ingin mencari kekasih lainnya yang terbaik baginya. “Dari pada “makan hati” terus!” kata si A berulang kali di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Membangun Komunikasi Interpersonal yang Efektif&lt;br /&gt;Menurut Rahkmat (2007:129-133), ada beberapa yang menumbuhkan hubungan&lt;br /&gt;interpersonal dalam komunikasi interpersonal meliputi percaya (trust), sikap sportif, dan sikap terbuka. &lt;br /&gt;a. Percaya (trust). Secara ilmiah, “percaya” didefinisikan sebagai “mengandalkan perilaku orang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi yang penuh resiko (Griffin, 1967:224-234). Dengan adanya percaya dapat meningkatkan komunikasi interpersonal karena membuka saluran komunikasi, memperjelas pengiriman dan penerimaan informasi, serta memperluas peluang komunikan untuk mencapai maksud tertentu. &lt;br /&gt;b. Sikap suportif. Sikap suportif adalah adalah sikap yang mengurangi sikap defensif dalam komunikasi seseorang bersikap defensif apabila tidak menerima, tidak jujur, tidak empatis. Dengan sikap defensif komunikasi interpersonal akan gagal.&lt;br /&gt;c. Sikap terbuka (open mindedness). Sikap terbuka amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif. Lawan dari sikap terbuka adalah dogmatisme, sehingga untuk memehami sikap terbuka, kita harus mengidentifikasi lebih dahulu kharakteristik orang dogmatis. &lt;br /&gt;Ketiga hal tersebut jika diterapkan dalam komunikasi interpersonal dalam keseharian kita, maka semuanya akan berjalan lancar. Misalnya, seorang pria (si A) yang jatuh cinta dengan seorang gadis (si B). Tentunya, diawali dengan percaya. Jika si B percaya dengan si B dalam berkomunikasi, maka si B akan merasa aman. Rasa aman akan menimbulkan kenyamanan dalam berkomunikasi sehingga tak ada halangan lainnya. Dilanjutkan, sikap suportif antara si B dan si A. Keduanya saling menerima apa adanya, dan tidak tuntutan yang memberatkan. Ditambah dengan sikap keterbukaan yakni adanya rasa ikhlas dalam menjalani komunikasi tersebut. &lt;br /&gt;Menurut Devito (1997:259-264) menyebutkan efektivitas komunikasi interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).&lt;br /&gt; Keterbukaan bakal terjadi jika komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Kemudian, empati dalam pandangan Henry Backrack (1976) menyebutkan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” &lt;br /&gt;Kalau, sikap mendukung (supportiveness) dengan catatan memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan strategik, dan (3) provisional (syarat), bukan sangat yakin. Selanjutnya, sikap positif, dengan (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sedangkan, kesetaraan dimana dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. &lt;br /&gt;Dalam pandangan Elfiky, membangun komunikasi interpersonal yang efektif melalui beberapa hal (2009:85-134). Pertama, sistem representasi, dalam sistem tersebut sebagai manusia, kita berinteraksi melalui pancaindera kita. Kelima indera kita mengacu pada sistem representasi, penamaan, mengatur, menyimpan, dan menghubungkan kita dengan alat penyaring persepsi kita. Sistem ini terdiri dari lima subsistem: visual, auditori, olfaktori (penciuman). Gustatoru (pengecapan) dan kinestetik. &lt;br /&gt;Kedua, predikat (pilihan kata) adalah kata-kata  dan frase-frase deskriptif, kata kerja utama, kata keterangan dan kata sifat yang dipilih seseorang ketik ebrkomunikasi. Pilihan kata dan frase tertentu menunjukkan kepada kita tipe pribadi orang tersebut, sistem representasi yang lebih dominan. &lt;br /&gt;Ketiga, eyes accessing cues (petunjuk berdasarkan gerakan mata), hal ini didasar karena setiap manusia pasti akan menggerakkan mata ketika menjawab pertanyaan seseorang. Keempat, strategi membangun keselarasan meliputi menyesuaikan, melangkah, dan memimpin. &lt;br /&gt;Kelima adalah 3V yang ditemukan oleh seorang Profesor dan penulis buku The Silent Message, Albert Meharabien. 3V terdiri dari Verbal yakni aspek lisan yang mencakup 7% dari keseluruhan komunikasi; Vokal bernilai lebih 38%, jika warna suara Anda dimaknai berbeda dari pesan yang disimbolkan oleh kata-kata, makan pesan vokal lebih kuat efeknya daripada pesan verbal; Visual yang mewakili 55% dari proses komunikasi keseluruhan, jika aspek verbal dan vokal digabungkan maka tidak akan mampu menandingi hebatnya pengaruh ekspresi wajah dan proses komunikasi. &lt;br /&gt;Keenam adalah meta model yang dikembangkan oleh Richard Bandler dan John Grinder yang bertujuannya untuk memperoleh informasi dengan menciptakan hubungan antara orang-orang dan pengalaman masa lalu. &lt;br /&gt;Selanjutnya, adapun menurut Muhammad (2004: 165-168), komunikasi interpersonal mempunyai 6 tujuan yakni menemukan diri sendiri, menemukan dunia luar, membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti, berubah sikap dan tingkah laku, untuk bermain dan kesenangan, dan untuk membantu. &lt;br /&gt;Penulis sangat sepakat dengan pendapat. Pasalnya, suatu hal yang menarik, belajar tentang komunikasi interpersonal. Kenapa? Kita belajar tentang kehidupan! Inti dari kehidupan adalah komunikasi! Akhir dari kehidupan adalah matinya komunikasi interpersonal! &lt;br /&gt;Menurut penulis, komunikasi interpersonal juga memiliki tujuan utama yakni mencari eksistensi diri. Sudah menjadi kodrat manusia itu ingin dihargai sebagai pribadi yang utuh. Kemudian, manusia juga ingin menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Manusia juga mencari pelarian dalam permasalahannya dengan jalan komunikasi interpersonal. &lt;br /&gt;Hanya manusia mampu berkomunikasi interpersonal dengan baik, maka dia akan hidup dalam arti hidup sebenarnya di dunia ini.  Hanya manusia mampu berkomunikasi interpersonal dengan baik, maka dia mendapatkan kebahagiaan sehati bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Hanya manusia mampu berkomunikasi interpersonal dengan baik, maka dia akan menjadi pribadi seutuhnya yang mampu menjadi manusia sebenarnya di tempat yang benar dan waktu yang tepat. &lt;br /&gt;III. Kesimpulan&lt;br /&gt; Jadi, manusia dan komunikasi interpersonal bagaikan novelis dan imajinasi, pengusaha dan uang, pustakawan dan buku, petani dan cangkul, guru dan ilmu pengetahuan, dokter dan stetoskop, serta apoteker dan obat. Baik manusia dan komunikasi tak bisa melepaskan diri satu lain. Jika keduanya terlepas, maka dunia tak menganggapnya manusia itu memiliki nama. &lt;br /&gt;Alangkah baiknya jika manusia mengelola komunikasi interpersonal dari bangun tidur hingga kembali ke tempat tidur kembali. Tujuannya adalah menjadikan hal itu sebagai alat untuk mencapai kebahagian dalam diri sendiri dan membuat hidup kita bermanfaat bagi orang lain melalui komunikasi interpersonal. &lt;br /&gt;Bab IV Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Devito, Joseph. (1997). Komunikasi Antar manusia. (Alih Bahasa Agus Maulana). Jakarta : Professional Book&lt;br /&gt;Elfiky, Ibrahim. (2009). Terapi Komunikasi Efektif dengan Metode Praktis Neuro-Linguistic Programming (NLP. (Alih Bahasa Zubaedah). Jakarta: Hikmah&lt;br /&gt;Hardjana, Agus M. (2003) Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Penerbit Kanisius&lt;br /&gt;Muhammad, Arni. (2004). Komunikasi organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.&lt;br /&gt;Rakhmat, Jalaludin. (2007). Psikologi Komunikasi (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya&lt;br /&gt;Catatan: &lt;br /&gt;Makalah ini dapat di akses di &lt;br /&gt;www.nyongandikahendra.blogspot.com &lt;br /&gt;www.ltunj2010.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3491317189770763519?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3491317189770763519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3491317189770763519&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3491317189770763519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3491317189770763519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/09/komunikasi-interpersonal.html' title='Komunikasi Interpersonal'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-5392157612491507541</id><published>2010-09-21T11:36:00.002-07:00</published><updated>2010-09-21T11:43:32.279-07:00</updated><title type='text'>Filsafat dan Filsafat Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TJj8k4IfSjI/AAAAAAAAD2U/cYSKqY48XhE/s1600/PLOSMapOfScience.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 381px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TJj8k4IfSjI/AAAAAAAAD2U/cYSKqY48XhE/s400/PLOSMapOfScience.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519439053816023602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Filsafat dan Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh:&lt;br /&gt;Andika Hendra Mustaqim&lt;br /&gt;Crissinda Sutadisastra&lt;br /&gt;Ria Panca Irawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linguistik Terapan &lt;br /&gt;Program Pasca Sarjana &lt;br /&gt;Universitas Negeri Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I Pendahuluan&lt;br /&gt;Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu bertanya. Ia mempertanyakan dirinya, keberadaannya, dan dunianya. Kendati masih bersifat sederhana, kegiatan ini sudah diperlihatkan sejak dini. Lihatlah anak anak kecil. Ketika ia melihat sesuatu yang baru, secara spontan dia bertanya. Melalui pertanyaan yang diajukan ia ingin mengetahui sesuatu. Kegiatan sepeti ini berlangsung terus sepanjang hayat sang anak. (Sitohang, 2009: 15)&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari secara umum pertanyaan dapat digolongkan dalam dua tingkatan, yakni pertanyaan yang sederhana dan pertanyaan yang bersifat teoritis. Yang pertama kita sebutkan pertanyaan yang terkait dengan masalah-masalah praktis. Pertanyaan ini berhubungan dengan cara-cara untuk mencapai sesuatu. Misalnya, bagaimana cara agar kita bisa berbahasa Inggris? Bagaimana cara agar kita bisa mengendari sebuah mobil? Bagaimana cara agar kita memiliki pengetahuan yang yang banyak. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini selalu berhubungan dengan hal-hal yang praktis. Agar kita bisa berbahasa Inggris, misalnya, kita harus mengikuti kursus bahasa Inggris, demikian halnya agar bisa mengendari mobil kita harus latihan mengemudi. Agar kita memiliki pengetahuan yang banyak, kita harus tekun belajar dan membaca banyak buku. Singkat pertanyaan sederhana lebih banyak berhubungan dengan hal-hal yang bersifat teknik. Sifatnya aplikatif. (Sitohang, 2009: 15-16)&lt;br /&gt;Selain bertanya, manusia juga berpikir. Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini meruakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Gerak pemikian ini dalam kegiatannya mempergunakan lambang-lambang yang merupakan abstraksi dari obyek yang sedang kita pikirkan. (Suriasumantri: 2001:1-2)&lt;br /&gt;Bahasa adalah salah satu dari lambang tersebut dimana obyek-obyek kehidupan yang kongkriti dinyatakan dengan kata-kata. Dapat dibayangkan betapa sukarnya proses berpikir tersebut tanpa adanya lambang-lambang yang mengabstraksikan berbagai gejala kehidupannya. Matematika yang merupakan serangkaian lambang yang pada hakekatnya mempunya fungsi yang sama dengan bahasa. (Suriasumantri: 2001: 2)&lt;br /&gt;Sejak seorang bayi mulai bisa berkata-kata, orang tuanya mulai mengajarkan bahasa dan setelah anak itu cukup usia, maka mulailah dia diajarkan berhitung. Yang pertama merpakan bahasa verbal; dan yang kedua merupakan bahasa yang mempergunakan angka, mempergunakan kedua bahasa itulah dia mulai berkomunikasi dengan lingkungannya. Setelah anak itu berumur enam atau tujuh tahun, maka dia pun memasuki sekolah untuk mempelajari bahasa tertulis. Dia sana anak itu mulai diperkenalkan kepada proses kegiatan berpikir secara formal; suatu kegiatan yang untuk selanjutnya takkah pernah berhenti sampai akhir hayatnya. (Suriasumantri: 2001: 2)&lt;br /&gt;Lalu apa hubungan filsafat dengan ilmu? Seperti diketahui ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan ilmu dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Ciri-ciri keilmuan ini didasarkan pada jawaban yang diberikan ilmu terhadap ketiga pertanyaan pokok (Apakah yang ingin kita ketahui? Bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan? Dan apakah nilai pengetahuan tersebut bagi kita?). Sedangkan filsafat mempelajari masalah ini sedalam-dalamnya dan hasil kajiannya merupakan dasar bagi eksistensi ilmu. (Suriasumantri: 2001: 4-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II. Filsafat&lt;br /&gt;A. Sejarah Filsafat&lt;br /&gt;Pemikiran filsafat banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pada dasarnya filsafat baik dibarat, india dan Cina muncul dari yang sifatnya religius. Pembagian secara periodesasi filsafat barat adalah zaman kuno, zaman abad pertengahan, zaman modern dan masa kini. Periodesasi filsafat cina adalah zaman kuno, zaman pembauran, zaman neokonfusionisme dan zaman modern. Untuk cina adalah periode weda, biracarita, sutra-sutra dan sekolastik. Dalam filsafat india yang penting adalah bagaimana manusia bisa berteman dengan dunia bukan untuk menguasai dunia. Adapun filsafat islam hanya ada 2 periode yaitu: periode mutakalimin dan filsafat islam.&lt;br /&gt;Jadi, perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak melainkan berlangsung secara bertahap. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian secara periode yang menampilkan ciri khas tertentu.&lt;br /&gt;1. Zaman Pra Yunani Kuno&lt;br /&gt;Pada abad VI SM yunani muncul lahirnya filsafat dan mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan. Mulai saat itu orang mencari jawaban rasional tentang problem alam semesta.dengan demikian filsafat dilahirkan. &lt;br /&gt;Orang yang mendapat kehormatan untuk digelari sebagai "filsuf pertama" adalah THALES. Tentang orang Miletos ini diceritakan bahwa tidak pernah  ia in enulis ka'npemikirannya. Filsuf filsuf berikut, yaitu ANAXIMANDROS dan ANAMIMENES, memang membukukan pemikiran mereka, tetapi   sayangnya   karangan karangan itu kemudian hilang.&lt;br /&gt;Ada kesaksian kesaksian yang mengatakan bahwa mereka semua menaruh perhatian khusus akan alam dan kejadian kejadian alamiah. Mereka terutama merasa tertarik oleh perubahan . terus menerus yang dapat disaksikan dalam alam (pada badan badan jagat raya, musim musim, laut dan sebagainya). Mereka mencari suatu asas atau prinsip-prinsip tetap hingga sama di belakang perubahan perubanan yang tak henti hentinya itu. Mereka berkeyakinan bahwa tak urung asas macam itu ada. Alasan mereka berpikir demikian ialah bahwa kendati seiata perubahan dunia jasmani merupakan suatu keseluruhan yang teratur dan kejadian kejadian alamiah mempunyai suatu ketetapan yang mengherankan. Apakah asas pertama itu? Ketiga filsuf dari Miletos memberi jawaban yang berbeda beda. Thales mengatakan: air. Anaximandros berpendapat: asas itu adalah "yang tak terbatas" (to apeiron). Anaximenes menjawab: udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Zaman keemasan yunani&lt;br /&gt;Zaman yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk menguingkapkan ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu, karena yunani pada masa itu tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi.&lt;br /&gt;Dalam zaman keemasan Yunani muncul beberapa filsuf besar seperti PLATO (427 347). Menurut Plato, dunia ideal (yang terdirl dari Ide ide) merupakan obyek bagi rasio kita. Apalagi, dunia jasmani dengan cara tak sempurna meniru saja dunia ideal yang sama sekali sempurna. Itulah sebabnya filsuf sedapat mungkin harus melepaskan diri dari dunia jasmani, agar sanggup memandang dunia sebagai ide sempuma.&lt;br /&gt;Selain Plato, terdapat ARISTOTELES (384-322) berasal dari Stageira di daerah Thrake, di Yunani Utara. Ia belajar dalam Akademia Plato di Athena dan tinggal di sana sampai Plato meninggal. Dua tahun lamanya ia bertugas sebagai guru pribadi untuk pangeran Alexander Agung. Tidak lama sesudah Alexander Agung dilantik menjadi raja, Aristoteles kembali ke Athena dan membuka suatu sekolah yang dinamakan Lykeion (dilatinkan: Lyceum). Pemikiran Aristoteles bahwa setiap benda jasmani mempunyai bentuk dan materi. Tetapi yang dimaksudkannya bukannya bentuk dan materi yang dapat dilihat, seperti halnya dengan patung tadi, melainkan bentuk dan materi sebab  prinsip prinsip rnetafisis. Dua prinsip ini tidak bisa ditunjukkan  jari, tetapi harus diandai   kan supaya kita dapat mengerti benda benda  jasmani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Helinistis Romawi&lt;br /&gt;Pada masa ini muncul beberapa aliran yaitu sebagai aliran sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Stoisisme. Stoa didirikan di athena oleh Zeno dari Kition tahun 300 SM. Nama stoa&lt;br /&gt;menunjukan serambi bertiang, tempat Zeno memberi pelajaran. Menurut Stoisme , jagat raya dari dala sama sekali ditentukan oleh suatu kuasa yang disebut Logos (rasio), berdasarkan rasio manusia sanggup mengenal orde universal dalam jagat raya. Ia akan hidup bijaksana dan bahagia asal saja ia bertindak menurut rasionya. Jika memang demikian ia akan menguasai nafsu-nafsunya dan mengendalikan diri secara sempurna, supaya dengan penuh keinsyafan ia menaklukan diri pada hukum-hukum alam. Seorang yang hidup menurut prinsip stoisme sama sekali tidak memperdulikan kematian dan segala malapetaka lain, karena insyaf bahwa semua akan terjadi menurut keharusan mutlak. Sudah nyata kiranya bahwa etika stoisme ini betul-betuk bersifat kejak dan menuntut watak yang sungguh-sungguh kuat. Ini cocok untuk watak romawi yang pragmatis. Dan suskses besar jama SENECA (2 -650 dan Kaisar Marcus Aurelius (121 – 180).&lt;br /&gt;b. Epikurisme. Epikuros (341 -2700 berasal dari pulau Samos . Menurutnya segala-galanya terdiri dari atom-atom yang senantiasa bergerak dan secara kebetulan tubrukan yang satu dengan yang lain. Manusia hidup bahagia jika ia mengakui susunan dunia ini dan tidak ditakutkan dengan dewa atau apapun juga.Dewa- dewa tidak mempengaruhi dunia. Lagipula untuk memperoleh kebahagiaan manusia mesti menggunakan kehendak bebasnya dengan mencari kesenangan sedapat mungkin. Terlalau banyak kesenangan akan mengelisahkan batin manusia. Orang bijaksana tahu membatasi diri dan terutama mencari kesenangan rohani, supaya batin menjadi tetap tenang.&lt;br /&gt;c. Skepisisme. Dipelopori oleh PYRRHO (365 – 275 SM)B ukan merupakan suatu aliran yang jelas, melainkan suatu tedensi agak umum yang hidup terus sampai akhir masa Yunani Kuno. Mereka berfikir bahwa dalam semua bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran. Sikap Umum mereka kesangsian.d. eklektisisme, suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;d. Eklektisisme. Merupakan tendensi umum yang memetik perbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tampa berhasil mencapai kesatuan pemikiran yang sungguh-sungguh. Salah seorang warga Romawi yang digolongkan dalam aliran ini CICERO (106 – 43). Dan PHILO (25SM- 50 M) ia berusaha mendamaikan agama Yahudi dengan Filsafat Yunani khusunya Plato.&lt;br /&gt;e. Neoplatonisme. Puncak terakhir dalam sejarah fisafat yunani adalah ajaran ini, dimaksukan untuk menghidupkan kembali filsafat Plato. Filsuf yang mensintesa PLATINOS (203/4 – 269/70). Ia lahir di Mesir dan umur 40 tahun tiba di Roma untuk mendirikan sekolah filsafat disana. Seluruh sistem Filsafat Plotinos berkisar pada konsep kesatuan. Atau dapat juga kita katakan bahwa seluruh sistem filsafatnya Berkisar pada Allah, sebab Allah disebut dengan nama”yang Satu”. Semuanya yang ada berasal dari ”yang satu”. Dan semuanya yang ada berhasrat pula untuk kembali kepada yang satu. Oleh karenanya dalam realitas seluruhnya terdapat gerakan dua arah, dari atas kebawah dan sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Zaman Abad Pertengahan&lt;br /&gt;Pada abad pertengahan mengalami 2 periode, yaitu:&lt;br /&gt;1. periode patriktis; mengalami 2 tahap:&lt;br /&gt;a. permulaan agama kristen&lt;br /&gt;b. filsafat agustinus; yang terkenal pada masa patristik&lt;br /&gt;2. periode skolastik; menjadi 3 tahap yakni:&lt;br /&gt;a. periode awal, ditandai dengan pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat&lt;br /&gt;b. periode puncak, ditandai oleh keadaan yang dipengaruhi oleh aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat arab dan yahudi&lt;br /&gt;c. periode akhir, ditandai dengan pemikiran kefilsafatan yang berkembang kearah nominalisme.&lt;br /&gt;5. Zaman Renaissance&lt;br /&gt; Ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Illahi.&lt;br /&gt;Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Zaman yang menyaksikan dilancarkannya tantangan gerakan reformasi terhadap keesaan dan supremasi Gereja Katolik Roma, bersamaan dengan berkembangnya Humanisme. Zaman ini juga merupakan penyempurnaan kesenian, keahlian, dan ilmu yang diwujudkan dalam diri jenius serba bisa, Leonardo da Vinci. Penemuan percetakan (kira-kira 1440 M) dan ditemukannya&lt;br /&gt;benua baru (1492 M) oleh Columbus memberikan dorongan lebih keras untuk meraih kemajuan ilmu. Kelahiran kembali sastra di Inggris, Perancis dan Spanyol diwakili Shakespeare, Spencer, Rabelais, dan Ronsard. Pada masa itu, seni musik juga mengalami perkembangan.&lt;br /&gt;6. Zaman Modern&lt;br /&gt; Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman renaissance.&lt;br /&gt;7. Zaman Kontemporer (Abad XX Dan Seterus)&lt;br /&gt; Fisi kawan termashur adalah Albert Einstein yang percaya akan kekekalan materi. Dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan teknologi canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengertian Filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;Para filsuf memberi batasan yang berbeda-beda mengenai filsafat, namun batasan yang berbeda itu tidak mendasar. Selanjutnya batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu secara etimologi dan secara terminologi.&lt;br /&gt;Secara etimologi, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta kebijaksanaan dalam arti hakikat.&lt;br /&gt;Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. &lt;br /&gt;Bagaimana definisi filsafat menurut berbagai pakar:&lt;br /&gt;Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.&lt;br /&gt;Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.&lt;br /&gt;Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )&lt;br /&gt;Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.&lt;br /&gt;Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .&lt;br /&gt;Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.&lt;br /&gt;1. Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )&lt;br /&gt;2. Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )&lt;br /&gt;3. Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )&lt;br /&gt;4. Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )&lt;br /&gt;Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.&lt;br /&gt;Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.&lt;br /&gt;Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.&lt;br /&gt;Harold H. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.&lt;br /&gt;Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.&lt;br /&gt;Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.&lt;br /&gt;Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.&lt;br /&gt;Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.&lt;br /&gt;Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas, dapat ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut.&lt;br /&gt;Siapa saja obyek filsafat? (1) Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada, yang meliputi : ada dalam kenyataan, ada dalam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan (Lasiyo dan Yuwono, 1994 : 6). 2) Objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada (Lasiyo dan Yuwono, 1994 : 6).&lt;br /&gt;Sebagaimana pengetahuan yang lain, filsafat telah mengalami perkembangan yang pesat yang ditandai dengan bermacam-macam aliran dan cabang.&lt;br /&gt;1) Aliran-aliran Filsafat&lt;br /&gt;Ada beberapa aliran filsafat dinataranya adalah : realisme, rasionalisme, empirisme, idealisme, materialisme, dan eksistensialisme.&lt;br /&gt;2) Cabang-cabang Filsafat&lt;br /&gt;Filsafat memiliki cabang-cabang ang cukup banyak dinataranya adalah : metafisika, epistemologi, logika, etika, estetika, filsafat sejarah, filsafat politik, dst.&lt;br /&gt;C. Berpikir Filsafat&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga karakteristik berpikir filsafat yakni:&lt;br /&gt;1. Sifat menyeluruh; seseorang ilmuwan tidak akan pernah puas jika hanya mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu hakikat ilmu dari sudut pandang lain, kaitannya dengan moralitas, serta ingin yakin apakah ilmu ini akan membawa kebahagian dirinya. Hal ini akan membuat ilmuwan tidak merasa sombong dan paling hebat. Di atas langit masih ada langit. contoh: Socrates menyatakan dia tidak tahu apa-apa. &lt;br /&gt;2. Sifat mendasar: yaitu sifat yang tidak saja begitu percaya bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu itu benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan? Apakah kriteria itu sendiri benar? Lalu benar sendiri itu apa? Seperti sebuah pertanyaan yang melingkar yang harus dimulai dengan menentukan titik yang benar.&lt;br /&gt;3. Spekulatif: dalam menyusun sebuah lingkaran dan menentukan titik awal sebuah lingkaran yang sekaligus menjadi titik akhirnya dibutuhkan sebuah sifat spekulatif baik sisi proses, analisis maupun pembuktiannya. Sehingga dapat dipisahkan mana yang logis atau tidak.&lt;br /&gt;Menurut Andre Ata Ujan (2008) dalam bukunya “Filsafat Hukum: Membangun Hukum, Membela Keadilan”, (dalam Sitohang, 2009: 20-21) mengutip pendapat Plato yang mengemukakan pendapat Plato, hakikat filsafat sebagai hasil kontemlasi dalam lima karakter. Pertama, dapat bertahan terhadap diskusi kritis. Artinya, kegiatan utama dari filsafat adalah mengkaji secara kritis segala hal. Dengan kajian itu diharapkan terjadi pertanggungjawaban rasional. Dalam pengertian ini kata “kebijaksaan” tidak lagi menjadi makna dari filsafat. &lt;br /&gt;Kedua, menggunakan metode dialektis. Dengan metode ini, filsafat bergerak secara bertahap, yakni mengkritik pandangan-pandangan yang ada setelah itu membangu pandangan baru yang didukung dengan argumen-argumen yang lebih kuat.&lt;br /&gt;Ketiga, berusaha mencapai realitas yang terdalam. Filsafat menganalisi hal-hal terdalam dari kenyataan. Ia tidak berhenti pada fakta empiris, melainkan berusaha menemukan kebenaran yang terdalam. Filsafat mencari pengetahuan sejati, serta hal-hal yang hakiki dari realitas. Karena itulah filsafat bersifat metaempiris.&lt;br /&gt;Keempat, terakit butir ketiga, dimana filsagat bertujuan untuk menangkap tujuan ideal realitas. Bagi Plato, memahami kebenaran misalnya, berrati memahami IDEA tentang kebenaran yang dicari oleh manusia. &lt;br /&gt;Kelima, mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia. Dalam butir ini filsafat dikaitkan dengan suatu pengetahuan yang benar tentang cara hidup sebagai manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;A. Apa itu Ilmu?&lt;br /&gt;Pengetahuan, yang dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan knowledge, menurut Jujun S. Suriasumantri (2005 : 104), pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk di dalamnya adalah ilmu, jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Ilmu, menurut pendapat di atas, menunjuk pada terminologi yang bersifat khusus, yang merupakan bagian dari pengetahuan.&lt;br /&gt;Pengertian ilmu dan perbedaannya dengan pengetahuan nampak lebih jelas sebagaimana dinyatakan oleh Ketut Rinjin. Menurut Rinjin (1997 : 57-58), ilmu merupakan keseluruhan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan logis dan bukanlah sekadar kumpulan fakta, tetapi pengetahuan yang mempersyaratkan objek, metoda, teori, hukum, atau prinsip.&lt;br /&gt;Ilmu, yang dalam bahasa Inggris dinyatkan dengan science, bukan sekadar kumpulan fakta, meskipun di dalamnya juga terdapat berbagai fakta. Selain fakta, di dalam ilmu juga terdapat teori, hukum, prinsip, dst., yang diperoleh melalui prosedur tertentu yaitu metoda ilmiah. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metoda ilmiah (Jujun S., 2005 : 119). Sedangkan pengetahuan dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu pengalaman, intuisi, pendapat otoritas, penemuan secara kebetulan dan coba-coba (trial and error) maupun penalaran. Ada paradigma baru yang memandang ilmu bukan hanya sebagai produk. The Liang Gie (1991 : 90), setelah mengkaji berbagai pendapat tentang ilmu, menyatakan bahwa ilmu dapat dipandang sebagai proses, prosedur, dan produk. Sebagai proses, ilmu terwujud dalam aktivitas penelitian. Sebagai prosedur, ilmu tidak lain adalah metoda ilmiah. Dansebagai produk, ilmu merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis.&lt;br /&gt;Berbagai fenomena yang dipelajari ilmu tersebut selanjutnya dijelaskan ilmu melalui pernyataan-pernyataan. Kumpulan pernyataan yang merupakan penjelasan ilmiah terdiri dari empat bentuk (The Liang Gie, 1991 : 142-143), yaitu : deskripsi, preskripsi, eksposisi pola, dan rekonstruksi historis.&lt;br /&gt;1) Deskripsi&lt;br /&gt;Deskripsi adalah pernyataan yang bersifat menggambarkan tentang bentuk, susunan, peranan, dan hal-hal rinci lainnya dari fenomena yang dipelajari ilmu. Pernyataan dengan bentuk deskripsi terdapat antara lain dalam ilmu anatomi dan geografi.&lt;br /&gt;2) Preskripsi&lt;br /&gt;Preskripsi merupakan bentuk pernyataan yang bersifat preskriptif, yaitu berupa petunjuk-petunjuk atau ketentuanketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaiknya dilakukan berkenaan dengan ojkek formal ilmu. Preskripsi dapat dijumpai antara lain dalam ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan.&lt;br /&gt;3) Eksposisi Pola&lt;br /&gt;Bentuk ini merangkum pernyataan-pernyataan yang memaparkan pola-pola dalam sekumpulan sifat, ciri, kecenderungan, atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. Pernyataan semacam ini dapat dijumpai antara lain pada antropologi.&lt;br /&gt;4) Rekonstruksi Historis&lt;br /&gt;Rekonstruksi historis merupakan pernyataan yang berusaha menggambarkan atau menceritakan sesuatu secara kronologis. Pernyataan semacam ini terdapat pada historiografi dan paleontologi. &lt;br /&gt;Selain bentuk-bentuk pernyataan dalam filsafat seperti di atas, ilmu juga memiliki ragam-ragam proposisi, yaitu azas ilmiah, kaidah ilmiah, dan teori ilmiah. Ketiga ragam proposisi tersebut dijelaskan seperti berikut ini.&lt;br /&gt;1) Azas ilmiah&lt;br /&gt;Azas atau prinsip ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengandung kebenaran umum berdasarkan fakta-fakta yang telah diamati.&lt;br /&gt;2) Kaidah ilmiah&lt;br /&gt;Suatu kaidah atau hukum dalam pengetahuan ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengungkapkan keajegan atau hubungan tertib yang dapat diuji kebenarannya .&lt;br /&gt;3) Teori ilmiah&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan teori ilmiah adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis berkenaan dengan penjelasan terhadap sejumlah fenomena. Teori ilmiah merupakan unsur yang sangat penting dalam ilmu. Bobot kualitas suatu ilmu terutama ditentukan oleh teori ilmiah yang dimilikinya. Pentingnya teori ilmiah dalam illmu dapat dijelaskan dari fungsi atau kegunaannya. Fungsi teori ilmiah adalah (a) Sebagai kerangka pedoman, bagan sistematisasi, atau sistem acuan dalam menyususn data maupun pemikiran tentang data sehingga tercapai hubungan yang logis diantara aneka data. (b) Memberikan suatu skema atau rencana sementara mengenai medan yang semula belum dipetakan sehingga terdapat suatu orientasi. (c) Sebagai acuan dalam pengkajian suatu masalah. (d) Sebagai dasar dalam merumuskan kerangka teoritis penelitian. (e) Sebagai dasar dalam merumuskan hipotesis. (f) Sebagai informasi untuk menetapkan cara pengujian hipotesis. (g) Untuk mendapatkan informasi histories dan perspektif perma-salahan yang akan diteliti. (h) Memperkaya ide-ide baru. (i) Untuk mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna di bidang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ciri-ciri pokok ilmu&lt;br /&gt;Ilmu merupakan pengetahuan yang memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat dibedakan dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain. Adapun ciri-ciri pokok ilmu adalah sebagi berikut.&lt;br /&gt;1) Sistematisasi&lt;br /&gt;Sistematisasi memiliki arti bahwa pengetahuan ilmiah tersusun sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara fungsional.&lt;br /&gt;2) Keumuman (generality)&lt;br /&gt;Ciri keumuman menunjuk pada kualitas pengetahuan ilmiah untuk merangkum berbagai fenomena yang senantiasa makin luas dengan penentuan konsep-konsep yang paling umum dalam pembahasannya.&lt;br /&gt;3) Rasionalitas&lt;br /&gt;Ciri rasionalitas berarti bahwa ilmu sebagai pengetahuan ilmiah bersumber pada pemikiran rasional yang mematuhi kaidah-kaidah logika.&lt;br /&gt;4) Objektivitas&lt;br /&gt;Ciri objektivitas ilmu menunjuk pada keharusan untuk bersikap objektif dalam mengkaji suatu kebenaran ilmiah tanpa melibatkan unsur emosi dan kesukaan atau kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;5) Verifiabilitas&lt;br /&gt;Verifiabilitas berarti bahwa pengetahuan ilmiah harus dapat diperiksa kebenarannya, diteliti kembali, atau diuji ulang oleh masyarakat ilmuwan.&lt;br /&gt;6) Komunalitas&lt;br /&gt;Ciri komunalitas ilmu mengandung arti bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik umum (public knowledge). Itu berarti hasil penelitian yang kemudian menjadi khasanah dunia keilmuan tidak akan disimpan atau disembunyikan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi dan Hakikat Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat Ilmu, yang disusun oleh Ismaun (2001)&lt;br /&gt;Robert Ackerman menyatakan, “philosophy of science in one aspect as a critique of current scientific opinions by comparison to proven past views, but such aphilosophy of science is clearly not a discipline autonomous of actual scientific practice”. (Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual.&lt;br /&gt;Lewis White Beck menyebutkan “Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole.” (Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan)&lt;br /&gt;A. Cornelius Benjamin: “That philosopic disipline which is the systematic study of the nature of science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual discipines”&lt;br /&gt;. (Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.)&lt;br /&gt;Michael V. Berry: “The study of the inner logic if scientific theories, and the relations between experiment and theory, i.e. of scientific methods”. (Penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.)&lt;br /&gt;May Brodbeck: “Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis, description, and clarifications of science.” (Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu.&lt;br /&gt;Peter Caws: “Philosophy of science is a part of philosophy, which attempts to do for science what philosophy in general does for the whole of human experience. Philosophy does two sorts of thing: on the other hand, it constructs theories about man and the universe, and offers them as grounds for belief and action; on the other, it examines critically everything that may be offered as a ground for belief or action, including its own theories, with a view to the elimination of inconsistency and error. (Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan&lt;br /&gt;Stephen R. Toulmin: “As a discipline, the philosophy of science attempts, first, to elucidate the elements involved in the process of scientific inquiry observational procedures, patens of argument, methods of representation and calculation, metaphysical presuppositions, and so on and then to veluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic, practical methodology and metaphysics”. (Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbinacangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika).&lt;br /&gt;Menurut Jujun S. Suriasumantri, (1982), Filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti : Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis)&lt;br /&gt;Kemudian, bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendakan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan epistemologis)&lt;br /&gt;Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis). Disimpulkan bahwa pertama adalah sekelompok pertanyaan pertama merupakan tinjauan ilmu secara ontologis. Dan sekelompok pertanyaan-pertanyaan kelompok kedua merupakan tinjauan ilmu secara epistemologis. Dan pertanyaanpertanyaan kelompok ketiga sebagai tinjauan ilmu secara aksiologis.&lt;br /&gt;Suatu peristiwa atau kejadian pada dasarnya tidak pernah lepas dari peristiwa lain yang mendahuluinya. Demikian juga dengan timbul dan berkembangnya filsafat dan ilmu. Menurut Rinjin (1997 : 9-10), filsafat dan ilmu timbul dan berkembang karena akal budi, thauma, dan aporia.&lt;br /&gt;Manusia merupakan makhluk berakal budi. Dengan akal budinya, kemampuan manusia dalam bersuara bisa berkembang menjadi kemampuan berbahasa dan berkomunikasi, sehingga manusia disebut sebagai homo loquens dan animal symbolicum. Dengan akal budinya, manusia dapat berpikir abstrak dan konseptual sehingga dirinya disebut sebagai homo sapiens (makhluk pemikir) atau kalau menurut Aristoteles manusia dipandang sebagai animal that reasons yang ditandai dengan sifat selalu ingin tahu (all men by nature desire to know). Pada diri manusia melekat kehausan intelektual (intellectual curiosity), yang menjelma dalam wujud aneka ragam pertanyaan.Bertanya adalah berpikir dan berpikir dimanifestasikan dalam bentuk pertanyaan.&lt;br /&gt;Manusia memiliki rasa kagum (thauma) pada alam semesta dan isinya Manusia merupakan makhluk yang memiliki rasa kagum pada apa yang diciptakan oleh Sang Pencipta, misalnyasaja kekaguman pada matahari, bumi, dirinya sendiri dan seterusnya. Kekaguman tersebut kemudian mendorong manusia untuk berusaha mengetahui alam semesta itu sebenarnya apa, bagaimana asal usulnya (masalah kosmologis). Ia juga berusaha mengetahui dirinya sendiri, mengenai eksistensi, hakikat, dan tujuan hidupnya. &lt;br /&gt;Manusia senantiasa menghadapi masalah. Faktor lain yang juga mendorong timbulnya filsafat dan ilmu adalah adalah masalah yang dihadapi manusia (aporia). Kehidupan manusia selalu diwarnai dengan masalah, baik masalah yang bersifat teoritis maupun praktis. Masalah mendorong manusia untuk berbuat dan mencari jalan keluar yang tidak jarang menghasilkan temuan yang sangat berharga (necessity is the mother of science).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fungsi Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu, fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan, yakni :&lt;br /&gt;1. Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.&lt;br /&gt;2. Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya.&lt;br /&gt;3. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. &lt;br /&gt;4. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan. &lt;br /&gt;5. Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan sebagainya. (Agraha Suhandi: 1989)&lt;br /&gt;Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, manfaat mempelajari filsafat ilmu:&lt;br /&gt;1. Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mahasiswa semakin kritis dalam sikap ilmiahnya. Mahasiswa sebagai insan kampus diharapkan untuk bersikap kritis terhadap berbagai macam teori yang dipelajarinya di ruang kuliah maupun dari sumber-sumber lainnya.&lt;br /&gt;2. Mempelajari filsafat ilmu mendatangkan kegunaan bagi para mahasiswa sebagai calon ilmuwan untuk mendalami metode ilmiah dan untuk melakukan penelitian ilmiah. Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mereka memiliki pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut sebagai landasan dalam proses pembelajaran dan penelitian ilmiah.&lt;br /&gt;3. Mempelajari filsafat ilmu memiliki manfaat praktis. Setelah mahasiswa lulus dan bekerja mereka pasti berhadapan dengan berbagai masalah dalam pekerjaannya. Untuk memecahkan masalah diperlukan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Dalam konteks inilah pengalaman mempelajari filsafat ilmu diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Substansi Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W. Huitt (1998), dalam artikelnya yang berjudul “Measurement, Evaluation, and Research : Ways of Knowing”, menyatakan bahwa ada lima macam cara untuk mendapatkan pengetahuan yang benar (kebenaran) yaitu : pengalaman, intuisi, agama, filsafat, dan ilmu. Dengan cara-cara tersebut dapat diperoleh diperoleh kebenaran pengalaman atau kebenaran indera, kebenaran intuitif, kebenaran religius, kebenaran filosofis, dan kebenaran ilmiah.&lt;br /&gt;Telaah tentang substansi Filsafat Ilmu, Ismaun (2001) memaparkannya dalam empat bagian, yaitu substansi yang berkenaan dengan: (1) fakta atau kenyataan, (2) kebenaran (truth), (3) konfirmasi dan (4) logika inferensi.&lt;br /&gt;1.Fakta atau kenyataan&lt;br /&gt;Fakta atau kenyataan memiliki pengertian yang beragam, bergantung dari sudut pandang filosofis yang melandasinya.&lt;br /&gt;    * Positivistik berpandangan bahwa sesuatu yang nyata bila ada korespondensi antara yang sensual satu dengan sensual lainnya.&lt;br /&gt;    * Fenomenologik memiliki dua arah perkembangan mengenai pengertian kenyataan ini. Pertama, menjurus ke arah teori korespondensi yaitu adanya korespondensi antara ide dengan fenomena. Kedua, menjurus ke arah koherensi moralitas, kesesuaian antara fenomena dengan sistem nilai.&lt;br /&gt;    * Rasionalistik menganggap suatu sebagai nyata, bila ada koherensi antara empirik dengan skema rasional, dan&lt;br /&gt;    * Realisme-metafisik berpendapat bahwa sesuatu yang nyata bila ada koherensi antara empiri dengan obyektif.&lt;br /&gt;    * Pragmatisme memiliki pandangan bahwa yang ada itu yang berfungsi.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Lorens Bagus (1996) memberikan penjelasan tentang fakta obyektif dan fakta ilmiah. Fakta obyektif yaitu peristiwa, fenomen atau bagian realitas yang merupakan obyek kegiatan atau pengetahuan praktis manusia. Sedangkan fakta ilmiah merupakan refleksi terhadap fakta obyektif dalam kesadaran manusia. Yang dimaksud refleksi adalah deskripsi fakta obyektif dalam bahasa tertentu. Fakta ilmiah merupakan dasar bagi bangunan teoritis. Tanpa fakta-fakta ini bangunan teoritis itu mustahil. Fakta ilmiah tidak terpisahkan dari bahasa yang diungkapkan dalam istilah-istilah dan kumpulan fakta ilmiah membentuk suatu deskripsi ilmiah.&lt;br /&gt;2. Kebenaran (truth)&lt;br /&gt;Sesungguhnya, terdapat berbagai teori tentang rumusan kebenaran. Namun secara tradisional, kita mengenal 3 teori kebenaran yaitu koherensi, korespondensi dan pragmatik (Jujun S. Suriasumantri, 1982). Sementara, Michel William mengenalkan 5 teori kebenaran dalam ilmu, yaitu : kebenaran koherensi, kebenaran korespondensi, kebenaran performatif, kebenaran pragmatik dan kebenaran proposisi. Bahkan, Noeng Muhadjir menambahkannya satu teori lagi yaitu kebenaran paradigmatik. (Ismaun; 2001)&lt;br /&gt;a. Kebenaran koherensi&lt;br /&gt;Kebenaran koherensi yaitu adanya kesesuaian atau keharmonisan antara sesuatu yang lain dengan sesuatu yang memiliki hirarki yang lebih tinggi dari sesuatu unsur tersebut, baik berupa skema, sistem, atau pun nilai. Koherensi ini bisa pada tatanan sensual rasional mau pun pada dataran transendental.&lt;br /&gt;b.Kebenaran korespondensi&lt;br /&gt;Berfikir benar korespondensial adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu itu relevan dengan sesuatu lain. Koresponsdensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan, antara fakta dengan belief yang diyakini, yang sifatnya spesifik&lt;br /&gt;c.Kebenaran performatif&lt;br /&gt;Ketika pemikiran manusia menyatukan segalanya dalam tampilan aktual dan menyatukan apapun yang ada dibaliknya, baik yang praktis yang teoritik, maupun yang filosofik, orang mengetengahkan kebenaran tampilan aktual. Sesuatu benar bila memang dapat diaktualkan dalam tindakan.&lt;br /&gt;d.Kebenaran pragmatik&lt;br /&gt;Yang benar adalah yang konkret, yang individual dan yang spesifik dan memiliki kegunaan praktis.&lt;br /&gt;e.Kebenaran proposisi&lt;br /&gt;Proposisi adalah suatu pernyataan yang berisi banyak konsep kompleks, yang merentang dari yang subyektif individual sampai yang obyektif. Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar. Dalam logika Aristoteles, proposisi benar adalah bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi. Pendapat lain yaitu dari Euclides, bahwa proposisi benar tidak dilihat dari benar formalnya, melainkan dilihat dari benar materialnya.&lt;br /&gt;f.Kebenaran struktural paradigmatik&lt;br /&gt;Sesungguhnya kebenaran struktural paradigmatik ini merupakan perkembangan dari kebenaran korespondensi. Sampai sekarang analisis regresi, analisis faktor, dan analisis statistik lanjut lainnya masih dimaknai pada korespondensi unsur satu dengan lainnya. Padahal semestinya keseluruhan struktural tata hubungan itu yang dimaknai, karena akan mampu memberi eksplanasi atau inferensi yang lebih menyeluruh.&lt;br /&gt;3.Konfirmasi&lt;br /&gt;Fungsi ilmu adalah menjelaskan, memprediksi proses dan produk yang akan datang, atau memberikan pemaknaan. Pemaknaan tersebut dapat ditampilkan sebagai konfirmasi absolut atau probalistik. Menampilkan konfirmasi absolut biasanya menggunakan asumsi, postulat, atau axioma yang sudah dipastikan benar. Tetapi tidak salah bila mengeksplisitkan asumsi dan postulatnya. Sedangkan untuk membuat penjelasan, prediksi atau pemaknaan untuk mengejar kepastian probabilistik dapat ditempuh secara induktif, deduktif, ataupun reflektif.&lt;br /&gt;4.Logika inferensi&lt;br /&gt;Logika inferensi yang berpengaruh lama sampai perempat akhir abad XX adalah logika matematika, yang menguasai positivisme. Positivistik menampilkan kebenaran korespondensi antara fakta. Fenomenologi Russel menampilkan korespondensi antara yang dipercaya dengan fakta. Belief pada Russel memang memuat moral, tapi masih bersifat spesifik, belum ada skema moral yang jelas, tidak general sehingga inferensi penelitian berupa kesimpulan kasus atau kesimpulan ideografik.&lt;br /&gt;Post-positivistik dan rasionalistik menampilkan kebenaran koheren antara rasional, koheren antara fakta dengan skema rasio, Fenomena Bogdan dan Guba menampilkan kebenaran koherensi antara fakta dengan skema moral. Realisme metafisik Popper menampilkan kebenaran struktural paradigmatik rasional universal dan Noeng Muhadjir mengenalkan realisme metafisik dengan menampilkan kebenaranan struktural paradigmatik moral transensden. (Ismaun,200:9)&lt;br /&gt;Di lain pihak, Jujun Suriasumantri (1982:46-49) menjelaskan bahwa penarikan kesimpulan baru dianggap sahih kalau penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu, yakni berdasarkan logika. Secara garis besarnya, logika terbagi ke dalam 2 bagian, yaitu logika induksi dan logika deduksi.&lt;br /&gt;Manusia menempuh berbagai cara agar keinginan tersebut terwujud. Berbagai tindakan untuk memperoleh pengetahuan secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu secara nonilmiah, yang mencakup : a) akal sehat, b) prasangka, c) intuisi, d) penemuan kebetulan dan cobacoba, dan e) pendapat otoritas dan pikiran kritis, serta tindakan secara ilmiah (Sumadi Suryabrata, 2000: 3). Usaha yang dilakukan secara nonilmiah menghasilkan pengetahuan (knowledge), dan bukan science. Sedangkan melalui usaha yang bersifat ilmiah menghasilkan pengetahuan ilmiah atau ilmu.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Metoda ilmiah yang merupakan suatu prosedur sebagaimana digambarkan oleh The Liang Gie, memuat berbagai unsur atau komponen yang saling berhubungan. Unsur-unsur utama metoda ilmiah menurut The Liang Gie (1991 : 118) adalah pola proSedural, tata langkah, teknik, dan instrument.. Pola prosedural, antara lain terdiri dari : pengamatan, percobaan, peng-ukuran, survai, deduksi, induksi, dan analisis. Tata langkah, mencakup : penentuan masalah, perumusan hipotesis (bila perlu), pengumpulan data, penurunan kesimpulan, dan pengujian hasil. Teknik, antara lain terdiri dari : wawancara, angket, tes, dan perhitungan. Aneka instrumen yang dipakai dalam metoda ilmiah antara lain : pedoman wawancara, kuesioner, timbangan, meteran, komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Corak dan Ragam Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Ismaun (2001:1) mengungkapkan beberapa corak ragam filsafat ilmu, diantaranya:&lt;br /&gt;    * Filsafat ilmu-ilmu sosial yang berkembang dalam tiga ragam, yaitu : (1) meta ideologi, (2) meta fisik dan (3) metodologi disiplin ilmu.&lt;br /&gt;    * Filsafat teknologi yang bergeser dari C-E (conditions-Ends) menjadi means. Teknologi bukan lagi dilihat sebagai ends, melainkan sebagai kepanjangan ide manusia.&lt;br /&gt;    * Filsafat seni/estetika mutakhir menempatkan produk seni atau keindahan sebagai salah satu tri-partit, yakni kebudayaan, produk domain kognitif dan produk alasan praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk domain kognitif murni tampil memenuhi kriteria: nyata, benar, dan logis. Bila etik dimasukkan, maka perlu ditambah koheren dengan moral. Produk alasan praktis tampil memenuhi kriteria oprasional, efisien dan produktif. Bila etik dimasukkan perlu ditambah human.manusiawi, tidak mengeksploitasi orang lain, atau lebih diekstensikan lagi menjadi tidak merusak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan yang merupakan produk kegiatan berpikir merupakan obor dan semen peradaban di mana manusia menemukan dirinya dan menghayati hidupnya dengan lebih sempurna. Berbagai peralatan dikembangkan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan jalan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya. &lt;br /&gt;Ilmu merupakan salah satu buah pemikiran manusia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan. Ilmu merupakan salah satu dari pengtetahuan manusia. Untuk bisa menghargai ilmu sebagaimana mestinya sesungguhnya kita harus mengerti apakah hakekat ilmu sebenarnya. Semuanya bersifat saling membutuhkan dan saling mengisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Buku&lt;br /&gt;Ginting, Paham dan Situmotrang, Syafrizal Helmi. (2008). Filsafat ilmu dan metode riset. Medan: USU Press&lt;br /&gt;Ismaun, (2001), Filsafat Ilmu, (Diktat Kuliah), Bandung : UPI Bandung.&lt;br /&gt;Lasiyo dan Yuwono. (1994) Pengantar Ilmu Filsafat. Yogyakarta : Liberty.&lt;br /&gt;Moleong, Lexy, J. (2005) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Rinjin, Ketut. (1997) Pengantar Filsafat Ilmu dan Ilmu Sosial Dasar. Bandung : CV Kayumas.&lt;br /&gt;Russel, Betrand. (2002). Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan kondisi sosio-politik dari zaman kuno hingga sekarang (alih Bahasa Sigit jatmiko, dkk ) . Yogyakarta : Pustaka Pelajar.&lt;br /&gt;Sihotang, Kasdin. (2009). Filsafat Manusia; Upaya Membangkitkan Humanisme. Yogyakarta: Kanisius&lt;br /&gt;Soemargono, Soerjono. (1993) Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta : NurCahaya.&lt;br /&gt;Suriasumantri, Jujun S. (1982), Filsafah Ilmu : Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Sinar Harapan.&lt;br /&gt;Suriasumantri, Jujun S. (1996) Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik : Sebuah Dialog tentang Dunia Keilmuan Dewasa ini. Jakarta : Gramedia.&lt;br /&gt;Suriasumantri, Jujun S. (2005) Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Sinar Harapan.&lt;br /&gt;The Liang Gie. (1991) Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta : Liberty.&lt;br /&gt;Verhak, V dan Haryono Imam, R. (1999) Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT Gramedia.&lt;br /&gt;Wibisono, Koento. (1997) Dasar-Dasar Filsafat. Jakarta : Universitas Terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Internet&lt;br /&gt;http://members.tripod.com/aljawad/artikel/filsafat_ilmu.htm”&lt;br /&gt;http://media.isnet.org./islam/etc/mantiq.htm”&lt;br /&gt;http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/13/filsafat-ilmu/&lt;br /&gt;http://www.anneahira.com/ilmu/filsafat-ilmu.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-5392157612491507541?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/5392157612491507541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=5392157612491507541&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5392157612491507541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/5392157612491507541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/09/filsafat-dan-filsafat-ilmu_1238.html' title='Filsafat dan Filsafat Ilmu'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TJj8k4IfSjI/AAAAAAAAD2U/cYSKqY48XhE/s72-c/PLOSMapOfScience.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-3405933082150567057</id><published>2010-09-21T11:36:00.001-07:00</published><updated>2010-09-21T11:43:23.686-07:00</updated><title type='text'>Filsafat dan Filsafat Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TJj8k4IfSjI/AAAAAAAAD2U/cYSKqY48XhE/s1600/PLOSMapOfScience.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 381px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TJj8k4IfSjI/AAAAAAAAD2U/cYSKqY48XhE/s400/PLOSMapOfScience.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519439053816023602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Filsafat dan Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh:&lt;br /&gt;Andika Hendra Mustaqim&lt;br /&gt;Crissinda Sutadisastra&lt;br /&gt;Ria Panca Irawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linguistik Terapan &lt;br /&gt;Program Pasca Sarjana &lt;br /&gt;Universitas Negeri Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I Pendahuluan&lt;br /&gt;Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu bertanya. Ia mempertanyakan dirinya, keberadaannya, dan dunianya. Kendati masih bersifat sederhana, kegiatan ini sudah diperlihatkan sejak dini. Lihatlah anak anak kecil. Ketika ia melihat sesuatu yang baru, secara spontan dia bertanya. Melalui pertanyaan yang diajukan ia ingin mengetahui sesuatu. Kegiatan sepeti ini berlangsung terus sepanjang hayat sang anak. (Sitohang, 2009: 15)&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari secara umum pertanyaan dapat digolongkan dalam dua tingkatan, yakni pertanyaan yang sederhana dan pertanyaan yang bersifat teoritis. Yang pertama kita sebutkan pertanyaan yang terkait dengan masalah-masalah praktis. Pertanyaan ini berhubungan dengan cara-cara untuk mencapai sesuatu. Misalnya, bagaimana cara agar kita bisa berbahasa Inggris? Bagaimana cara agar kita bisa mengendari sebuah mobil? Bagaimana cara agar kita memiliki pengetahuan yang yang banyak. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini selalu berhubungan dengan hal-hal yang praktis. Agar kita bisa berbahasa Inggris, misalnya, kita harus mengikuti kursus bahasa Inggris, demikian halnya agar bisa mengendari mobil kita harus latihan mengemudi. Agar kita memiliki pengetahuan yang banyak, kita harus tekun belajar dan membaca banyak buku. Singkat pertanyaan sederhana lebih banyak berhubungan dengan hal-hal yang bersifat teknik. Sifatnya aplikatif. (Sitohang, 2009: 15-16)&lt;br /&gt;Selain bertanya, manusia juga berpikir. Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini meruakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Gerak pemikian ini dalam kegiatannya mempergunakan lambang-lambang yang merupakan abstraksi dari obyek yang sedang kita pikirkan. (Suriasumantri: 2001:1-2)&lt;br /&gt;Bahasa adalah salah satu dari lambang tersebut dimana obyek-obyek kehidupan yang kongkriti dinyatakan dengan kata-kata. Dapat dibayangkan betapa sukarnya proses berpikir tersebut tanpa adanya lambang-lambang yang mengabstraksikan berbagai gejala kehidupannya. Matematika yang merupakan serangkaian lambang yang pada hakekatnya mempunya fungsi yang sama dengan bahasa. (Suriasumantri: 2001: 2)&lt;br /&gt;Sejak seorang bayi mulai bisa berkata-kata, orang tuanya mulai mengajarkan bahasa dan setelah anak itu cukup usia, maka mulailah dia diajarkan berhitung. Yang pertama merpakan bahasa verbal; dan yang kedua merupakan bahasa yang mempergunakan angka, mempergunakan kedua bahasa itulah dia mulai berkomunikasi dengan lingkungannya. Setelah anak itu berumur enam atau tujuh tahun, maka dia pun memasuki sekolah untuk mempelajari bahasa tertulis. Dia sana anak itu mulai diperkenalkan kepada proses kegiatan berpikir secara formal; suatu kegiatan yang untuk selanjutnya takkah pernah berhenti sampai akhir hayatnya. (Suriasumantri: 2001: 2)&lt;br /&gt;Lalu apa hubungan filsafat dengan ilmu? Seperti diketahui ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan ilmu dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Ciri-ciri keilmuan ini didasarkan pada jawaban yang diberikan ilmu terhadap ketiga pertanyaan pokok (Apakah yang ingin kita ketahui? Bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan? Dan apakah nilai pengetahuan tersebut bagi kita?). Sedangkan filsafat mempelajari masalah ini sedalam-dalamnya dan hasil kajiannya merupakan dasar bagi eksistensi ilmu. (Suriasumantri: 2001: 4-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II. Filsafat&lt;br /&gt;A. Sejarah Filsafat&lt;br /&gt;Pemikiran filsafat banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pada dasarnya filsafat baik dibarat, india dan Cina muncul dari yang sifatnya religius. Pembagian secara periodesasi filsafat barat adalah zaman kuno, zaman abad pertengahan, zaman modern dan masa kini. Periodesasi filsafat cina adalah zaman kuno, zaman pembauran, zaman neokonfusionisme dan zaman modern. Untuk cina adalah periode weda, biracarita, sutra-sutra dan sekolastik. Dalam filsafat india yang penting adalah bagaimana manusia bisa berteman dengan dunia bukan untuk menguasai dunia. Adapun filsafat islam hanya ada 2 periode yaitu: periode mutakalimin dan filsafat islam.&lt;br /&gt;Jadi, perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak melainkan berlangsung secara bertahap. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian secara periode yang menampilkan ciri khas tertentu.&lt;br /&gt;1. Zaman Pra Yunani Kuno&lt;br /&gt;Pada abad VI SM yunani muncul lahirnya filsafat dan mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan. Mulai saat itu orang mencari jawaban rasional tentang problem alam semesta.dengan demikian filsafat dilahirkan. &lt;br /&gt;Orang yang mendapat kehormatan untuk digelari sebagai "filsuf pertama" adalah THALES. Tentang orang Miletos ini diceritakan bahwa tidak pernah  ia in enulis ka'npemikirannya. Filsuf filsuf berikut, yaitu ANAXIMANDROS dan ANAMIMENES, memang membukukan pemikiran mereka, tetapi   sayangnya   karangan karangan itu kemudian hilang.&lt;br /&gt;Ada kesaksian kesaksian yang mengatakan bahwa mereka semua menaruh perhatian khusus akan alam dan kejadian kejadian alamiah. Mereka terutama merasa tertarik oleh perubahan . terus menerus yang dapat disaksikan dalam alam (pada badan badan jagat raya, musim musim, laut dan sebagainya). Mereka mencari suatu asas atau prinsip-prinsip tetap hingga sama di belakang perubahan perubanan yang tak henti hentinya itu. Mereka berkeyakinan bahwa tak urung asas macam itu ada. Alasan mereka berpikir demikian ialah bahwa kendati seiata perubahan dunia jasmani merupakan suatu keseluruhan yang teratur dan kejadian kejadian alamiah mempunyai suatu ketetapan yang mengherankan. Apakah asas pertama itu? Ketiga filsuf dari Miletos memberi jawaban yang berbeda beda. Thales mengatakan: air. Anaximandros berpendapat: asas itu adalah "yang tak terbatas" (to apeiron). Anaximenes menjawab: udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Zaman keemasan yunani&lt;br /&gt;Zaman yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk menguingkapkan ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu, karena yunani pada masa itu tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi.&lt;br /&gt;Dalam zaman keemasan Yunani muncul beberapa filsuf besar seperti PLATO (427 347). Menurut Plato, dunia ideal (yang terdirl dari Ide ide) merupakan obyek bagi rasio kita. Apalagi, dunia jasmani dengan cara tak sempurna meniru saja dunia ideal yang sama sekali sempurna. Itulah sebabnya filsuf sedapat mungkin harus melepaskan diri dari dunia jasmani, agar sanggup memandang dunia sebagai ide sempuma.&lt;br /&gt;Selain Plato, terdapat ARISTOTELES (384-322) berasal dari Stageira di daerah Thrake, di Yunani Utara. Ia belajar dalam Akademia Plato di Athena dan tinggal di sana sampai Plato meninggal. Dua tahun lamanya ia bertugas sebagai guru pribadi untuk pangeran Alexander Agung. Tidak lama sesudah Alexander Agung dilantik menjadi raja, Aristoteles kembali ke Athena dan membuka suatu sekolah yang dinamakan Lykeion (dilatinkan: Lyceum). Pemikiran Aristoteles bahwa setiap benda jasmani mempunyai bentuk dan materi. Tetapi yang dimaksudkannya bukannya bentuk dan materi yang dapat dilihat, seperti halnya dengan patung tadi, melainkan bentuk dan materi sebab  prinsip prinsip rnetafisis. Dua prinsip ini tidak bisa ditunjukkan  jari, tetapi harus diandai   kan supaya kita dapat mengerti benda benda  jasmani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Helinistis Romawi&lt;br /&gt;Pada masa ini muncul beberapa aliran yaitu sebagai aliran sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Stoisisme. Stoa didirikan di athena oleh Zeno dari Kition tahun 300 SM. Nama stoa&lt;br /&gt;menunjukan serambi bertiang, tempat Zeno memberi pelajaran. Menurut Stoisme , jagat raya dari dala sama sekali ditentukan oleh suatu kuasa yang disebut Logos (rasio), berdasarkan rasio manusia sanggup mengenal orde universal dalam jagat raya. Ia akan hidup bijaksana dan bahagia asal saja ia bertindak menurut rasionya. Jika memang demikian ia akan menguasai nafsu-nafsunya dan mengendalikan diri secara sempurna, supaya dengan penuh keinsyafan ia menaklukan diri pada hukum-hukum alam. Seorang yang hidup menurut prinsip stoisme sama sekali tidak memperdulikan kematian dan segala malapetaka lain, karena insyaf bahwa semua akan terjadi menurut keharusan mutlak. Sudah nyata kiranya bahwa etika stoisme ini betul-betuk bersifat kejak dan menuntut watak yang sungguh-sungguh kuat. Ini cocok untuk watak romawi yang pragmatis. Dan suskses besar jama SENECA (2 -650 dan Kaisar Marcus Aurelius (121 – 180).&lt;br /&gt;b. Epikurisme. Epikuros (341 -2700 berasal dari pulau Samos . Menurutnya segala-galanya terdiri dari atom-atom yang senantiasa bergerak dan secara kebetulan tubrukan yang satu dengan yang lain. Manusia hidup bahagia jika ia mengakui susunan dunia ini dan tidak ditakutkan dengan dewa atau apapun juga.Dewa- dewa tidak mempengaruhi dunia. Lagipula untuk memperoleh kebahagiaan manusia mesti menggunakan kehendak bebasnya dengan mencari kesenangan sedapat mungkin. Terlalau banyak kesenangan akan mengelisahkan batin manusia. Orang bijaksana tahu membatasi diri dan terutama mencari kesenangan rohani, supaya batin menjadi tetap tenang.&lt;br /&gt;c. Skepisisme. Dipelopori oleh PYRRHO (365 – 275 SM)B ukan merupakan suatu aliran yang jelas, melainkan suatu tedensi agak umum yang hidup terus sampai akhir masa Yunani Kuno. Mereka berfikir bahwa dalam semua bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran. Sikap Umum mereka kesangsian.d. eklektisisme, suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;d. Eklektisisme. Merupakan tendensi umum yang memetik perbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tampa berhasil mencapai kesatuan pemikiran yang sungguh-sungguh. Salah seorang warga Romawi yang digolongkan dalam aliran ini CICERO (106 – 43). Dan PHILO (25SM- 50 M) ia berusaha mendamaikan agama Yahudi dengan Filsafat Yunani khusunya Plato.&lt;br /&gt;e. Neoplatonisme. Puncak terakhir dalam sejarah fisafat yunani adalah ajaran ini, dimaksukan untuk menghidupkan kembali filsafat Plato. Filsuf yang mensintesa PLATINOS (203/4 – 269/70). Ia lahir di Mesir dan umur 40 tahun tiba di Roma untuk mendirikan sekolah filsafat disana. Seluruh sistem Filsafat Plotinos berkisar pada konsep kesatuan. Atau dapat juga kita katakan bahwa seluruh sistem filsafatnya Berkisar pada Allah, sebab Allah disebut dengan nama”yang Satu”. Semuanya yang ada berasal dari ”yang satu”. Dan semuanya yang ada berhasrat pula untuk kembali kepada yang satu. Oleh karenanya dalam realitas seluruhnya terdapat gerakan dua arah, dari atas kebawah dan sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Zaman Abad Pertengahan&lt;br /&gt;Pada abad pertengahan mengalami 2 periode, yaitu:&lt;br /&gt;1. periode patriktis; mengalami 2 tahap:&lt;br /&gt;a. permulaan agama kristen&lt;br /&gt;b. filsafat agustinus; yang terkenal pada masa patristik&lt;br /&gt;2. periode skolastik; menjadi 3 tahap yakni:&lt;br /&gt;a. periode awal, ditandai dengan pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat&lt;br /&gt;b. periode puncak, ditandai oleh keadaan yang dipengaruhi oleh aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat arab dan yahudi&lt;br /&gt;c. periode akhir, ditandai dengan pemikiran kefilsafatan yang berkembang kearah nominalisme.&lt;br /&gt;5. Zaman Renaissance&lt;br /&gt; Ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Illahi.&lt;br /&gt;Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Zaman yang menyaksikan dilancarkannya tantangan gerakan reformasi terhadap keesaan dan supremasi Gereja Katolik Roma, bersamaan dengan berkembangnya Humanisme. Zaman ini juga merupakan penyempurnaan kesenian, keahlian, dan ilmu yang diwujudkan dalam diri jenius serba bisa, Leonardo da Vinci. Penemuan percetakan (kira-kira 1440 M) dan ditemukannya&lt;br /&gt;benua baru (1492 M) oleh Columbus memberikan dorongan lebih keras untuk meraih kemajuan ilmu. Kelahiran kembali sastra di Inggris, Perancis dan Spanyol diwakili Shakespeare, Spencer, Rabelais, dan Ronsard. Pada masa itu, seni musik juga mengalami perkembangan.&lt;br /&gt;6. Zaman Modern&lt;br /&gt; Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman renaissance.&lt;br /&gt;7. Zaman Kontemporer (Abad XX Dan Seterus)&lt;br /&gt; Fisi kawan termashur adalah Albert Einstein yang percaya akan kekekalan materi. Dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan teknologi canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengertian Filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;Para filsuf memberi batasan yang berbeda-beda mengenai filsafat, namun batasan yang berbeda itu tidak mendasar. Selanjutnya batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu secara etimologi dan secara terminologi.&lt;br /&gt;Secara etimologi, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta kebijaksanaan dalam arti hakikat.&lt;br /&gt;Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. &lt;br /&gt;Bagaimana definisi filsafat menurut berbagai pakar:&lt;br /&gt;Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.&lt;br /&gt;Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.&lt;br /&gt;Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )&lt;br /&gt;Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.&lt;br /&gt;Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .&lt;br /&gt;Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.&lt;br /&gt;1. Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )&lt;br /&gt;2. Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )&lt;br /&gt;3. Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )&lt;br /&gt;4. Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )&lt;br /&gt;Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.&lt;br /&gt;Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.&lt;br /&gt;Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.&lt;br /&gt;Harold H. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.&lt;br /&gt;Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.&lt;br /&gt;Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.&lt;br /&gt;Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.&lt;br /&gt;Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.&lt;br /&gt;Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas, dapat ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut.&lt;br /&gt;Siapa saja obyek filsafat? (1) Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada, yang meliputi : ada dalam kenyataan, ada dalam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan (Lasiyo dan Yuwono, 1994 : 6). 2) Objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada (Lasiyo dan Yuwono, 1994 : 6).&lt;br /&gt;Sebagaimana pengetahuan yang lain, filsafat telah mengalami perkembangan yang pesat yang ditandai dengan bermacam-macam aliran dan cabang.&lt;br /&gt;1) Aliran-aliran Filsafat&lt;br /&gt;Ada beberapa aliran filsafat dinataranya adalah : realisme, rasionalisme, empirisme, idealisme, materialisme, dan eksistensialisme.&lt;br /&gt;2) Cabang-cabang Filsafat&lt;br /&gt;Filsafat memiliki cabang-cabang ang cukup banyak dinataranya adalah : metafisika, epistemologi, logika, etika, estetika, filsafat sejarah, filsafat politik, dst.&lt;br /&gt;C. Berpikir Filsafat&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga karakteristik berpikir filsafat yakni:&lt;br /&gt;1. Sifat menyeluruh; seseorang ilmuwan tidak akan pernah puas jika hanya mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu hakikat ilmu dari sudut pandang lain, kaitannya dengan moralitas, serta ingin yakin apakah ilmu ini akan membawa kebahagian dirinya. Hal ini akan membuat ilmuwan tidak merasa sombong dan paling hebat. Di atas langit masih ada langit. contoh: Socrates menyatakan dia tidak tahu apa-apa. &lt;br /&gt;2. Sifat mendasar: yaitu sifat yang tidak saja begitu percaya bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu itu benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan? Apakah kriteria itu sendiri benar? Lalu benar sendiri itu apa? Seperti sebuah pertanyaan yang melingkar yang harus dimulai dengan menentukan titik yang benar.&lt;br /&gt;3. Spekulatif: dalam menyusun sebuah lingkaran dan menentukan titik awal sebuah lingkaran yang sekaligus menjadi titik akhirnya dibutuhkan sebuah sifat spekulatif baik sisi proses, analisis maupun pembuktiannya. Sehingga dapat dipisahkan mana yang logis atau tidak.&lt;br /&gt;Menurut Andre Ata Ujan (2008) dalam bukunya “Filsafat Hukum: Membangun Hukum, Membela Keadilan”, (dalam Sitohang, 2009: 20-21) mengutip pendapat Plato yang mengemukakan pendapat Plato, hakikat filsafat sebagai hasil kontemlasi dalam lima karakter. Pertama, dapat bertahan terhadap diskusi kritis. Artinya, kegiatan utama dari filsafat adalah mengkaji secara kritis segala hal. Dengan kajian itu diharapkan terjadi pertanggungjawaban rasional. Dalam pengertian ini kata “kebijaksaan” tidak lagi menjadi makna dari filsafat. &lt;br /&gt;Kedua, menggunakan metode dialektis. Dengan metode ini, filsafat bergerak secara bertahap, yakni mengkritik pandangan-pandangan yang ada setelah itu membangu pandangan baru yang didukung dengan argumen-argumen yang lebih kuat.&lt;br /&gt;Ketiga, berusaha mencapai realitas yang terdalam. Filsafat menganalisi hal-hal terdalam dari kenyataan. Ia tidak berhenti pada fakta empiris, melainkan berusaha menemukan kebenaran yang terdalam. Filsafat mencari pengetahuan sejati, serta hal-hal yang hakiki dari realitas. Karena itulah filsafat bersifat metaempiris.&lt;br /&gt;Keempat, terakit butir ketiga, dimana filsagat bertujuan untuk menangkap tujuan ideal realitas. Bagi Plato, memahami kebenaran misalnya, berrati memahami IDEA tentang kebenaran yang dicari oleh manusia. &lt;br /&gt;Kelima, mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia. Dalam butir ini filsafat dikaitkan dengan suatu pengetahuan yang benar tentang cara hidup sebagai manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;A. Apa itu Ilmu?&lt;br /&gt;Pengetahuan, yang dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan knowledge, menurut Jujun S. Suriasumantri (2005 : 104), pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk di dalamnya adalah ilmu, jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Ilmu, menurut pendapat di atas, menunjuk pada terminologi yang bersifat khusus, yang merupakan bagian dari pengetahuan.&lt;br /&gt;Pengertian ilmu dan perbedaannya dengan pengetahuan nampak lebih jelas sebagaimana dinyatakan oleh Ketut Rinjin. Menurut Rinjin (1997 : 57-58), ilmu merupakan keseluruhan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan logis dan bukanlah sekadar kumpulan fakta, tetapi pengetahuan yang mempersyaratkan objek, metoda, teori, hukum, atau prinsip.&lt;br /&gt;Ilmu, yang dalam bahasa Inggris dinyatkan dengan science, bukan sekadar kumpulan fakta, meskipun di dalamnya juga terdapat berbagai fakta. Selain fakta, di dalam ilmu juga terdapat teori, hukum, prinsip, dst., yang diperoleh melalui prosedur tertentu yaitu metoda ilmiah. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metoda ilmiah (Jujun S., 2005 : 119). Sedangkan pengetahuan dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu pengalaman, intuisi, pendapat otoritas, penemuan secara kebetulan dan coba-coba (trial and error) maupun penalaran. Ada paradigma baru yang memandang ilmu bukan hanya sebagai produk. The Liang Gie (1991 : 90), setelah mengkaji berbagai pendapat tentang ilmu, menyatakan bahwa ilmu dapat dipandang sebagai proses, prosedur, dan produk. Sebagai proses, ilmu terwujud dalam aktivitas penelitian. Sebagai prosedur, ilmu tidak lain adalah metoda ilmiah. Dansebagai produk, ilmu merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis.&lt;br /&gt;Berbagai fenomena yang dipelajari ilmu tersebut selanjutnya dijelaskan ilmu melalui pernyataan-pernyataan. Kumpulan pernyataan yang merupakan penjelasan ilmiah terdiri dari empat bentuk (The Liang Gie, 1991 : 142-143), yaitu : deskripsi, preskripsi, eksposisi pola, dan rekonstruksi historis.&lt;br /&gt;1) Deskripsi&lt;br /&gt;Deskripsi adalah pernyataan yang bersifat menggambarkan tentang bentuk, susunan, peranan, dan hal-hal rinci lainnya dari fenomena yang dipelajari ilmu. Pernyataan dengan bentuk deskripsi terdapat antara lain dalam ilmu anatomi dan geografi.&lt;br /&gt;2) Preskripsi&lt;br /&gt;Preskripsi merupakan bentuk pernyataan yang bersifat preskriptif, yaitu berupa petunjuk-petunjuk atau ketentuanketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaiknya dilakukan berkenaan dengan ojkek formal ilmu. Preskripsi dapat dijumpai antara lain dalam ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan.&lt;br /&gt;3) Eksposisi Pola&lt;br /&gt;Bentuk ini merangkum pernyataan-pernyataan yang memaparkan pola-pola dalam sekumpulan sifat, ciri, kecenderungan, atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. Pernyataan semacam ini dapat dijumpai antara lain pada antropologi.&lt;br /&gt;4) Rekonstruksi Historis&lt;br /&gt;Rekonstruksi historis merupakan pernyataan yang berusaha menggambarkan atau menceritakan sesuatu secara kronologis. Pernyataan semacam ini terdapat pada historiografi dan paleontologi. &lt;br /&gt;Selain bentuk-bentuk pernyataan dalam filsafat seperti di atas, ilmu juga memiliki ragam-ragam proposisi, yaitu azas ilmiah, kaidah ilmiah, dan teori ilmiah. Ketiga ragam proposisi tersebut dijelaskan seperti berikut ini.&lt;br /&gt;1) Azas ilmiah&lt;br /&gt;Azas atau prinsip ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengandung kebenaran umum berdasarkan fakta-fakta yang telah diamati.&lt;br /&gt;2) Kaidah ilmiah&lt;br /&gt;Suatu kaidah atau hukum dalam pengetahuan ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengungkapkan keajegan atau hubungan tertib yang dapat diuji kebenarannya .&lt;br /&gt;3) Teori ilmiah&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan teori ilmiah adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis berkenaan dengan penjelasan terhadap sejumlah fenomena. Teori ilmiah merupakan unsur yang sangat penting dalam ilmu. Bobot kualitas suatu ilmu terutama ditentukan oleh teori ilmiah yang dimilikinya. Pentingnya teori ilmiah dalam illmu dapat dijelaskan dari fungsi atau kegunaannya. Fungsi teori ilmiah adalah (a) Sebagai kerangka pedoman, bagan sistematisasi, atau sistem acuan dalam menyususn data maupun pemikiran tentang data sehingga tercapai hubungan yang logis diantara aneka data. (b) Memberikan suatu skema atau rencana sementara mengenai medan yang semula belum dipetakan sehingga terdapat suatu orientasi. (c) Sebagai acuan dalam pengkajian suatu masalah. (d) Sebagai dasar dalam merumuskan kerangka teoritis penelitian. (e) Sebagai dasar dalam merumuskan hipotesis. (f) Sebagai informasi untuk menetapkan cara pengujian hipotesis. (g) Untuk mendapatkan informasi histories dan perspektif perma-salahan yang akan diteliti. (h) Memperkaya ide-ide baru. (i) Untuk mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna di bidang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ciri-ciri pokok ilmu&lt;br /&gt;Ilmu merupakan pengetahuan yang memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat dibedakan dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain. Adapun ciri-ciri pokok ilmu adalah sebagi berikut.&lt;br /&gt;1) Sistematisasi&lt;br /&gt;Sistematisasi memiliki arti bahwa pengetahuan ilmiah tersusun sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara fungsional.&lt;br /&gt;2) Keumuman (generality)&lt;br /&gt;Ciri keumuman menunjuk pada kualitas pengetahuan ilmiah untuk merangkum berbagai fenomena yang senantiasa makin luas dengan penentuan konsep-konsep yang paling umum dalam pembahasannya.&lt;br /&gt;3) Rasionalitas&lt;br /&gt;Ciri rasionalitas berarti bahwa ilmu sebagai pengetahuan ilmiah bersumber pada pemikiran rasional yang mematuhi kaidah-kaidah logika.&lt;br /&gt;4) Objektivitas&lt;br /&gt;Ciri objektivitas ilmu menunjuk pada keharusan untuk bersikap objektif dalam mengkaji suatu kebenaran ilmiah tanpa melibatkan unsur emosi dan kesukaan atau kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;5) Verifiabilitas&lt;br /&gt;Verifiabilitas berarti bahwa pengetahuan ilmiah harus dapat diperiksa kebenarannya, diteliti kembali, atau diuji ulang oleh masyarakat ilmuwan.&lt;br /&gt;6) Komunalitas&lt;br /&gt;Ciri komunalitas ilmu mengandung arti bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik umum (public knowledge). Itu berarti hasil penelitian yang kemudian menjadi khasanah dunia keilmuan tidak akan disimpan atau disembunyikan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi dan Hakikat Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat Ilmu, yang disusun oleh Ismaun (2001)&lt;br /&gt;Robert Ackerman menyatakan, “philosophy of science in one aspect as a critique of current scientific opinions by comparison to proven past views, but such aphilosophy of science is clearly not a discipline autonomous of actual scientific practice”. (Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual.&lt;br /&gt;Lewis White Beck menyebutkan “Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole.” (Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan)&lt;br /&gt;A. Cornelius Benjamin: “That philosopic disipline which is the systematic study of the nature of science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual discipines”&lt;br /&gt;. (Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.)&lt;br /&gt;Michael V. Berry: “The study of the inner logic if scientific theories, and the relations between experiment and theory, i.e. of scientific methods”. (Penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.)&lt;br /&gt;May Brodbeck: “Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis, description, and clarifications of science.” (Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu.&lt;br /&gt;Peter Caws: “Philosophy of science is a part of philosophy, which attempts to do for science what philosophy in general does for the whole of human experience. Philosophy does two sorts of thing: on the other hand, it constructs theories about man and the universe, and offers them as grounds for belief and action; on the other, it examines critically everything that may be offered as a ground for belief or action, including its own theories, with a view to the elimination of inconsistency and error. (Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan&lt;br /&gt;Stephen R. Toulmin: “As a discipline, the philosophy of science attempts, first, to elucidate the elements involved in the process of scientific inquiry observational procedures, patens of argument, methods of representation and calculation, metaphysical presuppositions, and so on and then to veluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic, practical methodology and metaphysics”. (Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbinacangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika).&lt;br /&gt;Menurut Jujun S. Suriasumantri, (1982), Filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti : Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis)&lt;br /&gt;Kemudian, bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendakan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan epistemologis)&lt;br /&gt;Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis). Disimpulkan bahwa pertama adalah sekelompok pertanyaan pertama merupakan tinjauan ilmu secara ontologis. Dan sekelompok pertanyaan-pertanyaan kelompok kedua merupakan tinjauan ilmu secara epistemologis. Dan pertanyaanpertanyaan kelompok ketiga sebagai tinjauan ilmu secara aksiologis.&lt;br /&gt;Suatu peristiwa atau kejadian pada dasarnya tidak pernah lepas dari peristiwa lain yang mendahuluinya. Demikian juga dengan timbul dan berkembangnya filsafat dan ilmu. Menurut Rinjin (1997 : 9-10), filsafat dan ilmu timbul dan berkembang karena akal budi, thauma, dan aporia.&lt;br /&gt;Manusia merupakan makhluk berakal budi. Dengan akal budinya, kemampuan manusia dalam bersuara bisa berkembang menjadi kemampuan berbahasa dan berkomunikasi, sehingga manusia disebut sebagai homo loquens dan animal symbolicum. Dengan akal budinya, manusia dapat berpikir abstrak dan konseptual sehingga dirinya disebut sebagai homo sapiens (makhluk pemikir) atau kalau menurut Aristoteles manusia dipandang sebagai animal that reasons yang ditandai dengan sifat selalu ingin tahu (all men by nature desire to know). Pada diri manusia melekat kehausan intelektual (intellectual curiosity), yang menjelma dalam wujud aneka ragam pertanyaan.Bertanya adalah berpikir dan berpikir dimanifestasikan dalam bentuk pertanyaan.&lt;br /&gt;Manusia memiliki rasa kagum (thauma) pada alam semesta dan isinya Manusia merupakan makhluk yang memiliki rasa kagum pada apa yang diciptakan oleh Sang Pencipta, misalnyasaja kekaguman pada matahari, bumi, dirinya sendiri dan seterusnya. Kekaguman tersebut kemudian mendorong manusia untuk berusaha mengetahui alam semesta itu sebenarnya apa, bagaimana asal usulnya (masalah kosmologis). Ia juga berusaha mengetahui dirinya sendiri, mengenai eksistensi, hakikat, dan tujuan hidupnya. &lt;br /&gt;Manusia senantiasa menghadapi masalah. Faktor lain yang juga mendorong timbulnya filsafat dan ilmu adalah adalah masalah yang dihadapi manusia (aporia). Kehidupan manusia selalu diwarnai dengan masalah, baik masalah yang bersifat teoritis maupun praktis. Masalah mendorong manusia untuk berbuat dan mencari jalan keluar yang tidak jarang menghasilkan temuan yang sangat berharga (necessity is the mother of science).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fungsi Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu, fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan, yakni :&lt;br /&gt;1. Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.&lt;br /&gt;2. Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya.&lt;br /&gt;3. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. &lt;br /&gt;4. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan. &lt;br /&gt;5. Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan sebagainya. (Agraha Suhandi: 1989)&lt;br /&gt;Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, manfaat mempelajari filsafat ilmu:&lt;br /&gt;1. Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mahasiswa semakin kritis dalam sikap ilmiahnya. Mahasiswa sebagai insan kampus diharapkan untuk bersikap kritis terhadap berbagai macam teori yang dipelajarinya di ruang kuliah maupun dari sumber-sumber lainnya.&lt;br /&gt;2. Mempelajari filsafat ilmu mendatangkan kegunaan bagi para mahasiswa sebagai calon ilmuwan untuk mendalami metode ilmiah dan untuk melakukan penelitian ilmiah. Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mereka memiliki pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut sebagai landasan dalam proses pembelajaran dan penelitian ilmiah.&lt;br /&gt;3. Mempelajari filsafat ilmu memiliki manfaat praktis. Setelah mahasiswa lulus dan bekerja mereka pasti berhadapan dengan berbagai masalah dalam pekerjaannya. Untuk memecahkan masalah diperlukan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Dalam konteks inilah pengalaman mempelajari filsafat ilmu diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Substansi Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W. Huitt (1998), dalam artikelnya yang berjudul “Measurement, Evaluation, and Research : Ways of Knowing”, menyatakan bahwa ada lima macam cara untuk mendapatkan pengetahuan yang benar (kebenaran) yaitu : pengalaman, intuisi, agama, filsafat, dan ilmu. Dengan cara-cara tersebut dapat diperoleh diperoleh kebenaran pengalaman atau kebenaran indera, kebenaran intuitif, kebenaran religius, kebenaran filosofis, dan kebenaran ilmiah.&lt;br /&gt;Telaah tentang substansi Filsafat Ilmu, Ismaun (2001) memaparkannya dalam empat bagian, yaitu substansi yang berkenaan dengan: (1) fakta atau kenyataan, (2) kebenaran (truth), (3) konfirmasi dan (4) logika inferensi.&lt;br /&gt;1.Fakta atau kenyataan&lt;br /&gt;Fakta atau kenyataan memiliki pengertian yang beragam, bergantung dari sudut pandang filosofis yang melandasinya.&lt;br /&gt;    * Positivistik berpandangan bahwa sesuatu yang nyata bila ada korespondensi antara yang sensual satu dengan sensual lainnya.&lt;br /&gt;    * Fenomenologik memiliki dua arah perkembangan mengenai pengertian kenyataan ini. Pertama, menjurus ke arah teori korespondensi yaitu adanya korespondensi antara ide dengan fenomena. Kedua, menjurus ke arah koherensi moralitas, kesesuaian antara fenomena dengan sistem nilai.&lt;br /&gt;    * Rasionalistik menganggap suatu sebagai nyata, bila ada koherensi antara empirik dengan skema rasional, dan&lt;br /&gt;    * Realisme-metafisik berpendapat bahwa sesuatu yang nyata bila ada koherensi antara empiri dengan obyektif.&lt;br /&gt;    * Pragmatisme memiliki pandangan bahwa yang ada itu yang berfungsi.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Lorens Bagus (1996) memberikan penjelasan tentang fakta obyektif dan fakta ilmiah. Fakta obyektif yaitu peristiwa, fenomen atau bagian realitas yang merupakan obyek kegiatan atau pengetahuan praktis manusia. Sedangkan fakta ilmiah merupakan refleksi terhadap fakta obyektif dalam kesadaran manusia. Yang dimaksud refleksi adalah deskripsi fakta obyektif dalam bahasa tertentu. Fakta ilmiah merupakan dasar bagi bangunan teoritis. Tanpa fakta-fakta ini bangunan teoritis itu mustahil. Fakta ilmiah tidak terpisahkan dari bahasa yang diungkapkan dalam istilah-istilah dan kumpulan fakta ilmiah membentuk suatu deskripsi ilmiah.&lt;br /&gt;2. Kebenaran (truth)&lt;br /&gt;Sesungguhnya, terdapat berbagai teori tentang rumusan kebenaran. Namun secara tradisional, kita mengenal 3 teori kebenaran yaitu koherensi, korespondensi dan pragmatik (Jujun S. Suriasumantri, 1982). Sementara, Michel William mengenalkan 5 teori kebenaran dalam ilmu, yaitu : kebenaran koherensi, kebenaran korespondensi, kebenaran performatif, kebenaran pragmatik dan kebenaran proposisi. Bahkan, Noeng Muhadjir menambahkannya satu teori lagi yaitu kebenaran paradigmatik. (Ismaun; 2001)&lt;br /&gt;a. Kebenaran koherensi&lt;br /&gt;Kebenaran koherensi yaitu adanya kesesuaian atau keharmonisan antara sesuatu yang lain dengan sesuatu yang memiliki hirarki yang lebih tinggi dari sesuatu unsur tersebut, baik berupa skema, sistem, atau pun nilai. Koherensi ini bisa pada tatanan sensual rasional mau pun pada dataran transendental.&lt;br /&gt;b.Kebenaran korespondensi&lt;br /&gt;Berfikir benar korespondensial adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu itu relevan dengan sesuatu lain. Koresponsdensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan, antara fakta dengan belief yang diyakini, yang sifatnya spesifik&lt;br /&gt;c.Kebenaran performatif&lt;br /&gt;Ketika pemikiran manusia menyatukan segalanya dalam tampilan aktual dan menyatukan apapun yang ada dibaliknya, baik yang praktis yang teoritik, maupun yang filosofik, orang mengetengahkan kebenaran tampilan aktual. Sesuatu benar bila memang dapat diaktualkan dalam tindakan.&lt;br /&gt;d.Kebenaran pragmatik&lt;br /&gt;Yang benar adalah yang konkret, yang individual dan yang spesifik dan memiliki kegunaan praktis.&lt;br /&gt;e.Kebenaran proposisi&lt;br /&gt;Proposisi adalah suatu pernyataan yang berisi banyak konsep kompleks, yang merentang dari yang subyektif individual sampai yang obyektif. Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar. Dalam logika Aristoteles, proposisi benar adalah bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi. Pendapat lain yaitu dari Euclides, bahwa proposisi benar tidak dilihat dari benar formalnya, melainkan dilihat dari benar materialnya.&lt;br /&gt;f.Kebenaran struktural paradigmatik&lt;br /&gt;Sesungguhnya kebenaran struktural paradigmatik ini merupakan perkembangan dari kebenaran korespondensi. Sampai sekarang analisis regresi, analisis faktor, dan analisis statistik lanjut lainnya masih dimaknai pada korespondensi unsur satu dengan lainnya. Padahal semestinya keseluruhan struktural tata hubungan itu yang dimaknai, karena akan mampu memberi eksplanasi atau inferensi yang lebih menyeluruh.&lt;br /&gt;3.Konfirmasi&lt;br /&gt;Fungsi ilmu adalah menjelaskan, memprediksi proses dan produk yang akan datang, atau memberikan pemaknaan. Pemaknaan tersebut dapat ditampilkan sebagai konfirmasi absolut atau probalistik. Menampilkan konfirmasi absolut biasanya menggunakan asumsi, postulat, atau axioma yang sudah dipastikan benar. Tetapi tidak salah bila mengeksplisitkan asumsi dan postulatnya. Sedangkan untuk membuat penjelasan, prediksi atau pemaknaan untuk mengejar kepastian probabilistik dapat ditempuh secara induktif, deduktif, ataupun reflektif.&lt;br /&gt;4.Logika inferensi&lt;br /&gt;Logika inferensi yang berpengaruh lama sampai perempat akhir abad XX adalah logika matematika, yang menguasai positivisme. Positivistik menampilkan kebenaran korespondensi antara fakta. Fenomenologi Russel menampilkan korespondensi antara yang dipercaya dengan fakta. Belief pada Russel memang memuat moral, tapi masih bersifat spesifik, belum ada skema moral yang jelas, tidak general sehingga inferensi penelitian berupa kesimpulan kasus atau kesimpulan ideografik.&lt;br /&gt;Post-positivistik dan rasionalistik menampilkan kebenaran koheren antara rasional, koheren antara fakta dengan skema rasio, Fenomena Bogdan dan Guba menampilkan kebenaran koherensi antara fakta dengan skema moral. Realisme metafisik Popper menampilkan kebenaran struktural paradigmatik rasional universal dan Noeng Muhadjir mengenalkan realisme metafisik dengan menampilkan kebenaranan struktural paradigmatik moral transensden. (Ismaun,200:9)&lt;br /&gt;Di lain pihak, Jujun Suriasumantri (1982:46-49) menjelaskan bahwa penarikan kesimpulan baru dianggap sahih kalau penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu, yakni berdasarkan logika. Secara garis besarnya, logika terbagi ke dalam 2 bagian, yaitu logika induksi dan logika deduksi.&lt;br /&gt;Manusia menempuh berbagai cara agar keinginan tersebut terwujud. Berbagai tindakan untuk memperoleh pengetahuan secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu secara nonilmiah, yang mencakup : a) akal sehat, b) prasangka, c) intuisi, d) penemuan kebetulan dan cobacoba, dan e) pendapat otoritas dan pikiran kritis, serta tindakan secara ilmiah (Sumadi Suryabrata, 2000: 3). Usaha yang dilakukan secara nonilmiah menghasilkan pengetahuan (knowledge), dan bukan science. Sedangkan melalui usaha yang bersifat ilmiah menghasilkan pengetahuan ilmiah atau ilmu.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Metoda ilmiah yang merupakan suatu prosedur sebagaimana digambarkan oleh The Liang Gie, memuat berbagai unsur atau komponen yang saling berhubungan. Unsur-unsur utama metoda ilmiah menurut The Liang Gie (1991 : 118) adalah pola proSedural, tata langkah, teknik, dan instrument.. Pola prosedural, antara lain terdiri dari : pengamatan, percobaan, peng-ukuran, survai, deduksi, induksi, dan analisis. Tata langkah, mencakup : penentuan masalah, perumusan hipotesis (bila perlu), pengumpulan data, penurunan kesimpulan, dan pengujian hasil. Teknik, antara lain terdiri dari : wawancara, angket, tes, dan perhitungan. Aneka instrumen yang dipakai dalam metoda ilmiah antara lain : pedoman wawancara, kuesioner, timbangan, meteran, komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Corak dan Ragam Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Ismaun (2001:1) mengungkapkan beberapa corak ragam filsafat ilmu, diantaranya:&lt;br /&gt;    * Filsafat ilmu-ilmu sosial yang berkembang dalam tiga ragam, yaitu : (1) meta ideologi, (2) meta fisik dan (3) metodologi disiplin ilmu.&lt;br /&gt;    * Filsafat teknologi yang bergeser dari C-E (conditions-Ends) menjadi means. Teknologi bukan lagi dilihat sebagai ends, melainkan sebagai kepanjangan ide manusia.&lt;br /&gt;    * Filsafat seni/estetika mutakhir menempatkan produk seni atau keindahan sebagai salah satu tri-partit, yakni kebudayaan, produk domain kognitif dan produk alasan praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk domain kognitif murni tampil memenuhi kriteria: nyata, benar, dan logis. Bila etik dimasukkan, maka perlu ditambah koheren dengan moral. Produk alasan praktis tampil memenuhi kriteria oprasional, efisien dan produktif. Bila etik dimasukkan perlu ditambah human.manusiawi, tidak mengeksploitasi orang lain, atau lebih diekstensikan lagi menjadi tidak merusak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan yang merupakan produk kegiatan berpikir merupakan obor dan semen peradaban di mana manusia menemukan dirinya dan menghayati hidupnya dengan lebih sempurna. Berbagai peralatan dikembangkan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan jalan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya. &lt;br /&gt;Ilmu merupakan salah satu buah pemikiran manusia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan. Ilmu merupakan salah satu dari pengtetahuan manusia. Untuk bisa menghargai ilmu sebagaimana mestinya sesungguhnya kita harus mengerti apakah hakekat ilmu sebenarnya. Semuanya bersifat saling membutuhkan dan saling mengisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Buku&lt;br /&gt;Ginting, Paham dan Situmotrang, Syafrizal Helmi. (2008). Filsafat ilmu dan metode riset. Medan: USU Press&lt;br /&gt;Ismaun, (2001), Filsafat Ilmu, (Diktat Kuliah), Bandung : UPI Bandung.&lt;br /&gt;Lasiyo dan Yuwono. (1994) Pengantar Ilmu Filsafat. Yogyakarta : Liberty.&lt;br /&gt;Moleong, Lexy, J. (2005) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Rinjin, Ketut. (1997) Pengantar Filsafat Ilmu dan Ilmu Sosial Dasar. Bandung : CV Kayumas.&lt;br /&gt;Russel, Betrand. (2002). Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan kondisi sosio-politik dari zaman kuno hingga sekarang (alih Bahasa Sigit jatmiko, dkk ) . Yogyakarta : Pustaka Pelajar.&lt;br /&gt;Sihotang, Kasdin. (2009). Filsafat Manusia; Upaya Membangkitkan Humanisme. Yogyakarta: Kanisius&lt;br /&gt;Soemargono, Soerjono. (1993) Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta : NurCahaya.&lt;br /&gt;Suriasumantri, Jujun S. (1982), Filsafah Ilmu : Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Sinar Harapan.&lt;br /&gt;Suriasumantri, Jujun S. (1996) Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik : Sebuah Dialog tentang Dunia Keilmuan Dewasa ini. Jakarta : Gramedia.&lt;br /&gt;Suriasumantri, Jujun S. (2005) Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Sinar Harapan.&lt;br /&gt;The Liang Gie. (1991) Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta : Liberty.&lt;br /&gt;Verhak, V dan Haryono Imam, R. (1999) Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT Gramedia.&lt;br /&gt;Wibisono, Koento. (1997) Dasar-Dasar Filsafat. Jakarta : Universitas Terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Internet&lt;br /&gt;http://members.tripod.com/aljawad/artikel/filsafat_ilmu.htm”&lt;br /&gt;http://media.isnet.org./islam/etc/mantiq.htm”&lt;br /&gt;http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/13/filsafat-ilmu/&lt;br /&gt;http://www.anneahira.com/ilmu/filsafat-ilmu.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17926563-3405933082150567057?l=nyongandikahendra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/feeds/3405933082150567057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17926563&amp;postID=3405933082150567057&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3405933082150567057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17926563/posts/default/3405933082150567057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nyongandikahendra.blogspot.com/2010/09/filsafat-dan-filsafat-ilmu_21.html' title='Filsafat dan Filsafat Ilmu'/><author><name>Andika Hendra Mustaqim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09412509544005513017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_5PE6yTyYzpg/R6G3WvoEEiI/AAAAAAAAAAo/MD86Tax_VL4/S220/uncac2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5PE6yTyYzpg/TJj8k4IfSjI/AAAAAAAAD2U/cYSKqY48XhE/s72-c/PLOSMapOfScience.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17926563.post-4468479863991535286</id><published>2010-09-20T19:08:00.001-07:00</published><updated>2010-09-20T19:08:51.691-07:00</updated><title type='text'>Filsafat dan Filsafat Ilmu</title><content type='html'>Filsafat dan Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh&lt;br /&gt;Andika Hendra Mustaqim&lt;br /&gt;Crissinda Sutadisastra&lt;br /&gt;Ria Panca Irawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pasca Sarjana Linguistik Terapan&lt;br /&gt;Universitas Negeri Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I. Filsafat&lt;br /&gt;A. Sejarah Filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemikiran filsafat banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pada dasarnya filsafat baik dibarat, india dan Cina muncul dari yang sifatnya religius. Pembagian secara periodesasi filsafat barat adalah zaman kuno, zaman abad pertengahan, zaman modern dan masa kini. Periodesasi filsafat cina adalah zaman kuno, zaman pembauran, zaman neokonfusionisme dan zaman modern. Untuk cina adalah periode weda, biracarita, sutra-sutra dan sekolastik. Dalam filsafat india yang penting adalah bagaimana manusia bisa berteman dengan dunia bukan untuk menguasai dunia. Adapun filsafat islam hanya ada 2 periode yaitu: periode mutakalimin dan filsafat islam.&lt;br /&gt; Jadi, perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak melainkan berlangsung secara bertahap. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian secara periode yang menampilkan ciri khas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Zaman Pra Yunani Kuno&lt;br /&gt; Pada abad VI SM yunani muncul lahirnya filsafat dan mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan. Mulai saat itu orang mencari jawaban rasional tentang problem alam semesta.dengan demikian filsafat dilahirkan. &lt;br /&gt;Orang yang mendapat kehormatan untuk digelari sebagai "filsuf pertama" adalah THALES. Tentang orang Miletos ini diceritakan bahwa tidak pernah  ia in enulis ka'npemikirannya. Filsuf filsuf berikut, yaitu ANAXIMANDROS dan ANAMIMENES, memang membukukan pemikiran mereka, tetapi   sayangnya   karangan karangan itu kemudian hilang.&lt;br /&gt;Ada kesaksian kesaksian yang mengatakan bahwa mereka semua menaruh perhatian khusus akan alam dan kejadian kejadian alamiah. Mereka terutama merasa tertarik oleh perubahan . terus menerus yang dapat disaksikan dalam alam (pada badan badan jagat raya, musim musim, laut dan sebagainya). Mereka mencari suatu asas atau prinsip-prinsip tetap hingga sama di belakang perubahan perubanan yang tak henti hentinya itu. Mereka berkeyakinan bahwa tak urung asas macam itu ada. Alasan mereka berpikir demikian ialah bahwa kendati seiata perubahan dunia jasmani merupakan suatu keseluruhan yang teratur dan kejadian kejadian alamiah mempunyai suatu ketetapan yang mengherankan. Apakah asas pertama itu? Ketiga filsuf dari Miletos memberi jawaban yang berbeda beda. Thales mengatakan: air. Anaximandros berpendapat: asas itu adalah "yang tak terbatas" (to apeiron). Anaximenes menjawab: udara.&lt;br /&gt;2. Zaman keemasan yunani&lt;br /&gt;Zaman yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk menguingkapkan ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu, karena yunani pada masa itu tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi.&lt;br /&gt;Dalam zam keemasan Yunani muncul beberapa filsuf besar seperti PLATO (427 347). Menurut Plato, dunia ideal (yang terdirl dari Ide ide) merupakan obyek bagi rasio kita. Apalagi, dunia jasmani dengan cara tak sempurna meniru saja dunia ideal yang sama sekali sempurna. Itulah sebabnya filsuf sedapat mungkin harus melepaskan diri dari dunia jasmani, agar sanggup memandang dunia sebagai ide sempuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Plato, terdapat ARiSTOTELES (384   322) berasal dari Stageira di daerah Thrake, di Yunani Utara. Ia belajar dalam Akademia Plato di Athena dan tinggal di sana sampai Plato meninggal. Dua tahun lamanya ia bertugas sebagai guru pribadi untuk pangeran Alexander Agung. Tidak lama sesudah Alexander Agung dilantik menjadi raja, Aristoteles kembali ke Athena dan membuka suatu sekolah yang dinamakan Lykeion (dilatinkan: Lyceum). Pemikiran Aristoteles bahwa setiap benda jasmani mempunyai bentuk dan materi. Tetapi yang dimaksudkannya bukannya bentuk dan materi yang dapat dilihat, seperti halnya dengan patung tadi, melainkan bentuk dan materi sebab  prinsip prinsip rnetafisis. Dua prinsip ini tidak bisa ditunjukkan  jari, tetapi harus diandai   kan supaya kita dapat mengerti benda benda  jasmani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Helinistis Romawi&lt;br /&gt;Pada masa ini muncul beberapa aliran yaitu sebagai aliran sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Stoisisme. Stoa didirikan di athena oleh Zeno dari Kition tahun 300 SM. Nama stoa&lt;br /&gt;menunjukan serambi bertiang, tempat Zeno memberi pelajaran. Menurut Stoisme , jagat raya dari dala sama sekali ditentukan oleh suatu kuasa yang disebut Logos (rasio), berdasarkan rasio manusia sanggup mengenal orde universal dalam jagat raya. Ia akan hidup bijaksana dan bahagia asal saja ia bertindak menurut rasionya. Jika memang demikian ia akan menguasai nafsu-nafsunya dan mengendalikan diri secara sempurna, supaya dengan penuh keinsyafan ia menaklukan diri pada hukum-hukum alam. Seorang yang hidup menurut prinsip stoisme sama sekali tidak memperdulikan kematian dan segala malapetaka lain, karena insyaf bahwa semua akan terjadi menurut keharusan mutlak. Sudah nyata kiranya bahwa etika stoisme ini betul-betuk bersifat kejak dan menuntut watak yang sungguh-sungguh kuat. Ini cocok untuk watak romawi yang pragmatis. Dan suskses besar jama SENECA (2 -650 dan Kaisar Marcus Aurelius (121 – 180).&lt;br /&gt;b. Epikurisme.. Epikuros (341 -2700 berasal dari pulau Samos . Menurutnya segala-galanya terdiri dari atom-atom yang senantiasa bergerak dan secara kebetulan tubrukan yang satu dengan yang lain. Manusia hidup bahagia jika ia mengakui susunan dunia ini dan tidak ditakutkan dengan dewa atau apapun juga.Dewa- dewa tidak mempengaruhi dunia. Lagipula untuk memperoleh kebahagiaan manusia mesti menggunakan kehendak bebasnya dengan mencari kesenangan sedapat mungkin. Terlalau banyak kesenangan akan mengelisahkan batin manusia. Orang bijaksana tahu membatasi diri dan terutama mencari kesenangan rohani, supaya batin menjadi tetap tenang.&lt;br /&gt;c. Skepisisme. Dipelopori oleh PYRRHO (365 – 275 SM)B ukan merupakan suatu aliran yang jelas, melainkan suatu tedensi agak umum yang hidup terus sampai akhir masa Yunani Kuno. Mereka berfikir bahwa dalam semua bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran. Sikap Umum mereka kesangsian.d. eklektisisme, suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;d. Eklektisisme. Merupakan tendensi umum yang memetik perbagai unsur filsafat dari aliran-aliran lain tampa berhasil mencapai kesatuan pemikiran yang sungguh-sungguh. Salah seorang warga Romawi yang digolongkan dalam aliran ini CICERO (106 – 43). Dan PHILO (25SM- 50 M) ia berusaha mendamaikan agama Yahudi dengan Filsafat Yunani khusunya Plato.&lt;br /&gt;e. Neoplatonisme. Puncak terakhir dalam sejarah fisafat yunani adalah ajaran ini, dimaksukan untuk menghidupkan kembali filsafat Plato. Filsuf yang mensintesa PLATINOS (203/4 – 269/70). Ia lahir di Mesir dan umur 40 tahun tiba di Roma untuk mendirikan sekolah filsafat disana. Seluruh sistem Filsafat Plotinos berkisar pada konsep kesatuan. Atau dapat juga kita katakan bahwa seluruh sistem filsafatnya Berkisar pada Allah, sebab Allah disebut dengan nama”yang Satu”. Semuanya yang ada berasal dari ”yang satu”. Dan semuanya yang ada berhasrat pula untuk kembali kepada yang satu. Oleh karenanya dalam realitas seluruhnya terdapat gerakan dua arah, dari atas kebawah dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Zaman Abad Pertengahan&lt;br /&gt;Pada abad pertengahan mengalami 2 periode, yaitu:&lt;br /&gt;1. periode patriktis; mengalami 2 tahap:&lt;br /&gt;a. permulaan agama kristen&lt;br /&gt;b. filsafat agustinus; yang terkenal pada masa patristik&lt;br /&gt;2. periode skolastik; menjadi 3 tahap yakni:&lt;br /&gt;a. periode awal, ditandai dengan pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat&lt;br /&gt;b. periode puncak, ditandai oleh keadaan yang dipengaruhi oleh aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat arab dan yahudi&lt;br /&gt;c. periode akhir, ditandai dengan pemikiran kefilsafatan yang berkembang kearah nominalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Zaman Renaissance&lt;br /&gt; Ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Illahi.&lt;br /&gt;Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Zaman yang menyaksikan dilancarkannya tantangan gerakan reformasi terhadap keesaan dan supremasi Gereja Katolik Roma, bersamaan dengan berkembangnya Humanisme. Zaman ini juga merupakan penyempurnaan kesenian, keahlian, dan ilmu yang diwujudkan dalam diri jenius serba bisa, Leonardo da Vinci. Penemuan percetakan (kira-kira 1440 M) dan ditemukannya&lt;br /&gt;benua baru (1492 M) oleh Columbus memberikan dorongan lebih keras untuk meraih kemajuan ilmu. Kelahiran kembali sastra di Inggris, Perancis dan Spanyol diwakili Shakespeare, Spencer, Rabelais, dan Ronsard. Pada masa itu, seni musik juga mengalami perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Zaman Modern&lt;br /&gt; Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman renaissance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Zaman Kontemporer (Abad XX Dan Seterus)&lt;br /&gt; Fisi kawan termashur adalah Albert Einstein yang percaya akan kekekalan materi. Dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan teknologi canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengertian Filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para filsuf memberi batasan yang berbeda-beda mengenai filsafat, namun batasan yang berbeda itu tidak mendasar. Selanjutnya batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu secara etimologi dan secara terminologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta kebijaksanaan dalam arti hakikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana definisi filsafat menurut berbagai pakar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )&lt;br /&gt;   2. Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )&lt;br /&gt;   3. Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )&lt;br /&gt;   4. Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harold H. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas, dapat ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja obyek filsafat? 1) Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada, yang meliputi : ada dalam kenyataan, ada dalam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan (Lasiyo dan Yuwono, 1994 : 6). 2) Objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada (Lasiyo dan Yuwono, 1994 : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pengetahuan yang lain, filsafat telah mengalami perkembangan yang pesat yang ditandai dengan bermacam-macam aliran dan cabang.&lt;br /&gt;1) Aliran-aliran Filsafat&lt;br /&gt;Ada beberapa aliran filsafat dinataranya adalah : realisme,&lt;br /&gt;rasionalisme, empirisme, idealisme, materialisme, dan&lt;br /&gt;eksistensialisme.&lt;br /&gt;2) Cabang-cabang Filsafat&lt;br /&gt;Filsafat memiliki cabang-cabang yang cukup banyak dinataranya&lt;br /&gt;adalah : metafisika, epistemologi, logika, etika, estetika, filsafat&lt;br /&gt;sejarah, filsafat politik, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Berpikir Filsafat&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga karakteristik berpikir filsafat yakni:&lt;br /&gt;1. Sifat menyeluruh: seseorang ilmuwan tidak akan pernah puas jika hanya mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu hakikat ilmu dari sudut pandang lain, kaitannya dengan moralitas, serta ingin yakin apakah ilmu ini akan&lt;br /&gt;membawa kebahagian dirinya. Hal ini akan membuat ilmuwan tidak merasa sombong dan paling hebat. Di atas langit masih ada langit. contoh: Socrates menyatakan dia tidak tahu apa-apa. &lt;br /&gt;2. Sifat mendasar: yaitu sifat yang tidak saja begitu percaya bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu itu benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan? Apakah kriteria itu sendiri benar? Lalu benar sendiri itu apa? Seperti&lt;br /&gt;sebuah pertanyaan yang melingkar yang harus dimulai dengan menentukan titik yang benar.&lt;br /&gt;3. Spekulatif: dalam menyusun sebuah lingkaran dan menentukan titik awal sebuah lingkaran yang sekaligus menjadi titik akhirnya dibutuhkan sebuah sifat spekulatif baik sisi proses, analisis maupun pembuktiannya. Sehingga dapat dipisahkan mana yang logis atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;A. Apa itu Ilmu?&lt;br /&gt;Pengetahuan, yang dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan knowledge, menurut Jujun S. (2005 : 104), pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk di dalamnya adalah ilmu, jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Ilmu, menurut pendapat di atas, menunjuk pada terminologi yang bersifat khusus, yang merupakan bagian dari&lt;br /&gt;pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian ilmu dan perbedaannya dengan pengetahuan nampak lebih jelas sebagaimana dinyatakan oleh Ketut Rinjin. Menurut Rinjin (1997 : 57-58), ilmu merupakan keseluruhan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan logis dan bukanlah sekadar kumpulan fakta, tetapi pengetahuan yang mempersyaratkan objek, metoda, teori, hukum, atau prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu, yang dalam bahasa Inggris dinyatkan dengan science, bukan sekadar kumpulan fakta, meskipun di dalamnya juga terdapat berbagai fakta. Selain fakta, di dalam ilmu juga terdapat teori, hukum, prinsip, dst., yang diperoleh melalui prosedur tertentu yaitu metoda ilmiah. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metoda ilmiah (Jujun S., 2005 : 119). Sedangkan pengetahuan dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu pengalaman, intuisi, pendapat otoritas, penemuan secara kebetulan dan coba-coba (trial and error) maupun penalaran. Ada paradigma baru yang memandang ilmu bukan hanya sebagai produk. The Liang Gie (1991 : 90), setelah mengkaji berbagai pendapat tentang ilmu, menyatakan bahwa ilmu dapat dipandang sebagai proses, prosedur, dan produk. Sebagai proses, ilmu terwujud dalam aktivitas penelitian. Sebagai prosedur, ilmu tidak lain adalah metoda ilmiah. Dan&lt;br /&gt;sebagai produk, ilmu merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai fenomena yang dipelajari ilmu tersebut selanjutnya dijelaskan ilmu melalui pernyataan-pernyataan. Kumpulan pernyataan yang merupakan penjelasan ilmiah terdiri dari empat bentuk (The Liang Gie, 1991 : 142-143), yaitu : deskripsi, preskripsi, eksposisi pola, dan rekonstruksi historis.&lt;br /&gt;1) Deskripsi&lt;br /&gt;Deskripsi adalah pernyataan yang bersifat menggambarkan tentang bentuk, susunan, peranan, dan hal-hal rinci lainnya dari fenomena yang dipelajari ilmu. Pernyataan dengan bentuk deskripsi terdapat antara lain dalam ilmu anatomi dan geografi.&lt;br /&gt;2) Preskripsi&lt;br /&gt;Preskripsi merupakan bentuk pernyataan yang bersifat preskriptif, yaitu berupa petunjuk-petunjuk atau ketentuanketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau&lt;br /&gt;sebaiknya dilakukan berkenaan dengan ojkek formal ilmu. Preskripsi dapat dijumpai antara lain dalam ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan.&lt;br /&gt;3) Eksposisi Pola&lt;br /&gt;Bentuk ini merangkum pernyataan-pernyataan yang memaparkan pola-pola dalam sekumpulan sifat, ciri, kecenderungan, atau proses lainnya dari fenomena yang&lt;br /&gt;ditelaah. Pernyataan semacam ini dapat dijumpai antara lain pada antropologi.&lt;br /&gt;4) Rekonstruksi Historis&lt;br /&gt;Rekonstruksi historis merupakan pernyataan yang berusaha menggambarkan atau menceritakan sesuatu secara kronologis. Pernyataan semacam ini terdapat pada historiografi dan paleontologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bentuk-bentuk pernyataan seperti di atas, ilmu juga memiliki ragam-ragam proposisi, yaitu azas ilmiah, kaidah ilmiah, dan teori ilmiah. Ketiga ragam proposisi tersebut dijelaskan seperti berikut ini.&lt;br /&gt;1) Azas ilmiah&lt;br /&gt;Azas atau prinsip ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengandung kebenaran umum berdasarkan fakta-fakta yang telah diamati.&lt;br /&gt;2) Kaidah ilmiah&lt;br /&gt;Suatu kaidah atau hukum dalam pengetahuan ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengungkapkan keajegan atau hubungan tertib yang dapat diuji kebenarannya .&lt;br /&gt;3) Teori ilmiah&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan teori ilmiah adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis berkenaan dengan penjelasan terhadap sejumlah fenomena.&lt;br /&gt;Teori ilmiah merupakan unsur yang sangat penting dalam ilmu. Bobot kualitas suatu ilmu terutama ditentukan oleh teori ilmiah yang dimilikinya. Pentingnya teori ilmiah dalam illmu dapat dijelaskan dari fungsi atau kegunaannya. Fungsi teori ilmiah&lt;br /&gt;adalah :&lt;br /&gt;a) Sebagai kerangka pedoman, bagan sistematisasi, atau sistem acuan dalam menyususn data maupun pemikiran tentang data sehingga tercapai hubungan yang logis diantara aneka data.&lt;br /&gt;b) Memberikan suatu skema atau rencana sementara mengenai medan yang semula belum dipetakan sehingga terdapat suatu orientasi.&lt;br /&gt;c) Sebagai acuan dalam pengkajian suatu masalah. &lt;br /&gt;d) Sebagai dasar dalam merumuskan kerangka teoritis penelitian.&lt;br /&gt;e) Sebagai dasar dalam merumuskan hipotesis.&lt;br /&gt;f) Sebagai informasi untuk menetapkan cara pengujian hipotesis.&lt;br /&gt;g) Untuk mendapatkan informasi histories dan perspektif perma-salahan yang akan diteliti.&lt;br /&gt;h) Memperkaya ide-ide baru.&lt;br /&gt;i) Untuk mengetahui siapa saja peneliti lain dan pengguna di bidang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ciri-ciri pokok ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu merupakan pengetahuan yang memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat dibedakan dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain. Adapun ciri-ciri pokok ilmu adalah sebagi berikut.&lt;br /&gt;1) Sistematisasi&lt;br /&gt;Sistematisasi memiliki arti bahwa pengetahuan ilmiah tersusun sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara fungsional.&lt;br /&gt;2) Keumuman (generality)&lt;br /&gt;Ciri keumuman menunjuk pada kualitas pengetahuan ilmiah untuk merangkum berbagai fenomena yang senantiasa makin luas dengan penentuan konsep-konsep yang paling umum dalam pembahasannya.&lt;br /&gt;3) Rasionalitas&lt;br /&gt;Ciri rasionalitas berarti bahwa ilmu sebagai pengetahuan ilmiah bersumber pada pemikiran rasional yang mematuhi kaidah-kaidah logika.&lt;br /&gt;4) Objektivitas&lt;br /&gt;Ciri objektivitas ilmu menunjuk pada keharusan untuk bersikap objektif dalam mengkaji suatu kebenaran ilmiah tanpa melibatkan unsur emosi dan kesukaan atau kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;5) Verifiabilitas&lt;br /&gt;Verifiabilitas berarti bahwa pengetahuan ilmiah harus dapat diperiksa kebenarannya, diteliti kembali, atau diuji ulang oleh masyarakat ilmuwan.&lt;br /&gt;6) Komunalitas&lt;br /&gt;Ciri komunalitas ilmu mengandung arti bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik umum (public knowledge). Itu berarti hasil penelitian yang kemudian menjadi khasanah dunia keilmuan tidak akan disimpan atau disembunyikan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi dan Hakikat Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat Ilmu, yang disusun oleh Ismaun (2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Ackerman “philosophy of science in one aspect as a critique of current scientific opinions by comparison to proven past views, but such aphilosophy of science is clearly not a discipline autonomous of actual scientific paractice”. (Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewis White Beck “Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole. (Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Cornelius Benjamin “That philosopic disipline which is the systematic study of the nature of science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual discipines. (Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael V. Berry “The study of the inner logic if scientific theories, and the relations between experiment and theory, i.e. of scientific methods”. (Penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May Brodbeck “Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis, description, and clarifications of science.” (Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter Caws “Philosophy of science is a part of philosophy, which attempts to do for science what philosophy in general does for the whole of human experience. Philosophy does two sorts of thing: on the other hand, it constructs theories about man and the universe, and offers them as grounds for belief and action; on the other, it examines critically everything that may be offered as a ground for belief or action, including its own theories, with a view to the elimination of inconsistency and error. (Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen R. Toulmin “As a discipline, the philosophy of science attempts, first, to elucidate the elements involved in the process of scientific inquiry observational procedures, patens of argument, methods of representation and calculation, metaphysical presuppositions, and so on and then to veluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic, practical methodology and metaphysics”. (Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbinacangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jujun S. Suriasumantri, (1982), Filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti : Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis)&lt;br /&gt;Kemudian, bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendakan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan epistemologis)&lt;br /&gt;Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis). Disimpulkan bahwa pertama adalah sekelompok pertanyaan pertama merupakan tinjauan ilmu secara ontologis. Dan sekelompok pertanyaan-pertanyaan kelompok kedua merupakan tinjauan ilmu secara epistemologis. Dan pertanyaanpertanyaan kelompok ketiga sebagai tinjauan ilmu secara aksiologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu peristiwa atau kejadian pada dasarnya tidak pernah lepas dari peristiwa lain yang mendahuluinya. Demikian juga dengan timbul dan berkembangnya filsafat dan ilmu. Menurut Rinjin (1997 : 9-10), filsafat dan ilmu timbul dan berkembang karena akal budi, thauma, dan aporia.&lt;br /&gt;a. Manusia merupakan makhluk berakal budi.&lt;br /&gt;Dengan akal budinya, kemampuan manusia dalam bersuara bisa berkembang menjadi kemampuan berbahasa dan berkomunikasi, sehingga manusia disebut sebagai ho
